Puncak Gunung Es,
Monster-monster berkumpul di sekitarnya, dan saat mereka muncul ditempat sebelumnya. Sekumpulan monster melompat kearahnya mengayunkan senjata dan melontarkan serangan masing-masing.
"Seribu Pedang Abadi!" Kata mereka berdua yang sudah menyiapkan energi untuk hal seperti ini.
Duarr! Duarr! Duarr !
Ratusan monster di ranah Xiantian dan beberapa Martial King di hancurkan berkeping-keping. Qin Chen menarik pedangnya lagi dan sekali lagi mengayunkan pedangnya menebas monster-monster dihadapannya dengan ganas.
"Little Chen, seperti yang kamu katakan, ada banyak monster-monster di puncak gunung es ini."
"Hahahaha! Tidak tahu, lebih banyak membantai mereka sampai tuntas dan tidak meninggalkan apapun lagi! Uraaaaaa!"
Boom! Boom! Boom!
Sekumpulan monster hancur, Xiao Yueyin mendapatkan banyak pengalaman dari pertarungan ini. Qin Chen mendapatkan banyak Exp dan Poin Sistem melalui pembantaian masal yang tidak terduga sekali saat kembali dari berburu senjata kuno.
Setelah beberapa jam berlalu, Xiao Yueyin terengah-engah disamping Qin Chen. Ia kehabisan banyak energi untuk menyerang monster-monster tersebut, Qin Chen hanya berdiri karena ia mendapatkan banyak Exp.
"Little Chen, terimakasih karena telah menemaniku mendapatkan senjata kuno ini. Aku tidak tahu harus membalasnya dengan cara apa, tapi saat Little Chen membutuhkan bantuan di masa depan, aku akan membantunya."
"Tidak masalah, sekarang karena kamu sudah mendapatkan senjata kuno, kemana kamu akan pergi selanjutnya?"
"Aku mungkin akan kembali ke kediaman dan beristirahat lalu bermeditasi meningkatkan kekuatanku lagi, agar di masa depan saat kita bertemu lagi, aku akan lebih kuat dibandingkanmu."
"Hahaha ... Lakukanlah, karena monster akan terbangun dan dunia akan terguncang."
Mereka tertawa lalu berbicara seperti teman dekat cukup lama, setelah semuanya berlalu Qin Chen dan Xiao Yueyin kembali berpisah karena tujuan mereka berdua berbeda-beda dari apa yang mereka inginkan.
"Little Chen, sampai bertemu kembali di masa depan."
"Kalau kita ditakdirkan bertemu, maka di masa depan maupun masa yang akan datang pasti akan bertemu, sampai waktu itu tiba, ingatlah namaku baik-baik, Hao Chen."
Xiao Yueyin mengangguk, ia memberikan bunga es yang abadi kepada Qin Chen sebagai hadiah terakhir kali. "Ini adalah bunga es yang abadi, tidak akan mencari meski dibawah matahari. Karena aku tidak memiliki barang yang bagus, hanya ada es abadi ini, aku harap Little Chen menyimpannya."
"Tentu, terimakasih."
Qin Chen mengambilnya dan melihat bunga itu begitu indah untuk dirinya, berkelap-kelip layaknya bintang di langit, dan abadi layaknya ketiadaan.
"Terimakasih, dan sampai bertemu kembali."
Ia melompat meninggalkan Qin Chen sendirian di hutan itu, mereka berdua pada akhirnya berpisah karena memiliki tujuan masing-masing yang harus di tuju.
Qin Chen memiliki tujuan menjadi terkuat sebelum usianya 18 tahun, sedangkan Xiao Yueyin memiliki tujuan untuk bertambah kuat melampaui Qin Chen.
"Gadis yang menarik, saat besar nanti, aku jadikan kakak perempuan manisku."
***
10 Tahun Kemudian,
"Cepat-cepat, kebangkitan Martial Soul akan dilakukan di aula kebangkitan keluarga. Jangan sia-siakan kesempatan ini, karena kita akan menjadi pembudidaya abadi di dunia dan melangkah ke jalan abadi!"
Pagi-pagi buta, orang-orang berantusias untuk membangkitkan Martial Soul mereka, sedangkan didalam ruangan yang sunyi, Qin Chen tengah tertidur pulas dengan memeluk guling pribadi bergambar wanita cantik yang pernah ia temui di masa kecilnya.
"Hehehe, Xiao Yueyin muhehehe ... " Ia mengusap-usap kepalanya ke guling, lalu membalikkan badannya kesamping.
Brukk!
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, dan seorang pria paruh baya masuk dengan ekspresi kesal melihat putranya masih tidur disaat penting-penting seperti ini.
"Chen'er .... " Teriaknya dengan keras mengejutkan Qin Chen yang langsung melompat menarik pedangnya.
"Siapa disana, dasar maling!"
"Huh! Dasar bocah tidak tahu diri, kau mengatakan ayahmu sendiri pencuri!" Ia langsung menjewer telinga Qin Chen, ia kesakitan.
"Bocah, sebentar lagi kebangkitan Martial Soul akan dimulai, sebagai Tuan Muda Chen, datanglah lebih awal."
"Ba- baik, tolong lepaskan itu, itu menyakitkan ayah."
"Huh! Baiklah, sifatmu dari kecil hingga dewasa sama seperti mendiang ibumu. Bagaimanapun kamu ini putranya, aku tidak dapat menutup mata tentang fakta ini."
"Hehehe, aku memang putranya ibu, karena itu sikapku menyerupainya. Jadi ayah, bisa lepaskan itu? Aku akan bersiap-siap ketempat aula kebangkitan."
"Ya, segeralah."
Qin Zhong Guo, adalah Patriak Qin sekaligus ayah Qin Chen.
Qin Chen berada di hadapan cermin yang ia buat sendiri sebesar tubuhnya. "Aku memang keren darimanapun, bahkan gadis-gadis di kota tidak dapat menolak betapa kerennya aku, hehehehe."
Setelah beberapa pose, ia mengganti pakaiannya.
"Panel Status."
[Nama : Qin Chen.]
[Ras : Manusia.]
[Title : Tuan Muda Qin, Reinkarnasi, Dewa Keberuntungan, BP ×100.]
[Level : Martial Saint (10)]
[Exp : 0/70.000.]
[Martial Soul : Beloved Wife [Langit (6)]
[Level Up Martial Soul : 23.800/60.000 BS.]
[Class : Alchemy Heavenly - Master Formasi Heavenly.]
[Skill : Lightning Step (10) - Moon Jade Fist (10) - Sky Thunder Sword (10) - Seribu Pedang Abadi (10) - Tebasan Penghancur Langit (10) - Dominasi Tangan Surga (10).]
[HP : 68.000.]
[EP : 60.000.]
[STR : 2.150.]
[INT : 1.420.]
[VIT : 1.180.]
[AGI : 1.890.]
[DEX : 1.180.]
[LCK : (EX)]
[BP : 0.]
[BS : 200.]
[Inventory : Wooden Sword - Iron Sword - Roti Bakar (99+) - Mineral (99+) - Pedang Perak (Bumi) »»]
"Setelah 10 tahun meningkatkan level, aku hanya mendapatkan ranah Martial Saint. Bagaimanapun, aku tidak dapat keluar lebih jauh dari benua karena harus pulang jam 6 sore, pergi jam 7 pagi. Seperti kerja, pergi pagi pulang sore cari rezeki."
Ia sedikit tersenyum senang statistik strange miliknya, karena ia mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung kekuatan serangan sehingga ia mendapatkan tambahan kekuatan.
Qin Chen menghilangkan panel tersebut, dan melangkah keluar untuk membangkitkan Martial Soul dengan pemahamannya yang ia dapatkan dari pesan misterius sebelumnya, ia dapat menyembunyikan Martial Soul miliknya.
Karena saat mereka mengetahui Qin Chen memiliki Martial Soul Level Langit, maka kegemparan dimana-mana terjadi, dan membuat keributan besar, karena itu ia membatasi Martial Soul miliknya di level 9 Kuning.
"Ha! Aku sudah besar, dan sebentar lagi menikah untuk sekarang bersenang-senang mencapai puncak kekuatan dan menjadi abadi sejati!"
Ia dengan penuh semangat ketempat aula kebangkitan Martial Soul.
Saat tiba disana, orang-orang melihatnya dengan kekaguman sekaligus banyak wanita-wanita berteriak-teriak memanggil namanya seolah mereka adalah fans sejati Qin Chen.
Qin Chen memberikan lambaian tangan kecilnya menenangkan sekumpulan wanita merepotkan dibawah sana. Ia berdiri dibawah pilar besar, sambil menunggu gilirannya membangkitkan Martial Soul.
Ada banyak orang yang tidak senang dengan kehadiran Qin Chen, karena ia seorang putra dari Patriak Qin dan sekaligus pusat perhatian semua orang, mereka iri dengan bakat bawaan yang ditujukkan dari kecil.
...
*Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
uraaaaaa 😆
2024-10-16
0
Hyoukai
nice selama 10 thn dah 3 ranah di lewati
2023-07-07
0
Satrio Barkero
hajar siisss.....
2023-01-02
0