Johanson Appartment Residence
Melihat keadaan Johan yang bu gil tanpa sehelai benang pun Alona pun langsung berteriak histeris.
"Argghh!!!" Lona menutup matanya dengan kedua tangannya tapi jari manis dan jari tengahnya masih memberi ruang untuk matanya melihat pemandangan yang sulit untuk dilewatkan itu.
"Mana ada nutupin wajah tapi mata masih bisa melihat, udah lihat aja nggak usah curi-curi pandang."
"Yee jadi elo udah baikan nih? kok bisa sih tadi elo tiba-tiba ngilang tanpa pamit sih?"
"Jadi kamu kawatir," Johan pun berdiri sambil memakai bathrobe yang ada di sampingnya yang sudah di pakainya saat Lona tadi memejamkan matanya.
"Nggak siapa yang kawatir, gue nggak peduli, mau elo ilang kek, sakit kek, nggak ada urusannya ama gue, lantas kenapa tadi elo teriak sambil manggil nama gue?"
"Eh mana ada? aku nggak ngerasa manggil nama siapa pun apalagi kamu, gadis kecil yang sudah berani nyuri ciuman dariku."
"Jangan bilang kalo itu adalah ciuman pertama elo?" Lona menebaknya dengan mata membelalak dan menutup mulutnya yang terbuka dengan kedua jemari tangan lentiknya.
Yah apa yang dikatakan Lona adalah benar adanya, Johan tidak pernah sekalipun merasakan melakukan kontak fisik dengan lawan jenis, karena dia takut tidak bisa mengontrol hawa naf sunya apabila terjadi hal yang lebih dari sekedar ciuman.
"Karena elo terus terusan mengungkitnya pasti elo nggak bisa ngelupain saat-saat itu hayoo ngaku? pantas saja aku merasa berciuman dengan pemuda yang baru saja belajar berciuman." Lona pun geli untuk menggodanya lagi.
"Kalo iya emangnya kenapa? aku mau minta sekali lagi apa diijinkan? aku mau buktikan bahwa aku memang pantas disebut pemula, pemula yang teknik berciu mannya bisa membuat kamu merasakan kli maks saat itu juga, hmmm mau bukti?" Johan pun balik menggodanya dengan mendekat ke arah Lona yang sudah duduk di pinggiran tempat tidurnya sekarang. Johan ingin membalas penghinaan yang di ucapkan Lona tadi bahwa Johan baru pertama kali berciuman.
Deg
"Ah ternyata lo udah sehat nggak ada gunanya gue disini, bye." pamit Lona yang nggak mau terbawa suasana lagi seperti saat dia mabuk, karena sekarang dirinya sangat-sangatlah sadar tapi saat Lona hendak beranjak dari kamar super mewah milik Johan itu, Johan pun menarik tubuh mungil gadis cantik itu hingga wajah mereka berdekatan dan Johan mulai memberanikan diri untuk menc ium gadis itu terlebih dulu.
"Hmmpp pffhh hmmppffhh stop hmmppffhh," Lona pun dicium paksa oleh Johan lalu tangan Lona mencoba mendorong dada bidang Johan untuk menghentikannya tapi apa daya kekuatan Johan tidak bisa dibandingkan dengan kekuatan lelaki seperti kekuatan manusia biasa pada umumnya, melainkan kekuatan monster yang siap membuat Lona lemas tak berdaya.
Lona pun di buat men desah dan meri ntih nikmat kala niatnya untuk menyudahi serangan ci uman dalam dari Johan itu tidak bisa terhindarkan, malah sekarang Lona pun mulai membalas ciu man yang
di sertai belitan lid ah itu dengan melingkarkan kedua tangannya ke leher berotot milik pemuda tampan itu. Kaki Lona pun terpaksa harus berjinjit saking jauhnya jarak antara keduanya hingga membuatnya harus menyamakan jarak keduanya.
Johan yang merasa kawatir tumit kaki Lona nanti akan kesakitan karenanya Johan pun mengangkat saja tubuh mungil Lona dan di gendongnya seperti bayi koala lagi. Tangan Johan pun mulai bergerilnya ke segala arah sambil mengetest sejauh mana pertahanan gai rahnya akan bereaksi. Johan ingin sekali sembuh dengan merasakan gai rah lagi terhadap gadis cantik yang sedang di cum bunya sekarang, lalu tangan Johan mulai masuk kedalam dress Lona dan..
"Ronald, om permisi harus segeraa upss, sorry sorryy lanjutkan om pamit dulu," Pamit William kepada Johan yang tak sengaja harus melihat pemandangan indah yang tidak pernah di alami Johan selama 15 tahun mereka berteman. William pun segera pergi dari Appartment mewah Johan dengan sedikit berlari sambil tersenyum penuh arti, karena sahabatnya itu pun sangat mengharapkan Johan bisa hidup dengan normal seperti manusia lain.
Untungnya kedua anak manusia itu tidak menghiraukan saat William berpamitan dari sana. Kini tangan Johan sudah berada di bukit kembar yang pas di genggaman tangannya yang panjang dan besar hingga si empunya pa yu da ra pun merintih nikmat setelah tadi Johan berhasil melepas kaitan b ra Lona hanya dengan satu kali hentakan saja.
"Ssshh,, a hh ya elo benar gue akuin elo berpengalaman, gue udah cum (kli maks) hanya dengan berci uman ," mata keduanya yang nampak sayu sudah berselimut kabut gai rah membara membuat Johan pun dengan cepat membantu melepaskan baju gadis itu dan membuangnya ke sembarang tempat. Kegiatan men yu su pun di mulai dengan li dah Johan sudah menye sap pu ting pink yang sudah menegang meminta untuk di berikan se sapan lembut disana.
"A hhh maafkan aku Lona, aku hilang kendali maafkan aku, tapi aku nggak bisa berhenti udah terlanjur sejauh ini, apa boleh melanjutkan ke sesi selanjutnya?"
Johan pun meminta izin pada Alona untuk melanjutkan melakukan hal yang enak-enak tadi ke level yang selanjutnya. apakah diizinkan ataukah malah ditolak mentah-mentah oleh Alona. ternyata Alona pun masih dengan mata sayunya menganggukkan kepalanya memberi izin kepada Johan untuk melakukan melanjutkan aksinya.
Kemudian tangan Lona dengan cekatan membuka Bathrobe Johan hingga terpampang nyata body sixpack badan Tegap dengan penampakan sosis jumbo Johan yang berdiri tegak ingin menembus peraduan lembah lembab yang sudah basah siap menerima hunusan sosis jumbo milik Johan.
William pernah mengatakan bahwa apabila suatu saat nanti Johan menemukan tambatan hatinya saat akan melakukan kegiatan bercinta maka yang Johan rasakan adalah perasaan yang sangat dahsyat seperti akan berubah menjadi monster tetapi dia tidak berubah menjadi monster melainkan tetap menjadi manusia biasa dengan perasaan yang begitu dahsyat seakan-akan dia akan merubah wujudnya menjadi monster di saat hal itu sudah terjadi berarti kabar baiklah yang akan diterima oleh Johan yaitu kesembuhannya di masa yang akan datang.
Johan pun nekat untuk melakukan hal itu dengan Alona dengan tujuan untuk mengetahui bahwa Alona lah wanita yang Johan cari selama ini. Walau perasaan aneh yang dirasakan terhadap Alona getaran detak jantung yang semakin cepat saat berdekatan dengannya. Namun masih dia ragukan apakah itu suka atau cinta tetapi Johan nekat saja melakukan hal itu karena sudah lelah menunggu untuk mencari dan mencari kepada siapakah hatinya nanti akan berlabuh.
Walaupun belum pasti Apa yang dirasakan oleh Alona terhadapnya akan memberi petunjuk untuk kesembuhannya suatu hari nanti tetapi Johan berpacu kepada perasaannya terhadap Alona yaitu perasaan tertarik, maka dari itu Johan nekat untuk tetap melakukan hal itu dengan gadis pilihannya ini demi kesembuhannya selama penantiannya berpuluh-puluh tahun lamanya.
"Katakan sekarang kalau kamu menolaknya sebelum aku kehilangan kendali maka sekarang juga aku akan menghentikannya tapi jika kamu mengizinkannya maka aku akan melanjutkannya dan tidak ada jalan kembali Alona?" John meyakinkan Alona sekali lagi apakah Alona benar-benar ingin bercinta dengannya?"
Deg
To be continued..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
𓆩𝓮𝓵➛
aaaaa... bikin penasaran aja🤭lanjut up lagi kak, mantap lah👌
2022-10-06
6