"Satu milyar dolar.."
Calvin menoleh ke arah tuannya saat mendengar berapa harga yang meluncur bebas dari bibir tuannya. Satu milyar, gadis kecil itu satu milyar dolar. Tuannya membelinya dengan harga satu milyar dolar.
Apa ia tak salah dengar, bahkan harga gadis itu sepuluh kali lipat dari harga kalung berlian edisi terbatas. Ada apa dengan tuannya.? Kalung berliontin, batu permata termahal di Dunia saja harganya hanya seratus juta, dan ini hanya seorang gadis kecil dan tuannya juga bisa mendapatkan ratusan bahkan ribuan wanita dengan uang segitu.
"Ada apa dengan tuan, apa dia sudah gila."
Calvin bergumam sendiri menggelengkan kepalanya tak percaya pada tuannya. Tak habis pikir dengan Ausky Luis. Calvin melirik lagi pada wanita yang terikat di tiang besar. Ya cantik, gadis itu sangat cantik, apalagi dia masih belia. Tapi tubuhnya berbanding terbalik dengan nona Elvira yang bertubuh proporsional.
Tak hanya Calvin yang tercengang mendengar kata yang meluncur dari bibir Sky. Tapi semua pengunjung juga tercengang dan menarik nafasnya. Satu milyar, ini adalah hal paling fantastis dari sejarah perdangangan manusia. Satu milyar, sungguh mereka di buat shock mendengarnya.
Tentu tak ada yang berani membuka bibirnya mengungguli Sky. Satu milyar dolar, mereka masih sayang dengan uang demi mendapatkan gadis belia yang terikat di tiang besar. Memang cantik, bahkan di usianya yang masih belia dia sangat cantik. Tapi untuk uang satu milyar mereka masih berpikir ribuan kali. Satu milyar, mereka sungguh tak percaya.
Freya diam mematung mendengar berapa harga dirinya. Tubuhnya menegang dan bulu kuduk nya seketika meremang mendengar suara berat dan dingin seseorang tepat di depannya sepertinya. Freya menatap ke arah sumber suara, pria yang membelinya dengan harga satu milyar.
"Apa dia akan mengambil organ tubuh ku, tidak mungkin, harga organ tubuhnya hanya seujung kuku dari satu milyar. Lalu untuk apa dia membeliku dengan harga yang fantastis."
Gumam Freya dalam hati. Bibirnya masih tertutup lakban, tapi mata cantiknya, menatap pria yang tak jauh dari nya. Ya Freya yakin jika pria itu yang membelinya duduk di depannya saat ini.
Deg...
Sky menggetatkan rahangnya saat mata Freya mengarah padanya. Sky berdiri dan berbalik pergi meninggalkan panggung. Dan Calvin mengikuti langkah tuannya saat melihat Sky berdiri dan berjalan meninggalkan kursi miliknya.
Sedangkan semua mata mengarah pada Sky yang berjalan ke luar dari panggung. Termasuk pria yang berada di sudut kiri, dia mengepalkan tangannya mendengar Sky yang akan membawa salah satu dari wanita yang dilelang malam ini. Tangannya mengepal, dan mengeratkan rahangnya. Ia shock saat tadi melihat Sky tiba-tiba ada di dalam sini. Sebelumnya, Sky tak pernah datang kemari.
Di dalam Kikan dan Ronald yang mendengar melalui earphone tercengang mendengarnya. Apa telinganya mereka tak salah dengar, satu milyar. Kikan hampir saja berteriak kegirangan saat mendengar satu milyar.
Apa dia bermimpi, Kikan bahkan mencubit lengannya sendiri jika apa yang di dengarnya adalah nyata, dan semua itu benar, dia tak bermimpi. Pria itu membeli Freya satu milyar. Sungguh Kikan akan menjadi wanita paling kaya saat ini.
"Maaf tuan, aku akan mengambil uangku."
Ucap Kikan berdiri dan Ronald yang sadar dari rasa terkejutnya terkesiap mendengar Kikan bersuara.
Tak lama tiray ditutup kembali, pertanda jika semuanya sudah berakhir.
Sedangkan Freya terkesiap saat tangannya kembali di lepas. Freya tak ingin berakhir sia sia di sini. Tidak, ia tak akan mau di jual dan di beli dengan pria itu. Freya tak mengenalnya, siapa dia. Ia harus mencari ibunya dan pergi dari sini.
Buk.. Buk.. Buk..
"****.."
Seseorang mengangkat tangannya dan hendak melayangkan pada Freya saat tiba-tiba saja gadis ini menendang miliknya. Tapi seseorang mencekal tangannya, dia menoleh dan menundukan wajahnya.
"Ingat, gadis itu milik tuan Luis."
Freya yang mendengarnya menggelengkan kepalanya. Ia melangkah mundur perlahan, menghindari mereka. Ia harus mencari ibunya.
"Nona anda harus ikut bersama kami."
Hah..
Freya kaget dan shock saat tubuhnya yang kecil di panggul oleh salah satu dari mereka. Freya berontak, ia melepaskan tutup mulutnya dan berteriak sekenceng tenaga.
"Lepaskan saya tuan, mommy tolong aku, brengsek lepaskan saya."
Freya masih berteriak saat tubuhnya di masukan ke dalam mobil. Ia berontak dan mendorong mereka semua. Tapi sayangnya tubuhnya yang kecil tak berarti apa apa oleh mereka.
Hingga Freya lelah berteriak dan berhenti berteriak saat mobil yang membawanya melaju kencang meninggalkan tempat Kikan meninggalkan dirinya. Dan berakhir di beli pria yang tak di kenalnya.
pagi harinya..
Freya terkesiap saat dirinya tiba-tiba terbangun di ranjang yang empuk. Freya mendudukkan tubuhnya menyingkirkan selimut tebal yang menutupinya dan ia berlari ke arah pintu dan menggedor nya. Freya ingat jika Kikan meninggalkan dirinya di suatu tempat, dan seseorang telah membeli dirinya dengan harga yang tak wajar.
Dor.. Dor.. Dor..
"Buka pintunya, tuan nyonya, apa ada orang. Kumohon buka pintunya." Teriak Freya ketakutan.
"Tolong aku aku mau pulang," Lanjutnya lagi dan berteriak kembali. Hingga lelah berteriak tubuh Freya beringsut di lantai dingin. Freya berbalik dan mengamati kamar di mana ia terkunci di dalamnya. Freya yakin jika pria yang membelinya bukan sembarang pria.
"Apa aku akan di bunuh di kamar ini. Mom kenapa kau tega meninggalkan aku sendiri. Apa salahku padamu, apa kau bosan denganku yang telah merawatku. Kenapa kau meninggalkan aku."
Isak Freya kembali mengusap wajahnya dengan ke-dua tangannya. Make-up yang di pakaikan Kikan padanya sudah tak berbentuk. Freya mengusap kedua lengannya yang polos. Freya masih terbalut dengan gaun ketat dan terbuka yang di pakainya semalam.
Tak lama pintu terbuka dan Freya terkesiap, ia mendongak melihat wanita paruh baya yang tak jauh dari Kikan ibunya.
"Bibi.."
"Nona saya akan membantu anda membersihkan diri."
Freya menggelengkan kepalanya, bukan ini yang di inginkan dirinya.
"Bibi bisakah saya pulang." Tawar Freya padanya.
Sedangkan wanita pelayan ituhanya menggelengkan kepalanya yang menunduk. Dan Freya yang melihat itu kecewa, ia menatap dirinya kembali. Mengingat kejadian semalam saat Kikan meninggalkan dirinya.
"Jadi benar, mommy menjual ku semalam. Dan aku di sini karna pria itu sudah membeliku."
*
Yuk liat visualnya..
Follow_ig Anvezza ezza
🙃
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 169 Episodes
Comments
sandi
bakal bagaimana pemirsaaahhh
2022-10-11
1
mur ciyu...ah
moga aza sky bisa lebih sabar dengan freya .moga aza feeya bisa meluluhkan hatinya sky....
2022-10-09
3
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya
2022-10-09
1