Timah sudah sangat yakin kalau pria itu adalah pria yang sama, yang selalu membuat teror untuknya. Timah berusaha menghindar dengan kembali memasuki rumah, menuju dimana kamar tidur yang telah di persiapkan untuknya, tanpa menghidupkan lampu dia pun bersikap siaga.
"Haaaaaash" Timah menarik napas lega setelah menutup pintu.
Dari jendela kaca yang menghadap kelaut, kembali Timah melihat kelebatan beberapa orang, mereka terlihat dekat, bersembunyi dengan posisi mengintai kamar yang di tempati Timah.
"Kalian payah tidak bisa sembunyi dari ku" Sayup sayup terdengar bisikan di bawah Jendela.
"Jangan Ragu habisin mereka semua, mereka hanyalah anjing anjing Mona si pel4cur" bisik yang lain.
"Tar, tar, tar, tar, tar" lima kali suara letusan.
"Ahhh, ahh, ahh, ahh, ahhh" lima kali juga suara orang mengeluh di susul robohnya lima orang berseragam coklat.
"Ini resikonya berani main api dengan Andrik group" kata yang lain nya.
Dua orang yang bersembunyi di bawah jendela kamar Timah, berloncatan menuju dimana lima orang berseragam coklat tergeletak sudah tak bernyawa.
"Suiiiit..." salah satu dari mereka melakukan switan.
Beberapa detik kemudian datang 5 orang mengambil mayat dan membersihkan tempat kejadian.
"Buang semua jenazah mereka ke tengah laut" perintah pria yang baru saja melakukan switan.
Kelima jenazah pria berseragam coklat di angkut ke sebuah dermaga tidak jauh dari tempat kejadian.
"Bangsat kamu Mona" upat Timah setelah sadar kalau pria berseragam coklat adalah suruhan Mona.
"Perempuan iblis dia" guman Timah saat terkenang Zuhrik kekasihnya yang di rebut Mona darinya, lalu dia di sabotase, di fitnah dan sekarang mau di habisi.
"Tak puaskah kau dengan satu pria" rutuk Timah jengkel.
"Tok tok tok" pintu kamar di ketok.
"Nona Timah" pangil salah seorang pelayan dengan lembut.
"ya kenapa?" tanya Timah.
"Ada yang pengen ketemu nona" jawab pelayan.
"Siapa?" tanya Timah berharap kalau itu Eveline.
"Gak tau non" ucap pelayan.
"Kamu tanya dulu siapa namanya, apa keperluannya" pinta Timah masih waspada.
"Baik non" ucap pelayan pergi.
Tak lama kemudian langkah seseorang kembali terdengar mendekat.
"Non katanya namanya Ramzan, ada keperluan penting" lapor si pelayan.
"Ok... ntar saya turun, bilang dia tunggu Timah di ruang tamu" ucap Timah kembali lega.
*****
"Selamat malam Timah, kamu masih kelihatan tegang" komentar Ramzan saat Timah duduk di sofa.
"Malam kak Ramzan, masih agak takut sih, tapi mau di apain juga ini kenyataan hidup Timah" ucap Timah.
"Bik... kasih tamu kita minum" pinta Timah pada pelayan, mulai meminjam budaya Indonesia.
"Baik non" ucap pelayan.
"Kak Ramzan mau minum Gahwa atau teh es" Timah berbasa basi.
"Kalau tidak ada Vodka, teh es juga boleh" ucap Ramzan.
"Vodka gak ada, Teh es aja dua bik" pinta Timah.
Di depan mereka terlihat tv sedang live menanyangkan acara makan malam Pangeran Andrik bersama tamu undangannya. Tampak beberapa orang tamu menikmati kopi. Yang berbeda adalah, para tamu yang terlihat kebanyakan wanita muda berbusana pesta yang seksi, mereka tak banyak berbicara hanya fokus pada hand phone masing masing.
Di meja Vip terlihat pangeran Andrik Junior beserta petinggi Andrik group, juga beberapa orang orang penting dari berbagai wilayah. Asia, Pasifik, Eropa Amerika, Timur Tengah dan Afrika.
"Pangeran Andrik telah membooking 300 Kursi Restoran Fhadlan Bakso, dalam acara Makan Malam pencairan Persamaisuri. Tak jauh beda dengan gaya hidup boros pangeran Arab Saudi yang menjadi sorotan saat ini" ujar Ramzan
"Hidangan yang dipesan pun cukup glamor lho. Salah satunya sajian kepiting dengan melon yang dikompresi serta steak, tapi aturan di Phadlan Island adalah Anti al kohol sehingga minuman tersedia hanya secangkir kopi atau teh" ucap Ramzan
"Bagus lah begitu kak, biar gak ada yang mabok Vodka, coba bayangkan jika pesta dimulai pukul 21.30 malam dan rampung hingga larut malam dan selesai hingga jam 01.30 pagi, pasti banyak yang kembali ke vilanya dalam keadaan mabok" komentar Timah setuju.
"Ngomong ngomong sepertinya kamu gak tertarik pesta" komentar Ramzan memancing reaksi Timah.
"Tertarik juga sih kak" ucap Timah.
"Lantas kenapa kamu gak ikut pesta?" tanya Ramzan.
"Gak ah.. sudah terlambat kak, lagian pakaian Timah kan masih ketinggalan di kantor polisi" kilah Timah.
"Gak usah bayak syarat untuk melakukan sesuatu, liat aja yang lain nyaris tanpa pakaian" ucap Ramzan menunjukkan tv, di mana terlihat Mona dengan pakaian sangat minim berusaha nempel ke pangeran Andrik.
"Iiiih segitunya usaha untuk dapat perhatian" komentar Timah gak suka.
"Iya... nama nya juga usaha Mah" guman Ramzan.
"Emang sih.. tapi dengan kecantikan nya sekarang, apa susahnya bagi Mona mengalahkan saingannya" komentar Timah lagi.
"Belom tentu... dari gosip yang tersebar ada Puri Dubai yang akan menjadi saingan berat Mona dan yang lainnya, saya yakin putri Dubai tak akan kesusahan mencuri simpati pangeran Andrik Junior" ucap Ramzan yakin.
"Pok pok pok" Timah bertepuk tangan.
"Saya suport buat putri Dubai, semoga berhasil mengungguli Mona dan yang lainnya" ucap Timah.
"Kakak gak ikut pesta?" tanya Timah saat di tv terlihat acara dansa akan di mulai.
"Tidak saya di tugaskan Andrik group untuk menjadi pengawal pribadi Timah selama pesta berlangsung" ucap Ramzan.
"Wow .. berapa saya harus bayar kak Ramzan" celetuk Timah.
"Tidak usah bayar karena saya di bayar Andrik group, lagian jika kamu punya pengawal pribadi mereka tidak akan di izinkan memasuki pulau" jelas Ramzan.
"hmmm... jadi semua peserta disediakan pengawal pribadi gitu ya kak?" tanya Timah.
"Begitu sih, coba aja lihat mereka di dampingi pengawal masing masing" Ramzan memberi isyarat ke arah tv.
Saat acara pesta tiba, peserta hanya di beri waktu lima menit untuk unjuk kebolehan menarik simpati Pangeran, jika Pangeran tertarik maka Pangeran akan naik panggung sebagai tanda dialah yang di pilih sebagai calon Permaisuri Pangeran.
Satu persatu wanita yang di undang memperlihatkan kebolehannya untuk berdansa, namun pangeran Andrik tidak pernah naik ke pentas untuk ikut melantai.
Tibalah giliran Putri Dubai Di panggil, Putri Dubai Naik ke pentas, dia tampak sangat cantik. Ia langsung masuk ke pentas utama. Begitu ia masuk pentas utama gemuruh sorak sorai para undangan menggelegar memenuhi seisi ruangan. Semua mata tertuju padanya. Mereka sangat terkejut dan sangat kagum dengan kecantikan Putri Dubai.
"’Putri itu sangat cantik sekali.’’
‘’Putri dari Negara mana secantik itu.’’ Tanya mereka.
"Itu putri Dubai ya pasti dari Dubai" komentar yang lain.
Benar yang di katakan Ramzan kalau putri Dubai akan mampu menarik simpati Pangeran Andrik Junior. Kostumnya yang berbeda menjadi gaya tarik tersendiri, dengan gaun Ala Dubai model terbaru, dengan warna yang lembut di padukan dengan kerudung yang kompak. membuat putri Dubai terlihat sangat Anggun.
Pangeran Andrik Junior langsung pergi mengahampiri Putri Dubai.
"Pok pok pok"
"Suiiit suiitt"
Tepuk tangan dan suitan seketika membahana saat melihat Pangeran Andrik Junior menuju panggung.
"Putri, kau sangat cantik sekali. Maukah kamu berdansa denganku?’’ ujar Pengeran.
"Iya, aku mau Pangeran.’’ Jawab Putri Dubai sambil tersenyum malu.
Mereka berdua berdansa dengan rasa bahagia. pangeran berkata ‘’Kamu adalah wanita yang selama ini saya cari.’’
Wajah Putri dubai makin berseri sangat bahagia dengan pujian pangeran yang di impikanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments