Setelah menjalani terapi dengan psikiater selama enam belas hari, Selena mulai menunjukkan perubahan yang bagus. Tapi, belum dinyatakan sembuh total. Setidaknya luka fisik wanita itu sudah lumayan pulih dan diizinkan pulang. Hanya saja belum berani kembali ke Helsinki. Sehingga tetap berada di Munich sampai pulih seratus persen supaya tidak membuat keluarga khawatir akan kondisinya.
Sesi terapi Selena masih terus berlanjut. Kini, ia sedang duduk berdua dengan seorang wanita yaitu psikiater yang membantu mengobati traumanya. Selama di Munich, dia tinggal di sebuah apartemen milik Brandon.
Selama proses penyembuhan itu, Brandon tidak menunjukkan batang hidung di depan Selena. Supaya penyembuhan lebih cepat juga.
“Apa kau masih sering teringat kejadian itu?” tanya psikiater tersebut. Yang dimaksud adalah malam naas yang membuat pasiennya masuk rumah sakit.
Kepala Selena mengangguk. “Sesekali ketika aku sedang melamun.”
“Berarti, jangan melamun lagi. Setiap kali kau teringat kejadian itu, langsung alihkan pikiran ke hal-hal yang positif, menyenangkan, dan bisa membuatmu gembira.”
“Aku sedang mencoba.”
Psikiater itu melihat ke arah pintu masuk. Di balik sana ada Brandon yang pasti selalu menguping pembicaraan. Lalu, kembali memfokuskan pandangan ke pasiennya. “Apa kau masih takut bertemu pria itu?”
“Ya.”
Senyum lembut menghiasi wajah psikiater tersebut. “Mulailah berusaha menghadapi rasa takutmu. Apa kau bisa?”
Selena mengedikkan bahu. “Aku tak tahu.”
Psikiater bernama Natasha itu berpindah posisi menjadi di dekat Selena. Meraih tangan kurus berkulit putih nan halus. Menepuk pelan untuk mencoba memberikan pengertian pada sang pasien. “Terus menerus takut dengan kadar berlebihan bisa menurunkan produktivitasmu. Maka, kuatkan diri dan jadilah berani untuk melawan sumber ketakutan. Jangan biarkan masa lalu yang buruk menghalangi jalanmu ke depan.”
Selena mencoba mencerna nasihat psikiater itu dengan baik. “Lalu, apa yang harus ku lakukan?”
“Kita coba bertemu Brandon, ya?” Natasha ingin menaikkan level terapi penyembuhan psikis pasiennya. Hanya konsultasi terus belum tentu trauma Selena hilang seratus persen.
Selena terdiam, dia ragu kalau Brandon tak akan menyakitinya lagi. Sampai merasakan ada tangan yang menyentuh pundak, barulah mengeluarkan jawaban. “Aku mau melakukan itu. Tapi, tolong ditemani.”
“Iya, aku selalu di sisimu.” Natasha menepuk pelan pundak Selena. “Tunggu sebentar, ya.” Ia segera berdiri dan mengayunkan kaki ke arah pintu. Berkomunikasi dengan Brandon yang sudah menunggu sejak tadi.
Brandon masuk ke dalam saat sudah diizinkan. Mengikuti langkah kaki psikiater yang ia bayar untuk menyembuhkan korbannya.
Kedua bola mata Brandon bisa menangkap jelas kalau tubuh Selena sedang bergetar. “Apa tak masalah aku menemuinya sekarang?” Dia berbisik supaya hanya Natasha yang bisa mendengar.
“Kalau tidak seperti ini, nanti dia bisa takut padamu untuk selamanya,” jelas Natasha. Dia mengambil duduk di samping Selena lagi, merangkul wanita itu supaya lebih tenang.
Sedangkan Brandon, pria itu duduk di hadapan Selena yang enggan menatapnya. Rasa bersalah tak pernah bisa hilang dari hati. “Hi.” Bingung ingin berbicara apa, lebih baik mengawali dengan sapaan.
“Selena, coba tanamkan pikiran positif. Brandon orang baik, dia sudah menyesali perbuatan, dan ingin berdamai denganmu.” Natasha berbisik, meminta Selena untuk mencoba menatap pria yang nampak sendu.
Perlahan, Selena menengok ke arah depan. Dadanya berdebar tiap kali kornea dipenuhi oleh sosok Brandon.
“Coba kalian bersalaman terlebih dahulu,” pinta Natasha.
Brandon langsung mengulurkan tangan. Tidak lupa wajah juga mengulas senyum ramah yang menenangkan.
Tapi, Selena masih diam membantu. Sampai akhirnya Natasha membisikkan sesuatu di telinganya, barulah membalas untuk berjabat tangan dengan Brandon.
“Dia tidak kasar lagi denganmu, ‘kan?” tanya Natasha dan dijawab anggukan oleh Selena. “Kalau begitu, aku tinggal sebentar. Lawanlah rasa takutmu dan tunjukkan kalau kau memang ingin sembuh dari trauma,” pamitnya kemudian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
moga Selena bisa sembuh dari trauma nya
2024-01-21
1
Rifa Endro
salah satu cara penyembuhan bagi para penderita trauma adalah dengan melawan rasa takut dari trauma tersebut. Seperti Selena yang harus berani melawan rasa takut untuk bertemu dengan Brandon
2023-07-20
0
"lazygirl"
trnyata perjuangan selena g mudah y tp dl pas baca my hot enemy aku suudzon mulu sm selena.. 😅
2023-02-21
1