Brandon sudah menghubungi Aldrich. Tapi ia belum menceritakan kronologinya. Hanya memberi tahu kalau Selena masuk rumah sakit. Mungkin, masalah ini lebih baik dibicarakan secara empat mata saja.
Duduk di lantai depan ruang VVIP tiga, Brandon tak berani masuk ke dalam. Menanti Aldrich sampai rumah sakit saja untuk menjaga Selena.
Suara hentakan dari sepasang kaki yang buru-buru, masuk ke dalam gendang telinga Brandon. Menyita perhatian kedua bola mata untuk mengalihkan pandangan ke arah seorang pria yang baru saja datang dan berhenti di hadapannya.
“Di mana Selena? Kenapa kau di luar dan tak menjaga dia?” tanya Aldrich dengan nada yang terdengar khawatir. Dia adalah adik tiri Selena.
Hubungan keluarga rumit membuat wanita yang sedang dirawat di dalam VVIP tiga itu jadi memiliki adik tiri sebanyak empat. Selena menyayangi semuanya tanpa terkecuali.
Brandon buru-buru berdiri. Menatap dengan sorot penuh rasa penyesalan. “Ada di dalam sini, dan Selena takut denganku, maka aku menunggu di luar.”
Aldrich menaikkan sebelah alis bingung. Takut? Sedangkan ia tahu sendiri kalau kakaknya menyukai Brandon, mana mungkin takut.
“Maksudmu?” Aldrich belum paham dengan situasi yang sedang dihadapi.
“Sini, ku tunjukkan padamu.” Brandon meminta Aldrich untuk berbalik badan. “Bukalah pintunya,” titahnya kemudian.
Aldrich mengikuti perintah tersebut, dia mendorong masuk pintu kayu berwarna cokelat. Kedua bola mata bisa melihat Selena yang sedang menangis di atas ranjang pasien.
Sedangkan Brandon, dia bersembunyi di balik badan Aldrich, mencoba untuk tidak menampakkan diri terlebih dahulu. Ia mengikuti langkah kaki pria yang ada di depannya, berhenti di dekat Selena.
“Selena?”
Suara Aldrich membuat orang yang dipanggil menengok. Selena kembali menangis saat melihat wajah adiknya. “Aku tidak bermaksud mengkhianati atau menyakiti hati Alceena, aku hanya dipaksa.”
Aldrich semakin bingung saja dengan situasi saat ini. Sepertinya ada informasi yang terlewat dan belum ia ketahui. “Memangnya kau kenapa?” Ia tak tahu kalau tujuan Brandon berdiri di belakangnya adalah untuk bersembunyi, sehingga main duduk saja di kursi.
Selena tidak menjawab pertanyaan tersebut. Dia kembali histeris saat melihat wajah Brandon. “Tolong lepaskan aku! Jangan sentuh aku!” Tubuhnya langsung duduk dan turun dari ranjang pasien. Kali ini tidak sampai terlepas jarumnya karena gerakan tubuhnya tidak sekasar yang pertama.
“Aku tidak akan menyakitimu, Selena,” ucap Brandon. Sorot matanya terlihat sedih menyaksikan korbannya seperti ini.
“Pergi!” Dengan wajah ketakutan dan derai air mata yang terus meluncur keluar, Selena meminta pertolongan pada Aldrich. “Tolong usir pria itu!”
Kepala Aldrich sejak tadi mengamati Selena dan Brandon. Pasti ada yang tak beres. Tapi, saat ini lebih baik menenangkan kakaknya terlebih dahulu.
Aldrich berdiri, mendekati Brandon. “Keluarlah, nanti kita bicara lagi. Sekarang ku urus kakakku terlebih dahulu,” pintanya seraya menepuk pelan pundak pria itu.
Brandon menatap iba Selena, sebelum akhirnya memutuskan untuk mempercayakan wanita itu pada Aldrich.
“Dia sudah pergi.” Kaki Aldrich terayun mendekati kakaknya, memeluk Selena untuk mencoba memberikan ketenangan.
Dan wanita itu menumpahkan tangis di dada sang adik. Merasa dirinya kotor, dinodai tanpa hormat bahkan secara kasar. Tapi, bibir belum mampu mengeluarkan kata-kata apa pun.
Tangan Aldrich terus menepuk punggung Selena. “Jika kau belum ingin cerita sekarang, akan ku tunggu sampai siap.”
Dirasa sesegukan Selena sudah mulai tenang, Aldrich membawa kakaknya kembali merebahkan tubuh di ranjang pasien.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Rita Astutik
kasian Selena cinta yg terpendam membuatnya trauma
2024-02-20
0
"lazygirl"
ga mungkin selena sm aldrich sekongkol berhianat sm keluarga sndiri krn didikan papa danzel sm mama gwen g perlu d ragukan lg..
miris bgt selena hrs ngadepin kejadian tak mengenakan yg gak bakalan bs d lupain seumur hidup..
2023-02-20
1
Sita Sit
ya ampun kenapa selena selalu banyak menderita ya,kasian bgt ternyata nasibnya
2023-01-29
0