Belajar masak

Setelah Hendra berangkat ke kantor kini tinggal Davina dan Dira yang ada di rumah. Davina dan Dira sedang menikmati teh yang baru di antarkan asisten rumah tangga ke taman belakang dimana banyak bunga-bunga indah bermekaran milik mama mertua Dira.

"Apa Arya berbuat jahat kepadamu sayang?" Tanya Davina yang ingin mengetahui seberapa dekat menantu dan anaknya itu.

Mendengar pertanyaan mertuanya membuat Dira malu, Sebegitu ketara kah hubungan dirinya dan suami sehingga orang lain bisa menebak ketidak harmonisan dalam pernikahannya.

"Kamu tidak usah malu, Kami tahu kalau Arya belum bisa membuka hatinya. Maafkan mama dan papa karena sudah melibatkanmu dengan pernikahan ini. Mama janji akan membantu kamu dalam merebut hati Arya." Janji Davina pada menantunya.

Seolah mendapat angin segar, Dira tersenyum bahagia. Dirinya mendapat dukungan dari kedua mertuanya bahkan bersedia membantu dirinya.

"Terima Kasih ma, aku memang sedang butuh bantuan mama." Ucap Dira mengembangkan senyum manisnya.

"Katakan sayang, kamu butuh bantuan apa?" Tanya Davina sangat antusias.

Setelah mendengar keluh kesah sang menantu, Davina sudah tahu apa yang harus ia lakukan untuk membuat putranya jatuh hati kepada Dira. Davina akan mengajarkan menantunya untuk menjadi istri yang bisa mengurus semua kebutuhan suami, karena dari cerita menantunya Arya selalu mengatai Dira sebagai gadis manja yang tidak bisa apa-apa.

"Ayo" Ajak Davina menarik tangan Dira.

"Kemana ma?" Tanya Dira bingung.

"Kamu mau membuat suami kamu bertekuk lutut denganmu. Ayo Mama ajari caranya."

Kini kedua wanita berbeda generasi itu telah sampai di dapur, Davina sudah bersiap mengajari menantunya untuk memasak. Berbeda dengan Dira yang hanya berdiri dengan segala kebingungannya.

"Dira sini sayang, kita masakin suami kamu makan siang." Ucap Davina.

"Maaf ma, tapi Dira tidak bisa masak." Dengan wajah tertunduk gadis tersebut akhirnya mengakui kelemahannya itu.

"Tidak apa-apa nak, kamu bisa belajar masak. Mama akan mengajari kamu, ayo!" Ajak Davina.

Dengan ragu-ragu Dira mulai mendekati mama mertuanya, gadis itu memperhatikan apa yang di lakukan oleh mertuanya.

"Dira coba kamu bersihkan ini, caranya seperti yang mama ajarkan tadi." Suruh Davina.

"Baik ma" Dira mulai membersihkan ayam tersebut sesuai dengan yang di contohkan mertuanya.

"Kita akan buat makanan kesukaan suami kamu. Kamu harus tahu sayang kalau laki-laki bisa jatuh hati bukan hanya penampilan atau fisik wanita saja, tapi ada laki-laki yang bisa luluh hanya karena perempuan itu bisa memenuhi kebutuhannya. Seperti memasak makanan yang enak, bisa mengurus semua kebutuhannya. Kamu harus tahu kalau suami kamu itu termasuk tipe seperti itu, dia selalu memimpikan istri seperti itu, karena sedari kecil ia selalu melihat mama melayani semua kebutuhan papa. Jadi ayo kita rebut perhatian suami kamu dengan masakan." Ucap Davina memberi semangat kepada menantunya itu.

Keduanya tampak semangat memasak makanan siang untuk suami masing-masing, Davina dan Dira akan mengantarkan makan siang untuk suami mereka. Jika Davina itu adalah hal yang biasa ia lakukan sedari dulu, Hendra selalu menyuruh istrinya membawa makan siang ke kantor jika ia tidak ada jadwal makan siang dengan rekan kerjanya.

Selama memasak Dira mendengarkan semua cerita mertuanya, ia tidak ingin melewatkan cerita tentang suaminya karena sedari tadi mereka hanya membahas tentang Arya mungkin di kantor telinga Arya sudah panas karena sedari tadi kedua perempuan tersebut selalu membahas Arya.

Gadis itu semakin tahu apa yang disukai dan tidak di sukai suaminya, mendapat bantuan dari sang mertua membuat ia semakin yakin dan optimis untuk mendapatkan hati suaminya.

...*****...

Arya sedang sibuk memeriksa berkas yang bertumpuk di mejanya, akibat libur honeymoon kemarin banyak berkas yang belum di periksa olehnya. Pintu ruangannya terbuka, terdengar langkah kaki dari sepatu pantofel memasuki ruangannya, Arya yang memeriksa berkas menjeda sebentar dan mengalihkan pandangannya kepada manusia yang berani masuk tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.

"Hai bro, apa kabar?" Sapa Dani yang sudah berdiri di hadapan sepupunya.

"Dani, apa kabar kamu? Kabar gue kurang baik bro." Arya berdiri dan menyambut kedatangan sepupunya, kedua laki-laki saling menyapa kemudian berpelukan karena sudah lama tidak bertemu.

"Kurang baik bagaimana, bukannya pengantin baru harusnya bahagia tapi gue lihat kamu gak ada bahagia- bahagianya. Apa gadis pengganti Tari tidak cantik, atau sudah gak perawan lagi. Secara Lo selalu memimpikan istri yang masih suci." Ejek sepupu Arya tersebut

"Kapan kamu sampai di Jakarta, bukannya kamu bilang gak mau balik ke sini karena cewek-cewek di Australia cantik-cantik." Ucap Arya mengalihkan topik pembicaraan karena tidak ingin membahas tentang kehidupan pernikahannya.

"Kemarin bro, gue sudah bosan sama cewek sana bro, mau ganti suasana saja, gue lagi cari cewek lokal dulu bro, bosan sama yang produk luaran." Ujar Dani bercanda.

"Dasar Casanova, gak capek kamu mainin cewek terus? Awas bro penyakit menular menanti." Arya selalu menasehati sepupunya tersebut.

"Tenang saja bro, gue main aman kok. Makanya pakai otak bro, kalau main pakai Pengaman biar gak ketularan penyakit. Kapan lagi kita bisa menikmati indahnya dunia." Ucap Dani.

"Gak ada niatan mau pensiun jadi Casanova?" tanya Arya yang kembali mendudukkan bokongnya di kursi kebesarannya.

"Gue gak akan berhenti sampai ada seseorang yang bisa membuat hati gue bergetar, Lo tahu sendiri kalau hati gue sudah mati sama perempuan semenjak Tahu pengkhianatan yang dilakukan nyokap gue. Berani-beraninya perempuan sialan itu, selingkuh di belakang bokap gue." Tangan Dani terkepal mengingat masa lalunya.

Dani adalah korban broken home, dulu ia sering melihat kedua orangtuanya selalu ribut, awalnya Dani selalu marah karena sang ayah selalu berkata kasar kepada ibunya. Dani bahkan kasihan dengan ibunya dan selalu membela sang ibu dari amukan ayahnya, tapi semuanya berubah ketika Dani memergoki ibunya sedang main gila dengan seorang laki-laki di dalam kamar orang tuanya.

Dani bahkan menghajar laki-laki yang sedang asyik berada di atas tubuh polos ibunya itu. Membuat sepasang pasangan mesum itu terkejut bukan main. Apalagi sang ibu yang malu seolah kehilangan muka, dia tidak menyangka kalau anaknya sendiri yang akan menangkap basah dirinya.

Tidak lama setelah kejadian itu, ia menyuruh sang ayah menceraikan ibunya. awalnya ayahnya menolak karena masih mencintai ibunya dan tidak ingin memberikan keluarga yang tidak utuh untuknya.

Tapi Dani mengatakan apa yang ia lihat sehingga membuat ayahnya terkejut karena selama ini ia selalu menutupi aib istrinya tersebut. Dani yang Tak ingin ayahnya dibodohi dan dicurangi wanita murahan seperti ibunya dan tidak ingin ayahnya menderita dalam pernikahan tersebut. Sehingga ia berhasil membujuk ayahnya untuk menceraikan ibunya.

Terpopuler

Comments

Lily Formosa Lily

Lily Formosa Lily

😘😘😘

2025-01-04

0

lihat semua
Episodes
1 Pengantin wanita kabur
2 Perjanjian pranikah
3 Sah
4 Paris
5 Jalan-jalan
6 Penyakit Dira
7 Pulang
8 Terlambat bangun
9 Belajar masak
10 Makan siang bersama
11 Rencana Arya
12 Pindah
13 Berkunjung ke rumah mertua
14 Jaga Dira untuk kami
15 Janji semu
16 Masa lalu Tari
17 Tidak terkendali
18 Nasehat sahabat
19 Membuka hati
20 Khawatir
21 Perhatian Arya
22 Kencan
23 Terpesona
24 Pergi ke rumah sakit
25 Dokter pengganti
26 Semakin serius
27 Melamun
28 Sudah berapa lama
29 Perdebatan
30 Ceraikan aku
31 Pingsan
32 Manis di bibir
33 Bantu aku masuk ke hatimu
34 Perkataan adalah Doa
35 Mesra
36 Jaga mata jaga hati
37 Bertemu
38 Terlalu manis
39 Asal kamu bahagia
40 Khawatir
41 Mendatangi Bimo
42 Jujur
43 Membongkar
44 Hari bahagia
45 Tatapan maut
46 Kesedihan Dira
47 Perawatan
48 Pakaian Dinas
49 Benih-benih cinta
50 Membaik
51 Tabrakan
52 Kabar buruk
53 Saling mengancam
54 Memilih Diam
55 Tangisan Dira
56 Pesan terakhir
57 Pulang dengan sejuta luka
58 Sandaran ternyaman
59 Bangkit
60 Kembali ceria
61 Berubah
62 Jangan Ganggu Mereka
63 Berhenti Menyalahkan Orang Lain
64 Hadiah
65 Terpesona
66 Aku Mencintaimu
67 Akting
68 Hasutan Tari
69 Berubah
70 Wanita Berkelas
71 Apa Kamu Akan Menceraikannya?
72 Draft
73 Aku Menyesal Menikah denganmu.
74 Diatas Angin
75 Peringatan Keras Istri
76 Rumah Sakit
77 Mengandung
78 Keputusan
79 Menunggu
80 Berjuanglah Demi Anakmu
81 Pulang
82 Bunga dan Dira janjian
83 Hancur
84 Semoga Saja
85 Masa Bodoh
86 Sekali Murahan tetap Murahan
87 Ketahuan
88 Panik
89 Amarah Davina
90 Jangan Mau enaknya saja
91 Melepaskan
92 Kedatangan Tamu
93 Semakin Memanas
94 Jangan Sampai Menyesal
95 Dilema
96 Permintaan
97 Sedikit Egois
98 Amarah Tari
99 Kecewa
100 Permintaan Dira
101 Tidak Terpengaruh
102 Fatamorgana
103 Jatuh Terlalu Dalam
104 Kembar
105 Semuanya Sudah Hancur
106 Bahagiakan Dia
107 Mulai Terungkap
108 Fakta yang Sangat Mengejutkan
109 Membaik
110 Liburan
111 Bintang Jatuh
112 Permainan Sudah dimulai
113 Diambang Kehancuran
114 Draft
115 Hidup Hina Sebagai Narapidana
116 Ketakutan Tari
117 Gugup
118 Arya Mengetahui Semuanya.
119 Detik-detik Kehancuran Tari
120 Menguping
121 Tidak Berkutik
122 Dira Mengetahui Semuanya
123 Kambuh
124 Ungkapan Cinta Arya
125 Ketakutan Arya
126 Bidadari Tak Bersayap
127 Perbincangan Tiga Sahabat
128 Sebelas Dua Belas
129 Suami Siaga
130 Bucinnya Arya
131 Curahan Hati Arya
132 Penantian yang tidak sia-sia
133 Bunga Melahirkan
134 Perioritas Utama
135 Kamu Pasti Kuat
136 Wanita Seutuhnya
137 Anugerah
138 Menjenguk
139 Jalan Pagi
140 Surat Wasiat
141 Arya Marah
142 Panik
143 Draft
144 Operasi
145 Bayi Kembar
146 Hancur dan Terpuruk
147 Koma
148 Nasehat Davina
149 Si kembar sudah boleh di bawa pulang
150 Harapan
151 Tari dan Penyesalannya
152 Ancaman Arya
153 Berjuang sekali lagi
154 Semangat Dari semua orang
155 Memasuki Ruang Operasi
156 Operasi Berhasil
157 Membuka Mata
158 Pertemuan Ibu dan Anak
159 Penantian berujung bahagia
160 Kehidupan Bahagia Dira
161 Vitamin
162 Bertemu kembali
163 End
Episodes

Updated 163 Episodes

1
Pengantin wanita kabur
2
Perjanjian pranikah
3
Sah
4
Paris
5
Jalan-jalan
6
Penyakit Dira
7
Pulang
8
Terlambat bangun
9
Belajar masak
10
Makan siang bersama
11
Rencana Arya
12
Pindah
13
Berkunjung ke rumah mertua
14
Jaga Dira untuk kami
15
Janji semu
16
Masa lalu Tari
17
Tidak terkendali
18
Nasehat sahabat
19
Membuka hati
20
Khawatir
21
Perhatian Arya
22
Kencan
23
Terpesona
24
Pergi ke rumah sakit
25
Dokter pengganti
26
Semakin serius
27
Melamun
28
Sudah berapa lama
29
Perdebatan
30
Ceraikan aku
31
Pingsan
32
Manis di bibir
33
Bantu aku masuk ke hatimu
34
Perkataan adalah Doa
35
Mesra
36
Jaga mata jaga hati
37
Bertemu
38
Terlalu manis
39
Asal kamu bahagia
40
Khawatir
41
Mendatangi Bimo
42
Jujur
43
Membongkar
44
Hari bahagia
45
Tatapan maut
46
Kesedihan Dira
47
Perawatan
48
Pakaian Dinas
49
Benih-benih cinta
50
Membaik
51
Tabrakan
52
Kabar buruk
53
Saling mengancam
54
Memilih Diam
55
Tangisan Dira
56
Pesan terakhir
57
Pulang dengan sejuta luka
58
Sandaran ternyaman
59
Bangkit
60
Kembali ceria
61
Berubah
62
Jangan Ganggu Mereka
63
Berhenti Menyalahkan Orang Lain
64
Hadiah
65
Terpesona
66
Aku Mencintaimu
67
Akting
68
Hasutan Tari
69
Berubah
70
Wanita Berkelas
71
Apa Kamu Akan Menceraikannya?
72
Draft
73
Aku Menyesal Menikah denganmu.
74
Diatas Angin
75
Peringatan Keras Istri
76
Rumah Sakit
77
Mengandung
78
Keputusan
79
Menunggu
80
Berjuanglah Demi Anakmu
81
Pulang
82
Bunga dan Dira janjian
83
Hancur
84
Semoga Saja
85
Masa Bodoh
86
Sekali Murahan tetap Murahan
87
Ketahuan
88
Panik
89
Amarah Davina
90
Jangan Mau enaknya saja
91
Melepaskan
92
Kedatangan Tamu
93
Semakin Memanas
94
Jangan Sampai Menyesal
95
Dilema
96
Permintaan
97
Sedikit Egois
98
Amarah Tari
99
Kecewa
100
Permintaan Dira
101
Tidak Terpengaruh
102
Fatamorgana
103
Jatuh Terlalu Dalam
104
Kembar
105
Semuanya Sudah Hancur
106
Bahagiakan Dia
107
Mulai Terungkap
108
Fakta yang Sangat Mengejutkan
109
Membaik
110
Liburan
111
Bintang Jatuh
112
Permainan Sudah dimulai
113
Diambang Kehancuran
114
Draft
115
Hidup Hina Sebagai Narapidana
116
Ketakutan Tari
117
Gugup
118
Arya Mengetahui Semuanya.
119
Detik-detik Kehancuran Tari
120
Menguping
121
Tidak Berkutik
122
Dira Mengetahui Semuanya
123
Kambuh
124
Ungkapan Cinta Arya
125
Ketakutan Arya
126
Bidadari Tak Bersayap
127
Perbincangan Tiga Sahabat
128
Sebelas Dua Belas
129
Suami Siaga
130
Bucinnya Arya
131
Curahan Hati Arya
132
Penantian yang tidak sia-sia
133
Bunga Melahirkan
134
Perioritas Utama
135
Kamu Pasti Kuat
136
Wanita Seutuhnya
137
Anugerah
138
Menjenguk
139
Jalan Pagi
140
Surat Wasiat
141
Arya Marah
142
Panik
143
Draft
144
Operasi
145
Bayi Kembar
146
Hancur dan Terpuruk
147
Koma
148
Nasehat Davina
149
Si kembar sudah boleh di bawa pulang
150
Harapan
151
Tari dan Penyesalannya
152
Ancaman Arya
153
Berjuang sekali lagi
154
Semangat Dari semua orang
155
Memasuki Ruang Operasi
156
Operasi Berhasil
157
Membuka Mata
158
Pertemuan Ibu dan Anak
159
Penantian berujung bahagia
160
Kehidupan Bahagia Dira
161
Vitamin
162
Bertemu kembali
163
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!