Alona pun menganggukkan kepalanya sekali lagi dan berulang-ulang.
"Iya lanjutkanlah," ucap Lona pasrah dengan berselimut kabut gairah yang sudah tidak tertahankan lagi. Alona pun memberi izin kepada Johan untuk melakukan sesi percintaannya kembali.
Dress Lona pun sudah di buang sembarang saatnya hidangan utama siap disantap dengan lahap oleh monster tampan itu.
"Okay aku masukkan ya?"
Jl ebb..
Sosis jumbo Johan pun di dorongnya pelan hingga berhasil masuk dengan sempurna walau sangat sempit dan menghimpit.
"Lona apakah sakit sshh apa kamu baik-baik aja?"
"Hmmm yah aku aku A hhh, sakit nyeri."
"Lona jangan bilang ini pertama kalinya?"
"Hmmm iya."
"What?! Lon kenapa kamu nggak bilang dari awal kalo ini pertama kalinya, apa kita tunda saja daripada kamu semakin nggak nyaman? memang sangat sempit sekali pasti nanti permukaannya akan luka dan mengeluarkan darah."
"Aa hhh Aku nggak apa-apa aku sebentar lagi juga nggak sakit itu kata mereka yang sudah berpengalaman."
Johan pun menikmati sesi percintaan itu dengan memaju mundurkan pinggulnya dengan masih meresapi kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya sebagai manusia normal ternyata seperti ini rasanya. Tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Raut wajah Lona yang berada dibawahnya pun menahan sakit bercampur nikmat membuat Johan tak kuasa melihatnya.
Johan pun memberikan ciuman penuh ga irah di bibir Lona agar sakit yang di rasa Lona di bagian Va gi nanya segera berganti dengan kenikmatan yang tiada tara. Sambil memompa dan mendaki puncak kenikmatan, Johan sesekali memberikan Lona kenikmatan yang lain yaitu sesapan di put ing pink milik gadis cantik itu untuk mengurangi sakitnya lagi agar sedikit demi sedikit Lona juga bisa merasakan kenikmatan seperti yang Johan rasakan.
1 jam kemudian Lona pun mendapatkan kli maks ke 5 kalinya saking nikmatnya kegiatan bercin tanya itu hingga gadis cantik itu lemah tak berdaya. Sedangkan Johan dengan kekuatannya yang maha dahsyat campuran antara setengah manusia dan setengah serigala ini pun merasa sangat lega baru kali ini Johan akhirnya berhasil ber cinta tanpa harus berubah wujud terlebih dahulu.
Betapa bahagianya hati Johan saat ini bahwa penantian panjangnya selama 100 tahun terjawab sudah. Tinggal selangkah lagi benarkah Alona adalah Jodoh yang di tunggu tunggunya selama ini ataukah masih ada gadis lain di luar sana yang seharusnya bersanding dengannya dan bukan Alona.
Alhasil Alona pun dibikin tepar tak berdaya karena serangan dari Johan yang begitu kuat tidak ada seperempat dari kekuatannya yang bisa menandingi kekuatan gai rah Johan yang tak terkendali. Sekujur tubuh Lona seketika lemah lunglai meringkuk di dalam dekapan hangat tubuh tegap Johan yang sama-sama polos tertutup selimut tebal bermotif serigala milik Johan.
"Masih sakit?"
"Hmmm nggak apa-apa, nggak tahu suka aja pengennya nempel terus sama aroma tubuh kamu," jawab Lona sambil masih memejamkan matanya dihiasi dengan senyum penuh arti yang begitu tulus yang diberikan hanya untuk Johan.
"Oh ya sesuka itu kah kamu padaku?"
"Enggak siapa bilang?" jawaban Lona itu selalu bertolak belakang dengan tingkah lakunya yang semakin menempel pada Johan padahal bibirnya baru saja berkata bahwa dia tidak suka terhadap perlakuan Johan selama ini. Johan pun semakin gemas untuk menggodanya terus-menerus karena ucapannya yang selalu menolak tetapi tingkah lakunya selalu bertolak belakang dengan perkataannya itu membuat Johan semakin tergerak lagi untuk menjahili gadis itu lagi dan lagi.
"Oh ya? memang gadis ini perlu diberi pelajaran, ih gemas aku gigit aja." Johan pun menggigit belakang tengkuk leher Alona hingga berbekas merah sebagai tanda cinta agar dia tidak melirik laki-laki lain.
"Aw sakit kok digigit?"
"Ya itu biar kamu nggak nakal dan main melirik cowok lain seenak kamu, karena kamu hanya milikku?"
"Ye kapan bilang sukanya tiba-tiba milikin gue?"
"Kayak anak kecil aja harus bilang nembak segala harus bilang aku sayang kamu dulu baru bisa memiliki? kan udah diambil madunya barusan masa masih nggak suka? terus apa kamu mau bercinta dengan setiap lelaki walau kamu tidak suka dengan lelaki itu?"
"Ih nggak peka deh kan gue cuman mancing supaya elo itu kepancing dan bilang sayang kek bilang suka kek ngambil madu tanpa bilang ini itu kan kejam juga gue pulang deh males di sini males ngeliat cowok nggak peka."
"Ehhh eits mau kemana? ya deehhh Alona, Cintyara Alona mau kah kamu menjadi kekasihku?"
"Hmmm."
"Alona aku menyukaimu, aku nggak tahu sejak kapan tapi yang pasti jantungku selalu berdetak kencang dengan hanya melihatmu dari kejauhan apalagi setelah kamu mendekat kalau cinta mungkin akan menyusul segera, Aku nggak pintar berkata-kata aku juga nggak bisa merayu aku cowok yang paling cuek mungkin selama ini yang pernah kamu temui tapi satu yang pasti aku ingin kamu menjadi milikku walau kamu belum memiliki perasaan yang sama nggak papa aku akan menunggumu, tapi ya jangan lama-lama nunggunya tar keburu diambil cewek lain akunya mana ganteng gini, ya nggak?"
"Yeee narsis, kok gitu sih ngomongnya lucu banget itu sih nggak pengen diterima cintanya gimana sih ya udah nggak papa sih aku juga suka sama kamu sinih jangan jauh-jauh mau peluk lagi."
"Ihh gemesnya udah nggak gue elo lagi sekarang udah aku kamu?"
"Ehhmmm bawel ah! ngantuk nih peluk lagi."
Penampakan Johan yang polos sambil memeluk Alona erat sebelum itu Johan memakai celana training terlebih dahulu agar sosis jumbonya tidak lagi bangun dan tiba-tiba menyerang Alona yang kini sudah kesakitan dan lemas. Johan pun mengambil foto damai kekasihnya saat tidur meringkuk dalam selimut dan dijadikan wallpaper ponsel pintarnya yang bermerkan iPhone XIII promax itu.
Keduanya pun kembali dalam tidur lelap masing-masing sambil Alona Masih betah menyusup di dada bidang kekasih kampanye itu sambil berselimut tebal. Karena suhu AC yang tadinya tidak terasa dikarenakan panasnya gairah asmara sekarang sudah kembali dingin setelah keduanya sudah mencapai puncak bersama-sama. Johan pun tersenyum penuh arti saat melihat ada bercak darah di sprei putihnya menandakan bahwa kekasih cantiknya itu memang baru pertama kali disentuh oleh lelaki betapa beruntungnya lelaki itu adalah Johan.
"Alona kamu di dalam kan? Lona buka pintunya, Aku tahu kamu pindah kemari karena kamu menghindariku kan? Alona keluarlah Aku tahu kamu di dalam!"
...BRAKK brakk brakk...
Lona Alona Breng sek!!!!
Setelah mendengar keributan dari luar Johan pun segera melesat keluar dengan berlari kilat. Seketika tangan dari Michael diputarnya ke belakang seperti memutar mainan anak-anak dengan begitu mudahnya.
"Awww aaa aduuduuu aduuhh lepaskan."
To be continued..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
𓆩𝓮𝓵➛
bntr"🤔, oalah baru ingat michael siapa🙈, hadehh itu juga dah ada calonnya sendiri juga
2022-10-08
6