"Yah tentu saja Lona itu adalah artisku yang paling bermasalah, mengapa bisa kamu berhubungan maksudku mendekati salah satu artisku yang memang punya banyak affair dengan lelaki lain."
Diam-diam Alona pun mencuri dengar apa yang hendak di katakan oleh Fenty pada Johan, apakah Johan nantinya berbalik dan menerima semua fitnah yang dikatakan oleh Fenty untuknya.
"Yah kamu benar seharusnya aku menyelidikinya terlebih dahulu, kenapa aku tidak berfikir sejauh itu ya?"
DEG
Sialan kenapa Ronald malah tidak memihakku, ya tuhan apakah aku juga harus tertipu lagi dengan pria yang kuyakini adalah pria terakhir untukku yang sudah kuberi hadiah terindah yaitu mahkota ke pera wanan ku padanya.
Gejolak hati Lona yang sudah tidak tahan ingin di keluarkan sekarang juga.
"Nah kan, seharusnya kamu meyelidiki dulu gosip tentangnya yang memang sering terlibat affair dengan lelaki lain, apalagi ibunya yang doyan judi, suka mengobral anak gadisnya demi membayar hutang-hutangnya yang sudah menumpuk di rentenir."
"Tapi gimana ya ngomongnya, aku nggak sadar kalo ternyata aku tuh udah suka ama dia sejak pertama kali melihat wajahnya yang lucu dan menggemaskan, aku nggak peduli walau dia simpanan om-om kek, cowoknya banyak kek, yang pasti aku cuma minta satu dari Lona, saat kita bercinta tetap fokus padaku jangan memikirkan hal lain, apalagi laki-laki lain."
Pffftt rasakan, ternyata kekhawatiranku tadi nggak terjadi, makasih tuhan udah mendatangkan ksatria tampan yang siap menjaga ku di mana pun aku berada, apalagi dalam menghadapi rintangan seperti ini.
Gemuruh hati Lona ingin melompat-lompat kegirangan.
"Jadi kamu nggak keberatan meskipun latar belakang Lona sungguh memalukan?"
"Sayang udah sampe, sorry aku tadi ganti baju dulu nih hoodie dari kamu udah aku pakai cup." Lona yang berlagak tidak tahu menahu tentang hasutan Fenty pada kekasih tampannya itu pura-pura tidak melihat keberadaan Fenty yang kelihatsan sangat muak dengan kemesraan Lona dengan Ronald di depan matanya. Apalagi setelah Lona memberikan kecupan di bibir merah kekasih tampannya itu.
"Yuk udah selese kan kerjaannya, kamu dicari manager kamu nih, katanya kamu dapat job lagi untuk main film layar lebar."
"Ahahaha, ada mbak Fenty toh, jangan ngaco deh? sorry gue nggak kelihatan ada lo mbak."
"Lona sebaiknya kamu menjaga sikapmu di depan umum, bagaimana jika paparazi menamgkap tingkah lakumu yang nggak senonoh di depan umum!"
"Abis gue nggak tahan pengen nyi pok aja kalo punya laki gini amat gantengnya mbak, hahha."
Sindirian Lona tadi sangat mengena di hati Fenty betapa tidak, Fenty yang sudah naksir berat pada Johan sejak melihatnya dari kejauhan tadi pagi saat mengantarkan Ara berangkat ke lokasi shooting itu pun juga ingin mempunyai brondong yang bisa selalu memuaskan has rat se ks nya yang terpendam akibat menjanda terlalu lama.
"Heh menjijikan kamu sekali lagi kamubertingkah memalukan kamu akan aku keluarkan dari Ph (Production House) kita!"
"Sayang berhentilah jadi artis cukup diam saja menemaniku seharian aku akan memenuhi segala kebutuhanmu, apa yang kamu butuhkan sih sebenernya?"
"Ahahaha sayang ayoo, lama-lama pembicaraan mbak Fenty padaku semakin menyakitkan, yuk."
"Tunggu, ada catatan sedikit untuk managermu Lona." Johan menuliskan sesuatu di secarik kertas untuk Fenty.
Jangan sampai kamu mencoba melukai Alona karena busuknya isi hatimu yang ingin memilikiku itu tidak akan pernah terjadi, janda korban kdrt mantan suami tukang selingkuh ya? jangan coba-coba mengusik kesabaranku! Kalo kamu masih ingin bekerja di Ph ini. Aku tahu kamu nggak suka dengan kesuksesan Lona selama ini yang notabene anak korban broken home yang akhirnya bisa bangkit dari keterpurukan di masa remajanya. Maka lepaskanlah Lona, keluarkan Lona dari team kamu, aku akan memberikan team yang lebih baik untuknya. Manager kok ngiri ama kesuksesan artisnya, bukannya keuntungan ada padamu kalo artismu mendulang kesuksesan.
Deg
Hah bagaimana bisa dia tahu semua, padahal ini semua isi hatiku yang dia tuliskan di selembar kertas ini, breng sek! emangnya dia dukun.
Gemuruh isi hati Fenty yang tak tertahankan lagi.
"Sayang aku sempet negatif thingking tadi ama kamu."
"Negatif thingking gimana?"
"Ya kamu tiba-tiba bilang begini (yah kamu benar seharusnya aku menyelidikinya terlebih dahulu, kenapa aku tidak berfikir sejauh itu ya?)"
"Hehe kamu udah shock duluan pasti, sinih im sorry aku nggak tahu ternyata kamu mempunyai beban begitu berat dalam hidup kamu, hmmm sekarang ceritakan apa kamu punya adik?" ucap Johan sambil meraih tubuh kekasih cantiknya itu untuk masuk kedalam dekapan hangatnya.
"Yah adikku masih SMA, aku juga masih membiayai sekolah adikku, tapi sekarang dia sering kerja part time untuk ngeringanin bebanku dia bilang, sempat ketahuan aku dan aku marahi dia habis-habisan aku mau dia fokus sekolah aja belajar yang rajin nggak usah mikirin biaya sekolahnya. Aku sengaja memasukkannya di sekolah internasional, aku nggak tahu dimana letak kesalahanku saat banyak tugasnya yang seharusnya dia minta padaku segala pengeluarannya eh dia malah kerja part time untuk biaya membeli buku dan segala macamnya.
"Adik kamu cowok apa cewek?"
"Cowok."
"Yah karena dia cowok, dia pengen ngebantu kamu juga, dia berarti udah punya tanggung jawab sebagai kepala keluarga kelak, dukung aja dia sambil pantau nilai-nilainya, kalo pada darnya dia bisa nguasain pelajaranya sih nggak masalah juga kerja sambil sekolah, jangan melulu di marahin karena dia udah dewasa untuk memilih mana yang baik dan mana yang buruk yang seharusnya tidak dia lakukan."
"Yah makasih banyak sarannya, ini masih jam 4 sore, kamu mau langsung balik hotel?" tanya Lona pada Johan sambil melihat wajah tampan dari dekat.
"Hahaha keliatan banget ya di wajahku kalo aku pengen balik ke hotel aja ngabisin waktu di kamar aja ama kamu.
"Iya tauu deh ngerii takut nggak bisa jalan akunya, sebenernya aku juga pengen balik hotel karena pengen istirahat, tapi takut."
"Hehe, jangan gitu ah, kok kelihatannya aku tuh suka banget nyiksa kamu, ya udah yuk balik i promise i wont do anything to you, aku janji akan tidur dengan memelukmu saja," ucap Johan sambil jari peace di tunjukkan pada Lona
"Baiklah janji hanya bobo kan sayang, sayang?" Lona pun menekankan sekali lagi pertanyaannya bisakah Johan menepati janjinya bila mereka hanya berdua.
"Iya aku akan tidur di sofa kalo kamu ragu?"
"Oh noo aku mau bobonya di dada kamu, jangan tidur terpisah okay?"
"Ya udah tar si Onal di boboin dulu pake cara lain biar nggak gangguin kamu?
"Hah? gimana caranya bobo'in Onal?
DEG
To be continued..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
elis yanti
🤣🤣🤣 ci onal minta di boboin pangen tau caranya lona... tanya ma author😁
2022-11-02
0
𓆩𝓮𝓵➛
ada lah caranya pokoknya🤣🤣 biar makin byk pengalaman nya😂😂
2022-10-13
6