Lona Ngambek!"

"Apakah kamu akan menyampaikan pesan Tante ini kepada Alona, siapakah yang bisa Tante mintai tolong selain kepada anaknya sendiri katakan Ronald!"

"Berikan nomor telepon rentenir itu tante, saya akan membereskannya, Dan tolong jangan pernah membahas soal hal ini kepada Alona dan mulai sekarang jangan pernah meminta uang lagi kepada Alona mintalah kepada saya tante saya akan kirim nomor saya ke nomor handphone tante lalu tante harus membalas dengan nama dan nomor ponsel rentenir yang sedang mengejar-ngejar Tante itu."

"Terima kasih banyak Ronald terima kasih Tante tidak tahu harus berkata apa lalu dengan apa tanda harus membalas kebaikanmu ini Ronald?"

"Cukup percayakan Alona kepada saya tante saya akan menjaga dan mencintai anak tante sebaik-baiknya. Jangan pernah mengganggunya lagi tante kecuali tante memang mau menelponnya karena rindu dan ingin bertemu sebagai ibu yang sesungguhnya bukan sebagai pemeras uangnya saja seperti yang sering tante lakukan selama ini."

"Ba ba baik Ronald Tante boleh minta nomor handphone kamu sekarang langsung saja Tante kirim chat ke nomor handphone kamu saja kalau begitu."

...Aduh bener-bener nih calon mantu idaman udah tampan, kaya mengerti dengan kesulitan mertuanya memang pemuda inilah yang terbaik kurasa. Semoga Ronald berjodoh dengan Alona Ya Tuhan Amin....

Gerutu Shinta dalam hatinya yang dapat dengan mudah didengarkan oleh Johan di ujung sana.

"Amin juga tante saya juga berharap seperti itu?"

"Tunggu-tunggu Apa yang kamu katakan tadi Ronald? jangan-jangan kamu bisa membaca isi hati tante? Ronald kamu bercanda kan?"

" lupakan semua itu tante, dan sebaiknya tante berjanji pada saya bahwa ini adalah rahasia antara kita Tante Jangan sampai Allah tahu kalau saya sudah membayar semua hutang-hutang tante dan jangan sampai tante sekali-sekali membahas tentang uang dan lain sebagainya kepada Alona lagi tante berjanjilah pada saya."

"Baik Ronald tante berjanji, tante berjanji tidak akan membuka rahasia ini kepada Alona."

"baiklah kalau begitu kita harus segera mengakhiri pembicaraan ini Tante karena Alona sebentar lagi akan selesai mandi."

"Oke oke oke baiklah selamat malam dan terima kasih banyak Ronald."

"Sama-sama tante."

Call Ended

✨✨✨

"Hmm seger banget, sayaangg, dimana?" Alona mencari keberadaan Johan yang tidak terlihat dimana pun. Johan ternyata sedang berada di balkon kamar hotel mewah president suite itu.

"Heii, udah mandinya?" Alona yang sudah berganti baju santai memeluk tubuh Johan dari belakang.

Penampakan Johan setelah menjawab kilat pesan yang dikirimkan oleh ibu Alona dan meneruskan pesan itu ke ponsel Arman agar Arman bersama Aditya sahabat sekaligus pengacaranya segera mendatangi tempat rentenir  tempat ibu Alona berhutang  agar segera di lunasi sesegera mungkin.

"Mandi gih? bau tuh?" pinta manja Alona padanya agar segera mandi.

"Oh iya masa sih aku bau, sinih kamu aku hukum karena mengatai aku bau."

"Oh No katanya Onal di boboin sendiri, sayang nggak ampun aku capek, turunin!"

"Ahahaha, okay, aku mandi dulu, gadis nakal." Johan pun memencet hidung Lona lama sampai hidungnya membekas merah.

"Aww sakit."

"Sakit serius?"

"Ishh, udah sana mandi ntar selesai kalo udah ciuman dan tangan kamu jalan-jalan kemana-mana udah deh tu pasti aku nggak bisa jalan lagi."

"Okay okay aku mandi." Akhirnya Johan pun melepaskan tubuh ramping nan mulus kekasihnya itu untuk mandi.

"Nah gitu dong, cup."

"Lonaaaa, hhmmm kamu menggodaku lagi, sinih kamu, hmmm hmmm hmmmppfhh." Akhirnya Johan pun tak tahan untuk men cium bibir merah alami gadis cantik itu menye sapnya perlahan setelah mengangkat tubuh Lona dan di tindihnya diatas tempat tidur berukuran king size itu.

"A hhh haaa Roo nald, ssshhh."

"Kena kau hmm, aku mandi dulu!" Dengan menahannya sekuat tenaga akhirnya Johan pun berlari kilat menuju ke kamar mandi dan mengunci kamar mandi itu agar niatnya untuk meni duri Lona berganti dengan pikiran lain.

✨✨✨

Ting tong ting tong

"Ya tunggu," Lona membukakan pintu kamar hotel itu, sudah ada  bellboy hotel membawa troly berupa makan malam mewah yang di sajikan lengkap dengan lilin yang di tatakan rapi di atas meja yang berada di tengah tengah sofa kamar mewah tersebut.

.Makanan mewah yang sudah di sajikan dengan begitu romantis lengkap dengan wine yang menambah kehangatan di dalam kamar hotel president suite itu semakin terasa.  View pemandangan kota yang terlihat dari kaca transparan kamar hotel itu pun semakin cantik saja. Setelah menghias sebentar bellboy itu pun pergi meninggalkan Lona yang akhirnya harus berdandan sedikit berbeda agar Johan semakin terpesona padanya.

Setelah 1 jam lamanya di kamar mandi, Johan keluar dengan ber te lan jang dada tetapi engkap dengan handuk yang menutup melilit bawah pinggang sixpacknya dengan sempurna. Johan pun terkejut dengan penampakan kamarnya yang sudah dihias se romantis mungkin. Johan semakin terkejut saat melihat kekasih cantiknya sudah berdandan resmi agar moment romantis kencan pertama mereka semakin terasa.

Lona sudah berpose menggoda dengan menidurkan tubuh mulus nan rampingnya diatas ranj ang hotel mewah itu dengan gaun yang super sexy. Johan pun menelan ludahnya kasar, namun tetap menjaga image di depan Alona agar tetap cool dan berwibawa. Johan yang masih belum berganti baju pun akhirnya membuka pembicaraan.

"Ehemmm lalu kamu mau aku memakai pakaian resmi juga begitu? aku nggak bawa setelan jas Lona."

"Hmmm tumben banget kamu memikirkan tentang penampilan? aku hanya ingin momen romantis ini semakin pas aja kalo aku memakai gaun ini, aku hanya ingin menyenangkanmu sayang."

"Oh ya kamu hanya perlu tidur pasrah dengan wajah er o tis kamu yang menggoda itu, sudah cukup buatku."

"Isshh selalu mesum tingkat tinggi yang keluar dari mulut kamu, sebel deh, ya sudah nggak usah pakai baju sekalian, aku lebih suka kamu nggak pake apa-apa, pasti tar kamu bilangnya begitu?"

"Hmmm nggak kok, maafkan aku, dasar manja, genit, cengeng, ngambekan."

"Ya abisnya aku kan pengen nyenengin kamu dengan dandan seperti ini, eh dia malah gitu, bilang cantiknya pacar aku, trimakasih sudah dandan secantik ini untukku, gitu kek?! ih bikin bad mood tau nggak!"

"Bentar dulu ngambeknya aku pakai baju dulu, kalo aku meluk kamu kaya gini, udah deh ngak bakalan makan malam lagi kita." Johan pun masuk ke mini walk in closet kamar hotel itu untuk memakai baju yang sedikit formal untuk makan malam romantisnya. Ternyata memang Johan tidak menemukan satu pun baju formal disana. Arman yang memang masih muda tidak membawakannya baju formal sama sekali.

To be continued

Terpopuler

Comments

𓆩𝓮𝓵➛

𓆩𝓮𝓵➛

kukira kenapa itu ngambeknya😆 waktu baca judul babx😂

2022-10-13

6

Fuzi Maulida

Fuzi Maulida

yg rutin up nya thor, semangat

2022-10-13

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Pertemuan dan Visual
2 Dia Tetangga Gue!
3 Apakah Ini Cinta?
4 Tidur Bareng?
5 Berjuang Atau Mati!
6 Terapis Baru
7 Nggak Tahan!
8 Ganggu Aja!
9 Curiga!
10 Me Sum!
11 Langkahi Dulu Mayatku!
12 Celana Gembel
13 Onal Terombang Ambing
14 Jelmaan Srigala
15 Lona Bermasalah!
16 Bobo'in si Onal
17 Tertangkap Basah!
18 Lona Ngambek!"
19 Kamu Berubah?
20 Lona tetap cinta kah atau pergi?
21 Berita Gembira
22 Kakek Kakek Tampan
23 Onal Tegang!
24 Perjaka Tua
25 Lidah Tak Bertulang
26 Lamaran Iseng
27 Go Public!
28 Pertemuan di Mall
29 Cinta Membara!
30 Fakta Baru
31 William yang Mencurigakan!
32 Rahasia yang Terungkap
33 Jeratan Pesona
34 Perkenalan
35 Ceplos Ceplos
36 Terungkap?
37 Kesedihan..
38 Ketahuan!
39 Onal Wujud Srigala!
40 Cabe - cabean..
41 Si Onoh!
42 Terpukul!
43 Sok kecakepan!
44 Belum Cukup Umur!
45 Malam Bukan Pertama
46 Keberangkatan Mama
47 Jalur Medis atau Mistis?
48 Guru Les..
49 Pengeroyokan!
50 Gue Sayang Dia!
51 Naik Pitam!
52 Hidup atau Mati?
53 Test Pack!
54 Makin Ngartis!
55 Bertemu
56 Penolakan Alona!
57 Aku Berbeda!
58 Terpaksa!
59 Tukang Seblak!
60 Pawang si Bawel!
61 Manja!
62 Skill Menaklukan Wanita.
63 Keras Kepala!
64 Ketemu Mantan!
65 Nyonya Besar!
66 Nyonya Besar!
67 Asisten Koplak!
68 Melanjutkan Dendam!
69 Ide Brilian
70 Pra Wedding!
71 Ternyata Begitu!
72 Wedding Day
73 Restu Lona?
74 Damai..
75 Romantisme..
76 Bapaknya Masa Gitu!
77 Kesal Fenty..
78 Awas Hamil!
79 Bau Tanah!
80 Kutukan Permanen!
81 Amnesia Adolf
82 Jangan Kau Ambil Dia..
83 Bobo Bareng!
84 Otw ke Jerman
85 Selamat Jalan Kekasihku Sayang..
86 Lembaran Baru..
87 Om-om Tampan.
88 Beristrikah?
89 Kencan?
90 Lari Terbirit-birit..
91 Tiba-tiba Mabuk..
92 Mulai Akrab..
93 Habis Kesabaran..
94 Nikmat Tak Berujung.
95 Paparazi..
96 Senangnya..
97 Lapis Legit..
98 Model Majalah..
99 Pria Terakhir..
100 Tato Cerminan Diri..
101 Cerita Lalu..
102 Mendalami..
103 Perjuangan Cinta
104 Please Jangan Pergi!
105 Mundur Alon-alon
106 Refresh
107 Hari Pertemuan!
108 Kenyataan..
109 Bocil Gokil
110 Kebahagiaan Haqiqi
111 Nekat Nikah!
112 Ibu Camat
113 Bahagia Selamanya
114 Yuk Mampir.. Menikahi Calon Mertuaku..
115 Mampir Yuk di Razia Cinta Polisi Tampan
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Awal Pertemuan dan Visual
2
Dia Tetangga Gue!
3
Apakah Ini Cinta?
4
Tidur Bareng?
5
Berjuang Atau Mati!
6
Terapis Baru
7
Nggak Tahan!
8
Ganggu Aja!
9
Curiga!
10
Me Sum!
11
Langkahi Dulu Mayatku!
12
Celana Gembel
13
Onal Terombang Ambing
14
Jelmaan Srigala
15
Lona Bermasalah!
16
Bobo'in si Onal
17
Tertangkap Basah!
18
Lona Ngambek!"
19
Kamu Berubah?
20
Lona tetap cinta kah atau pergi?
21
Berita Gembira
22
Kakek Kakek Tampan
23
Onal Tegang!
24
Perjaka Tua
25
Lidah Tak Bertulang
26
Lamaran Iseng
27
Go Public!
28
Pertemuan di Mall
29
Cinta Membara!
30
Fakta Baru
31
William yang Mencurigakan!
32
Rahasia yang Terungkap
33
Jeratan Pesona
34
Perkenalan
35
Ceplos Ceplos
36
Terungkap?
37
Kesedihan..
38
Ketahuan!
39
Onal Wujud Srigala!
40
Cabe - cabean..
41
Si Onoh!
42
Terpukul!
43
Sok kecakepan!
44
Belum Cukup Umur!
45
Malam Bukan Pertama
46
Keberangkatan Mama
47
Jalur Medis atau Mistis?
48
Guru Les..
49
Pengeroyokan!
50
Gue Sayang Dia!
51
Naik Pitam!
52
Hidup atau Mati?
53
Test Pack!
54
Makin Ngartis!
55
Bertemu
56
Penolakan Alona!
57
Aku Berbeda!
58
Terpaksa!
59
Tukang Seblak!
60
Pawang si Bawel!
61
Manja!
62
Skill Menaklukan Wanita.
63
Keras Kepala!
64
Ketemu Mantan!
65
Nyonya Besar!
66
Nyonya Besar!
67
Asisten Koplak!
68
Melanjutkan Dendam!
69
Ide Brilian
70
Pra Wedding!
71
Ternyata Begitu!
72
Wedding Day
73
Restu Lona?
74
Damai..
75
Romantisme..
76
Bapaknya Masa Gitu!
77
Kesal Fenty..
78
Awas Hamil!
79
Bau Tanah!
80
Kutukan Permanen!
81
Amnesia Adolf
82
Jangan Kau Ambil Dia..
83
Bobo Bareng!
84
Otw ke Jerman
85
Selamat Jalan Kekasihku Sayang..
86
Lembaran Baru..
87
Om-om Tampan.
88
Beristrikah?
89
Kencan?
90
Lari Terbirit-birit..
91
Tiba-tiba Mabuk..
92
Mulai Akrab..
93
Habis Kesabaran..
94
Nikmat Tak Berujung.
95
Paparazi..
96
Senangnya..
97
Lapis Legit..
98
Model Majalah..
99
Pria Terakhir..
100
Tato Cerminan Diri..
101
Cerita Lalu..
102
Mendalami..
103
Perjuangan Cinta
104
Please Jangan Pergi!
105
Mundur Alon-alon
106
Refresh
107
Hari Pertemuan!
108
Kenyataan..
109
Bocil Gokil
110
Kebahagiaan Haqiqi
111
Nekat Nikah!
112
Ibu Camat
113
Bahagia Selamanya
114
Yuk Mampir.. Menikahi Calon Mertuaku..
115
Mampir Yuk di Razia Cinta Polisi Tampan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!