"Wooow.. Wooow" pekik Timah dan Evelina bersamaan.
"Kenapa orang ganteng di usir? saya pikir Negara Arab Saudi harus meninjau ulang peraturan nya" komentar Timah.
"Biasanya ada polisi syariah yang mengambil analisa, mereka yang di deportasi bukan cuma karena ganteng nya doang, tapi di deportasi setelah hasil analisa menunjukkan mereka di gemari bayak wanita" jelas pelayan lagi.
"Seperti tuan Fhadlan gitu ya" celetuk Evelina.
"ya.. Polisi syariah di kota atau Mutaween, beralasan bahwa pemuda-pemuda tersebut dikhawatirkan bisa mengganggu kaum wanita setempat. Menurut Mutaween, dikhawatirkan para wanita setempat tidak akan mampu menahan diri dan tergoda dengan ketiga pria tampan tersebut. Hal tersebut jelas-jelas melanggar hukum syariat Islam yang berlaku di negara itu" jelas pelayan restoran lagi.
"Kha kha kha kha..." Pelayan restoran tertawa ngakak dengan ceritanya sendiri.
"Ha ha ha ha" Timah, Evelina dan yang lain nya ikut tertawa.
"Kha kha kha " pelayan restoran makin ngakak saat melihat orang orang rusia ini tertawa.
Tawa mereka memang terkesan lucu baik kedengaran atau dari mimik muka yang Mereka tampilkan. maklum ini adalah kali pertama mereka tertawa lepas di depan umum.
Jam 10.00 malam Acarara berakhir untuk materi hari pertama, dimana setelah ramah tamah dan mengenal budaya indonesia dalam tata cara bertemu dan menyambut tamu, saatnya mereka di antar ke penginapan masing masing.
****
"Hari ini kalian libur" ucap seorang panitia yang bertugas mengurus keperluan Timah dan Evelina, dia juga nginap di hotel yang sama.
"Ok itu mengasikkan kita bisa prlesiran di kota Dubai" teriak Evelina bahagia.
"Kamu benar Evelina, tapi di mana kami bisa berkumpul dengan peserta lainnya?" Tanya Timah pada panitia yang menghubungi mereka.
"Kalian bisa menemuinya di Fhadlan Island, karena peserta lainya nginap di sana, tapi tidak untuk hari ini kita tidak bisa memasuki pulau, karena hari ini pulau sudah di sewa oleh seorang bilyuner" jelas panitia.
"Ok kita bisa lakukan liburan berdua Evelina" ucap timah.
"Kenapa kami tidak di tempatkan di pulau bersama yang lain" protes Evelina.
"Kalau itu masalahnya silahkan kalian ajukan protes pada Negara kalian" jawab panitia enggan untuk berdebat.
"Iya aku akan mengajukan ketidak puasan pada pihak universitas" ucap Evelina setelah panitia pergi.
"iya sudah lah toh besok kita juga akan bertemu mereka" hibur Timah.
"Bukan itu masalah nya Timah, kita di jadwalkan hari ini bertatap muka dengan donatur, kalau kita di larang kesana itu artinya kita kehilangan momen penting dalam hidup kita" Evelina mengeluh.
"Kan kita bisa ikuti even lainya, belibur di Dubai itu mungkin hanya satu kali dalam sejarah" Timah mencoba berargumen.
"Evelina sangat ingin kesana, karena Evelina dapat bocoran kalau bos Andrik juga menjadikan moment ini untuk mencari menantu" jelas Evelina.
"Siapa yang tidak tergiur dengan ketampanan Pangeran Andrik junior benar benar perlu di periksa dokter kejiwaan" Evelina makin ber api api.
"Serrrrr.." Darah di dada Timah kembali berdeser saat Evelina menyebut pangeran.
Ingatan Timah kembali ke kejadian kemaren saat di sabotase, pria berbadan tegap di bandara internasional Vnukovo. Sepertinya memang ada yang aneh, coba pikir semenjak kemaren penerbangan Timah di pindah ke bandara Vnukovo Secara mendadak. Lalu di sabotase orang orang terlatih sepertinya mereka suruhan orang yang sangat berpengaruh.
"Jangan biarkan Timah masuk dia saingan berat nona besar dalam merebut hati pangeran"
Terngiang dengan jelas ucapan mereka seakan akan suara mereka masih menggema di udara.
Sesampainya di Dubai Timah dan temannya satu Universitas di tempatkan di burj al Arab, sedangkan anggota lainya di tpatkan di Fhadlan Island.
Barulah Timah paham kalau ada seorang yang sangat berpengaruh, inginkan Timah tidak ikut pesta pemilihan menantu boss Andrik group.
"Hari ini juga undangan pesta makan malam dari bos Abdrikd group untuk semua gadis. Gadis yang bruntung dapat menikah dengan Pangeran Andrik junior yang sangat tampan" guman Evelina penuh harap.
"Aku sangat ingin segera ke Fhadlan Insland, dan punya kespatan berdansa dengan Pangeran’’ ujar Evelin tanpa minta komentar Timah.
‘’ Hai jangan mimpi Evelina, pasti sangat banya wanita lebih cantik darimu, jika bos Andrik yang undang sudah tentu wanita cantik di seluruh dunia akan di undang’’ ujar Timah berusaha menenangkan Evelina.
"Ayo lah Timah pikirkan bagaimana caranya kita kesana, kamu punya peluang bagus hari ini. Siapapun di antara kita yang akan menikah dengan Pangeran Andrik Junior itu akan membuat aku sangat bahagia"
"Kita sama sama berasal dari clan lemah di Rusia, jika ada di antara kita yang terpilih, maka keluarga kita akan menjadi terpandang.’’ Ujar Evelina membujuk Timah.
"Iya juga ya.. va" Timah mengiyakan ucapan Evelina.
Timah cukup tergiur dengan rayuan Evelina, semua orang tau siapa Andrik Junior Pangeran yang sangat tampan, punya kekayaan dan kekuasaan.
"Jika Menjadi istri pangeran Andrik, apa saja yang di inginkan tingal bilang maka seketika keinginan akan terwujud" khayal Timah mulai di penuhi tentang Pangeran Andrik Junior.
Tapi Timah jadi ragu saat mengingat ada saingan yang sedang, menargetkan dirinya. "Nona Besar pasti tidak akan tinggal diam jika Timah berkeras pergi ke pesta yang di adakan bos Andrik group".
Kabar Pangeran Andrik akan mengadakan pesta makan malam dengan dana fantastis sudah tetsiar kemana mana. Tapi Timah tidak pernah peduli bahkan dia baru tau kalau Fhadlan Island lah yang menjadi lokasi pesta mewah yang dihelat pangeran.
"Coba baca di internet berita hari ini, srkitar 150 wanita cantik, terbang dari Rusia untuk mengikuti pesta pangeran" Evelina menunjukkan sebuah berita di hpnya.
"Beberapa super star seperti mona, Fatimah ibrahimova, super star dari Eropa, korea, amerika dan maroko di prediksi akan ikut bersaing memleroleh simpati pangeran" Evelina membaca sebuah berita.
"Apa...?" Tanya Timah kaget, saat namanya juga di sebut dalam sebuah situs online.
"Iya.. Timah bahkan kamu di prediksi memiliki pulang lebih besar di banding Mona ataupun super star lainya" jelas Evelina.
"Aku tidak akan ikut Evelina" kata Timah.
"Kenapa Timah?" tanya Evelina menyesalkan.
"Ada seseorang yang sedang tidak ingin Timah ikut, bahkan keselamatan Timah jadi taruhan jika nekad ikut" lalu Timah menceritakan kejadian yang di alaminya semenjak kemaren.
"Itu memalukan.. kamu masih Rusiankan?" tanya Evelina.
"Ya jelas..." kilah Timah.
"Dimana nyali Rusian yang kamu punya, ingat seboyan Rusian TIDAK ADA YANG MENGALAHKAN KITA KARENA KITA BENAR" Evelina mencoba membangun semangat Timah.
"Coba juga kamu pikir clan Naples yang saya punya tidak beda jauh dengan klan Naplaan yang kamu punya" Evelina diam sejenak.
"Percayalah ... Jika kamu jadi Ratu Pangeran Andrik Junior, bukan cuma kamu yang dapat senangnya, bahkan clan Naplaan keluargamu juga akan jadi terhormat di Rusia, tidak ada lagi yang berani mentang mentang dengan kalian" Evelina terus menyemangati Timah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments