...Cek..klek.....
“Ada perlu apa?” tanya Johan setelah melihat penampakan gadis cantik di hadapan nya yang sudah berganti baju rumahan dengan kaos gombrong berwarna ungu dan hot pants yang hampir tertutup sempurna oleh kaosnya dan memperlihatkan kaki jenjangnya yang putih mulus, dengan membawa senampan piring cantik seperti nya berisi makanan.
Dilihatnya penampakan Johan yang masih memakai kemeja sobeknya tapi sudah di keluarkan dari celananya.
“Hmm gue mau minta maaf, gue udah buat baju lo sobek, gue kira elo paparazi, ini ada kue buat lo sebagai permintaan maaf gue,” Ucap Lona sambil memberikan piring berisi dessert tersebut ke arah Johan
Lalu ada seseorang mengomel dan mengumpat seperti nya umpatan nya tertuju pada Alona. Padahal orang itu masih belum terlihat di koridor lantai 35 yang mana hanya ada apartemen Johan yang terbesar dan yang kedua adalah apartemen Alona yang ukurannya lebih kecil.
“Hhmmm Alona Alonaa, pokoknya gadis itu harus beri aku uang sekarang,” Ucap Mommy Alona setelah keluar dari lift yang belum nampak di koridor itu.
Johan mendengar ada seseorang yang akan menemui gadis ini , dengan nada marah orang itu memanggil nama gadis cantik yang ada di hadapannya sekarang.
Johan pun menarik masuk tubuh Alona dengan cepat ke dalam appartment nya untuk menyelamatkan Alona agar Alona tidak diserang oleh wanita tua itu. Dan tak sengaja tubuh Alona menempel erat ke tubuhnya dan satu tangan Johan menyentuh pinggang gadis itu. Alona heran mengapa Johan mendengar kata-kata umpatan padahal Alona tidak melihat siapapun di ujung koridor apartemennya.
Alona pun di buat tak berkedip saat hembusan nafas Johan yang meniup puncak rambut indahnya, bau tubuh Johan menyeruak menembus nafasnya membuatnya sesuatu dibawah sana berdesir tak karuan.
“Apa ada seorang yang mencarimu, sepertinya seorang wanita tua yang sedang marah marah?” tanya Johan sambil mendekapnya erat dan Alona masih memegang piring dessert nya.
Sambil meletakkan piring dessert itu di sembarang tempat. Lalu Lona melepaskan pelukan Johan.
"Eh lepasin gue nggak bisa nafas, apa elo khawatir gue kenapa-napa?” tanyanya sambil tersenyum dengan wajah yang sudah pink kemerahan karena tindakan Johan yang tiba tiba membuat jantungnya berdegup kencang hingga susah untuk bernafas.
...DEG...
...Aduh jantung tolong kondisikan please...
batin Lona tak karuan. Ternyata 5 menit kemudian ibunya pun muncul.
“Lona Alona dimana kamu, dasar gadis tak tau diuntung, Arggghhhh!” teriak Shinta sambil marah marah tak jelas lalu memasukkan password appartment Alona dengan masih mengomel tak jelas.
...Cek..klek.....
“Dia ibu gue, hmm gue permisi dulu gue akan menemuinya, jangan lupa dimakan ya kuenya,” ucap Alona kepada Johan sambil berlalu pergi dari appartment nya dan mengedipkan sebelah matanya ke arah Johan.
...Dasar gadis Nakal...
Batin Johan bergejolak. Satu yang Johan heran mengapa Johan tidak bisa membaca pikiran Alona mengapa tidak bisa Johan melihat ketulusan dalam diri gadis cantik itu sedangkan pada orang lain dia bisa membaca pikiran lawan bicaranya apakah orang tersebut hendak berniat jahat padanya apakah benar-benar tulus ingin berteman dengannya.
Kemeja putih Johan sebelum di robek oleh Alona.
Pesona seorang Cintyara Alona membuat jantung Johan berdetak kencang, wangi tubuh Alona dalam dekapan nya tadi membuatnya sedikit merasakan gairah, gelayar hangat dari dalam lubuk hatinya, membuatnya merasakan lagi perasaan indah yang dulu pernah di rasakannya pada seorang wanita walau hanya sebentar.
Incoming Call
Arman
"Halo ya Man?"
"Bos ternyata Bos, si Cynthiara Alona itu apartemennya di dekat Boss Lo, di sebelah Bos persis bos di lantai 35 kan lantai itu cuman ada dua apartemen Bos selama ini apa bos tidak pernah bertemu dengannya? wah si bos mah keterlaluan Bos gitu nggak ngomong-ngomong, Bos mau simpan sendiri pemandangan indahnya? tiap hari ketemu sama cewek cantik nggak bagi-bagi sama saya?"
"Sembarangan kamu nggak pernah sama sekali di lantai ini aku menemukan ada wanita berkeliaran Arman! lebih baik kamu lakukan pekerjaan yang lain yang lebih bermanfaat daripada menjadi penguntit artis wanita yang menghuni apartemen ini."
"Ah si bos mah aku kan pengen minta foto dan minta tanda tangan gadis cantik itu bos, kebetulan kan aku sudah lama ngefans berat sama Cynthiara Alona Bos, si bos mah nggak asik. Oh iya Bos besok kan ada jadwal bos harus menghadiri shooting iklan apartemen Summarecon yang pertama dan bos harus hadir di syuting perdana iklan itu Bos.
Setelah itu kalau Bos cocok dengan model iklannya Bos bisa sekalian memilih brand ambassador untuk kedepannya selalu memakai artis itu menjadi BA appartment kita. Tapi kalau bos tidak cocok, saran saya sih mending itu tuh bos pakai si itu jadi BA nya?" yang dimaksud oleh Arman adalah agar Johan memilih langsung Cynthiara Alona menjadi brand ambassador untuk apartemen yang baru dibangunnya itu.
"Apaan sih Man! bisa nggak aku nggak datang aja, soalnya ada hal yang lebih penting yang harus aku bereskan Arman daripada sekedar untuk menghadiri shooting perdana iklan salah salah satu gedung apartemenku."
"Oh barusan aja Susan mengabariku lewat chat kalau bintang iklan yang seharusnya hadir adalah Naura fajriyah tapi diganti dengan Cynthiara Alona Bos, wah jangan sampai Bos nggak datang bos masak tetangga sendiri yang membintangi iklan eh si Bos malah nggak datang."
"Ya sudah kita lihat nanti saja."
"Benarkah Bos ini nggak seperti Bos biasanya lho Bos, boss tuh nggak pernah mau tahu yang namanya wanita tapi sekarang Bos sepertinya suka ya sama Cynthiara Alona bos ayo ngaku tadi katanya nggak mau dateng Bos sekarang mau dipertimbangkan, Aku suka aku suka kalau bosku jatuh cinta yeee."
"Dasar gila!"
Call Ended..
Tak terasa Johan pun tersenyum malu mengingat perbincangannya dengan Arman tadi yang awalnya Johan tidak mau menghadiri proses syuting perdana apartemennya seketika berubah setelah mendengar bahwa yang membintangi iklan tersebut adalah Cynthiara Alona gadis cantik tetangga barunya.
✨
✨
✨
“Alona dari mana kamu, kok memakai baju seperti itu?” tanya Shinta curiga.
“Mom sudahlah jangan marah-marah terus, aku dari tetangga sebelah,” jawab Alona malas.
“Apa tetanggamu itu lelaki tampan? Mommy curiga karena wajahmu bersemu merah begitu, Apa dia seorang konglomerat? sampai mampu tinggal disini.” tanya Shinta penasaran, radar pencari menantu tajir pun seketika dihidupkan olehnya
“Dia sangat tampan mom, tapi sepertinya dia masih sangat muda, appartment nya sangat luas 3 kali lebih luas dari milikku."
“Oh iya, baguslah kalau begitu jangan sampai kamu bergaul dengan lelaki miskin ingat itu Alona, cepatlah move on dari Michael dan cari pengganti yang sepadan kalo bisa yang lebih darinya, mommy tidak akan menyetujui lelaki miskin bergaul dengan anak mommy.” ucap Shinta menegaskan.
“Mom aku baru bertemu dengannya tadi, aku juga belum sempat berkenalan karena mommy tiba tiba datang dan jangan membahas pria cabul itu lagi mom, aku jijik mendengarnya.” ucap Alona kesal.
“Ya sudah kalo begitu temui dia lagi,” perintah Shinta sambil mendorong tubuh Alona keluar appartment nya.
“Momm, apa-apaan ini ya tuhan,, aa hhhh bisa bisa nya, ibuku menjual anaknya sendiri." umpat Alona sambil menghentak-hentakkan kakinya ke lantai koridor appartmentnya.
Lalu pintu appartment Johan terbuka..
...Cek..klek.....
Mata mereka berdua bertemu dan..
DEG
To be Continued..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
Maki Sekarang
dasar
2022-10-06
1
Alicia Foreveryoung
ibu sableng
2022-10-06
0
Andira Marahasa
ibu durhaka
2022-10-06
0