‘’Ok aku juga sangat ingin ikut Va’’ pengakuan Timah jujur.
"Nah.. gitu dong" teriak Eveline girang.
"Kenapa tidak.... itu harus" balas Timah bersemangat penuh harapan untuk memenangkan hati Pangeran.
Memperoleh jodoh bagi wanita rusia adalah hal yang sangat membahagiakan apalagi kalau jodohnya Pangeran ganteng, kaya dan punya kekuasaan. sementara harapannya ingin bersama Panlanov adalah satu hal yang mustahil di ujudkan, Timah tidak ingin mengalami hal yang sama seperti yang di alami ibunya, bak kata pepatah "Hanya keledai dungu yang mau masuk lubang dua kali"
"Sayang kesempatan ini tidak di ambil" ucap Timah semangat.
"Benar Timah, coba pikir jika berhasil, kita cuma ngeladeni pangeran lalu rekening akan selalu terisi, apalagi zaman sekarang hidup mulai susah, segala sesuatu tidak ada yang gratis" timpal Eveline.
"Pikirkan sesuatu Timah" Eveline seperti tidak sabar.
"Kamu tidak jadi menghubungi pihak universitas?" tanya Timah.
"Sudah mereka bilang, sepertinya ada yang salah, seharusnya semua peserta beasiswa jadi tamu undangan pangeran Andrik Junior" jelas Eveline.
"Hmmmm .. Artinya kita di kudeta va" timpal Timah.
"Sepertinya begitu" timpal Eveline
"Bagaimana kalau sekarang kita menghubungi panitia minta penjelasan kenapa ini terjadi" usul Timah.
"Tadi panitia bilang tanyakan sama pemerintah" Eveline terlihat prustasi.
"Ayo kita coba saja ke Fhadlan island dengan memperlihatkan bukti peserta penerima beasiswa" Timah memberi ide.
"ide bagus ... ayo pergi" ajak Eveline.
"Gruuuut... " handphone Eveline bergetar
"Nah ini ada Whatsapp dari Universitas" ucap Eveline seperti mendapat harapan baru.
"Pihak Universitas dan penyelenggara minta maaf, atas kesalahan yang terjadi setelah di konfirmasi panitia sudah menyiapkan sebuah vila untuk kalian, sekarang kalian bisa menghubungi panitia di Fhadlan island untuk cek in"
"Horee.. Horee" teriak Timah dan Eveline bersamaan.
"Ayo kita berkemas" ajak Timah.
****
Pangeran Abdrik Junior menjadi magnet sangat kuat bagi para wanita single saat ini. Diamana pun Andrik Junior berada Mereka berusaha untuk bertemu. Namun bukan satu hal yang mudah untuk bisa bertemu pangeran.
Pangeran Andrik memiliki banyak istana yang tersebar di berbagai negara di dunia, sudah tentu pengawalan dan prosedur sangat ketat, jadwalnya cukup padat, di tambah lagi banyaknya penggemar yang datang hanya sekedar ingin bertemu dan photo bersama.
Demikian halnya saat momen terbuka seperti ini, tak di umumkan pasti banyak yang datang apalagi acara di umumkan dan di tayangkan live di tv lokal atau internasional.
"Mustahil kita bisa bertemu pangeran kalau bukan momen seperti ini" Eveline makin bersemangat saat mereka mulai mendekati gerbang Fhadlan Island.
Untuk pesta besar mencari Permaisuri pangeran Andrik junior. Andrik group sengaja menyewa pulau selama hampir enam bulan dengan skedul, jika bulan pertama permaisuri belum di peroleh maka bulan kedua akan di adakan acara yang sama demikian selanjutnya.
Sebuah pulau pribadi yang dirancang untuk menjadi salah satu tujuan paling mewah dan mahal di dunia. seisi pulau sudah desewa dengan 300 staf, 48 vila pribadi dengan kepala pelayan mereka sendiri dan bahkan mesin salju mereka pasang.
Pengaman super ketat di terapkan di berbagai pintu masuk pulau baik dari darat, laut dan udara. Seperti nya mustahil orang bisa masuk dengan dengan status orang biasa, terlihat banyak sekali tahapan pemeriksaan di gerbang masuk.
Di dalam pulau Air mancur menyambut para tamu di halaman halaman vila dan begitu masuk ke lobi, lampu-lampu hias mewah dan lantai marmer tampak gemerlap, tampak beberapa orang menikmati kopi. Yang berbeda adalah, mereka tak banyak berbicara. Juga tidak menggunakan telepon genggam.
Mereka semua seperti asing satu sama lainnya, bahkan terkesan sebagai saingan, demikian juga di pintu masuk yang umumnya wanita single berusia muda, ngantri menunjukkan undangan yang mereka terima. Satu persatu mereka masuk setelah melewati pengamanan ala militer.
Saat Timah dan Eveline mendekat seorang berseragam coklat terlihat berbisik pada petugas menyambut tamu.
"Itu orangnya yang kemaren menghalangi keberangkatan Timah" bisik Timah ketakutan.
Timah tak mungkin keliru mengenali orang yang telah memukul Panlanov demi menggagalkan keberangkatan Timah.
"Udah kamu tenang, jalan di belakang Eva" hibur Eveline yang sebenarnya dia juga tegang.
Sekian lama menunggu antrian akhirnya tibalah giliran Eveline, setelah pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan keamanan, Eveline di bawa petugas menuju vila mereka.
"Timah Saya duluan, kita masih di tempatkan dalam satu vila" ucap Eveline bahagia.
Dengan menenteng koper Timah menyerah kan dokumen atas nama dirinya pada petugas.
"Ini identitas saya" ucap Timah.
Petugas memeriksa dokumen dan identitas timah, bersamaan dengan petugas yang tadi di bisiki pria tegap berseragam coklat menyalakan layar lebar di pintu gerbang.
"Fatimah Ibrahimova super star tertangkap kamera melakukan perzinahan di depan umum" demikian berita yang tersiar di layar lebar yang baru saja di nyalakan.
Sebuah photo dengan latar belakang bandara Vnukovo, Terlihat jelas wajah Timah di fhoto di peluk laki laki asing, sementara pria yang memeluk Timah hanya kelihatan punggungnya.
Tayangan photo yang di sertai narasi kalau Timah hanyalah pezina, perempuan sampah murahan. terlihat jelas oleh seluruh tamu yang akan memasuki pulau.
Wajah Timah merah karena malu, memang berpelukan dengan pria asing itu suatu perbuatan hina dan rendahan. Apalagi dia di gosipkan di Dubai. Negara yang menjunjung tinggi nilai islam. pelaku zina bisa di rajam, di lempari hingga tewas.
"Fatimah Ibrahimova" ucap petugas yang memeriksa dokumen Timah.
"Ya saya" jawab Timah.
"Itu kamu kan" bentak petugas menunjukkan photo di layar lebar.
"Ya ... tapi kami tidak berzina" kilah Timah memberi pembelaan.
"Dasar pezina"
"Srooot...." petugas menyiramkan segelas kopi ke muka Timah, hingga mengotori wajah dan pakaiannya.
Timah shock tak mampu bicara tubuhnya menggigil, air mata mengalir, perasaan sedih, marah dan malu sudah campur aduk, menjadi sesuatu yang tak tertanggungkan.
"Pergii.. kamu tidak pantas bertemu pangeran apalagi jadi permaisuri nya" usir petugas dengan bentakan
"tuh tuh tuh" wanita di belakang Timah meludahi Timah.
lalu menarik Timah seperti menarik seekor hewan.
"Pergi kamu pezina"
"Dasar Haiwan"
"Nama kamu mempermalukan Arab"
"Orang tua Kamu pasti tau kalau Fatimah itu nama anak Rasulullah wanita paling mulia, yang tidak ingin wajahnya di lihat pria selain suami dan anak anak nya" cacian dan perlakuan kasar di terima Timah dari petugas dan pengunjung.
"Orang tua kamu pasti berharap anaknya sama seperti Fatimah binti Rasulullah, eee malah kamu mengumbar aurat di depan umum... dasar haiwan" teriak wanita lainya sambil menarik Timah dengan kasar.
Fatimah Ibrahimova masih menenteng kopernya seperti di tarik dengan kasar menjauhi gerbang Fhadlan island.
"Pak... pak... " berbagai benda mengenai tubuh Timah dengan keras.
"Ahhhh ... aku bukan pezina" pekik Timah.
"plok... cress" sebuah minuman gelas membentur punggung Timah dengan keras lalu pecah dan muncratlah semua isinya.
"Itu hukuman bagi pezina" ucap seseorang yang baru saja melempar Timah, dengan sangat keras.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments