"Thanks Raisa, atas perhatiannya" ucap Timah.
"Bunda Ratu juga dapat salam dari Pangeran Andrik, kalau tidak ada kesibukan Pangeran Andrik juga akan ikut serta saat minum Gahwa nanti" ucap Raisa agak berbisik.
*Deg deg deg ahhh mapus deh* jerit hati Timah saat dapat salam dari sang Pangeran.
Jantung Timah berdetak kencang merasa di perhatiin oleh Pangeran. bagaimana tidak *gak pernah pernah nya selama ini Timah di salami pria ganteng tajir*
"Terima kasih Raisa, salam balik buat Pangeran ya" ucap Timah senang.
"Sama sama Bunda Ratu" balas Raisa.
Sebagaimana umumnya setiap gadis yang sedang jatuh cinta, mereka tidak pede bertemu kekasih hatinya kalau tampil biasa. Demikian halnya dengan Timah saat mendengar kalau Pangeran si buah hati akan minum Gahwa bersamanya.
"Kalau begitu Bunda Ratu harus perawatan ke salon dong" ucap Timah gugup.
"He he he.." Raisa menahan tawanya saat melihat Bunda Ratu panik.
"Lho kamu kok malah ketawa, ..Raisa" ucap Timah.
Raisa langsung pasang muka serius setelah di tegur Bunda Ratu "Maaf Bunda Ratu, itu wajar saat wanita ingin terlihat cantik oleh seseorang itu artinya dia sedang jatuh cinta"
"Contohnya saat mendengar ada ponaan Pangeran yang datang, kan Bunda Ratu biasa biasa saja" lanjut Raisa.
"Sebaliknya saat dengar kalau Pangeran juga mau datang Bunda ratu langsung panik, mau perawatan, mau ke salon kecantikan, itu artinya Bunda Ratu tidak Pede dengan tampil biasa" ucap Raisa.
"Ah bisa aja kamu, Raisa" balas Timah.
"Benar lho, setiap orang kalau sedang jatuh cinta pada seseorang, maka setiap dia akan ketemu orang yang di cintainya dia pasti ingin terlihat lebih cantik" ujar Raisa.
*Raisa Benar* pikir timah, saat membayangkan Pangeran ingin bertemu, Timah sudah merasa gelisah seolah apa yang ada padanya tidak akan membuat Pangeran tertarik, Timah mulai cemas takut kehilangan Pangeran, saat berpikir kalau pangeran di gilai banyak wanita cantik.
"Semua wanita ingin berpakaian bagus, elegan, makeup saat mereka hendak melakukan presentasi atau di tempat kerja, tujuannya tidak semua untuk mengesankan para kaum Pria lho Sa, melainkan hanya ingin terlihat rapi, bersih, percaya diri, dan karismatik" kilah Timah.
"Iya memang tidak hanya wanita yang ingin tampil rapi saat bertemu Pangeran, tapi mereka tidak kepikiran untuk dandan ke salon, beli gaun mode terkini iya kan?" tanya Raisa.
"Iya ... memang kenapa rupanya?" tanya Timah.
"Maaf Bunda Ratu, kalau boleh tau apa perasaan Bunda Ratu, seandainya Pangeran lebih perhatian pada wanita lain, selain Bunda Ratu?" tanya Raisa.
"Kamu kok nanya yang aneh aneh sih, tentu saja sebagai calon istrinya saya tak rela" jawab Timah tersinggung.
"Maaf Bunda Ratu, itu artinya bunda ada cemburunya juga, salah satu tanda orang jatuh cinta wajib ada rasa cemburu" jelas Raisa.
"Gak usah dibahas, kalau tidak ada lagi yang penting, sebaiknya Raisa kembali ke villa Pangeran" pinta Timah sangat tersinggung.
"Ok Bunda Ratu, saya rasa sudah cukup, tapi sebelum saya pergi saya perlu ukuran tubuh Bunda Ratu dan catatan tentang kebutuhan bunda ratu dalam waktu dekat, termasuk kebutuhan untuk perawatan kecantikan yang akan saya laporkan pada Pangeran" jelas Raisa.
"Baik nanti Ramzan atau Eveline akan memberikan nya pada ada" Kelit Timah.
Timah benar benar merasa terganggu dengan ucapan Raisa *Bagaimana perasaan Bunda Ratu jika Pangeran lebih perhatian sama wanita lain?*
Terbayang di benaknya bagaimana Mona yang selalu berusaha nempel sama Pangeran, timbul rasa jengkel dan tidak rela, kalau pangeran bersama wanita lain sekalipun itu cuma sesuatu yang terbersit di kepalanya.
****
Jam 4.00 sore Timah sudah berdandan secantik mungkin, perasaan senang saat kepikiran kalau Pangeran akan minum Gahwa di villa Bunda Ratu sore ini.
"Gaun yang ini pas gak va" tanya Timah pada Eveline.
"Kalau Bunda Ratu yang pake semua terlihat cantik kok" jawab Eveline.
"Maksudnya cocok gak dengan momen minum Gahwa sore hari" timpal Timah.
Semua gaun yang di belikan Pangeran sudah Timah coba, hanya gaun yang ini yang cocok menurut Timah, tapi tetap saja Timah ingin mendengar pendapat temannya.
"Ini sempurna bun" komentar Eveline mengacungkan jempolnya.
"Benaran ya va?" tanya Timah kurang yakin.
"Suer kok Bun" Eveline menyakinkan Timah.
"Saya boleh coba satu bun?" tanya Evelin memilih milih gaun yang menggunung di ruang keluarga.
"Ambil saja yang Eva suka" ucap Timah.
Eveline juga mengambil gaun model abaya yang mewah, disitu tertulis harga yang sangat pantastis.
"Gila .. hanya bangsawan arab yang mampu beli gaun semahal ini" komentar Eveline.
"Sebanyak ini kapan mau pakeknya ya bun" komentar Eveline mulai membereskan pakaian yang baru saja di antar kurir Pangeran Andrik.
"Bik Simpan semua barang belanjaan Pangeran" titah Bunda Ratu.
"Baik Bunda Ratu" ucap Bik Ijah.
"Wah Wah... senangnya punya suami Pangeran, butuh baju satu di belikan satu karung" komentar Bik Ijah.
"Jam berapa sih jadwal minum Gahwa nya bik?" tanya Timah tak sabar.
"Jadwalnya sih jam 4.30 sore bun, tapi tergantung Pangeran jika kecepatan atau kelambatan datang nya" jawab bi Ijah.
Timah bolak balik ke depan cermin memastikan dia sudah cantik apa belum, benar kata Raisa kalau dia benar benar jatuh cinta pada pangeran, dia ingin terlihat cantik di depan Pangeran, kembali kedepan cermin tetap saja Timah merasa belum cantik untuk Pangeran.
"Atau telepon aja Pangeran nya bun, bilang Bunda Ratu sudah siap" celetuk Eveline saat melihat Timah bolak balik di depan cermin.
"Grrtttt.. Grrtttt" hendpon Timah bergetar ternyata Pangeran lebih dulu menghubungi nya. Tangan Timah gemetaran saat mengangkat telepon, saat dia lihat nama dan fhoto Pangeran di layar handphone nya.
"Hallo Bunda Ratu, Selamat sore" suara pangeran di telepon.
"Bagaimana kabar bunda ratu sore ini?" tanya pangeran.
"Baik .. Pangeran" Timah agak gugup, ini kali pertama berkomunikasi dengan Pangeran melalui telepon.
"Sorry.. tak bisa hadir minum Gahwa bersama Bunda Ratu" suara pangeran di telepon.
"Ohh my god, pangran kenapa?" Tanya Timah khawatir ada sesuatu yang terjadi pada Pangeran.
"No problem, coma ada pekerjaan yang harus di selesaikan" jawab pangeran.
"Sayang ini Mona dapat laporan dari Agen kita di Ukrania" suara Mona terdengar jelas di telepon.
"Ok Mona print kan nanti kita analisa bersama" suara Pangeran di telepon.
Wajah Timah langsung berubah dia cemburu dengar Mona memanggil pangeran sayang...Sayang.... Terbersit di otak Timah kalau mereka sedang berduaan di sebuah ruangan dan bebas melakukan apa saja.
hampir saja Timah membanting handphone nya, untungnya saat bersamaan Bik Ijah datang.
"Bunda ratu... ada tamu namanya Zeno, katanya ponaan Pangeran" lapor Bik Ijah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments