...Aku langsung skip banyak ya bestie, biar gak banyak ngulang adegan yang sama dengan novel si rambut singa. Biar paham cerita ini, baca karyaku yang judulnya My Hot Enemy karena Ecstasy adalah spin off dari karyaku itu. Udah tamat kok jadi gak perlu nungguin update...
...*****...
Akibat kejadian naas malam itu, kini Selena sudah hamil empat bulan. Badannya yang kurus dan tinggi membuat dia tidak terlalu terlihat kalau sedang mengandung. Apa lagi jarang memakai pakaian yang ketat. Namun, akhirnya ketahuan juga oleh adik-adiknya ketika terpergok sedang berbincang dengan Aldrich saat acara tahunan pengusaha muda Eropa.
Ketika kegiatan itu juga kebohongan Brandon terungkap. Sebaik-baiknya ia menyembunyikan rahasia, ternyata ada yang bisa mengulik lebih dalam tentang rumor buruk yang sengaja disebarkan.
Saat mengetahui Selena hamil dan dalang dibalik rumor mandul, Alceena tentu saja geram. Dia sangat marah. Bukan hanya karena nama baiknya dijatuhkan, tapi juga perilaku Brandon dan menyakiti fisik sang kakak.
Mengetahui itu semua, Brandon sengaja dibawa melalui jalur hukum atas nama pencemaran nama baik. Tapi, itu hanya awalnya, pada akhirnya tuntutan itu dicabut dan Alceena hanya meminta pihak berwajib untuk melakukan rehabilitasi supaya Brandon putus obat dari ekstasi.
Selena berkali-kali memohon pada Alceena supaya membebaskan Brandon dari penjara. Tapi, tidak ada ampun. Dia sampai mengatakan kalau adiknya egois karena tidak memikirkan perasaannya yang sedang hamil dan bagaimana anaknya lahir tanpa melihat orang tua lengkap.
Tapi, setelah dijelaskan detail alasan Alceena menahan Brandon, akhirnya Selena paham dan mulai bisa menerima. Walaupun sangat sulit melewati masa kehamilan tanpa ditemani oleh pasangan. Dia dan Brandon memang belum menikah, tapi dukungan dari Daddy anak dalam kandungannya bisa saja menambah semangat ketika menjalani hari.
“Mau bagaimana lagi? Sepertinya memang Tuhan menggariskan takdir hidupku seperti ini,” gumam Selena. Dia hanya bisa pasrah. Berkali-kali mencoba mengunjungi Brandon yang sedang direhabilitasi di Munich, tapi nihil. Pria itu masih dalam fase putus obat tahap awal.
Selena hanya bisa menangis setiap malam, memikirkan bagaimana Brandon melewati hari di dalam pusat rehabilitasi. Seburuk-buruknya pria itu, perasaannya masih terpatri dalam untuk Brandon, apa lagi anak di dalam perut yang sedang dia usap adalah darah daging mereka. Meskipun bukan bukti cinta karena dihasilkan akibat sebuah insiden, namun Selena menyayangi janinnya.
Ketukan pintu dari luar membuat Selena menyeka air mata. Segera menghilangkan rasa sedihnya. “Masuk.”
Pintu terdorong ke dalam dan menyembulkan Alceena. “Boleh aku tidur bersamamu?”
“Kau tidak menginap di apartemen Dariush?” tanya Selena seraya merubah posisi menjadi bersandar.
Alceena menggelengkan kepala sembari mengayunkan kaki mendekati Selena. “Aku ingin sesekali menemanimu, supaya kau tidak merasa kesepian.”
Selena mengulas senyum, meskipun sebenarnya ingin menitikan air mata. “Sini.” Dia menepuk sisi ranjang yang masih kosong.
“Aku minta maaf kalau membuatmu kesepian karena memasukkan Brandon ke dalam pusat rehabilitasi. Tapi, semua ku lakukan karena rasa sayangku padamu dan calon keponakanku,” ucap Alceena seraya mengusap perut Selena. Dia juga sedang hamil, tapi perutnya lebih besar daripada sang kakak. Tidak ada rasa benci ataupun dendam meskipun Selena hamil dengan mantan calon suaminya, lagi pula ia sudah mendapatkan pengganti yang lebih baik.
Selena memeluk adik tirinya. Dia tetap menyayangi Alceena meskipun wanita itu yang membuatnya terpisah dan tak bisa bertemu dengan Daddy dari anaknya. Tidak bisa berkata apa-apa, matanya yang berbicara dengan sebuah lelehan air.
“Bagaimana rasanya hamil ditemani pasangan?” lirih Selena seraya mengusap jejak basah di pipi.
Alceena merasa tak enak pada Selena. “Pasti kau rindu Brandon, ya?”
“Ya.”
“Maaf.” Alceena mengusap perut Selena dengan wajah yang muram.
“Tak apa, aku akan sabar menanti sampai Brandon diperbolehkan untuk dijenguk dan bisa bertemu denganku.” Selena masih saja berpikiran positif, padahal dia sangat ingin merasakan tidur ada yang memeluk dan mengusap perutnya. “Rindu memang wajar bagi mereka yang terpisah jarak dan tidak bisa bertemu.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Anisatul Azizah
thor, kenapa g diceritakan masalah Brandon sama Alex? penasaran sm orang jahat satu itu🙄
2024-06-06
0
Anisatul Azizah
oh syukurlah ...
2024-06-06
0
Yunerty Blessa
sedihnya ada di posisi Brandon dan Selena
2024-01-21
1