00.03
Panggil bunda raga di depan pintu kamar sang anak, raga memang sedari pulang sekolah berdiam diri di dalam kamar.
Raga Xaviero
Ya bunda? kenapa?
Astrid (Bunda)
Bunda boleh minta tolong ga?
Astrid (Bunda)
Tolong anterin cake ini buat cheasy ya?
Astrid (Bunda)
Bunda masak banyak, terus kepikiran mau ngasih ke cheasy separuh.
Menghela nafas raga menatap sedikit malas bunda Astrid, sebenarnya rumah cheasy juga berada di dalam satu komplek yang sama dengan tempat tinggal nya, tapi raga berada di komplek A sedangkan cheasy di komplek C.
Raga Xaviero
Kenapa ga si ka mishel aja?
Astrid (Bunda)
Dia sibuk belajar, bunda ga enak nyuruh nya, kamu aja ya? bunda mohon sebentar aja nganterin ini doang ko sayang
Raga bisa melihat tatapan memohon dari wanita paruh baya di hadapan nya ini, ini lah kelemahan raga! ia tak bisa membantah ucapan Astrid.
Raga Xaviero
Iya udah, raga ganti baju dulu.
Akhirnya raga setuju dengan nada malasnya membuat Senyuman bunda Astrid langsung merekah, ia mengangguk antusias pada sang anak.
Astrid (Bunda)
Yaudah, bunda tau cake nya di meja depan ya?
Raga Xaviero
( Mengangguk )
Astrid (Bunda)
Makasih sayang
Raga memakai jaket kulit nya lalu menyemprotkan parfum maskulin khas dia banget deh pokoknya.
Lalu raga terdiam sejenak menatap dirinya lewat cermin, tiba tiba ia teringat tadi saat di UKS.
Lebih tepatnya saat reano menatap tanpa berkedip Cheasy yang sedang Mengobati Luka di wajah nya kalo di inget Inget siaalan banget tuh cowok modusnya parah!
Tanpa mau lama lama akhirnya raga keluar dan turun ke lantai satu soalnya kamar nya terletak di lantai dua.
Mishel Xieera
Mau kemana Lo?
( Melihat sang adik menuruni anak tangga )
Raga Xaviero
Tanya aja bunda.
( Mengambil cake di meja lalu berlalu pergi )
Raga Xaviero
Bun raga berangkat ya!!
Astrid (Bunda)
Eh iya sayang hati-hati!
( Teriaknya dari dapur )
Mishel hanya memperhatikan sekilas, lalu kembali fokus dengan laptop nya, posisi dia itu lagi duduk di sofa ruang tamu lagi ngerjain tugas and ga lupa Snack penuh di meja.
Raga tampak diam sebentar mengamati pintu coklat di hadapan nya, sebelum tangan nya yang terkepal terangkat dan mengetok pintu di hadapan nya, tak lupa ia juga me'mencet bel satu kali.
Tanpa menunggu lama lagi, pintu itu terbuka dan menampilkan sosok wanita paru baya dengan pakaian khas seorang pembantu.
Dewi
Eh den raga, nyari non cheasy ya?
Tanya wanita paru baya itu dengan senyum ramah nya, Raga balas mengangguk.
Raga Xaviero
Iya bi, dia nya' ada?
Raga Xaviero
Makasih BI.
( Ucapnya setelah di persilahkan masuk )
Raga menatap kesekitar, rumah nya besar tapi sayang sepi Sekali seperti tak berpenghuni.
Dewi
Non Cheasy ada di kamar nya den, Mau bibi panggilkan atau den raga yang mau manggil sendiri?
Raga Xaviero
Biar raga aja yang manggil.
Dewi
Yaudah kalo gitu, bibi ke belakang dulu ya den. kalo ada perlu apa apa bisa panggil bibi.
Lagi Lagi Raga hanya mengangguk Sebelum langkah lebar nya membawa dirinya menuju lantai atas, dimana kamar gadis itu berada.
Terlihat cheasy yang lagi duduk di atas kasur menyender di headbord dengan handphone yang posisinya miring sekarang berada di genggaman nya.
Cheasy Agnessia
Ck! Bosen banget!
( Melempar kan handphone nya asal ke atas kasur )
Cheasy Agnessia
Ngapain ya--
Menyengrit Tipis cheasy menatap pintu kamar nya yang di ketok oleh seseorang dari luar, tunggu apa itu Tristan? tapi perasaan tuh orang baru pergi lima belas menit Tan yang lalu, apa bi Dewi?
Tak mau larut dalam pikiran kepo nya Cheasy segera beranjak dari tempat tidur nya, ia hanya menggunakan tantop berwana hitam dengan hotpants putih sepaha.
Cheasy Agnessia
Iya sabar do--
Cheasy mematung di tempat, begitu juga dengan sosok yang sedari tadi mengetok ngetok pintu kamar nya, raga sedikit termangu melihat penampilan gadis di hadapannya.
Tatapan Raga yang menatap nya dari atas hingga bawah membuat cheasy gugup setengah mati!
Raga Xaviero
Ehem..
( Mengalihkan pandangannya )
Raga melongos masuk kedalam kamar cheasy membuat gadis itu melongo tak percaya, dia raga kah?
Raga Xaviero
( Meletakkan paper bag biru di meja belajar cheasy )
Raga Xaviero
Gue di suruh bunda kesini, nganterin cake buat Lo.
Raga Xaviero
( Berbalik menatap cheasy yang masih diam di depan pintu sambil menatap ke arahnya )
Cheasy Agnessia
O,Oh iyakah? Eum, bilang sama bunda Astrid maksih.
Raga Xaviero
( Hanya diam )
Bunyi jarum jam yang setia menemani keheningan di antara mereka, sebelum cheasy dengan gugup dan pipi memerah kembali membuka suara.
Cheasy Agnessia
U,Udah kan? Eum raga bisa pergi sekarang?
Raga Xaviero
Lo ngusir gue?
Cheasy Agnessia
Engga! engga bukan gitu maksudnya--
Raga mulai melangkah membuat cheasy mengulm bibir bawah nya, sebenarnya ia sangat teramat senang karena Raga datang, sebenarnya ia ingin raga tetap berada disini, tapi pakaian nya sekarang membuat nya canggung bila Cowok itu terus ada di kamar nya dengan waktu lama.
Gadis itu menahan nafas saat tubuh kekar Raga sudah ada tepat di hadapan nya, ia tak berani menatap cowok itu karena pipinya yang entah sejak kapan sudah Semerah itu.
Raga Xaviero
Lain kali, udah nyusahin jangan ga tau diri.
( Bisiknya dengan nada rendah tepat di samping telinga cheasy )
cheasy hanya diam saja, tak ada kata kata Raga yang menetap di otaknya, entah pergi kemana otaknya sekarang.
Buru Buru cheasy berbalik saat melihat Raga keluar kamar nya, tapi sial teryata cowok itu masih di depan pintu, Raga mendorong cheasy masuk lagi mengiringi nya hingga gadis itu terduduk di pinggir ranjang setelah itu ia menutup pintu kamar Cheasy dan mendekati gadis itu.
Comments
🇦 🇩 🇦 🇲
mampir kk
2022-10-09
0
Lo ayank gue titik!
sesuai yg didapat makasih
2022-10-09
0
jjffaneee
lanjut
2022-10-06
0