"Tuan dia akan membuat anda ketagihan."
Ucapnya menarik tangan Sky kembali dan mendaratkan pada miliknya. Betrik menuntun tangan Sky agar dia mengelus dan memebelai miliknya dengan tangan besarnya. Betrik sama sekali tak bisa membendung gairahnya saat berdekatan dengan Sky. Apalagi saat tangan Sky mendarat pada miliknya.
"Tuan ya seperti itu, bergeraklah tuan. Aku juga ingin," Racau Betrik mendongak saat tangan Sky menyentuh miliknya. Betrik bergerak seperti cacing kepanasan, padahal Sky sama sekali tak melakukan apapun pada milik betrik. Tangan Sky hanya diam, Betrik sendiri yang menggerakkan tangannya, dan entah kenapa membuat Sky jijik melihatnya.
Sedangkan Betrik yang bergerak seperti cacing kepanasan di atas sofa menggeliat kesana kemari, bibirnya terbuka tertutup. Sesekali lidahnya keluar membasahi bibirnya sendiri.
"Ahh tuan.."
Dahi Sky mengkerut saat mendengar suara Betrik. Tak lama Sky menarik tangannya kasar dari tengah paha Betrik, hingga membuat Betrik frustasi saat dirinya hampir mencapai puncaknya. Tiba-tiba saja Sky menarik tangannya begitu saja.
"Tuan ayo lakukan lagi." Hibanya, yang terdengar seperti *******.
Sky tak menggubris ucapan Betrik, dia berbalik dan memasukan kembali miliknya. Sky sama sekali tak berniat sedikitpun, melanjutkan permainannya dengan sekertarisnya. Lagi pula dia sudah mengeluarkan orgasmenya tadi, dan dia tak perlu lagi bercinta dengan Betrik.
Dan Betrik yang melihat Sky berbalik dan memasukan kembali miliknya, bangkit dari sofa dan menarik tangan Sky agar kembali menyentuhnya. Sky tak boleh membiarkan dirinya tersiksa seperti ini.
"Tuan, ayolah.." Hibanya pada Sky.
"Keluar.. "
Betrik terperangah saat mendengar Sky mengusirnya. Nafasnya memburu menahan emosi, saat di permainkan oleh Sky. Dirinya yang hampir mencapai puncak tiba-tiba saja Sky dengan seenaknya menghentikan permainnanya. Tentu saja Betrik tak terima dan emosi.
"Tuan anda tak bisa mempermainkan saya."
Sky berbalik dan mencengkram erat leher Betrik dengan tangannya. Tatapan tajamnya menghunus pada Betrik, wanita yang menjadi sekertarisnya dan mencoba merayunya berulang kali. Jangankan Betrik, wanita murahan yang selalu mengobral tubuhnya dengan sembarang pria. Dengan wanita perawan saja jika dia tak ingin dia tak akan menyentuhnya.
Betrik sendiri yang kaget saat Sky mencekiknya, tentu saja shock. Tangannya memukul tangan Sky pada lehernya. Berharap tuannya mau melepaskan dirinya.
"Tu_an.. "
"Kau pikir kau siapa, hanya wanita murahan, jangan berani padaku nona." Melepaskan tangannya kasar dari leher Betrik lalu berbalik,. Sungguh Sky sangat muak melihat wajahnya.
Sedangkan Betrik sendiri terhuyung kebelakang. Menghirup udara sebanyak-banyaknya mengisi rongga paru-paru nya yang sesak. Ia tak percaya jika Sky baru saja mencekiknya dan hampir saja membuat dirinya kehabisan nafas.
"Keluar.."
Betrik masih diam, dia masih shock dan tak percaya, hingga bentakan Sky menyadarkan dirinya yang bodoh.
"Keluar.."
Betrik berjengit kaget mendengar bentakan Sky padanya, tak lama Betrik keluar dari ruangan Ceo sebelum Sky semakin marah lagi padanya. Dia juga tak ingin berakhir di pecat oleh Sky. Apalagi saat melihat mata tajam Sky yang menyorot padanya. Betrik sendiri tak menyangka jika dia bisa berbuat bodoh tadi. Jelas saja pria itu akan marah padanya.
*
Freya masih mengurung dirinya di salah satu kamar di mension Sky. Dia sama sekali tak berminat keluar dari kamarnya. Dia masih shock dengan kejadian di kolam renang semalam, yang membuat dirinya hampir saja meregang nyawa karna tenggelam, jika pria yang membelinya tak menolongnya.
"Mom, apa kau sudah bahagia.?"
Gumamnya menyandarkan dagunya di kedua lututnya. Termenung, memikirkan hidupnya yang menyedihkan seperti ini. Kenapa ibunya harus menjualnya pada pria itu. Apa salahnya selama ini pada ibunya.
Tak lama Freya bangkit dari atas ranjang dan keluar dari kamarnya, saat tenggorokan nya terasa sangat kering. Berjalan mencari dimana keberadaan dapur, tapi Freya sama sekali tak bisa menemukannya. Padahal saat ini dia ada di lantai bawah, tapi dia tak menemukan di mana dapur mension mewah ini.
"Apa mereka tak memiliki dapur, tapi setidaknya ada air minum di sinikan."
Freya berjalan lagi ke sembarangan arah. Tak lama keningnya mengkerut saat menyadari jika tak ada satu orang pun di mension mewah ini. Ya tak ada satu orang pun, semenjak dia keluar dari kamar. Dia tak melihat ada penjaga dan pelayan yang menyapanya. Berbeda dengan kemarin dan semalam. Ada banyak penjaga dan pelayan yang berlalu lalang.
"Kemana mereka, kenapa tak ada satu orang pun di sini." Freya kembali lagi melangkahkan kakinya mencari keberadaan dapur. Tapi otak cerdasnya seketika bekerja.
"Bukankah ini kesempatanku kabur lagi. Ya aku akan pergi dari sini, sebelum mereka datang dan mengetahuinya."
Freya berlari ke sembarang arah mencari keberadaan pintu. Tak lama bibirnya tersenyum lebih saat melihat pintu yang tak jauh darinya. Freya tak perduli jika itu pintu utama sekalipun. Jika melewati pintu belakang dia ketahuan, sepertinya tidak dengan pintu utama. Freya sangat yakin itu, apalagi tak ada seseorang pun sini. Freya melangkah mendekati pintu utama, kepalanya celingukan kesana kemari menyakinkan dirinya jika di mension tak ada satu orang pun saat ini.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 169 Episodes
Comments
mur ciyu...ah
jangan bodoh km feeya mau kabur dari kandang macan....kalau km ketangkep tu macan nggak akan kasih ampun....ih serem.....emangnya km mau kabur kemana????ibu mu?? yakin.....apa km nggak takut mo di jual lagi .....mungkin am aki aki tajir.....hadeh hadeh....jangan freeya...
2022-10-13
3
Tukz Kambey
lanjutttttt
2022-10-13
1
Mahira Hartoyo
Freya kamu jgn kabur kalo kabur trus pulang kamu bakalan di jual lagi sama ibu kamu
2022-10-13
0