Part 16

Brandon masih belum bisa bertemu Selena karena kondisi psikis wanita itu belum pulih total. Ia selalu memantau perkembangan dari luar ruang rawat. Memastikan kalau baik-baik saja dan perlahan bisa kembali normal.

“Apa dia masih takut dan trauma padaku?” tanya Brandon saat Aldrich keluar dari ruang rawat Selena.

“Dia mulai membaik, tapi sebaiknya jangan ditemui dahulu sebelum Selena benar-benar siap melihat kau lagi.” Aldrich menjawab sekaligus memberikan peringatan.

Brandon mengangguk paham. Dia juga tidak memaksakan diri daripada situasi semakin kacau.

“Nanti sore aku berangkat ke Helsinki, dan malamnya bertemu perusahaan yang akan membantu menyebarkan berita tentang Alceena,” ucap Brandon bermaksud ingin berpamitan sekaligus memberi tahu.

Tangan Aldrich menepuk pundak Brandon dengan hentakan mantap. “Semoga berhasil memenuhi tujuanmu, meskipun aku tahu cara ini salah dan menyakitkan bagi Alceena. Tapi, dia memang terlalu sempurna untuk menyingkirkan dan memilih orang yang benar-benar tulus.”

Brandon hanya mengangguk. Ia berpamitan pada Aldrich karena hari ini tidak bisa di rumah sakit lama. Sebab, harus bersiap untuk segera ke bandara. Untung saja pria itu paham dan mau merawat Selena.

...........

Brandon sudah sampai di Helsinki sejak sore. Tapi, dia tidak menemui calon istri yang sebentar lagi akan dicampakkan karena situasi mendesak. Padahal, sejujurnya sangat ingin melihat wajah Alceena, wanita yang sangat dicintai.

“Tahan, Brandon. Lebih baik Alceena membencimu, maka akan mudah untuk kalian saling melupakan,” ucapnya supaya menahan diri agar tak nekat pergi diam-diam mengintai wanita yang ia cintai. Begitulah caranya menanamkan tembok agar semalaman tidak berkeliaran di luar kamar hotel.

Tidak bisa tidur nyenyak, tentu saja karena Brandon banyak pikiran yang menganggu. Sampai pada akhirnya dia hanya istirahat sebentar saja. Dan pagi hari sudah rapi untuk berangkat ke tempat pernikahannya. Bukan untuk mengikrarkan janji suci, tapi justru sebaliknya.

Brandon naik taksi sampai ke lokasi. Dadanya berdebar terus saat perjalanan. Bahkan ketika sampai di tempat parkir pun tak membuatnya tenang. Ia memastikan apakah berita yang akan membuat hidup Alceena hancur sudah dipublikasikan atau belum. Ternyata beres.

Melihat jam yang ada di pergelangan tangan, Brandon turun ketika sudah waktunya. Menarik napas sedalam mungkin dan mengeluarkan secara perlahan untuk menghilangkan gugup dan rasa bersalah.

Brandon mengayunkan kaki memasuki area yang penuh dengan dekorasi simple tapi elegant. Dia bisa melihat Alceena nampak sangat cantik, air mata ingin menetes saat itu juga. Tapi, berusaha ditahan untuk menunjukkan sisi dirinya yang mengesalkan.

“Brandon, di mana orang tuamu?” tanya Alceena seraya mata menyisir seluruh ruang terbuka yang tidak banyak tamu undangan.

“Tidak datang!” jawab Brandon dengan tegas dan dingin. Wajahnya tidak memperlihatkan aura seorang calon pengantin yang gugup atau bahagia. Dia justru cenderung datar. Tapi, percayalah, dalam hatinya sedang menangis sedih saat ini.

“What?” pekik Alceena dengan wajahnya yang bingung. “Lalu, siapa yang akan menjadi saksimu?”

“Tidak ada, karena aku ingin membatalkan pernikahan ini!” jelas Brandon tanpa rasa bersalah sedikit pun saat melontarkan hal tersebut. Namun, itu hanya nampak luar saja, di dalam hati justru sebaliknya.

“Kenapa kau ingin membatalkan pernikahan ini?”

“Dengan resmi, aku, Brandon Brooks, membatalkan pernikahan dengan Adaire Alceena Pattinson dikarenakan ada berita yang tersebar luas di media online, bahwa calon istriku tidak bisa memiliki keturunan! Jika kalian tidak percaya, silahkan cek ponsel dan cari berita terkini!”

Dari pernyataan Brandon, tentu saja semua yang ada di sana segera membuktikan.

Brandon membungkukkan sedikit badannya. “Dengan tidak mengurangi rasa hormat, aku meminta maaf.” Setelah mengucapkan hal tersebut, dia pergi begitu saja dari lokasi pernikahan, tanpa menunggu respon dari Alceena maupun orang tua mempelai.

Sesampainya di dalam taksi, Brandon langsung menangis. Dia sedih karena sudah menghancurkan pernikahan impiannya. Tapi lebih perih lagi karena harus merusak dua wanita meskipun dengan cara berbeda. “Maafkan aku Alceena. Aku sangat mencintaimu.”

Brandon harus mengubur cinta dan harapan yang sudah dijalin sejak lama. Sesak sekali rasanya. Baru pertama ini ia sampai menangis tersedu-sedu. Bahkan supir taksi pun menatap heran karena melihat dirinya yang kacau.

...*****...

...Aku tidak bermaksud membuat tokoh pria terlihat bodoh karena mudah sekali masuk ke dalam jebakan temen. Tapi, aku ingin memperlihatkan kalau pengedar, bandar, bahkan mafia obat terlarang tuh punya cara buat memperbesar penggunanya. Salah satunya dengan cara menjebak. Yang pinter aja bisa dibodohin, apa lagi yang bodoh, polos, dan gak tau apa-apa. Mencari teman yang bener juga sangat perlu digaris bawahi....

...Ini bentuk ekstasi. Macem-macem, tapi rata-rata pasti ada logonya. Kaya permen anak-anak kan? Bentuk dan warna beda-beda tiap produsennya. Ditipu dibilang permen pun kalo yang gak tau pasti percaya. Hati-hati...

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

seperti gula².....seram 😱

2024-01-21

0

NBF

NBF

jd takut nk mkn gula2/Frown//Frown//Frown/

2023-12-09

0

Rifa Endro

Rifa Endro

makasih kak Nukha untuk informasinya. Semoga bermanfaat.

2023-07-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!