Alona mulai melakukan aktifitasnya di tepat jam 6 pagi itu, Alona tidak merasa sakit di sekujur tubuhnya akibat perawatan dadakan yang dilakukan kekasih tampannya dinihari tadi.
Johan yang tidak tidur sama sekali sudah memesankan makanan untuk di kemas sedemikian rupa agar bisa di bawa untuk bekal kekasih cantiknya itu ke lokasi shooting.
Setelah mandi dan berganti baju santai Lona pun mengeringkan rambutnya sejenak tanpa make up apa pun, tetapi kecantikan Lona tetaplah terpancar.
"Udah cantik, mau aku antar?" tanya Johan Menawari gadis cantik itu tumpangan.
"Boleh, kamu nggak capek?" tanya Lona yang masih membubuhkan lipbalm agar bibir merahnya tidak kering.
"Mau dong jadi lip balmnya."
"Sayang ih, jangan cium sekarang, karena kalo udah cium udah nggak ada jalan untuk kembali, bisa-bisa shootingnya batal."
"Baiklah baiklah Tuan Putri, ini bekal makanan kamu, jangan sampai telat makan, hmmppffhh." sambil mengalihkan perhatian Alona Johan mengambil kesempatan saat Alona lengah dengan men cium bibir berlapis lip balm tadi hingga si empunya bibir merah alami itu pun me nde sah dengan mata sayu keduanya yang bisa membahayakan apabila diteruskan.
"No sayang stop!" lain kali kita habiskan waktu seharian bersama kalo aku nggak kerja ya?"
"Serius? promise?" tanya Johan pada Alona dengan memberikan jari kelingkingnya seperti ABG yang meminta kekasihnya menepati janji.
"Hmm i promise you?"
"But When?"
"Maybe next month."
"Okay i'll wait for it." (okay akan aku tunggu sampai hari itu datang) Johan menjawabnya dengan masih mengeratkan tangannya ke pinggang ramping Alona.
"Baiklah ayo berangkat," Lona pun menarik tangan kekar kekasih tampannya itu agar segera mengantarkannya ke lokasi shooting."
Mereka berdua pun langsung menuju Lobby hotel karena Johan sang pemilik memiliki keistimewaan yaitu segala fasilitas untuknya yang sudah di siapkan sedemikan rupa oleh karyawannya.
Mobil sportnya pun sudah terparkir di depan lobby hotel dengan sempurna.
Alona pun masuk ke mobil Johan dengan memakai masker dan juga topi agar identitasnya tidak diketahui oleh umum.
Outfit Lona saat berangkat ke tempat shooting.
30 menit kemudian Lona pun sampai di Lokasi shooting.
"Sudah sampai tuan putri." Johan pun menghentikan mobilnya dengan tersenyum.
"Mau nunggu? oh jangan deh tar bahaya." tanya Lona lagi
"Bahaya kenapa?" tanya Johan penasaran
"Ya bahaya orang bintang FTV nya kalah tampan dari kekasihku ini hmmppffhh, udah balik aja ke hotel dan jangan pecicilan Lo, awas ya kalo suka lirik sana sini!" Lona pun memberi ciuman sebagai salam perpisahan agar Johan ingat terus padanya dan tidak melirik gadis lain.
"Hmmppffhh baiklah, ini buat kamu aku kemarin membelikanmu Hoodie semoga cocok, karena baju kamu untuk shooting pasti pakainya yang terbuka bikin otak para laki-laki jadi makin kotor."
"Ihh so sweet, okay aku pakai ya, bye sayang."
"Bye."
✨
✨
✨
...Lokasi Shooting...
"Pagi Mbak Lon ini mbak make up dulu, gimana mbak Doi Dateng nggak tadi malam? aku kira mbak nggak bakal ikut shooting pagi ini, bukannya kalo sekamar pasti terjadi hal-hal yang diinginkan."
"Hei, belum cukup umur tar Lo mupeng, ambilin minum dong De haus nih."
"Nih mbak minumnya, oiya mbak jangan salah paham dulu waktu itu tuh bukan aku yang ngasih alamat appartment mbak ke Mantan mbak."
"Yang bener lo? trus siapa yang ngasih?"
"Aduh nggak tau deh mbak, jangan-jangan mbak diikutin suruhannya." jawab Dea yang mengira orang terpandang seperti Michael pasti dengan mudahnya bisa mencari alamat Lona apalagi Lona adalah seorang artis terkenal.
"Ya udah tar gue cari tau deh siapa sebenarnya yang ngasih tau alamat gue ke lelaki cabul itu!"
"Yuk Lon shooting mau di mulai," ajak Fenty sang manager.
"Okay mbak, yuk."
"Tunggu Lona, siapa tadi yang nganter Lo?"
"Oh temen," jawab Lona pada managernya yang masih belum mau membuka hubungannya dengan Johan karena baru seumur jagung.
"Temen? ganteng gitu? kenalin dong, kalo emang cuma temen?" ejek Fenty yang memanageri beberapa artis untuk salah satu PH dan Alona juga bekerja di bawah naungan PH (Production House) tersebut.
"Ahhha masih PDKT kenapa mbak naksir?" tanya Alona penasaran dengan mengernyitkan kedua alisnya.
...Tuh kan baru turun bentar buat ngebukain pintu mobilnya udah dapet aja mangsa tuh cowok gue baru juga dua hari jadian udah bikin jantung gue mau keluar...
"Iya dong Lon, doi jemput Lo lagi nggak?"
"Nggak kayaknya deh," Alona mencoba menghindar daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Fenty yang terkenal berambisi tinggi ini pun tidak akan melepaskan crushnya dengan mudah.
"Wah Lo kebangetan jangan-jangan elo milikin dia sendiri."
"Yeee bisa gitu ya, terus mau Lo gimana mbak? bagi-bagi cowok gue gitu Ama Lo? kalo dianya mau sih gue ikhlas. kalo dianya menolak ya mohon maaf sekali, gue rencana mau nerima cinta dia tar malem puas Lo! ih sono minggir." Alona dengan tingkah bar-barnya yang sudah berganti outfit shooting menabrak saja tubuh manager somplaknya itu sampai terduduk di sofa tepat di belakang cameraman.
Lona yang berakting sebagai wanita malam ini pun mencoba menjadi semenggoda mungkin dalam sesi cover foto untuk Film yang dia bintangi. Tanpa perlu basa basi lagi Lona pun segera menyerang Fenty akan perilakunya yang membuat Lona tidak nyaman. Padahal dulu saat Lona menjalin hubungan dengan Michael, Fenty tidak pernah menunjukkan kesukaannya juga terhadap mantan pacarnya itu.
Namun sekarang saat melihat wajah tampan dan tubuh tegap tinggi menjulang muncul di depan mata Fenty agaknya kesempatan jumpa pertamanya sangatlah berarti hingga terasa sampai ke hati.
4 jam berlalu..
New Message Just Now
My R
Udah selesai shootingnya?
Me
Baru aja
My R
Ya aku udah di area parkir
Me
Okay meluncur
*****
Dari kejauhan Alona melihat Fenty sudah siap di area parkir tepat di depan mobil sport Johan parkir dan menunggu Johan keluar dari mobilnya.
"Haii mau jemput Lona ya?" tanya Fenty SKSD palapa ( sok kenal sok dekat padahal nggak tahu apa-apa).
"Iya bener mau jemput Lona kamu siapa?"
"Oh kenalin aku manajernya namaku Fenty." Fenty menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Johan dan Johan pun langsung saja menjabat tangan Fenty.
🤝
"Ronald," jawab Ronald dengan mengernyitkan kedua alisnya mengapa wanita ini tiba-tiba berada di depan mobilnya.
"Kenapa kaget ya Ada aku di sini Kamu pasti bertanya-tanya kenapa Aku nungguin kamu di depan mobilmu?"
"Iya apa ada masalah dengan Lona?" tanya Johan sambil mengernitkan kedua alisnya
"Yah tentu saja Lona itu adalah artisku yang paling bermasalah, mengapa bisa kamu berhubungan maksudku mendekati salah satu artisku yang memang punya banyak affair dengan lelaki lain."
DEG
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
𓆩𝓮𝓵➛
dihhh, sebar fitnah gatau aja apa ronald tuh ga bakal percaya juga sama kamu
semangat trus othorku
2022-10-11
6