Tak sampai sepuluh menit, Sky berdiri dari duduknya. Haider dan Venus kaget melihat Sky berdiri dari duduknya.
"Kau mau kemana, Sky?" tanya Haider. Dan Venus yang paling menunggu jawaban dari Sky.
"Rekan bisnisku sedang menungguku," sahut Sky kemudian berbalik. sementara Venus ikut berdiri dan mengikuti langkah Sky. Venus bahkan tak perduli dengan tanggapan mereka. Dia ingin tau, kenapa Sky tak ingin menatap ke arahnya sedikitpun.
Sementara Sky, dia tau Venus mengejarnya. Bibirnya tersenyum sinis, melihat betapa murahannya wanita yang mengejarnya. Sky menulikan pendengarnya mendengar seruan Venus. Dia tak peduli dengan Venus yang beberapa kali memanggilnya. langkah, Sky justru semakin lebar keluar dari mension ayahnya.
"Tuan."
Bruk..
Venus tiba-tiba memeluk Tubuh tinggi Sky dari belakang setelah dia berhasil mengejarnya. Dan Sky mengumpat Venus.
Dia melepaskan kasar tangan Venus, hingga Venus hampir saja terjengkang kebelakang.
"Tuan!"
Sky tersenyum miring, "Ada apa nona. kau ingin marah padaku." kata Sky,. Dan Venus menggelengkan kepalanya. Sky lalu kembali berbalik meninggalkan Venus.
"Tuan Sky, bagaimana jika kita bicara sebentar saja." seru Venus kembali mengejar Sky. mangka Venus semakin cepat saat Sky sampai di luar.
Sky tak menggubris seruan Venus. Dia masuk ke dalam, mobilnya tanpa menghiraukan Venus yang mengejarnya.
"Jalan!" ujar Sky pada Calvin yang duduk di kursi kemudi. sementara Venus kembali mengumpat melihat mobil yang di tumpangi Sky melaju cepat meninggalkan mension Haider.
"Sial!"
*
Beberapa hari kemudian..
Di kafe, seperti biasa, Freya bekerja hingga larut malam. Dia mendesah kasar, mengingat dirumahnya, Freya sudah tak memiliki apa-apa. Freya justru memikirkan Ibunya. Dia takut ibunya tak bisa makan. Padahal Kikan lah yang sudah menghabiskan uang jika dia menerima uang gajinya.
Freya tak memusingkan dirinya, karna ia bisa makan di kafe, meski dengan sayur dan lauk sisasisa Freya bersyukur masih bisa mengisi perutnya. Tapi bagaimana dengan ibunya yang kadang melewatkan makannya.
"Tuan!" seru Freya bangkit dari lantai. Dia menundukkan wajahnya dan menggigit bibir bawahnya. sementara pria di depannya mengerutkan keningnya melihat karyawannya yang terlihat aneh.
"Ada apa?"
Freya semakin gugup mendengar pertanyaan pria di depannya. Dia mengangkat sedikit wajahnya.
"Apa kau barusan memanggilku Freya?"
"Tuan, bolehkah aku meminta uang gajinya sekarang." kata Freya takut-takut.
"Kau sering sekali meminta uang padaku. Apa kau tau, mereka bisa cemburu dan mengatakan aku pilih kasih denganmu. Kau sadar, gaji yang kau miliki, tersisa sedikit. Dan kau ingin memintanya lagi."
Freya menundukkan wajahnya dalam mendengar penuturan pria di depannya. Apa yang bosnya katakan memang benar. Hari gajian masih sangat lama dan ia sudah berulang kali meminta uang padanya.
"Tapi Tuan!'
"Kembali bekerja, atau aku akan memecatmu!'
Freya mengangkat wajahnya menatap punggung pria tua yang menjadi atasannya. Freya menarik nafasnya dalam dan menghembuskan nafasnya perlahan.
" Bagaimana dengan Mommy? Aku harap, Mommy menang kali ini." untuk pertama kalinya, Freya mendoakan ibunya menang bermain judi. Freya tak tau lagi harus bagaimana lagi mendapatkan uang. Freya tau, apa yang dia katakan sangat salah. Dan tak seharusnya dia mendoakan ibunya bermain judi.
"Seharusnya aku berdoa agar Mommy berhenti bermain judi. kenapa aku justru mendoakannya." kekeh Freya tak percaya dengan dirinya sendiri.
Freya kemudian berbalik dan kaget melihat beberapa rekannya menatap ke arahnya tajam.
"Apa kau datang kemari hanya duduk dan melamun Freya."
Freya menggelengkan kepalanya keras. "Maaf Kak!" lirih Freya menundukkan wajahnya dalam. "Bagaimana jika kita mengatakan pada Tuan Abas?" kata salah satu dari mereka. Menatap sinis ke arah Freya yang menggelengkan kepalanya.
"Maafkan aku. jangan lakukan itu, aku hanya beristirahat sebentar tadi." bela Freya menatap tiga rekannya.
cih..
"Kami tau, kau baru saja merayu Tuan Abas kan. apa yang kau berikan pada Tuan Abas hah. apa kau memberikan tubuhmu padanya hah."
Freya menggelengkan kepalanya tak percaya mendengar ucapan salah satu dari mereka.
"Aku sama sekali tak merayunya."
Beri hadiah otor mak up tiga kali 😁
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 169 Episodes
Comments
Ria Onits
gila 😂😂😂 bukan main
2022-11-21
0
Dewi Chusnual
🤣🤣🤣🤣
2022-10-12
1
sandi
sakit klo inget el lah🥺🥺🥺🥺
2022-10-09
1