Johan yang sedari tadi mendengar perbincangan Alona dan ibunya pun akhirnya membuka pintu appartment nya. Outfitnya kali ini sudah berganti dengan baju santai, mempertontonkan pahatan indah tanganya yang terlihat sering sekali berolah raga sehingga tonjolan bisep dan trisepnya nampak jelas, dipadu padankan dengan celana pendek, serta rambut gondrongnya dengan dandanan ala anak remaja pada umumnya menutupi kening putih mulusnya membuat Alona terpana dan menelan ludahnya kasar.
...GLEG
...
"Apa elo mau pergi, oiya kita belum kenalan?" tanya Alona pada Johan.
🤝
"Ronald," jawab Johan sambil berjabat tangan dengannya.
"Masuklah" Ucap Johan kepada Alona dan mempersilahkan Alona masuk ke dalam appartment nya, seolah Johan tau Alona di perintahkan ibunya untuk lebih jauh mengenalnya. Karena Johan mempunyai Indra pendengaran yang sangat tajam sekarang terlepas Indra pembaca pikirannya yang tidak mempan jika berhadapan dengan gadis cantik di depannya itu.
"Tunggu dulu! elo tadi mau keluar atau udah tau kalo gue mau ngedatengin elo lagi?"
"Aku mau keluar sebentar, lalu niat itu ku urungkan saat melihat tetanggaku sepertinya di usir oleh ibunya sendiri," ucap Johan mengingkari bahwa niat awalnya memang akan mempersilahkan Lona masuk.
Sambil melihat Appartment mewah Johan yang sangatlah luas dengan kulkas raksasa dan kitchen set mewah serta terdapat minibar dengan koleksi wine mahal, karena tahun pembuatan nya terbilang sudah sangat kuno. Semakin lama tahun pembuatan wine itu semakin enak dan semakin kuat pula kadar alkoholnya.
"Mau coba minum?" tanya Johan sambil mengambil wine dari tangan Alona dengan tahun pembuatan wine itu tertera "1950"
"Hmm apa elo tinggal sendirian di appartment semewah ini? sepertinya usia gue lebih tua dari lo?" tanya Lona ragu.
"Coba tebak berapa umurku? tanya Johan lagi
"Hmmm 20tahun?"
"Umurku 100 tahun," Jawab Johan jujur sambil berlalu pergi ke kitchen setnya mengambil gelas kristalnya yang khusus digunakan untuk meminum wine..
"What?! are you kidding me? kamu bercanda kan?" tanya Lona
"Terserah mau percaya atau tidak, yang pasti aku lebih tua dari kamu gadis kecil," jawab Johan sambil menuangkan wine itu dan jari telunjuknya menyentuh sekilas ujung hidung mancung Alona. Hal itu sukses membuat Alona mendadak panas dingin.
...Ya ampun ngapain sih dia pake ngegoda gue,, jantung gue jadi meledak ledak lagi nih ahh...
Batin Lona pun bergejolak. Lalu Diminumnya seteguk wine itu dari tangan Johan tadi.
...GLEG lalu GLEG GLEG GLEG
...
Gelas itu pun kosong tak tersisa..
"Hmmm manis ternyata," ucap Lona dengan polosnya.
"Manis memang tapi kamu bisa mabuk kalo terlalu banyak minum gadis kecil," ucap Johan meyakinkannya.
"Tidak tidak, gue mau lagi," pinta Lona lagi.
"Kamu yakin?"
"Ah lamaa, udah tuangin lagi," pintanya sedikit memaksa.
"Minum wine itu di nikmati bukan diminum seperti orang kehausan," ucap Johan.
Lalu diminum nya lagi pelan sesuai anjuran Johan.
GLEG
Kemudian pandangan Lona mendadak kabur dan merasa pusing, Lona menghampiri Johan yang sedang duduk di hadapannya
Lalu..
"Lona kamu hmmmmppffhhhh mabuk hmmmppff," ucap Johan tertahan karena tiba tiba Lona membungkam mulutnya dengan ******* bibir Johan yang sedari tadi sudah menggoda imannya.
Johan mulai tergoda dan membalas ciuman panas Alona yang mulai meminta untuk di jelajah lebih dalam, Johan pun mengangkat tubuh Alona ke atas pangkuannya dan kedua kaki Alona menghimpit tubuh tegapnya. sayangnya ciuman panas itu harus terjeda saat gadis itu tertidur di ceruk leher Johan dengan bibir Lona yang sudah bengkak dan belepotan lipstik bercampur saliva mereka berdua.
Johan pun tersenyum sambil membersihkan bekas lipstik dibibir nya dan bibir Alona yang terlihat bengkak berkat ulahnya. Seketika Johan menggendong nya seperti bayi koala dan hendak mengantar nya ke appartment Alona. Alona makin mengeratkan pelukannya ke ceruk leher Johan dan membenamkan wajahnya disana.
Ting..tong..Ting..tong..
Cek..klek..
"Kenapa dia?" tanya Shinta pada Johan.
...Hmm dasar gadis nakal bagaimana bisa dia pintar sekali memilih lelaki tampan, ya ampun dibibirnya juga masih menempel lipstik gadis nakal ini, Lona juga memeluknya erat seperti tak mau lepas, tangan pemuda ini pun terlihat mendekap pant atnya, kenapa dia menggendongnya dengan model begini sih...
Batin Shinta yang ingin segera menjual anaknya pada Johan.
"Sepertinya Lona kelelahan tante," jawab Johan pura pura polos.
"Siapa namamu?" tanya Shinta lagi.
"Saya Ronald" jawab Johan yang telah berganti nama untuk ke tiga kalinya.
"Ronald temani Alona atau bawa saja Lona tidur di appartment kamu karena tante mau pulang sekarang, jaga dia ya," Shinta pamit dan berlalu pergi setelah membawa pergi uang Alona dari brankasnya.
...Dasar wanita gila, bagaimana bisa dia menitipkan anak gadisnya kepada pria asing yang baru pertama kali di temuinya, bagaimana jika aku berniat jahat pada gadis ini ibu macam apa dia....
Johan membatin sambil menggeleng gelengkan kepalanya. Johan pun membawa Lona kembali ke appartment nya dan ditidurkan nya tubuh mungil Alona di kamar tamu dengan ranjang ukuran queen size itu, dan menarik selimut menutupinya sampai ke dada.
Lalu saat Johan hendak pergi dari kamar itu dan mematikan lampu kamar. Tangan Lona menarik kaos nya dan berkata..
"Hmm jangan pergi." ucap Lona sambil masih dengan mata terpejam.
Apalagi ini ya tuhan, gadis ini berulah lagi, baiklah jangan salahkan aku kalo berbuat lebih kepadamu gadis nakal.
Johan pun berbaring di samping Alona, lalu Lona mulai melingkarkan tangan nya ke perut Johan dan membenamkan kepalanya di atas dada bidang Johan.
DEG
...Jantung Johan serasa mau melompat, mimpi apa aku semalam ya tuhan, sekarang malah tidur bersama gadis kecil yang baru saja kukenal.
...
Lalu Johan pun dengan sekuat tenaga menahan hasratnya saat bukit kembar Alona yang pas seukuran genggaman tangan Johan, menempel erat padanya. Johan menelan ludahnya kasar
GLEG
...Tidak tidak aku tidak boleh tidur disini, aku takut tiba tiba berubah wujud saat aku tidak bisa menahan diri. ...
Lalu diangkatnya pelan tangan dan kaki gadis cantik itu dari atas tubuhnya. Setelah keadaan di rasa aman, ditinggalkannya gadis itu dan Johan pun kembali lagi ke kamarnya.
...Aahh lega nya akhirnya aku bisa tidur dengan nyaman....
Keesokan harinya..
Alona terbangun saat jam menunjukkan pukul 10.00 pagi.
"Hmmm dimana nih?dimana gue?" tanya nya pada dirinya sendiri. Ingatan Alona tentang kejadian indah semalam bersama tetangga tampan nya pun perlahan bermunculan di kepalanya.
Dari sejak Alona meminum wine, mabuk dan meracau tak jelas dan mencium Johan dengan paksa sampai tidur bersama di kamar johan. wajah Lona memerah seperti kepiting rebus karena lagi lagi Lona berbuat hal yang bodoh di luar nalar saat bersama Johan.
Lalu Lona membaca pesan di atas bantalnya, sebelum pergi sarapanlah dulu. Tulis Johan di atas secarik kertas itu.
Aahhh dia seperti suamiku saja.
Batinnya bergejolak sambil tersenyum.
...Btw apa yang dilakukannya sekarang? apa dia karyawan ataukah dIa masih kuliah, aku tebak pasti dia masih semester 5 atau 6 mungkin....
Batin nya lagi penasaran.
Dilihatnya di meja makan sudah tersedia berbagai menu makanan dari bubur ayam, burger, pancake.sampai sandwich.
"Wow apa dia membeli semua menu sarapan hanya untuk gue? Okay gue makan aja sandwichnya, thanks," ucap Lona dan menulis nya diatas secarik kertas tempat Johan menuliskan pesannya tadi.
Lona berlalu pergi dan bergegas menuju ke appartment nya untuk segera berangkat ke lokasi shooting.
...Ting..tong..Ting..tong.....
...Cek..klek.....
"Mbak Lona ditunggu di lobby," ucap Dea asisten Lona.
"Okay masuklah gue ganti baju dulu."
15 menit kemudian..
"Ayo berangkat" ajak Lona
"Ayo mbak," jawab Dea sambil membawa baju ganti Lona.
✨
✨
✨
🏙️Mega appartment Sumarecon.
Nampak di lokasi shooting sudah siap para kru, semua sibuk dengan tugasnya masing-masing. Alona langsung di sambut oleh make up artist, hair stylist dan juga wardrobe untuk menyempurnakan penampilannya.
Dari kejauhan dilihatnya sosok yang sangat menarik perhatian nya akhir akhir ini, pandangan mereka berdua pun bertemu, Lona masih bertanya-tanya apa yang dilakukannya disini, bukankah seharusnya dia kuliah? batin Lona berkecamuk.
"Mbak Lona mbak Lon, di panggil sutradara tuh, shooting mau di mulai, mbak kok ngeliatin pak CEO terus naksir ya?" tanya Dea jahil.
"Hah CEO? yang mana CEO nya?" tanya Lona penasaran karena Johan sedang berdiri menghadap lokasi shooting dengan ke 3 orang lainya yaitu asistennya, pengacara nya dan yang terakhir sekertaris nya.
"Yang mana lagi mbak yang paling muda, yang tinggi menjulang dan yang paling tampan keliatan banget pesonanya mbak," jawab Dea penuh kagum.
DEG
To be Continued..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
Tungau Bantal 🎪🤡🎀
jadi pengen tambah "te" tapi takut dosa 🙏🏻
2022-11-23
1
Alicia Foreveryoung
bobo cantik
2022-10-06
0
Maki Sekarang
next
2022-10-06
0