Salam untuk semuanya, terima kasih sudah mau mampir di karyaku berjudul IDAMAN HATI.
Kalau cerita nya berkenan di hati silahkan, like, kasih Faporit dan komen. Kasih vote, bunga juga ya untuk dukungan penulis.
Jika ceritanya kurang berkenan penulis mohon saran untuk perbaikan.
Baca juga Novel lainnya yang masih terkait dengan kisah IDAMAN HATI yakni:
- FHADLAN GENERASI MILINIUM TRENDY
- LEGENDA CINCIN PINTAK PINTO.
***
"ssssssttt" kembali Timah memberi isyarat supaya supaya Ramzan menghentikan ceritanya saat kembali ada pelayan yang datang.
"Izin Bunda Ratu, ada tamu dari villa Pangeran Andrik, Nama nya Raisa katanya mau silaturahmi dengan Bunda Ratu" ucap Bik Ijah.
"iya, suruh tunggu Bik, bilang saya akan turun" ucap Timah.
"Ntar bik Ijah" menahan langkah Bik Ijah.
"ya kenapa, Bunda ratu?" tanya Bik Ijah.
"Bik... Gimana caranya nyambut tamu yang biasa di lakukan di Indonesia?" tanya Timah.
"Daerah mana dulu, yang ingin bunda ratu pakai?" tanya Bik Ijah minta spesifikasinya.
Timah diam sejenak mengingat wilayah yang akan dia kunjungi nanti, saat melakukan riset di Indonesia.
"Ala Provinsi Jambi... Bik" ucap Timah saat ingat dia akan ke desa Muara Madras Provinsi Jambi.
"Jenis tamunya seperti apa Bunda Ratu?" tanya Bik Ijah lagi.
"Maksud Bik Ijah bagaimana?" tanya Timah balik.
"Jenis tamunya misalnya, tamu umum, tamu keluarga dekat, keluarga jauh, atau orang penting" jelas Bik Ijah.
"Hmmmm kalau tamu yang sedang menunggu, itu jenisnya apa Bik?" tanya Timah.
Bik Ijah diam sejenak berpikir sebelum menjawab "Kayaknya tu tamu jenis tamu umum, Bunda Ratu"
"Ok... sekarang kamu jelaskan cara menerima tamu jenis umum Ala Provinsi Jambi" pinta Timah.
"Ok Bunda Ratu... perhatiin bibik peragakan ya" ucap Bik Ijah menyanggupi.
"Bisa minta bantuan tuan Ramzan untuk menjadi tamunya?" tanya Bik Ijah.
"Siap Bik Ijah" Ramzan menyanggupi.
"Ok, saya duduk di sini sebagai tuan rumah dan tuan Ramzan di pintu sebagai tamu" pinta Bik Ijah lagi.
"Ok siap" Ramzan berdiri lalu melangkah menuju posisi yang di tunjuk Bik Ijah.
"Iya sekarang, tuan Ramzan sebagai tamu ketok pintu dan ucapkan salam" pinta Bik Ijah.
"Baik ... Ramzan mengangguk setuju, sedangkan Timah memperhatikan dengan seksama.
"Tok tok tok" Ramzan mengetuk pintu lalu mengucapkan Salam.
"Selamat pagi, ada orang di dalam?" tanya Ramzan.
"Ya. sebentar" ucap Bik Ijah berdiri lalu berjalan menuju pintu.
"Cari siapa?" tanya Bik Ijah.
"Bunda Ratu ada?" tanya Ramzan.
"Ya saya sendiri, kamu siapa, ada keperluan apa ya?" tanya Bik Ijah memerankan tuan rumah.
"Saya Ramzan, cuma mau silaturahmi dengan Bunda Ratu" jawab Ramzan.
"Oooo Ramzan... ayo masuk" Bik Ijah masuk di susul Ramzan.
"Silahkan duduk" Ramzan duduk, setelah di persilahkan Bik Ijah
Bik Ijah, mengambil cangkir kopi dan pisang yang ada di atas meja, seolah merapikan meja lalu menjauh kearah sudut ruangan.
"Sebentar saya buatkan minum dulu ya" ucap Bik Ijah.
Bik Ijah kembali membawa nampan yang ada piring berisi pisang dan cangkir kopi milik Ramzan, lalu meletakkan kembali di atas meja.
"Bang Ramzan... di minum kopinya" bik Ijah meletakkan cangkir kopi di depan Ramzan.
"Maaf bang Ramzan pisang ko lah yang ado, ayo di makan" Bik Ijah menirukan dialek melayu jambi.
Bik Ijah kembali duduk lalu menghadap Ramzan, kembali menawarkan kopi dan pisang yang tadi di bawanya "Ayo Bang Ramzan di minum kopinya"
"Bagaimana Bunda Ratu?" tanya Bik Ijah pada Timah.
"Cukup untuk kali ini Bik" pinta Timah takut kalau makin banyak makin susah ingatnya.
"Baik Bunda Ratu" ucap Bik Ijah mengakhiri Demonya.
"Sorry kak Ramzan... saya temui tamu dulu" ucap Timah.
"No problem, biar saya lanjutkan ngopi di sini" Ramzan tidak keberatan.
"Bik... Nanti bawain nasi goreng juga buat kak Ramzan" pinta Timah.
"Baik .. Bunda Ratu" ucap Bik Ijah.
Timah melangkah ke ruang tamu, berbarengan, bik Ijah menuju kedapur mempersiapkan sarapan.
"Selamat pagi Bunda Ratu" ucap seseorang di ruang tamu.
"Selamat pagi, silahkan duduk" Timah mempraktekkan apa yang baru saja di pelajarinya dari Bik Ijah.
"Bik Ijah, buatkan kopi untuk tamu kita" pinta Timah.
"Baik Bunda Ratu" jawab Bik Ijah.
"Anda siapa? Perlu Apa?" tanya Timah.
"Saya Raisa, Kita memang baru kali ini berjumpa" jawab sang tamu.
"Iya benar saya tadi sudah di kasih tau sama Bik Ijah, kalau Raisa bertugas di villa Pangeran Andrik, ya" timpal Timah.
"Benar Bunda Ratu" sahut Raisa.
"Ayo kopinya di minum" basa basi Timah saat Bik ijah telah menghidangkan kopi.
"Terima kasih, Bunda Ratu" ucap Raisa.
"Omong omong emang gak ada kerjaan di villa Pangeran hingga kamu kesini?" tanya Timah sungkan, merasa tidak sopan menanyakan hal yang mungkin cukup pribadi bagi Raisa.
"Bunda Ratu, Itu masalah nya semua pekerjaan saya di handle oleh Mona, biasanya saya adalah penghubung juga antara villa Bunda Ratu dengan pihak Andrik group yang ada di villa Pangeran"
"Saya tadinya di tugaskan mengontrol keperluan bunda ratu, atau menyiapkan segala sesuatu yang di perlukan penghuni villa Bunda Ratu" jelas Raisa agak menggebu.
"Ooo begitu, artinya Raisa sudah tidak asing dengan penghuni villa Bunda Ratu ya?" tanya Timah.
"Kira kira begitu Bunda Ratu, tapi mungkin ini kali terakhir saya bertugas untuk villa Bunda Ratu" ucap Raisa menarik napas dalam.
"Lho emangnya ada apa Raisa, apa karena saya ada di sini?" tanya Timah.
"Bukan itu bunda ratu. tapi...." Raisa agak ragu untuk meneruskan.
"Saya mau di pindah Mona, untuk keperluan urusan di villa Mona" ucap Raisa.
*Mulai ingin berkuasa si Mona* pikir Timah agak tersinggung.
"Mana bisa gitu, Apa wewenangnya Mona mindahin kamu" komentar Timah.
"Itulah yang saya tidak mengerti, alasan mona untuk keperluan kurir dengan villa Bunda Ratu akan di cari orang yang benar benar profesional" lanjut Raisa.
"Hhhhhmmm, ini tidak boleh terjadi saya akan bicarakan dengan Pangeran Andrik" ucap Timah menaruh curiga.
*Kalau perlu urusan villa, Bunda Ratu harus saya yang di beri wewenang menentukan nya* pikir Timah tak puas dengan sikap Mona yang sok kuasa.
"Iya tolonglah bunda ratu saya tidak ingin di pindah ke villa Mona" Reisa memohon.
"Omong omong saya kesini sebenarnya di utus pihak Andrik group, untuk menyampaikan suatu hal" ucap Raisa.
"Masalah apa Raisa?" Tanya Timah.
"Ada usulan dari Mona supaya ada penilaian terhadap Bunda Ratu, oleh pihak keluarga pangeran Andrik" ucap Raisa.
"Apa... lagi lagi Mona mau sok pahlawan di mata keluarga Andrik" ucap Timah tak puas.
"Iya jadwal penilaian sudah di buat oleh Mona, nanti sore saat minum Gahwa ponaan pangeran Andrik akan bertamu ke villa bunda ratu" ucap Raisa.
"Saya harap bunda ratu tidak membuat kesalahan atau berlaku bodoh yang membuat kesan tidak baik bagi keluarga Pangeran Andrik" saran Raisa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments