Bayangan putih berbentuk asap membumbung tinggi di pojok kamarku, jantungku berdetak tak beraturan. Hawatir jika sosok di balik asap putih itu akan mencelakaiku, ku raih tasbih yang menggantung di tembok. Aku bersiap membaca ayat-ayat suci Allah seraya memejamkan kedua mata.
Whuus.
Sosok di balik asap putih itu melesat ke arahku dengan cepat. Kini ia sudah berada tepat di depanku, sosok yang tak asing bagiku, ia berdiri mengambang dengan tatapan nanar.
"Ka kau!" ucapku terbata-bata saking terkejutnya.
Sorot mata teduh dengan senyuman manis di balik kumis tipisnya, ada kesedihan dibalik raut wajahnya yang agak pucat. Tak ada sepatah katapun yang ia lontarkan, dan akupun ikut terdiam, terhanyut dalam perasaan yang entah bagaimana sangat sulit dijabarkan. Ia mulai mengembangkan senyumnya, dan menyapaku seakan kerinduannya begitu besar.
"Apa kau baik-baik saja? setelah sekian lama kita tak bertemu, aku sangat mencemaskan keadaanmu?" tanyanya dengan mata berkaca-kaca.
"Kenapa dia seperti itu? sepertinya dia sangat sedih setelah bertemu denganku? emangnya ada apa denganku sih? batinku bertanya-tanya, setelah melihat ekspresi nya yang diluar dugaanku.
Aku menjelaskan pada sosok yang ada di hadapanku, jika aku baik-baik saja. Karena penasaran dengan gelagatnya, aku bertanya tujuannya mendatangiku malam ini untuk apa. Karena setahuku ia sudah lama kembali ke alam nya, dan setelah pertemuan terakhirku dengannya, kami sudah tak pernah saling bertemu kembali.
"Setelah kau menghilang begitu saja, tanpa berpamitan padaku, kini tiba-tiba kau datang menampakan wajah sedihmu itu. Apa kau sedang ada masalah di alammu?" tanyaku padanya, ada perasaan lain di dalam diriku ketika menatap kedua matanya.
Ya, Malik sosok penjaga yang sempat menjagaku selama beberapa waktu dulu kini hadir kembali. Entah apa tujuannya mendatangiku, ia hanya menundukkan kepala dengan sorot mata sayu.
"Dulu aku terluka parah setelah melawan Buto yang telah mencelakaimu. Kau ingat kejadian di angkot yang kau tumpangi dulu? Buto penjaga jembatan disana ingin menjadikanmu tumbal, aku melawannya dan ia berhasil mencelakaiku." jelasnya panjang lebar, dengan menceritakan berbagai kejadian di alam gaib.
Aku teringat dengan kejadian itu, dulu aku sampai sempat koma. Dan jiwaku tersesat di alam antah berantah, beruntungnya ada Mama dan juga para sesepuh yang menolongku. Bahkan anak gaib Lala ikut turun tangan saat itu.
"Ya. Aku ingat semuanya, tapi setelah aku sadar dari koma, kau tak pernah sekalipun mengunjungiku. Lalu apa tujuanmu sekarang menemuiku lagi?" tanyaku dengan suara tegas.
"Aku tak menemuimu kembali karena tak ingin merusak kedamaian hidupmu. Setelah aku sembuh dari luka, aku beberapa kali datang ke alam manusia untuk melihatmu. Tapi tak ada bahaya apapun di sekitarmu, sepertinya makhluk-makhluk gaib itu berhenti mengganggu. Jadi aku berusaha menjagamu dari jauh, berjaga-jaga jika ada makhluk jahat yang mengincar keselamatanmu. Apa kau lupa jika aku berkata akan menjadi penjagamu? dan sekaranglah waktunya, aku harus menjaga keselamatanmu dari incaran makhluk jahat yang sempat melawan Simbahmu." jelas Malik sambil menceritakan sosok Leak yang berusaha mencelakaiku.
Aku terkejut mendengar ceritanya, lalu apa hubunganku dengan Leak itu? kenapa ia ingin menyakitiku, bahkan aku tak pernah bertemu dengannya sebelumnya.
"Kau telah mencampuri urusannya, kau membawa sesuatu miliknya. Dan seharusnya benda itu berada di tempat pemiliknya, sosok itu tak suka dengan apa yang kau lakukan. Kembalikan apa yang kau simpan pada pemilik sebenarnya, hanya itu saja yang bisa ku katakan padamu." Malik menatap wajaku lebih dalam, ada sorot lain dibalik bola matanya.
Nampak ketulusan dari perkataannya, hingga membuatku bingung dengan apa yang harus ku lakukan. Lalu aku teringat jika harus mencari keberadaan alamat seseorang yang dimaksud di dalam surat itu.
"Alamat yang tertulis itu dimana ya? aku akan mencarinya lewat Google Maps, lebih baik besok aku ijin gak masuk kerja dulu. Semoga aja Mbak Rika gak keberatan." batinku di dalam hati seraya mencari alamat Ketut Dewangga melalui Google Maps.
Aku sibuk dengan ponselku mencari alamat yang tertulis di balik surat Wayan Sukmawati. Sementara Malik masih berdiri mengambang di sekitar kamarku, kali ini ia benar-benar menjagaku seperti Bodyguard.
"Hei kau. Apa kau benar-benar ingin menjadi penjagaku? kalau memang itu tujuanmu, bisa gak jangan selalu menampakkan dirimu disekitarku. Aku kan jadi ngerasa aneh, kalau setiap waktu kau berada di dekatku. Kalau aku mau ke kamar mandi, apa kau juga akan berada di dekatku?" tanyaku pada Malik, yang kini melihatku dengan bingung. Ia tak menjawab pertanyaan ku, justru wajahnya yang pucat nampak memerah.
"Loh hantu kok bisa malu-malu juga ya, aneh banget sih dia." gumamku dengan menatap wajahnya.
"Ma maaf Putri Prames..." kata Malik tak melanjutkan perkataannya.
"Hah. Kau panggil aku siapa tadi?" aku berbicara setengah berteriak, karena penasaran dengan ucapannya yang terhenti.
Malik terdiam tak berkata apa-apa, kini ia menundukkan kepalanya. Aku jadi semakin penasaran dibuatnya, lalu aku berjalan mendekati sosoknya yang berdiri mengambang.
"Apa kau yakin tak ada masalah lain di alam gaib sana? kenapa aku sering merasakan aura kesedihan setiap kali kau menatapku? ayo cerita saja padaku, gini-gini aku bisa jadi teman curhat yang baik loh."
"Cur curhat? apa itu curhat?" Malik mengaitkan kedua alis matanya.
"Eh, jangan bilang kau gak tahu kata curhat? oh mungkin emang ada perbedaan bahasa antara manusia dan makhluk sepertimu." aku terkekeh merasa aneh dengan pembicaraan yang gak jelas ini.
"Curhat itu mencurahkan isi hatimu, coba katakan padaku, apa yang mengganjal di dalam hatimu?" tanyaku pada sosok penjagaku yang baru, meski Petter sahabat tak kasat mataku, tak akan pernah tergantikan posisinya di hatiku.
Dengan ragu-ragu Malik menjelaskan apa yang tadi ia bicarakan. Menurutnya sosok yang ia panggil dengan sebutan Putri adalah sosok yang sangat penting di dalam hatinya. Tak banyak yang ia ceritakan, selain kerinduannya pada sosok itu. Aku mengangguk-anggukan kepala ketika mendengar ceritanya, lalu ku katakan padanya, untuk segera pergi menemui Putri tersebut.
Hening. Tak ada jawaban dari Malik, dan kami sama-sama terdiam. Lagi-lagi ada aura kesedihan dari raut wajah lelaki gaib itu. Dan ketika aku ingin bertanya lagi padanya, sosok Malik melesat pergi entah kemana.
"Dih aneh banget sih, hantu kok bisa galau juga ya? jangan-jangan yang namanya Putri Prames siapa itulah, dia itu adalah perempuan yang disukai Malik." gumamku seraya merebahkan tubuhku di ranjang.
Ah nyamannya kasur ini, setelah seharian aku sibuk dengan pekerjaan, dan juga masalah pelik dengan hal-hal gaib. Mungkin lebih baik aku tidur saja, supaya besok pagi lebih bugar. Perlahan ku pejamkan mata, tapi tiba-tiba ada yang melemparku dari tempat tidur.
Brugh.
Aku terjatuh di padang rumput yang luas, ku pandangi sekitar. Hanya nampak sebuah pura di atas bukit yang tinggi. Banyak orang-orang memakai baju putih berjalan kesana, mereka membawa nampan berisi bunga dan buah-buahan. Entah dimana aku sekarang ini, perasaan tadi aku masih di kamar?.
...Yang pada nanyain Malik, udah gak penasaran lagi kan. Nih sosoknya othor tampilin lagi, dan ngobrol-ngobrol bentar yuk. Kalian ada yang masih inget gak siapa yang dimaksud Malik dengan nama Putri Prameswari? tulis di kolom komentar dong, yang tau siapa sosok Putri itu. ...
...Bersambung. ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 299 Episodes
Comments
Oziq Sinichi
Rania Thor
2023-01-07
1
Aisyah Nafis
rania sosok yg disebut putri prameswari dimasa lalu
2022-12-18
0
Sisca Yakub
malik. makhluk yang ketemu di alam gaib sama Rania
2022-12-05
0