"Menarik... "
Sky tersenyum membayangkan sesuatu yang menarik di dalam mensionnya. Calvin sendiri yang melihat senyum tuannya bergidik ngeri. Tuannya seperti mendapatkan mangsa baru, dan siap menerkamnya.
Tak lama ponsel Sky berdering kembali dan Calvin menundukan kepalanya berbalik dan keluar dari ruang milik tuannya. Sky melirik ke arah ponsel miliknya, tak lama Sky menonaktifkan ponselnya. Sky menyandarkan kepalanya, menatap benda kecil di tangan dan, bibirnya terangkat sebelah.
Malam hari nya...
Sky yang masuk ke dalam mensionnya melangkah lebar menuju kamar miliknya. Pelayan yang menyambut tuannya menundukkan wajahnya saat tuannya pulang dari perusahaan dan kembali ke mension. Biasanya tuannya akan kembali ke mension lewat tengah malam. Tapi ini baru jam delapan malam tuannya sudah berada di mension mewahnya.
Dahi Sky mengkerut saat tak melihat gadis bertubuh kecil yang di belinya di antara pelayannya. Sky menghentikan langkahnya dan berbalik menatap mereka satu persatu dengan tatapan datarnya. Benar tak ada gadis itu di antara mereka.
"Di mana gadis itu.?" Suara bas Sky mengagetkan pelayan yang berkumpul menyambutnya.
"Di kamarnya tuan." Jawab salah satu pelayannya.
Rahang Sky mengeras mendengar penuturan pelayannya. "Di kamarnya, apa yang dia lakukan di kamarnya. Apa kau tak mengatakan padanya jika aku pulang." Geramnya menatap satu persatu pelayan.
Mereka semakin menundukan wajahnya takut mendengar ucapan tuannya. Tapi tidak dengan wanita yang berada di belakang, dia tersenyum tipis membayangkan jika wanita itu pasti akan mendapatkan hukuman dari tuannya.
"Beritahu dia untuk datang ke kamarku."
*
Freya yang berada di dalam kamarnya meremas dress bunga yang melekat di tubuhnya yang kecil. Bunyi jarum jam yang menggantung di dinding menambah debar jantung Freya. Kenapa malam semakin cepat menyapa, sedangkan dia masih belum siap bertemu dan melayani pria yang sudah membelinya.
Freya membaringkan tubuhnya dan menarik selimut tebal menutupi tubuhnya yang kecil. Lebih baik ia tidur, semoga saja pria itu lupa dengannya. Tak lama Freya terkekeh kecil, mengingat pikiran bodohnya jika pria itu aan lupa dengannya. Mau tidak mau dan siap tidak siap, ia harus siap melayani pria yang sudah membelinya.
"Apa aku bisa menolaknya,"
Tentu saja semua itu sangat mustahil, tak ada yang bisa Freya lakukan kecuali pasrah. Tak lama suara pintu yang di ketuk dari luar. Freya berjengit kaget mendengarnya. Tubuhnya semakin menegang dan keringat dingin sudah bercucuran di keningnya.
Clekk..
"Nona, tuan menunggu anda, di kamarnya."
Tubuh Freya semakin berkeringat dingin mendengar penuturan pelayan wanita paruh baya. Freya membuka selimut kembali dan mendudukkan tubuhnya di pinggir ranjang.
"Nona,"
"Ya.. "
Freya berjalan menghampiri pintu, dan keluar dari dalam. Berjalan perlahan mengikuti langkah wanita paruh baya menuju kamar pria yang telah membelinya. Tak sampai lima belas menit pelayan di depannya berhenti melangkah, freya berjengit dan menghentikan langkahnya. Tangannya saling meremas ujung dress yang di pakainya.
Tok Tok Tok..
"Tuan nona sudah datang."
Clek..
Pelayan menyingkir dan menundukan wajahnya memberi jalan Freya agar masuk ke dalam. Sedangkan Freya dadanya berdebar tak karuan, melangkahkan kakinya secara perlahan masuk ke dalam kamar mewah milik pria yang membelinya. Hidung Freya seketika mencium aroma maskulin khas pria di dalam kamar bernuansa abu tua.
Brakk..
Freya berjengit kaget mendengar pintu yang tertutup kembali. Freya menoleh kekiri dan kanannya, mencari seseorang yang menutup pintu, tapi tak lama Freya sadar jika pintu itu tertutup karna remot kontrol.
"Apa kau hanya akan berdiri di sana.?"
Freya berjengit kembali mendengar suara berat dan bas pria. Freya menundukan wajahnya tak berani mengangkat wajahnya menatap wajah pria pemilik kamar di mana dia berdiri saat ini.
Sedangkan Sky yang melihat wanita itu menundukan wajahnya hanya tersenyum sinis. Tangannya menggoyangkan gelas wine di tangannya lalu menyesapnya sedikit.
"Angkat kepalamu, kau tau kau disini untuk apa.? Aku sudah membelimu nona. Jadi kau harus tau apa yang harus kau lakukan sekarang." Tukas Sky melirik ke arah Freya.
Tak ada jawaban dari bibir Freya, mendengar nada suaranya saja sudah membuat tubuh Freya meremang dan merinding. Apalagi jantung Freya, berdetak lebih kencang. Mengingat jika malam hari ini ia akan memberikan sesuatu yang berharga yang ia jaga pada pria yang membelinya.
Sky lagi lagi berdecih melihat gadis yang di belinya. Masih sangat belia, dan tubuhnya berganding terbalik dengan Elvira. Mengingat nama Elvira dada Sky bergemuruh kembali. Sky berjalan mendekati Freya, dan mengangkat dagu Freya dengan ke dua jari besarnya.
Deg...
Sky mengerarkan rahangnya. Dan Freya, yang di paksa mendongak memejamkan matanya.
"Aku sudah membelimu, layani aku."
Mendengar penuturan pria yang membelinya, Freya memberanikan dirinya membuka matanya menatap wajah sky. Melihat Freya membuka matanya, Sky melepaskan tangannya dari dagu Freya. Berbalik dan mendudukkan tubuh besarnya di ranjang miliknya.
Freya menatap wajah pria yang membelinya sekilas sebelum Sky memalingkan wajahnya dan berbalik.
"Kau tidak tuli bukan, apa yang aku katakan padamu." Geram Sky.l, menatap Freya yang diam saja di tempatnya. Masih tak ada sahutan dari Freya. Entah apa yang di pikirkan Freya saat ini. Dan itu membuat Sky geram dan emosinya meluap.
Prang...
Freya berjengit kaget mendengar suara pecahan yang tak jauh darinya. Freya mendongak menatap wajah pria yang duduk di atas ranjang.
"Aku sudah membelimu, puaskan aku." Tukas Sky mengingatkan Freya siapa dirinya. Freya yang menatap pria yang duduk di atas ranjang memberikan dirinya.
"Ya aku akan memuaskanmu, tapi kau harus berjanji dulu padaku, nikahi aku terlebih dahulu."
Sky terbahak mendengar, penuturan Freya padanya. Emosinya seketika tersulut mendengar kata Freya. Sky bangkit dan berjalan menghampiri Freya, kemudian mencengkram erat dagu Freya dengan tangan besarnya. Freya meringis merasakan sakit di dagunya. Wajahnya mendongak menatap tak berkedip pada Sky.
"Jangan berani padaku,"
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 169 Episodes
Comments
manda_
lanjut thor
2022-10-11
2
Ellin So
dan ku pastikan engkau akan menyesal karena kau telah menyakitiku tuan Sky
2022-10-11
1
mur ciyu...ah
wauuuu nggak kusangka feyaa bisa bicara seperti itu n buat penawaran yg bagus....ayolah sky sahkan dulu feyaaa....sky km tau artinya menikah....km akan terpaku dengan istrimu n noooo ....jadi casanova lagi...
2022-10-11
1