Me
Sial, punya cewek gini amat yak! bikin hor ny terus bawaannya, sampai sana nggak usah pakai apa-apa
❤️Loney❤️
Nggak nanti pakai baju besi di celana da lamnya ada gembok
Me
Ahahhaha pengen aku gigit bibir kamu, ya udah aku brangkat, see you soon😘
❤️Loney❤️
Nggak kerasa
Me
Oh God!!!
...Blam...
Pintu mobil dibuka dan ditutup oleh pak Ridwan driver pribadi Johan.
"Sudah Den?"
"Sudah pak."
"Tumben ke Bandung Den, denger-denger lagi deket ama NonLona artis cantik itu ya Den?"
"Kata siapa pak? kok sampe pak Ridwan ikut ngegosip?
"Yah siapa lagi Den? yang heboh tapi selalu bisa diandalkan."
"Fajar pak?"
"La iya Den, itu anak udah koar-koar sambil nyuruh bapak nganterin Aden ke Bandung mau apa tadi ya mau mun mun apa gitu?"
"Heh emang dasar mulut ember ngga bisa jaga rahasia!"
"Yah pokonya bapak nganter Aden terus nggak boleh ganggu aja setelah sampe hotel, pesennya gitu."
"Pffttt, kadang pengen bejek-bejek ngelihat mukanya Fajar tu, suka bikin ngocol, konyol banget."
"Haha iya Den, apa sih tadi mun mun ama Non Lona, hadeh bapak lupa lagi."
Fajar Fajar gimana kalo aku jadi monster didepannya bisa-bisa seluruh dunia tahu siapa aku sebenarnya huff aku berharap hari itu nggak akan pernah terjadi.
4 jam kemudian
23.00 malam
Johanson Hotel Bandung
"Den udah sampe Bapak pulang dulu ke rumah sodara, ini kunci mobil Aden bapak sudah dijemput di lobby Hotel ama saudara bapak, met hanimun den bapak baru inget hahaha jangan keras-keras deh nanti si Enon nggak bisa jalan dan nggak bisa syuting besoknya!"
"Yah kenapa semua orang ketularan nyablak kayak si kunyuk itu!"
Johan pun melihat kepergian Pak Ridwan dengan menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri.
"Selamat malam Tuan Muda mari saya antarkan ke kamar." salam sapa Mayangsari sang manager hotel dengan antusias menyambut kedatangan anak dari Johan Darwis pemilik Hotel dan apartemen yang menjamur di seluruh negeri ini.
"Hmm nggak perlu aku bisa ke kamar sendiri apa kunci satunya udah diterima ama dia?" tanya Johan memastikan.
"Kalau nggak salah Nona udah di kamar menunggu kedatangan tuan muda," setelah mendengar jawaban dari Mayangsari Johan pun tersenyum simpul.
"Baiklah terimakasih," Johan pun segera memakai kaca hitamnya kembali untuk berjalan lagi menuju ke lantai 25 dimana sang kekasih sudah menunggunya.
*
*
*
Room 2522
...Tit...
Cekk..klek..
Sang kekasih ternyata sudah tidur dengan lingerie yang siap disobek oleh Johan kapan saja, tetapi Johan tidak sampai hati untuk membangunkan gadis cantik itu karena kelelahan yang terlihat di wajah cantiknya.
Johan pun mandi terlebih dahulu setelah 30 menit mandinya pun selesai juga kini pria tampan itu bergegas mengeringkan rambutnya untuk kemudian meluncur menyusul kekasih cantiknya menuju ke peraduannya yaitu tempat tidur mewah berukuran king size di kamar hotel presiden suite itu.
Dilihatnya ke arah balkon bulan nampak 🌙 masih separuh. Nampaknya malam ini dirinya masih terselamatkan dan belum waktunya berubah wujud.
Johan pun tidur memeluk tubuh gadis cantik itu dari belakang tubuh Alona.
"Hmmm, sudah datang?" ucap Lona yang sepertinya mengigau lalu membalikkan badan se xy nya menyusup ke dekapan hangat Johan yang berte lan jang dada dengan hanya memakai celana boxernya saja.
"Hmm tidurlah, kamu pasti lelah," Johan mencium puncak kepala Lona dan membelai rambut wangi gadis cantik itu.
Setelah mandi harus aroma parfum mahal yang menempel ditubuh pria tampan itu pun menyeruak masuk ke sela-sela hidung gadis cantik itu, hingga membuatnya membuka matanya seketika.
"Hmmm baumu enak," ucap Alona sambil makin menyusupkan wajahnya kedalam dekapan monster tampan itu
"Alona jangan begini, nanti Onal bangun."
"Onal siapa Onal?"
"Nama senjataku."
"Pfftt hahaha lucu banget sih, Onal bangun kan nggak apa-apa tar ada yang nina Bobo in kok."
"Serius? kamu nggak capek?" tanya Johan memastikan.
"Hmmm nggak, fiuuuu, fiuuuu, fiuuuu."
Bagaimana dia ngajak bercinta kalo ternyata tidurnya begitu pulas sambil mengigau, ck ck ck menggemaskan sekali tingkah lucunya itu.
"Hmm jangan bicara lagi tidurlah?!"
"Hmm siniin kepala kamu taruh didadaku gantian, hmm kamu pasti akan terlelap hmm."
...Ya tuhan dia pasti nggak sadar sudah membuat Onal terombang ambing oleh ketidakpastian. My God bau tubuhnya begitu memabukkan. Bagaimana bisa dia menempelkan kepalaku di dadanya seperti tak punya dosa....
POV Johan
Aku pun lagi-lagi dihadapkan antara hidup dan mati didepan hidungku sudah menempel da danya yang memang tak terlalu besar seukuran kepalan tanganku. Dengan alasan kesehatan ku buka saja kaitan br a lingerie merahnya lalu terpampanglah dengan nyata Pu ting pink menggoda dengan pa yu da ra mengkal yang juga tidak begitu besar cukup untuk ku habiskan sendiri sebagai hidangan pembuka
Ku beranikan diri untuk menye sap saja pu Ting pink menggoda itu ku ji lati pucuk pu ting nya sampai Lona mende sah hebat sambil menjambak rambut gondrongku.
"Aa hh hmmm apa ini? haaa ungh," Lona menengadahkan kepala kelangit atap hotel mewah itu.
"Hmmm aku udah nggak tahan kamu suguhkan pa yu da ra kamu sayang, Im sorry if i make mistake?"
"No its alright, in i like it ( nggak apa aku suka kok)
"Baiklah aku lanjutkan ya," Johan masih melanjutkan aksi ses sap pil in dan gi git put ing pink yang menggiurkannya itu. tak lama kemudian Lona pun menyentuh wajah sayu Johan dengan kedua tangannya lalu mencium bi bir Johan mesra yang sudah ingin di lakukannya sejak di penthouse Johan tempo hari.
Sambil masih sibuk me ***** dan bertukar sa liva Alona dan Johan semakin mengeluarkan desa han secara bersahut sahutan sampai suara mereka berdua pun sudah memenuhi seluruh ruang di kamar hotel mewah itu dengan suara keduanya yang terengah-engah.
Kemudian Johan pun mengabsen setiap jengkal tubuh bagian bawah gadis cantik itu dengan menyusuri tubuh mulus itu dengan li dah nya dan sampailah Li dah tak bertuan itu ke hidangan utama. Di jil atilah klit Lona setelah tadi berhasil melempar saja lingerie merah yang sudah di sobek ke sembarang tempat.
Alhasil Alona pun semakin menengadahkan kepalanya saking nikmatnya service yang di berikan oleh Johan hingga Alona pun meminta si Onal untuk segera melakukan finishing yang memuaskan pada Vagi nanya yang sudah ba sah maksimal lalu
...J le bb...
Onal dengan ukuran Triple XL itu pun berhasil masuk walau dengan susah payah.
"A hh enak?"
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
Ippiieeee
ahahahaaa
2022-11-02
0
elis yanti
🤣🤣🤣 pak ridwan mau ikut mun mun katanya den... tenang di kawal ampe pelaminan
2022-11-02
0
𓆩𝓮𝓵➛
udah kayak hidup dan mati waduhhh bisa sampe gitu yakk🙈🤣🤣, next kk semangat trus
2022-10-09
4