Melihat punggung lebar itu menghilang. Tubuh Freya terduduk di lantai dan bersandar di tembok. Menangis kembali mengingat nasibnya yang malang. Menjadi pemuas nafsu seorang pria yang membelinya. Apa dia bisa menolaknya, jawabannya tentu saja tidak. Apalagi harga yang sangat fantastis. Ibunya pasti sudah lupa dengan dirinya saat ini. Apalagi memiliki uang yang sangat berlimpah.
"Kenapa mommy tega menjual ku, apa uang sangat berarti untuk mu mom.?"
Freya mengusap wajahnya, dan menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya. Menangis segukan, meratapi nasibnya yang malang. Kikan tega padanya, apa ini harga yang harus Freya bayar saat Kikan merawatnya.
Sedangkan ketiga pelayan mension mendekati Freya. Salah satu dari mereka menatap iba pada Freya. Gadis yang sangat malang, harus menjadi budak tuannya. Sebelumnya mereka memang tau bagaimana tuannya selama ini. Suka bermain wanita, tapi semenjak kepulangannya dua tahun lalu, tuannya seperti maniak wanita. Meski mereka tak melihatnya, tapi isu itu sudah tak aneh lagi di telinga semua orang.
"Nona, "
Panggilnya mengagetkan Freya yang menangis. Freya mendongakkan wajahnya, menatap mereka satu persatu. Tak lama freya berdiri dari lantai dan mengusap ingusnya. Sedangkan salah satu dari mereka menatap sinis dan jijik. Bagaimana mungkin tuan Sky memilih gadis sepertinya untuk menjadi teman ranjangnya. Sama sekali tak berkelas, begitu pikirnya.
"Anda harus makan nona, tuan akan marah jika Anda tak makan. Tuan Luis akan pulang nanti malam."
Freya hanya menganggukan kepalanya, tak lama satu lagi pelayan datang membawa nampan besarnya ditangannya. Freya hanya menatap apa yang mereka berikan padanya. Sudah bertahun tahun Freya tak pernah lagi melihat makanan enak seperti ini.
Bibir Freya terangkat apa ini sutu kebetulan atau apa. Kenapa mereka tau makanan kesukaannya. Ya tentu saja mereka akan memperlakukan dirinya seperti ini. Karna ia akan menjadi wanita yang akan memuaskan pria itu, dan mereka pikir ia harus punya tenaga bukan.
Setelah Freya menghabiskan makannya,. Salah satu pelayan masih berdiri menatap Freya.
"Kau sama sekali tak layak, dan kampungan, berapa kau menjual tubuhmu untuk tuan Luis.?"
Freya menatap wanita yang berdiri tak jauh darinya. Tak lama dia kembali meninggalkan Freya yang berdiri mematung saat salah satu temannya memanggilnya.
*
Sky yang berada di dalam ruang kerja miliknya menghembuskan nafasnya perlahan. Masih belum bisa melupakan wajah cantik Elvira. Wanita yang membuatnya gila dan tergila gila. Wanita berusia tiga puluh satu tahun itu pasti sudah bahagia bersama dengan Mark Harold suaminya.
"Kenapa kau tak memilihku El, apa cintaku tak cukup untukmu selama ini." Gumam sky, mengeluh jika Elvira ternyata tak tertarik padanya. Dan dua tahun ini mencoba dengan bergonta-ganti wanita hanya untuk merasakan bagaimana rasa nikmat saat dia bercinta dengan Elvira. Tapi nyatanya rasa Elvira masih melekat di kepalanya.
Lamunan Sky buyar saat ponsel miliknya berdering di atas meja. Sky mengerutkan keningnya melihat nomor baru yang tertera di ponselnya. Sky membiarkan begitu saja ponselnya tanpa berniat mengangkatnya.
Sedangkan wanita yang menelpon Sky mengumpat sendiri saat Sky tak mengangkat sambungan ponselnya. Venus wanita yang akan di jodohkan dengan Sky sebelumnya. Entah dari mana dia mendapatkan nomor Sky, tapi setelah Sky tau jelas saja Sky akan mengumpat siapa saja yang sudah memberikan nomor ponselnya.
"Tuan, kopi anda."
Sky melirik ke arah wanita yang menjadi sekertarisnya. Sky hanya mengangukan kepalanya, ia mengibaskan tangannya mengusir Betrik. Tapi bukannya pergi, Betrik justru berjalan mendekati Luis yang duduk di kursi kebesarannya.
"Tuan, apa anda tak merindukanku." Ucapnya sembari membelai dada bidang Sky yang tertutup kemeja.
Sedangkan Sky hanya melirik dengan ekor matanya ke arah Betrik. Tak mendapatkan jawaban dan penolakan, Betrik semakin berani, dia mendudukkan bokong sintalnya di pangkuan Sky. Mencondongkan wajahnya di telinga Sky.
"Tuan anda tak ingin lagi,?"
Bisiknya sembari menghembuskan nafasnya di telinga Sky. Bukan hanya itu, bokong sintalnya juga bergerak menekan milik Sky yang tertidur lelap.
Terang saja mendapatkan sentuhan dari wanita di pangkuannya Sky mengerang. Miliknya yang sebelumnya tertidur pulas mulai menggeliat di tempat persembunyiannya.
Mendengar suara erangan Sky, Betrik bersorak girang dalam hati. Tentu ini adalah kesempatan untuknya dan ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang datang padanya. Apalagi miliknya juga menginginkan pria ini. Sudah sejak lama ia menginginkan pria tampan rupawan itu, bergerak di atas tubuhnya. Dan kali ini ia harus bisa membawa tuannya bercinta dengannya.
Betrik semakin menggesekkan bokongnya di tengah paha Sky. Dan Sky mengerang untuk kedua kalinya, matanya terpejam menikmati sentuhan kenyal pada miliknya. Tapi tak lama pintu terbuka dan menampilkan Calvin yang berdiri di depan pintu. Calvin mengumpat wanita ular yang duduk di pangkuan tuannya. Bukan hanya duduk, jelas saja Calvin bisa melihat jika wanita itu menggerakkan bokongnya. Apalagi jika bukan menggerakan bokongnya, terlihat dari sini jika dia bergerak seperti cacing kepanasan di atas pangkuan tuannya.
"******.." umpatnya lirih.
Dan Sky yang mendengar suara pintu terbuka membuka matanya. Ia melihat Calvin yang menundukkan wajahnya.
"Turun.."
Bretik mengepalkan tangannya, mendengar Sky menyuruhnya turun. Ia masih duduk di pangkuan Sky, tak berniat menggeser bokongnya apalagi turun dari pangkuan Sky. Miliknya sudah basah dan dia sangat menginginkan Sky, mengobrak-abrik miliknya.
"Apa kau tuli, turun."
Geramnya menatap tajam Betrik.
Dan Betrik dengan enggan dia turun dari pangkuan Sky dan berbalik pergi. Tangannya terkepal melihat senyum Calvin yang menggagalkan rencananya. Jelas saja Calvin tersenyum lebar, Calvin sangat tidak menyukai wanita ular itu. Entah kenapa tuannya tak mengusir wanita itu dari perusahaannya, ia saja muak melihatnya.
"Ada apa..?"
Calvin mendengus mendengar pertanyaan tuannya padanya. Apa tuannya hilang ingatan cepat sekali lupa, padahal dia sendiri yang memintanya pergi membeli camera tersembunyi yang paling kecil di dunia. Entah untuk apa tuannya meminta alat itu.
"Ini pesanan anda tuan, ada dua model."
Sky menoleh ke arah Calvin, dia lupa jika ada gadis yang ia beli semalam di tempat pelelangan. Sebelah bibirnya terangkat, membayangkan wanita yang akan menjadi mainannya.
"Berikan padaku."
Calvin melangkah memberikan bungkus kecil di tangannya. Dan Sky menerimanya dengan bibir tersenyum lebar.
"Menarik."
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 169 Episodes
Comments
Tukz Kambey
lanjutttttt thorrr
2022-10-10
1
henny murniwati
semangat lanjut lg thor, smoga freya bsa menghentikan petualangan sky
2022-10-10
2
Santi Sukmawati
ci Alvin disuruh beli apa Sih ??
2022-10-10
0