"Huft! Huft! Tadi itu pertarungan yang cukup sengit! Aku hampir kehilangan banyak darah karena serangan itu, tapi setidaknya aku dapat pulih sedikit demi sedikit." Qin Chen terengah-engah untuk bernafas setelah berhasil mengalahkan Demon Lord Singa Petir.
"Siapa kau sebenarnya? Tidak mungkin bagi bocah berusia 8 tahun memiliki kekuatan yang setara dengan Martial King! Bagaimanapun itu mustahil, bahkan aku sendiri masih berada di ranah Xiantian!"
Qin Chen melirik kesamping, melihat wanita itu yang terluka di bagian tangannya. "Nona, setiap orang memiliki rahasia masing-masing, aku berterimakasih padamu karena menolongku untuk memancing Demon Lord sebelumnya. Namun, menanyakan rahasia orang adalah tindakan yang tidak baik."
Wanita itu terdiam, ia salah kali ini, apa yang dikatakan bocah di hadapannya adalah benar. Menanyakan rahasia orang adalah tindakan yang tidak terpuji.
"Baiklah nona, karena kau telah menolongku sebelumnya, aku akan membalasnya, karena aku tidak ingin memiliki utang budi dengan orang lain."
Mendengar kesempatan ini, ia langsung menjawabnya. "Kalau begitu bantu aku, bantu aku mendapatkan senjata kuno di hutan monster ini."
Ia tidak mengetahui hal tersebut, senjata kuno? Mungkin senjata yang ditinggalkan oleh Immortal sebelumnya. "Baiklah, aku terima bantuan ini. Namun, setiap monster yang kita hadapi nantinya serahkan padaku, tidak ada yang boleh merebutnya."
"Baik!" Meski bingung, wanita itu menerimanya dengan lapang dada.
***
Kedalam hutan semakin banyak monster-monster kuat berkeliaran, dari monster di level Xiantian hingga Martial King. Di sebuah pegunungan yang tinggi dan besar, Qin Chen dan wanita itu tengah merangkak naik ke atas membahayakan diri mereka untuk sebuah senjata kuno.
"Nona, siapa namamu? Aku belum mengetahuinya dan sulit untuk berbicara tanpa mengetahui nama." Kata Qin Chen yang tengah merangkak naik ke atas gunung, karena mereka belum bisa terbang ke langit-langit.
"Xiao Yueyin!"
"Nama yang cantik, namaku Hao Chen!" Kata Qin Chen membalasnya, dan memperjelas agar Xiao Yueyin mengingatnya.
Hao Chen adalah nama samaran yang ia gunakan agar identitas dirinya tidak terbongkar di publik. Karena Qin Chen adalah tuan muda di keluarga Qin, sempat orang mengetahui bahwa tuan muda Qin telah memiliki Martial Soul, maka kota gunung naga akan gempar.
Dibawah situasi antara hidup dan mati, mereka berdua merangkak hingga mencapai puncak gunung.
"Apa ini puncak gunung es raksasa! Sungguh besar dan luas seolah-olah seperti daratan kedua di dunia!" Qin Chen tidak percaya bahwa gunung ini memiliki luas yang besar bisa menampung puluhan kota kecil di atasnya. "Sekarang, kemana kita akan pergi, nona Yueyin."
"Kearah timur, disana terdapat altar kuno yang membawa kita ke tempat senjata kuno berada. Didalam sana mungkin ada banyak monster-monster, apa kau yakin dapat melawan mereka sendiri."
"Serahkan padaku, aku mempunyai caraku sendiri untuk mengalahkan mereka."
Dalam hatinya, ini kesempatan yang bagus untuk meningkatkan level sambil membalas budi karena Qin Chen tidak ingin mempunyai hutang dengan orang lain.
Dibawah badai es yang mengamuk, monster burung es menyerang mereka berdua dipertengahan jalan.
Boom! Boom! Boom!
Ledakan tersebut membuat sebagian salju runtuh kebawah membekukan pepohonan dan sungai. Untungnya mereka dapat menghindar sehingga tidak terjadi masalah yang serius sekarang.
"Lightning Step!" Melangkah secepat awan tanpa meninggalkan bayangan, ia mendekati tebing tinggi untuk mencari ke burung es tersebut.
"Sky Thunder Sword!" Saat ia berteriak, ia mengayunkan pedangnya berputar membelahnya.
Slash!
[Memperoleh; 220 Exp.]
Ia membunuh Martial King (2) dengan sekali serangan, ini mengejutkan Xiao Yueyin yang merupakan master di ranah Xiantian (8) yang hendak mencapai lapisan ke-sembilan.
"Ada apa nona Yueyin?"
"Tidak apa-apa, hanya pemikiranku yang bingung melihatmu mengalahkan burung es di ranah Martial King dengan sekali serang. Aku sendiri belum tentu bisa mengalahkannya dengan sekali serang, namun kau mengalahkannya begitu saja."
"Itu karena pengalamanku lebih baik dibandingkanmu, kekuatan kita hampir sama namun pengalaman kita berbeda. Jadi jangan iri hati, karena cepat atau lambat kau akan berkembang menjadi lebih kuat dibandingkanku yang sekarang."
"Hahaha ... Mendengar dari seorang anak berusia 8 tahun lebih, aku seperti bayi yang baru lahir. Terimakasih atas dukungannya, aku akan berusaha lebih keras untuk melampauimu selama di gunung es ini."
"Ya, mendapatkan motivasi untuk berkembang tidak buruk. Jadikan aku sebagai motivasimu untuk berkembang, dan ingat aku sebagai rivalmu sehingga kau mendapatkan tujuan untuk bertambah kuat dan melampauiku yang sekarang."
"Baik."
Mereka berdua cukup bingung dengan situasi sekarang, dimana Qin Chen yang lebih muda malah memberikan pelajaran kepada yang lebih tua. Sedangkan yang lebih tua tidak memberikan apapun selain pengetahuan yang tidak Qin Chen ketahui.
Setelah bergerak ke timur selama beberapa jam, mereka tiba di altar kuno yang dibicarakan oleh Xiao Yueyin.
"Tunggu! Jangan bergerak dari sana, karena ada sesuatu yang aneh!" Qin Chen merasakan tempat ia berdiri sekarang cukup berbeda dengan tempat sebelumnya.
Saat ia membuka beberapa meter dibawah kakinya, terdapat sebuah kulit yang membentang luas. "Ini!" Xiao Yueyin langsung menutup mulutnya saat pertama kali melihat kulit tersebut.
"Nona Yueyin, apa kau tahu sesuatu tentang kulit ini? Beritahu aku sebelum keadaan buruk terjadi nantinya." Tanya Qin Chen yang penasaran dengan reaksi yang diberikan oleh Xiao Yueyin.
"Itu ... Itu adalah kulit Paus Primordial! Paus yang hidup di masa lalu dengan tubuh sebesar puluhan gunung, yang dapat menghancurkan kota besar dengan satu helaian nafasnya, karena itu ia diberikan gelar Mimpi Buruk Dunia."
"Paus Primordial? Sungguh nama yang aneh, namun kekuatan yang mendominasi. Kalau benar ini adalah paus yang kau bicarakan, maka dia sudah tertidur di dunia ini sangat lama hingga membuat tubuhnya menjadi gunung es."
Xiao Yueyin baru menyadari hal ini, dan altar tersebut mungkin terhubung dengan peninggalan yang pernah di telan oleh Paus Primordial ini. Memikirkan hal itu membuat Xiao Yueyin ragu untuk melanjutkan mengambil senjata kuno.
"Nona Yueyin, percayalah. Selama kamu mengambil langkah untuk senjata kuno, aku akan melindungimu sebagai balas budi. Jadi, jangan ragu-ragu untuk mengambil keputusan ini." Sahut Qin Chen memberikan dukungan kepadanya, karena Qin Chen memiliki maksud lain yaitu meningkatkan kekuatan sebelum mencapai usia 18 Tahun.
"Aku memilih untuk melanjutkan mengambil senjata kuno!" Katanya dengan tekad yang kuat membuat Qin Chen tersenyum puas karena melihat wanita yang hebat sepertinya.
Ia melangkah masuk kedalam altar dan secara mengejutkan altar tersebut menyala. Qin Chen masuk kedalam lingkaran itu dan menghilang meninggalkan dunia, mereka di teleportasi ke suatu tempat yang tidak diketahui oleh mereka berdua.
Sementara di tempat mereka sebelumnya, monster-monster berkumpul satu-persatu mendominasi masing-masing klan mereka menunggu Qin Chen dan wanita itu keluar dari reruntuhan kuno.
...
*Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
™DEWA•[PHOENIX]
Gimana ceritanya Leviathan ada di sono😭
2022-10-19
0
Renaldi
lanjutan nya thor 👍👍👍
2022-10-17
0
Edi Sudrajat
lanjut
2022-10-16
0