Selena baru saja pulang dari jalan-jalan keliling Munich seorang diri. Jangan ditanya apakah takut? Tentu saja tidak karena di luar masih ramai orang berlalu lalang. Tapi ketika pulang ke hotel, justru mendapati pemandangan yang tak enak dilihat.
Wajah Selena nampak sangat terkejut. Dia tak menyangka kalau Brandon sampai membawa seorang wanita berbikini dan meremas bagian tubuh yang terdapat belahan.
Selena tidak bisa tinggal diam. Dia harus menyingkirkan Brandon dari godaan para wanita malam sialan. Tidak boleh ada satu orang pun yang merusak hubungan adik tirinya yang akan menikah dengan pria itu.
Kaki Selena pun terayun masuk ke dalam lift. Dia melepas paksa dan sedikit mendorong wanita yang tak tahu siapa. “Awas!”
“Hei! Dia memintaku untuk mengantarkan ke kamarnya.” Wanita berbikini itu menunjukkan kartu berupa kunci yang ada di tangannya.
Selena langsung merebut benda tersebut. “Biar aku saja yang mengantarnya.”
“Kau siapa? Jangan mengambil pelanggan orang.”
“Aku temannya, mau apa kau? Dia ini calon suami adikku.” Selena mengusir wanita itu supaya menjauh dari Brandon.
“Hei ... Sayang, kau ada di Munich juga?” Brandon melihat wajah wanita yang seperti kekasihnya. Ia langsung menarik tangan orang itu dan memeluk sangat erat.
Efek ekstasi yang dicekokkan pasa Brandon mulai menimbulkan halusinasi. Dia malihat wajah Selena seperti Alceena.
Selena memberontak untuk keluar dari pelukan yang menyesakkan dan menyakitkan. Ia mencium bau alkohol dari tubuh Brandon. Tapi, dia tahu bagaimana pria itu ketika mabuk, pasti akan tidur dan tidak meracau seperti sekarang.
“Sadar, Brandon! Aku Selena, bukan Alceena.” Dia mencoba mendorong dada pria itu dengan segenap tenaga yang dimiliki.
Hingga akhirnya terlepas sudah dari rengkuhan tersebut. Brandon tidak diam, ia menarik Selena lagi untuk direngkuh pinggulnya. “Antarkan dan temani aku ke kamar, Sayang,” pintanya seraya menyandarkan kepala di pundak wanita itu.
“Akan ku antarkan kau kembali, tapi tidak dengan menemanimu.” Tubuh Selena cukup tinggi, ia bisa memapah Brandon karena pria itu masih mau melangkahkan kaki.
Sampai di lantai khusus suite room, Selena membawa Brandon keluar dari lift. Melihat nomor yang tertera di kunci, ia berhenti di depan pintu sebuah kamar.
Selena membawa masuk Brandon setelah berhasil membuka, dan pintu otomatis tertutup jika tidak dihalang oleh benda apa pun.
Menidurkan Brandon di atas ranjang secara kasar karena pria itu sangat berat. “Istirahatlah, dan berhenti minum alkohol banyak. Sebentar lagi kau akan menikah, jangan sampai merusak hari bahagiamu,” ucap Selena seraya melepaskan sepatu yang membalut kaki Brandon.
Selena hendak keluar dari kamar tersebut, tapi Brandon tiba-tiba memeluknya dari belakang. Saat itu juga kedua bola mata membulat sempurna.
“Mau ke mana? Di sini saja, Sayangku, Alceena.” Brandon menyibakkan rambut Selena hingga leher putih dan mulus itu bisa ia sesap serta memainkan lidah di kulit tersebut.
Selena memberontak dengan menggoyangkan tubuh supaya terbebas. “Kau mabuk, Brandon! Sadarkan dirimu!” Karena tak bisa terlepas, akhirnya ia terpaksa menyakiti temannya itu dengan menginjak kaki.
Brandon mengaduh sakit. Tapi suasana hatinya masih tetap senang. “Jadi kau mau bermain secara kasar, ya?”
Tangan Brandon menarik paksa Selena, mendorong wanita itu hingga tertidur di atas ranjang. Ekstasi yang masuk ke dalam tubuhnya membuat suasana hati begitu senang dan meningkatkan hasrat untuk bercinta.
...*****...
...Gimana? Masih beranggapan Selena dan Brandon antagonis kah setelah tau cerita dari sudut pandang mereka?...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Rita Astutik
masih penasaran
2024-02-20
0
Yunerty Blessa
habislah Selena dikerjakan oleh Brandon 🤭🤦♀️
2024-01-21
1
Puji Rahayu
yg salah authore yg maha benar....😉
emg jodoh selena y brandon
trs alceena ya dariush....😄😄😄
2023-12-05
0