Pembantai sebelumnya tidak dapat membuat pengawas menghentikan Qin Chen, karena mereka merasakan ketakutan untuk menghadapi monster sepertinya.
Qin Chen kembali ketempatnya dan berdiri, ia melihat orang-orang melihatnya dengan ketakutan.
"Lanjutkan pertandingan," ia meminta pengawas melanjutkan pertandingan untuk menentukan siapa yang akan masuk ke babak selanjutnya.
Ayahnya menghampirinya, dan menyentuh bahunya. "Chen'er ... "
"Aku tahu apa yang aku lakukan, aku hanya membalaskan apa yang mereka tuang sendiri. Kematian mereka semua adalah bentuk belas kasihku."
Ia langsung pada intinya mengatakan hal tersebut kepada ayahnya. Sebagai tuan muda, tindakan Qin Chen memang keputusan yang tepat membalas mereka, namun pembantaian didepan kedua Tetua Sekte akan membuat pembicaraan lainnya.
Qin Chen paham itu, namun ia tidak khawatir karena bagaimanapun ia adalah orang terkuat di benua ini.
"Ayah tidak perlu khawatir dengan kedua Tetua Sekte disana, karena aku mengenali Xiao Yueyin lebih dari siapapun disini. Jadi, ayah tidak perlu khawatir akan hal tersebut." Balas Qin Chen mengejutkan semua orang termasuk ayahnya.
Ia melangkah naik ke atas panggung kembali, mengeluarkan sebuah benda yang tidak asing bagi Xiao Yueyin. Saat ia melihat benda tersebut, ia langsung mengenali siapa orang dihadapannya.
Dengan cepat ia turun kebawah menghampiri Qin Chen,
"Bunga ini, adalah barang yang aku berikan sebagai pertemuan terakhir. Jadi, Little Chen, apa sebelumnya kamu membohongiku menggunakan nama samaran?"
"Siapa yang tahu kita bertemu sekarang, mungkin takdir memang mempertemukan kita kembali untuk melakukan petualangan bersama lagi."
"Huh! Saat Little Chen menggunakan seribu pedang abadi sebelumnya, aku masih belum mempercayainya. Sekarang, aku percaya itu benar-benar kamu."
Qin Chen tertawa kecil, ia kembali menyimpan bunga es tersebut karena ini adalah pemberian Xiao Yueyin di masa lalu saat Qin Chen masih bocah.
"Kesampingkan masalah pribadi, apa aku sudah menang di pertandingan kali ini?" Tanya Qin Chen kepadanya.
Bahkan orang-orang dibelakang sana tercengang melihat mereka berdua begitu dekat satu sama lainnya. Seakan mereka sudah bersama cukup lama hingga menumbuhkan kedekatan yang mendalam.
Xiao Yueyin menoleh ke arah mereka dibelakang sana, "Penerimaan murid tahun ini hanya mengambil satu murid di masing-masing kota. Aku Xiao Yueyin menyatakan bahwa Little Chen menjadi murid Sekte Pedang Giok, sekian!"
Ia mengetahui kemampuan Qin Chen dari siapapun, karena dulu ia melihat Qin Chen membunuh monster di ranah Martial Ancestor dengan sekali serang. Hal tersebut sudah ia bicarakan dengan para tetua lainnya, dan membuat mereka tidak percaya karena bagaimanapun, seorang prajurit harus berada di usia 18 tahun.
"Bukankah ini tidak adil Nona Yueyin? Bagaimanapun ada banyak kontestan dibelakang sana, mereka belum menunjukkannya martial soul mereka, bagaimana bisa kamu langsung menyatakan aku adalah murid Sekte?"
"Tidak perlu omong kosong, aku tahu kekuatanmu lebih dari siapapun. Hal tersebut sudah cukup menyakinkan untuk masuk Sekte Pedang Giok! Jangan banyak bicara lagi, sekarang aku adalah seniormu."
"Benarkah? Lalu, mau bertarung satu putaran?" Tanya Qin Chen.
Xiao Yueyin tertegun, karena ia tidak mungkin mengalahkan monster dari kecil sudah dapat membunuh seorang Martial Ancestor dengan sekali pukul. Qin Chen tersenyum kecil, ia tidak mengharapkan pertemuan keduanya akan sama seperti sebelumnya, berlumuran darah.
***
Kediaman Qin,
Setelah membereskan kekacauan di aula, mereka kembali ke kediaman untuk membahas masalah sebelumnya dan penerimaan murid yang dimenangkan Qin Chen. Mereka bertanya-tanya dalam diri mereka, bagaimana bisa Qin Chen berteman baik dengan Tetua Xiao Yueyin!
"Ngomong-ngomong, Chen'er. Bagaimana kamu bisa mengenal Tetua Xiao Yueyin? Karena ayah tahu kamu orang yang tidak suka keluar rumah dan saat keluar hanya untuk mencari udara segar."
"Ughh! Begitukah aku dimatamu, ayah? Soal itu, aku bertemu Nona Yueyin di hutan gunung naga, disana aku menyelamatkannya dan ketrampilan seribu pedang abadi yang aku miliki diajarkan langsung oleh Nona Yueyin, benarkan begitu Nona Yueyin."
Qin Chen melihatnya dengan senyumannya sambil menutup matanya, ia memberikan kode untuk mengiyakan karena ia tidak ingin identitasnya diketahui oleh keluarganya.
"Benar, seperti yang dikatakan oleh Little Chen. Saat itu sedang terluka menghadapi monster, dan untungnya ada Little Chen menyelamatkanku. Ketrampilan seribu pedang abadi adalah kemampuan yang aku ajarkan padanya sebagai ucapan terimakasih."
"Begitu rupanya ... "
Mereka masih tidak dapat mempercayai akan hal ini, karena kedekatan mereka benar-benar tidak dapat diragukan lagi. Patriak Qin melihat Qin Chen yang tersenyum sedari tadi, dan Xiao Yueyin yang terlihat sedikit gugup.
"Baiklah, hari sebentar lagi akan malam, aku akan mengatur tempat istirahat para Tetua. Chen'er, kamu dapat kembali kediamanmu untuk beristirahat."
"Baik ayah, sampai nanti."
Ia melangkah keluar dari ruangan tersebut, dan Xiao Yueyin berdiri. "Patriak Qin, saya memiliki banyak pertanyaan untuk Little Chen, saya permisi untuk mengobrol dengannya."
"Baiklah Tetua Xiao Yueyin."
Ia keluar dari ruangan tersebut meninggalkan mereka semua, karena ia orang yang tidak suka mengurusi masalah yang sulit. Lebih baik kaur dan berbicara dengan Qin Chen, karena sudah lama tidak bertemu dan masih banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan.
***
Kediaman Qin Chen,
Halaman belakang kediamannya, Xiao Yueyin duduk menikmati teh hangat dan beberapa cemilan yang diberikan oleh pelayan pribadi Qin Chen karena ia tahu bahwa Xiao Yueyin adalah tamu penting yang dihormati oleh Patriak Qin.
"Little Chen ... "
"Baik-baik ... Namaku adalah Qin Chen dari keluarga Qin di Kota Gunung Naga. Aku memiliki beberapa kelebihan unik, dan salah satunya adalah Martial Soul milikku bangkit saat usia delapan tahun tanpa sadar. Karena itu, saat kita bertemu aku memiliki kekuatan."
"Ho! Tapi aku masih tidak percaya, karena kamu dapat membunuh monster di ranah Martial Ancestor yang terbilang mustahil untuk dikalahkan."
"Mungkin aku beruntung?" Kata Qin Chen menyeduh tehnya membuat Xiao Yueyin mengerutkan keningnya.
"Apa aku percaya? Tentu saja tidak! Itu bukanlah keberuntungan, melainkan kekuatan kamu sebenarnya! Bagaimana bisa orang percaya seorang bocah delapan tahun membunuh Martial Ancestor dengan sekali pukul? Aku sendiri yang melihatnya bahkan sempat tidak percaya."
"Ya maaf, aku memang tidak normal saat kecil. Mau bagaimana lagi, dibandingkan membahas masalahku, aku lebih tertarik denganmu sekarang. Kamu sudah berkembang sekarang, bahkan mencapai ranah Martial King, benar-benar seorang Jenius." Kata Qin Chen memujinya.
"Huh! Dihadapan monster sebenarnya, aku merasa malu. Saat kamu berada di ranah Martial King, kamu dapat membunuh Martial Ancestor di usia 8 tahun, dan sekarang sudah 10 tahun berlalu, aku yakin kamu melampaui Martial King dan berada di ranah Martial Ancestor."
"Entahlah,"
Xiao Yueyin tidak dapat mengatakan apapun, ia menggelengkan kepalanya dan mengesampingkan semuanya. Karena disampingnya, monster tua yang akan mengguncang seluruh dunia.
...
*Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Edi Sudrajat
pk
2022-10-25
0
Exe
belum apa apa sudah ada beban
2022-10-23
0
Renaldi
ok
2022-10-23
0