Yah karena sekarang Johan mempunyai kekasih artis terkenal, Johan harus mulai sedikit memperhatikan penampilannya. Lona yang sedang kesal pada Johan karena Johan tidak pernah sama sekali menunjukkan kemesraannya di depan Lona karena sejatinya Johan memang tidak suka menggombal dan tidak bisa bersikap romantis apalagi kepada orang yang dicintainya.
Sikap cuek Johan itu bukanlah karena Johan tidak sayang melainkan karena tidak bisa mengungkapkan rasa cintanya itu lewat kata-kata. Akhirnya Johan pun keluar dengan memakai kemeja dan celan jeans casual sangat tidak cocok jika dibandingkan dengan penampilan Lona yang nyaris perfect.
"Lona, aku nggak siap baju formal, toh kita hanya bedua, lain kali aku akan lebih prepare, okay? jangan ngambek lagi dong? kan jadi hilang cantiknya kalo ngambek gitu, ihh mau digigit ya bibirnya biar nggak monyong lagi, kamu sengaja menggodaku ya? emang suka sekali kamu bikin aku panas dingin."
"Hmmm,"
"Kok hmmm, im sorry aku memang kaku, kasar, nggak bisa romantis, nggak pintar ngungkapin perasaanku, tapi aku sayang sama kamu, jangan ngambek lagi dong, hmmppff." Johan pun gemas mengangkat saja tubuh ramping nan cantik itu untuk duduk diatas pangkuannya dan menci um bi bir Lona mesra lalu membenamkan kepalanya tetap di dada Lona dan mengusap usap dada itu dengan wajahnya setelah di rasa Lona sudah kehabisan nafas.
Lona pun akhirnya luluh dengan memegang wajah Johan penuh perasaan dengan kedua tangan lentik nan mulusnya dan membalas ciuman mesra dari Johan tadi.
"Di maafin nggak?"
"Nggak, yuk ah makan, laper."
"Yuk.. mau ini? ni aaaak." Sikap Johan yang cuek pun akhirnya sedikit melembut menyesali perbuatannya tadi setelah melihat kekasih cantiknya yang sudah berdandan habis-habisan malah mendapat komentar pedas darinya tadi.
Tiba-tiba Johan merasa ada yang aneh disekujur tubuhnya dilihatnya dari kaca kamar hotelnya, bulan penuh muncul disana pantas saja sekarang seketika suhu tubuhnya meningkat.
"Sayang kamu kenapa sayang Ronald." Lona yang terkejut dan panik setengah mati karena Johan tiba-tiba mengerang kesakitan dan bersimpuh di bawah kaki Lona.
"Ungh ung grrrr." Johan yang mengerang kesakitan dengan suhu tubuhnya meningkat drastis membuat Lona panik dan ketakutan. Seketika Lona meraih ponsel Johan untuk mencari nomor handphone dokter William.
Namun hingga beberapa lama nomor ponsel dokter William tidak juga ditemukan olehnya kemudian perlahan-lahan dia melihat bahwa ada nama Willy di sana sedangkan waktu itu Johan memanggilnya dengan sebutan paman Lona yang sudah beberapa waktu melihat kontak dengan nama Paman William tidak ada di sana Lalu dia pun memberanikan diri untuk memencet nama Willy sesegera mungkin
Outgoing Call
Willy
"Ya hallo Bro."
"Hmm dok Apa ini benar nomor ponsel dokter William?"
"Oh iya bener apa ini Lona?"
"Oh iya dok ini Lona, Ronald tiba-tiba kesakitan merintih dan mengerang lalu suhu tubuhnya berubah drastis menjadi sangat tinggi sekali, dok Apa yang harus saya lakukan, saya takut sekali Dok saya takut ada apa-apa nanti dengannya?"
"Lona jawablah aku dengan se jujur jujurnya apakah kamu mencintai Ronald atau sedikit saja rasa suka kepadanya ataukah kamu tidak menyukainya sedikitpun?"
"Sebenarnya ada apa ini dok mengapa pertanyaan dokter begitu aneh, kita pasangan kekasih tentu saja kita saling menyukai."
"Bukan begitu maksud aku Lona, apakah tidak hanya rasa suka atau sudah ada rasa cinta di sana yang kamu rasakan kepada Ronald?"
...Ya Tuhan bukakanlah pintu hati-hati gadis ini agar segera menyadari perasaannya terhadap Johan, Tuhan kasihanilah Johan yang harus merasakan penderitaan yang berlarut-larut 100 tahun lamanya aku mohon engkau berikan yang terbaik untuk Johan melalui tangan ajaibmu dengan perantara gadis ini....
Gemuruh suara hati William yang tidak henti-hentinya berdoa agar sahabatnya tersebut bisa segera pulih dan kembali menjadi manusia normal.
"Sepertinya dia sangat kesakitan dok Aku ingin merasakan juga kesakitannya itu sebenarnya dia sakit apa Dok? Apa yang harus saya lakukan untuk menolongnya, saya rela jika harus membagi kesakitan itu asal rasa sakitnya bisa lebih berkurang."
Rupanya sedikit demi sedikit merasa cinta tulus Lona perlahan-lahan keluar dan William pun akhirnya menyadarinya lantas menyuruh Lona untuk memeluk Johan erat-erat agar kesakitannya berkurang.
"Lona sebenarnya obat untuk kesakitan Ronald adalah kamu jika kamu mencintainya dengan tulus maka tunjukkanlah buktikanlah bahwa kamu mencintai Ronald dengan tulus peluklah peluklah dia dengan erat berikanlah rasa sayangmu kepada Ronald melalui sentuhan atau bagaimana caranya kamu mengungkapkan rasa cintamu kepadanya nanti lambat laun maka kamu akan membantunya untuk mengurangi rasa sakit itu."
"Benarkah apakah dengan hanya memeluknya maka aku bisa membantunya mengurangi rasa sakitnya yang sepertinya begitu dalam?"
"Yah akan ku pandu kamu akan ku temani kamu sampai kamu bisa menenangkan Ronald."
"Baiklah aku akan mencoba untuk menyentuhnya dok, badannya tetap bergetar dok Ya Tuhan aku ingin meringankan bebannya ini dia mengerang kesakitan sepertinya sangat sakit sekali apakah dia menderita kanker dok?"
"Peluklah dia Lona curahkanlah rasa sayangmu kepadanya perlahan namun pasti."
"Sayang bisakah kamu duduk dan memelukku di sini aku kesulitan untuk memelukmu di lantai duduklah sayang Ronald apa kamu mendengarku Ronald."
"Percuma saja Lona dia nggak akan bisa mendengarkanmu kalau penyakitnya sudah kambuh memang dia sudah jauh berada di bawah alam sadarnya, cobalah untuk tetap memberikan kasih sayangmu walaupun dia tidak bisa mendengarnya atau merasakan sentuhanmu tapi setidak-tidaknya kamu sudah mencobanya."
"Baik dok ini saya sudah berbaring di sebelahnya dan memeluknya erat tapi dia tetap menggigil dan mengerang kesakitan giginya juga bergeme retak seperti akan menggigit suatu barang atau apa, nafas Ronald juga tersengal-sengal sepertinya dia kesusahan untuk bernafas."
"Yah memang seperti itu tanda-tandanya tidak apa tetaplah memeluknya erat dia tidak akan menyakitimu dia pasti tahu walau dalam keadaan tidak sadar kamu adalah orang yang dicintainya sekarang dia pasti bisa membedakan mana kawan dan mana lawan apalagi seseorang yang sangat dicintainya sedang memeluknya erat."
"Apa perlu saya cium bibirnya dok seperti yang ada di dongeng-dongeng itu?"
"Yah cobalah Lona kalau kamu tidak merasa takut sama sekali, belailah dia dan tunjukkan kasih sayangmu lewat sentuhan lembut curahkan kasih sayang dan cintamu dengan sepenuh hatimu dan setulus hatimu."
"Dok sepertinya dia bereaksi kulitnya tiba-tiba memerah Oh God dia mengeluarkan bulu dok Ronald tiba-tiba mengeluarkan bulu dan matanya berubah menjadi merah Ya Tuhan apa yang terjadi dengan Ronald dok?"
"Lona apakah kamu takut dengan wujud Johan yang seperti ini?"
"Apa maksud dokter? Johan Johan siapa? Johan Darwis Rahadiningrat kakek dari Ronald maksudnya gimana sih dok? sebenarnya kekasihku ini Johan atau Ronald dok?"
...Deg...
To be continued
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
Fuzi Maulida
paniknya lona
2022-10-14
1