Sementara Sky yang berada di dalam ruang meeting mengendurkan dasinya yang terasa sesak dan mencekiknya.
Sky masih kesal dengan ayahnya yang ingin menjodohkan dirinya dengan Venus. Wanita murahan yang sejak dulu sangat di bencinya.
Cih..
"Dia pikir, aku akan tertarik dengannya. Ausky Luis tidak akan tertarik dengan wanita penggoda seperti mu, Venus." geram Sky mengepalkan tangannya mengingat ucapan Haider. Sungguh membuat hati Sky kesal dan buruk.
Padahal selama ini, Sky sudah melakukan apa yang Haider inginkan. Tapi Haider, justru semakin ingin mengekang nya. tentu saja Sky kesal. Apalagi di jodohkanlah dengan Venus.
"Brengsek!" umpat Sky mengagetkan Calvin yang duduk di salah satu meja tak jauh darinya. Begitu juga dengan tiga karya-karya yang lainnya. yang saat ini berada di dalam ruangan Sky.
Sky tak perduli dengan mereka. Dia justru memejamkan matanya dan berpikir keras. Tak lama kemudian, Sky tersenyum saat mengingat sesuatu.
Bukankah malam ini malam pelelangan di club. "Apa aku harus pergi malam ini!"
*
Freya berjalan gontai kembali pulang ke rumah nya. rumah yang jauh dari kota. rumah yang letaknya di pinggir kota dan di pinggir gang sempit.
Freya kembali pulang dengan berjalan kaki. Dia tak cukup uang untuk membayar taksi. jangankan membayar taksi, membayar mobil angkutan umum saja, Freya tak memiliki uang.
Freya merasa, jika dia sangatlah menyedihkan. Pikirannya terus melayang jauh, memikirkan Kikan.
Tak terasa Freya yang berjalan kaki sampai di kontrakan kecil dan hampir roboh. Sebenarnya ini tak layak, jika Freya harus mengontrak nya. tapi mau bagaimana lagi, kontrakan itu bukan milik mereka. bersyukur mereka mau memberinya tempat tinggal. Freya masuk ke dalam dan mendapati ibunya Kikan menatap garang ke arahnya.
"Apa aku tau,sejak tadi aku menunggumu Freya.."
Freya berjengit mendengar suara berantakan keras dari ibunya. Freya mengangkat wajahnya dan mengerutkan keningnya, saat dia tak mencium bau alkohol dari mulut ibunya.
"Aku tidak mabuk Freya."
"Maafkan aku mom." Lirih nya sembari menundukan wajahnya merasa sangat bersalah sudah kurang ajar pada Kikan.
" Apa kau mau menuruti freya" tanya Kikan pada freya. Freya menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Kikan. tentu saja dia akan menuruti semua yang dikatakan Kikan. karna Kikan yang sudah merawatnya sejak kecil.
"Apa yang harus ku lakukan, Mom.. " tanya Freya tersenyum lebar. karena Freya yakin, Kikan tak akan marah padanya nanti. Dan demi meredam marahnya wanita yang nenjadi ibunya. Freya bisa melakukan apa saja.
"Ganti pakaian mu dengan yang ini." Kikan melemparkan gaun ke wajah Freya. padahal saat ini, hatinya sedang bergemuruh dan bingung. Terlebih saat melihat mata bening Freya malam ini. Serta keringat yang membasahi keningnya.
Kikan yakin, seperti biasa, Freya sangat lelah berjalan sangat jauh. Tapi, ia tak bisa melakukan apa apa, dan hanya Freya yang membantu nya saat ini.
"Gaun ini Mom?" tanya Freya bingung melihat gaun tipis di tangannya. Freya menggelengkan kepalanya menolak keras apa yang di inginkan Kikan. Untuk apa Kikan memintanya memakai gaun tipis dan pendek ini.
"Ya, pakai gaun itu dan ikut denganku. apa kau mendengarku Freya." kesal Kikan melihat Freya justru diam dan terus menatap gaun di tangannya.
"kemana mom?" tanya Freya penasaran mendengar ucapan Kikan. baru kali ini Kikan ingin mengajaknya pergi. seumur hidup Freya, Kikan tak pernah mengajaknya kemana pun.
"Jangan banyak bicara, pakai gaunnya?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 169 Episodes
Comments
sandi
aer mata buayaaa
2022-10-09
1
Santi Sukmawati
next Thor..aku dukung sky ke Freya
2022-10-07
1
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu
2022-10-07
1