"Anada Fatimah Ibrahimova, harap tenang dan jangan takut,... Banyak Paman kau di Kota Dubai sini.., Kota Dubai adalah Kota nenek moyang mu" Pangeran Sulaiman memberi sengat Fatimah Ibrahimova alias Putri Dubai.
"Ananda Fatimah Ibrahimova melalui acara ini, Paman menjamin kalau pemerintah Dubai harus memberi ganti rugi atas perlakuan buruk masyarakat Dubai dan kecerobohan Aparat polisi syariah, menahan ananda" Ucap Pangeran Sulaiman serius.
"pok pok pok" hadirin bertepuk tangan mendengar pernyataan pangeran Sulaiman yang mengatas nama kan pemerintah.
Pangeran Sulaiman berdiri menghadap Timah, meyakinkan Fatimah Ibrahimova kalau stetmen nya tidak main main, "Setidaknya, Jika ananda Fatimah perlu biaya untuk pesta pernikahan Paman akan jual kebun Kurma dan Jika ananda Fatimah butuh biaya untuk bulan madu, paman akan jual onta paman"
****
Jam 7.00 pagi villa Timah terlihat sangat sibuk dengan aktifitas pelayan mempersiapkan sarapan pagi ala Indonesia. Sebagai Calon Permaisuri, timah haruslah mendapat fasilitas pelayanan nomor wahid. Tapi karena Timah sedang status pendidikan dia harus melakoni hidup Ala Indonesia yang sederhana. Fhadlan Island memberi banyak pilihan menu sederhana sebagai makanan sarapan pagi Ala khas Indonesia.
Ada menu nasi Goreng, sate dan rawon. Untuk sayur favorit, ada juga pilihan sayur lodeh, tempe bacem. Pilihan lain berapa sarapan khas daerah yang ada di Indonesia, pek empek, gado gado, lontong, tiwul, bubur kacang ijo dan lainnya.
Timah duduk di ruang keluarga, dengan wajah terlihat berseri seri bahagia, seakan akan tidak ada alagi yang harus dia Masalahkan dalam hidup ini.
"Nona Timah.. hari ini kita bikin sarapan apa ya?" tanya Bik Ijah pada Timah.
Bik Ijah adalah kepala dapur yang bertanggung jawab atas keperluan makan di vila Fatimah.
"He Bik Ijah... mulai sekarang pangil nona Timah dengan Bunda Ratu" ucap Eveline yang baru saja nongol di ruang keluarga.
"Baik Nona Eva" jawab Bik Ijah.
"Biasa aja kali" kilah Timah keberatan.
"Benar lo bunda Ratu, itu sudah perintah Pangeran Andrik" jelas Eveline.
"Ya udah kalau gitu sarapan nya nasi goreng tegal aja bik, tapi telornya caplok aja ya" perintah Timah.
"Baik Bunda Ratu" Jawab Bik Ijah kembali ke dapur.
"Oh iya, lalu apa saja yang di instruksikan Pangeran Andrik pada kalian?" tanya Timah saat Eveline kembali dari villa Andrik.
"Kabar baiknya Saya dan Ramzan di angkat menjadi pegawai Andrik group, Saya di tugaskan sebagai ajudan Calon Permaisuri dan Ramzan di tugaskan menjadi Pengawal Pribadi Calon Permaisuri" Lapor Eveline.
"ya syukur, kalian dapat pekerjaan aku ikutan senang dengarnya" komentar Timah.
"Trus apa ada berita buruknya juga?" tanya Timah.
"Iya Bunda Ratu, saat kami di villa Pangeran Andrik, tidak lama jemudian Mona ikut masuk lalu merengek ingin jadi sekretaris pangeran Andrik" lapor Eveline.
"Dasar perempuan gatal" tanpa terasa Timah memaki Mona.
Saat bersamaan Ramzan juga masuk melapor pada Timah, kalau dia resmi di angkat sebagai pengawal pribadi Calon Permaisuri.
"Bunda Ratu, bisa saya bicara empat mata?" tanya Ramzan.
"Apakah ada sesuatu yang penting?" Timah balik bertanya.
"Ya sangat penting" jawab Ramzan.
"Kak Ramzan, kakak kan tau Eveline adalah sahabat saya, jika dia juga dengar kenapa rupanya?" tanya Timah.
"Maaf Eveline dan Bunda Ratu, kita sudah bagian dari Agen rahasia, salah satu yang harus di jaga adalah segala sesuatu yang bersifat rahasia, tidak akan di bocorkan walau pun pada sahabat atau keluarga sendiri" Ramzan menyampaikan aturan dalam dunia intelejen.
"Ok kita bisa bicara di serambi belakang" ucap Timah maklum, lalu melangkah ke serambi belakang.
"Sorry Eveline, saya harap kamu bisa maklum" pinta Ramzan menyusul Timah.
"It is Ok, tidak masalah saya bisa sarapan bersama Bik Ijah" jawab Eveline.
Serambi belakang villa Timah benar-benar istimewa dengan pemandangan pantai terbaik di Dubai. Dari sini juga mata akan dimanjakan dengan pemandangan luar biasa mulai dari melihat sunset, dan pemandangan kota di malam hari.
disini juga ada meja bundar di lengkapi kursi untuk 6 orang.
"Kak Ramzan, mau bicara tentang apa?" tanya Timah setelah mereka mengambil tempat duduk masing masing.
"Begini Bunda Ratu, setelah teken kontrak dengan pihak Andrik group, saya di panggil petinggi Andrik group" Ramzan memulai percakapan.
"Sebentar... " ucap Timah memberi istrahat supaya Ramzan menghentikan bicaranya, saat ada pelayan menuju tempat mereka.
"Bunda Ratu. ini kopinya mau di tarok di mana?" tanya pelayan membawakan dua cangkir kopi.
"Iya bawak sini, tapi nasi gorengnya biar tarok di meja ruang keluarga aja ya" Titah Bunda Ratu.
"Baik Bunda Ratu" ucap sang pelayan, lalu segera meninggalkan Bunda Ratu dan Ramzan untuk melanjutkan pembicaraan.
"Lantas Apa yang di bicarakan petinggi Andrik group pada kak Ramzan?" tanya Timah.
"Mereka bicara tentang Mona" Andrik menjeda ucapannya.
"Hmmmm.." Timah berguman tak jelas.
"Menurut intelejen mereka, Mona termasuk orang berbahaya bagi Andrik group, khususnya bunda Ratu" jelas Ramzan.
"Berbahaya bagaimana?" tanya Timah pura pura tidak tau.
"Mona umpama api dalam sekam bagi Bunda Ratu" ucap Ramzan.
"Maksudnya bagaimana, kak Ramzan? tanya Timah lagi.
"Laporan intelejen mereka, kalau Mona sudah melakukan sabotase terhadap Bunda Ratu, bahkan sudah melakukan usaha pembunuhan terhadap bunda Ratu itu benar kan?" tanya Ramzan balik bertanya.
"Benar sih, Timah di sabotase dan ada usaha untuk membunuh Timah, tapi Timah sampai saat ini belum tau siapa dalangnya" ungkap Timah jujur.
"Nah itu dia masalah nya, saat ini Mona terindikasi juga punya canel dengan Agen Agen rahasia, di Eropa dan Amerika, sedangkan Andrik group berusaha menjebak Mona dengan memanfaatkan nya sebagai sekretaris Pangeran Andrik" jelas Ramzan.
"Ahhhh, itu artinya Mona juga akan selalu bersama Pangeran" keluh Timah.
"Bunda Ratu benar, keterlibatan Mona dengan agen rahasia lain, ini juga yang membuat petinggi Andrik group menyarankan supaya Pangeran Andrik tidak memilih Mona sebagai calon Permaisuri" jelas Ramzan.
"Padahal Pangeran Andrik sebenarnya juga ada hati pada Mona, tapi karena Mona juga terindikasi ada hubungan dengan kelompok ter0r1s, maka pangeran Andrik tidak memilihnya" jelas Ramzan
"Aduhhhh, kok serunyam ini urusannya kak, Timah harus bagaimana apa musti batalkan pertunangan dengan pangeran Andrik ya?" tanya Timah
"Tidak Bunda Ratu, petinggi Andrik group memastikan, kalau Mona akan di eksekusi pada waktunya, tapi untuk saat ini mona akan di manfaat kan untuk sebuah misi khusus" jelas Ramzan.
"Mereka hanya minta saya menjaga Bunda Ratu, dan Bunda Ratu supaya hati hati dari kemungkinan adanya makar dari Mona" kembali Ramzan menjelaskan situasi yang mereka hadapi.
"Ok Terimakasih kak Ramzan, atas perhatiannya" ucap Timah.
"No Problem Bunda Ratu... Itu sudah salah satu dari rincian tugas saya sebagai pengawal pribadi Bunda Ratu" jawab Ramzan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments