Part 11

Brandon tak tega meninggalkan Selena di dalam sendirian. Bagaimana kalau wanita itu kembali histeris seperti tadi? Tapi, mau menemani pun tak berani juga karena ia sadar kalau dirinya adalah penyebab semua kesalahan ini.

Tangan Brandon masuk ke dalam saku celana, mencari sebuah benda yang bisa digunakan untuk menghubungi seseorang. “Astaga ... aku lupa kalau tak membawa ponsel.” Keluar dengan buru-buru membuatnya tak memikirkan apa pun kecuali segera membawa Selena ke rumah sakit secara cepat. Sehingga di dalam saku hanya ada kunci mobil dan kamar hotel.

Kedua bola mata Brandon memastikan terlebih dahulu kalau Selena masih berada di posisi semula. “Aku pulang ke hotel sebentar, mengambil dompet dan ponselku. Ku tinggal dulu, baik-baik di sini.” Suara yang keluar dari bibirnya sangat lirih. Ia berpamitan tapi sengaja supaya tak terdengar sampai telinga Selena.

Brandon menutup pintu VVIP tiga hingga rapat. Ia tak langsung pergi ke hotel, tapi mencari bantuan terlebih dahulu supaya ada orang yang mau menjaga Selena selama ia tak di rumah sakit.

Untung saja ada perawat yang baru saja selesai shift jaga. Jadi, Brandon meminta bantuan wanita itu. Barulah ia bisa kembali ke hotel dengan sedikit rasa tenang.

Di hotel, Brandon tidak ada pikiran untuk melakukan kegiatan lain, mandi, berganti pakaian, bahkan kabur sekali pun. Dia hanya mengambil barang-barang berharga yang dibutuhkan, termasuk milik Selena juga, dan langsung kembali menuju rumah sakit.

Sesampainya di tempat parkir, Brandon tak langsung turun dari mobil. Ia ingin menghubungi seseorang yang mungkin bisa dipercaya untuk membantu.

“Maafkan aku Selena, aku lancang karena mengambil ponselmu,” ucap Brandon. Tangannya masuk ke dalam tas kecil milik calon ipar.

Ternyata, membuka ponsel Selena harus menggunakan kata sandi. Ia mencoba memasukkan angka sembarang. Mulai dari tanggal lahir Selena, hari pertama mereka berteman, pokoknya hari-hari penting dan bersejarah bagi wanita itu sudah dicoba.

“Satu kali lagi salah, ponsel ini bisa dinonaktifkan oleh sistem.” Brandon berhenti mencoba-coba. Keamanan salah satu teknologi keluaran perusahaan asal California memang tidak perlu diragukan lagi.

“Sudahlah, aku minta pada Alceena saja.” Akhirnya, Brandon mengambil ponselnya sendiri.

Pertama kali yang dilihat langsung menunjukkan rentetan pesan masuk dan panggilan tak terjawab dari Alceena. Ia menghela napas pelan. “Maafkan aku Ceena, aku tak bermaksud mengkhianatimu. Semua terjadi begitu saja tanpa sadar,” gumamnya pelan seraya menatap sedih wallpaper yang merupakan wajah calon istrinya.

Brandon berdeham sejenak supaya tak gugup saat menelepon Alceena. Sampai detik ini, ia belum berani mengatakan kejadian yang terjadi dua hari lalu. Anggap saja dirinya pengecut, tak masalah, memang kenyataannya seperti itu.

“Halo, Sayang, apa kau baik-baik saja? Kenapa tak menghubungiku?” Suara Alceena langsung terdengar di telinga Brandon.

Brandon tak langsung menjawab. Ia sedang merasakan debaran di dada karena harus mempertaruhkan antara rasa bersalah terhadap Selena, dan cintanya pada Alceena. “Hi, aku baik-baik saja. Saat ini sedang sangat sibuk, bolehkah ku minta nomor Aldrich.”

“Untuk apa?”

“Ada urusan penting dengannya.”

“Oke, tunggu sebentar.” Tidak ada perbincangan diantara keduanya. Alceena segera mengirimkan nomor ponsel yang diminta. “Sudah.”

Brandon memastikan pesan dari Alceena. “Terima kasih, aku tutup dulu,” pamitnya.

“Ya, jangan lupa sembilan belas hari lagi pernikahan kita. Jangan sampai sakit.”

“Hm.” Brandon memencet logo bulat berwarna merah. Biasanya dia selalu menutup dengan kalimat i love you. Tapi, sepertinya tak pantas diucapkan untuk situasi saat ini.

Terpopuler

Comments

Anisatul Azizah

Anisatul Azizah

kesalahan yg diselesaikan dg cara yg salah juga Brand, seharusnya saat itu kamu minta maaf dan jujur ke Ceena serta keluarganya.. bukan jd pecundang dg menyebar rumor mandulnya Ceena

2024-06-06

2

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

memang tak pantas pun kau bicara seperti itu setelah apa yang kau lakukan terhadap Selena..

2024-01-21

0

Ikha Ranni

Ikha Ranni

lahh, klo nga ada dompet td ngurus na ni tu pake apa.. 🙄

2023-09-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!