Keesokan paginya. Sekitar pukul 06.45,Ayu yang sudah terlihat rapi dan cantik dengan rambutnya yang dikuncir kuda seperti biasa. Sudah membantu Bibi Yuni didapur kotor bersama pelayan yang lainnya. Ayu hanya membantu ala kadarnya tidak mengerjakan tugas inti seorang pelayan karena Ayu hanya ikut membantu yang menjadi tugas Bibinya.
" Apa lagi Bi yang harus Ayu kerjakan?"Tanya Ayu berinisiatif tanpa harus menunggu Bibinya yang meminta atau menyuruhnya.
" Ini Yu, tolong lanjutkan memotong sayuran dan dagingnya. ini sudah Bibi kasih contoh ya Yu untuk potongannya. Bibi akan menyiapkan teh dan kopi di ruang makan. karena biasanya setiap hari Sabtu, mereka berkumpul di ruang keluarga untuk bersantai sambil ditemani cemilan dan teh hangat serta kopi".
" Siap Bi, Hanya memotong saja kan Bi. karena jujur Ayu belum bisa untuk mengolahnya".Tanya Ayu memastikan.
" Iya Yu, Bibi tidak akan lama. nanti kamu selesai potong sayur dan daging pasti Bibi sudah disini lagi".Jawab Bibi Yuni meninggalkan Ayu sendiri. karena dijam pagi seperti ini para pelayan sudah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Ayu langsung memegan gagang pisau dan mulai memotong sayurannya terlebih dahulu karena sangat gampang menurutnya.
" Ayu, Bibi Yuni mana?"Tanya Jason masih dengan muka bantal dan pakaian yang semalam dikenakannya.
Mendengar suara bariton memanggilnya, Ayu pun menoleh ke belakang melihat kearah sumber suara." Tuan J-Jason, Emm Bibi sedang menyiapkan teh dan kopi diruang makan".
Jason begitu terpukau melihat wajah Ayu dipagi hari tertanya lebih terlihat sangat cantik alami dan natural.
" Ok "Lalu Jason pergi dari hadapan Ayu dengan mengusap dadanya." Lyra hidup dan matimu Jason".
Ayu kembali fokus pada pekerjaanya lagi.
Terdengar sampai ke dapur dimana tempat Ayu berada suara bariton Jason yang masih mencari keberadaan Bibinya.
" Ayu dimana Bibi Yuni nya? sudah ku cari tapi tidak ada."Tanya Jason dengan berkacak pinggang dan menatap Ayu dengan intens padahal Jason sedang menikmati dan mengamati wajah cantiknya Ayu.
" Em tidak tau saya Tuan, tadi hanya bilang seperti itu pada saya. jadi kalau sekarang Bibi Yuni tidak ada, Ya saya pun tidak tau. karena disini juga tidak ada seperti yang Tuan lihat".
" Kau sedang mengerjakan apa?"Tanya Jason mendekat kearah Ayu.Yang dengan tiba-tiba saja tidak ingin cepat pergi dari hadapan wajah cantik Ayu dan tentang semalam dimana dirinya hanya dengan mengingat wajah cantik Ayu dan Kedua benda kenyal yang menurutnya besar sudah berhasil mengeluarkan larvanya sebanyak dua kali.
Dan Ayu memiringkan badannya supaya Jason melihat apa yang sedang dikerjakannya.
" Memotong sayuran dan daging. tapi sebentar lagi selesai Tuan".Jawab Ayu memperlihatkan hasil kerjanya.
" Emmm " Jason tampak ragu untuk mengeluarkan suaranya lagi.
" Apa Tuan?" Tanya Ayu sembari mengangkat wajahnya untuk bisa menatap wajah tampan Jason yang berada jauh dari kepalanya. karena memang Jason memiliki tinggi tubuh yang sangat porposional. Tinggi mencapai 179 centi meter dan berat badan 70 kilo gram saja. karena memang Jason sangat menjada agar tubuhnya tetap bagus.
Ah Jason sungguh ingin mengangkat tubuh mungil Ayu dalam gendongannya. Yang bisa Jason perkirakan tinggi badan Ayu tidak lebih dari 160 centi meter dan berat badan diangka tidak lebih dari 52 kilo gram.
" Lupakan! " Jason langsung balik dan dengan langkah panjangnya segera menghilang dari pandangan Ayu.
" Aneh! " Gumam Ayu langsung menyelesaikan pekerjaanya dengan cepat sebelum Bibi Yuni datang bertanya.
Sedangkan di meja makan Irena sudah sarapan dengan secangkir teh hangat yang tidak terlalu manis dan beberapa potong kue. sedangkan Leo juga hanya dengan secangkir kopi pahit dan beberapa helai roti yang diberi selai strowberi, yang menjadi buah favoritenya. Seperti biasa jika hari Sabtu dan Minggu lebih banyak mereka habiskan waktunya di rumah. Kecuali Jason yang selalu berburu kenikmatan bersama Lyra di Apartemennya.
" James dan Celia tidak jadi datang kesini. karena James harus ke luar kota menyelesaikan proyeknya. Jadi Celia dibawa sekalian sama James". Leo menyampaikan apa yang dibilang putra pertamanya.
" Iya tidak masalah Dadd, yang penting mereka selalu bahagia dan semakin harmonis"Jawab Irena.
Leo mengambil tiga koran yang berada tidak juah dari meja makan yang sudah disiapkan oleh pelayan. Kemudian membuka setiap halamannya.
" Bibi Yuni " Panghil Irena sambil menumpuk piring yang sudah dipakainya.
" Iya Nyonya "Jawab Bibi Yuni setengah berlari menghampiri kedua Majikannya yang masih berada di meja makan.
" Apa anaknya Bibi Yuni sudah datang? Mana saya mau bertemu".Tanya Irena menanyakan keberadaan Ayu. seharusnya sudah datang dari semalam.
" Baik Nyonya, Bibi panggilkan dulu. Ayu sedang didapur kotor membantu saya. Sebentar!"Pamit Bibi Yuni untuk memanggil Ayu dan mengajaknya bertemu dengan kedua Majikannya yang sangat baik. dan Bibi Yuni juga berharap Ayu bisa diterima dengan baik disini.
" Ayu, tinggalkan saja dulu pekerjaanmu. Nonya Irena menanyakan mu."
" Ini sudah selesai Bi. sudah Ayu cuci dan tiriskan juga".
Bibi Yuni tersenyum melihat kepekaan Ayu terhadap apa yang dikerjakannya.
" Baik, terima kasih ya Yu "Bibi Yuni memasukkan potongan sayuran dan daginnya terlebih dahulu kedalam kulkas.
" Ayo Yu cepat!"
Tidak lama Bibi Yuni dan Ayu sudah berada dihadapan Nyonya Irena. dan Loe pun meletakkan korannya melihat ke arah Ayu dan Bibi Yuni.
" Ini Nyonya...Tuan...,Anak saya Ayu ".
" Ayu, Ini Nyonya Irena dan itu Tuan Leo. mereka pemilik rumah ini sekaligus Majikan Bibi Yuni."
" Nama saya Ayu, Nyonya...Tuan... "Ayu memperkenalkan dirinya dan dengan sopan menyalami tangan Irena dan Leo.
" Kamu masih muda sekali Ayu, Cantik lagi! Paling delapan belas atau sembilan belas tahun ya usia mu Ay?"
Ayu mengangguk mengiyakan tanpa berani melihat kearah Nyonya Irena dan Tuan Leo terlalu lama karena takut dibilang lancang. Bibi Yuni saja tetap sopan dan santun walau mereka sudah sangat baik padanya. apalah seorang Ayu yang baru hari ini bertemu denagn mereka.
Leo hanya menatap wajah cantik Ayu yang memang sangat cantik seperti yang dibilang istrinya, Irena. tanpa mengeluarkan kata sepatah katapun.
" Selama kamu belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai denganmu. Bantu saja dulu pekerjaan Bibi Yuni disini. dan saya sudah bilang pada Bibi Yuni akan tetap memberikan mu gaji karena sudah meringankan pekerjaan Bibi Yuni."
" Maaf Nyonya, Tapi anda tidak perlu menggaji saya karena dengan saya sudah diperbolehkan tinggal sementara saja saya sudah sangat senang dan terbantu sekali Nyonya. belum lagi dengan makannya. jadi anggap saja itu sebagai imbalan karena Nyonya sudah memberikan tempat dan makan untuk saya selama saya belum mendapatkan pekerjaan. Maaf bila saya lancang Nyonya".
" Kamu sama seperti Bibi Yuni, baik dan tidak enakan orangnya. anggap saja gaji dari saya untuk membantumu masuk keperguruan tinggi. Bukankah itu menjadi cita-citamu?"
Ayu menoleh kearah Bibi Yuni dengan menautkan kedua alisnya. Kenapa Nonya Irena Tau kalau Ayu ingin masuk kuliah, pikirnya.
" Tidak masalah Yu, yang jelas kamu harus menerima gajinya nanti setelah satu bulan kamu bekerja".
Karena memang sungguh ingin bisa melanjutkan pendidikannya Ayu pun mengangguk mengiyakan."Iya Nyonya, Tuan. Nanti akan saya terima gajinya. Terima kasih Nyonya...Tuan...".
" Bibi Yuni aku cari nggak ada, kemana Bi?"Tanya Jason yang ikut duduk bergabung dengan Mommy dan Daddynya.
" Oh itu Tuan Jason tadi saya lagi kekamar mandi"Jawab Bibi Yuni menjelaskan.
" Kenapa kamu cari Bibi Yuni Je?"Tanya Mommy Irena menatap wajah putranya yang memanglah sangat tampan.
" Biasa Mom, pakaian ku belum disiapkan!"Jawab Jason dengan santai sembari melirik kearah Ayu yang berdiri disamping Bibi Yuni.
" Oh astaga Jason, Pakaian lagi, pakaian lagi. Bibi Yuni sudah tidak ada waktu lagi untuk sekedar mengurusi pakaianmu".Mommy Irena dibuat menggelengkan kepala.
" Ya sudah kalau Bibi Yuni tidak bisa, bagaimana Ayu saya Momm"Tanya Jason dengan jahil menaik turunkan sebelah alisnya.
" Sa-Saya"Tunjuk Ayu pada dirinya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 223 Episodes
Comments
Ririn
jason playboy cap kampak
2024-01-06
0
Jesi Jasinah
lanjut
2023-04-26
0
Tyaz Wahyu
jngn takut khilaf yuuu cz pst loe dpt uang + enak jg tiap harinya jd iri aq sm ayuuu 🤣 astaghfirullah maaf y ALLAH SWT saya hnya nghalu doang kok
2023-03-30
2