"Police... police... police" teriak Timah melambai ke arah mobil polisi yang terdekat.
"Help"
"Help me please" teriak Timah memohon.
Mendengar teriakan Timah yang panik lalu melambai kearah polisi yang sedang patroli, Masa yang melempari Timah berusaha menjauh.
"Wiuuuuu... Wiuuuuuu... Wiiuuuu" bunyi sirine mobil patroli, membubarkan kerumunan masa.
Mobil polisi yang sedang patroli segera mendekat, berhenti dan mengamankan Timah ke mobil. Beruntung bagi Timah yang menjadi sasaran amuk warga ini langsung diamankan polisi yang tengah patroli kewilayahan.
Kata pepatah "Sudah jatuh tertimpa tangga pula"
Sangat tepat dengan kondisi Timah, habis di amuk masa sekarang di tahan polisi pula. Timah di tahan polisi dengan tuduhan mengexspose photo porno, yang mempermalukan Arab dengan melecehkan Nama Fatimah putri Rasulullah.
"Saudari Timah sudah pernah ke Arab dan Dubai?" Tanya polisi mengintrogasi Timah.
"Baru kali ini.. pak polisi" jawab Timah.
"Pamer photo seksi dan cabul merupakan pelanggaran syariat, aksi tersebut adalah sebagai contoh dari perilaku yang tidak pantas dan tidak beradab" tegas polisi.
"Apa salah Timah pak" protes Timah.
"Semua orang harus tahu hukum dan taat hukum yang berlaku di Dubai. Ketidak tahuan terhadap hukum itu bukan alasan Apalagi bagi super star sekelas anda. Pasal 29 dari undang-undang kejahatan dunia maya menyatakan bahwa orang-orang yang menerbitkan berita atau desas-desus dengan tujuan mencemooh atau merusak reputasi negara akan dihukum penjara dan denda hingga 1 juta Dirham,” pungkas polisi.
"Apalagi nama Fatimah itu arabic bangat tidak hanya Dubai yang marah tapi seluruh Arab akan marah" tegas polisi.
"Saya di fitnah pak, yang menyebarkan berita bukan saya" Timah membela diri.
Polisi memeriksa link berita pernyataan Timah benar adanya, justru berita tersebut sangat merugikan Timah. Polisi syariah yang tadi empeti mulai merasa simpati.
"Ok, coba ceritakan apa yang terjadi, hingga saudari Timah mengalami hal seburuk ini" pinta polisi.
"Tolong saya pak" ucap Timah lalu menceritakan apa yang di alaminya dari kemaren hingga fitnah yang membuat masa marah.
"Saya orang Rusia, Photo yang di expose kejadiannya di Rusia, kalau mau di adili pulangkan saja saya ke Rusia" pinta Timah.
"Ooo begitu, saya akan mengkonfirmasi urusan anda dengan panitia pesta pangeran Andrik, sebaiknya kamu makan dulu saya sudah pesan makan malam buat kamu di Pierchic restoran" ucap polisi.
Timah di introgasi hingga jam 6.00 malam, saat azan magrib yang mengintrogasi Timah Polisi memanggil salah satu bawahannya untuk mengantar Timah ke sebuah restoran di Dubai.
"Timah kamu mandi dan ganti busana kamu dengan pakayan yang sar'i" Sang polisi memberikan sebuah bungkusan yang telah disiapkanya.
***
Dubai di Uni Emirat Arab dulu hanya digunakan sebagai kota transit wisatawan yang akan liburan ke Eropa atau AS. Namun, kota pesisir nan futuristik ini sekarang punya banyak suguhan untuk wisatawan.
Gedung tertinggi di dunia, mal terbesar di dunia, dan desert safari adalah beberapa di antaranya yang sangat memanjakan turis, tentu semua turis akan menemukan soganya di sini.
Namun rupanya ini tidak berlaku untuk Timah baru sehari sampai di Dubai dia sudah merasakan hidup bagai di Neraka.
Dubai juga terkenal punya restoran mewah kelas dunia. Salah satunya Pierchic restoran dimana Timah saat ini Berada. Selain terkenal oleh seafood lezatnya, Pierchic juga tersohor oleh hidangan dessert yang menggugah selera seperti toffee pudding pisang dengan es krim kacang.
Didesain mewah dan modern, Pierchic menyuguhkan tempat bersantap yang modern dan elegan. Pengunjung bisa menikmati pemandangan Teluk Arab, garis pantai Dubai, Palm Jumeirah, dan Burj Al Arab.
Selera Makan Timah sudah hilang setelah memcicipi makanan yang tersaji, Timah hanya memandang burj al Arab yang tampak jelas, tanpa berkedip. Sungguh pemandangan yang indah tidak lagi terasa menghibur, yang terasa hanya suatu yang tak bisa dia gambarkan.
Perut terasa perih, tanpa sebab yang dia tau secara medis, pandangan nya hampa, pikiran kosong ada juga kepikiran untuk menghubungi Panlanov, minta pendapat atau mendengar dia bicara itu sudah cukup menghibur.
Entah kenapa saat ingat Panlanov dia merasa nyaman, ingin rasanya Panlanov ada di disisinya, tak terasa air mata Timah jatuh membasahi pipinya, air matanya makin deras saat dia merasa sedang bersandar di dada Panlanov.
"Timah" suara seseorang memanggil.
Timah tak menyahut dan tidak juga menoleh, sekalipun rasa nya Timah kenal suara itu, suara pria yang tidak asing bagi Timah.
"Ratu Timah" kembali suara pria memanggilnya.
Masih dalam diam Timah menoleh, benar itu adalah suara kakak kelasnya satu Fakultas.
"Ramzan" guman Timah hampir tak terdengar.
Timah tidak begitu kenal dengan Ramzan kakak klas yang sudah tamat dua tahun lalu, dia cukup aktif di organisasi kampus bahkan saat ini juga masih aktif.
"Saya di utus Universitas menemui pihak Andrik group, untuk mengklarifikasi teror yang menimpa Anda" jelas Ramzan.
"Penjelasan Andrik group mereka tidak pernah menempatkan peserta beasiswa di Burj al Arab, karena mereka sudah menyewa semua vila yang ada di Fhadlan Island" lanjut Ramzan.
"Saya di utus pihak Andrik group menjemput Timah dan memastikan Timah sampai di vila yang di siapkan untuk timah" ajak Ranzan.
"Mereka berjanji mengusut tuntas pelaku teror dan penyebar berita bohong, yang memfitnah anda" lanjut ramzan.
"ya Andrik group juga sudah menghubungi polisi dan menyerahkan nama pemilik situs web yang memposting photo anda untuk kami proses" polisi yang menemani Ramzan ikut bicara.
"Tapi koper saya masih di kantor polisi" ucap Timah asal.
"Saudari Timah silahkan ikut Mr. Ramzan, nanti koper timah kami yang jamin sampai ke vila Timah" jawab polisi yang tadi mengintrogasi Timah.
****
Jam 9.00 Malam Timah sudah berada di vila mewah di sebuah pulau yang di sewa Andrik group sebagai lokasi pesta. Vila bergaya minimalis ini berdiri di atas tanah seluas 60.000 kaki persegi, dilengkapi dengan fasilitas mewah, seperti bioskop pribadi, klub malam pribadi, dan garasi yang dapat menampung 14 mobil.
Vila yang di bangun di atas pulau buatan ini memiliki tingkat dasar di bawah laut, Tingkat kedua akan membanggakan ruang tamu luas, dikelilingi oleh dapur dan ruang makan lengkap. Tingkat tiga ada kamar tidur dan ruang keluarga, sedangkan di tingkat atas ada bioskop dan klub malam pribadi.
"Kalau ada apa kamu tinggal hubungi no ini" ucap Ramzan memberikan kartu namanya.
Ramzan berlalu meninggal kan Timah sendirian, hanya ada beberapa pelayan yang sedang nonton di ruang tamu.
"Eveline pasti sudah ikut pesta pikir Timah" saat memperhatikan tidak ada temannya satu universitas di vila tersebut.
"Serrrrrrr" darah di dada Timah kembali berdeser saat melihat seorang berseragam coklat mengendap endap sembunyi mendekati vila Timah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments