Universitas di mana Timah menimba ilmu, kebetulan mendapatkan hibah Program Kompetisi Kampus dari sebuah Badan yang bergerak di bidang Intelejen, Kebudayaan dan Ristek. Salah satu mahasiswi yang terpilih adalah Timah dan Evelina. Sesuai jadwal sebelum di berangkatkan ke Indonesia, Timah, Eveline dan beberapa temannya melakukan pembekalan terlebih dahulu di kota Dubai Uni Emirat Arab.
Fatimah dan Evelina temannya satu universitas di tempatkan di hotel Burj al Arab. Burj Al Arab merupakan sebuah hotel mewah berkelas bintang tujuh yang terletak di Dubai, Uni Emirat. Hotel Burj Al Arab adalah hotel tertinggi keempat di dunia, tetapi 39% dari total ketinggian tidak bisa dihuni dan hanya menjadi penyokong kemewahan bangunan.
Sementara itu, kamar-kamar di akomodasi ini terdiri dari ruang tidur, ruang bersantai, ruang keluarga, kamar mandi, mini bar, dan ruang makan. Semua itu tentunya sudah dilengkapi dengan perabotan mewah dan peralatan canggih, termasuk TV, alat pengering rambut, mesin pembuat minuman, ac, lemari pendingin, alat karaoke, dan alat penyetel musik.
"Hotel semewah ini, berapa harga sewa kamarnya ya .. Va?" tanya Timah pada Evalina.
"Sangat mahal sekitar 342.000 rubel satu malam" ucap Evelina
"Ini pemborosan coba hitung berapa pengeluaran Negara selama kita ada di sini" lanjut Evelina.
"Untungnya yang bayar bukan Negara tapi sebuah badan yang bergerak di dunia Intelejen, budaya dan Ristek" timpal Timah.
"Aku juga sudah dengar mereka adalah Andrik group yang punya kekayaan yang pantastis, ya wajar kalau mereka mampu membayar kita di sini seumur hidup" Kata Evelina.
"ya Bos Andrik group sekarang dengan kekayaan yang tercatat sebesar US$ 236,5 miliar atau sebesar Rp 3.552,80 triliun. Sumber kekayaan mereka sebagian besar berasal dari sewa intelejen" timpal Timah.
"Kamu tau tidak kalau Andrik group juga punya tentara bayaran yang sekarang aktif di berbagai Negara, khususnya Negara yang sedang di landa konplik?" tanya Evelina.
"Kalau itu aku baru tau, selama ini aku cuman dengar group wagner yang memiliki tentara bayaran aktif dan profesional dan terikat perjanjian dengan Rusia" jawab Timah.
"Andrik group lebih dari itu mereka tidak bekerja secara khusus untuk Rusia, tapi juga bekerja di dunia internasional, selagi tidak mengganggu kedaulatan Rusia" jelas Evelina.
"Ayo sudah jadwal pengenalan kuliner Indonesia" ucap Timah.
"Ok let go" ajak evelina.
***
Jam 8.00, malam mereka sudah berada di RESTORAN FHADLAN BAKSO, yang terletak di sebuah pulau buatan. Mengusung konsep yang unik dan berbeda. FHADLAN BAKSO menjadi pelopor restoran dengan konsep gastronomi molekuler yang pertama di Dubai.
Berdiri di atas pulau buatan seluas 280 m2 atau sekitar 920 kaki, Restoran FHADLAN BAKSO ini berada di kawasan laut pantai Jumeirah dan terhubung ke daratan dengan jembatan kurva peribadi.
Pulau pribadi yang tidak begitu Luas menurut cerita pulau ini adalah milik pemilik restoran FHADLAN BAKSO sendiri. Pulau yang tidak begitu luas, paling seluas taman mini jakarta, Memasuki pulau saja sudah terlihat kemewahan, dengan bangunan bergaya Indonesia memang sangat cocok untuk tepat pelatihan mengenal budaya Indonesia.
Bukan hanya mahasiswa dan mahasiswi yang terlihat mengunjungi tempat ini, banyak turis arab, dan eropa bahkan ada juga yang datang dari amerika, brazil, maroko dan negara lainnya.
"Acara minum gahwa merupakan menu pembukaan di Restoran FHADLAN BAKSO, tersedia berbagai jenis kopi yang bisa di pilih pengunjung restoran" ucap pelayan restoran.
Ini yang unik dari Restoran FHADLAN BAKSO, setiap pengunjung akan di suguhi kopi secara gratis, tak peduli mereka beli bakso atau tidak.
"Kamu maunya ngopi Arab atau ngopi Robusta" tanya pelayan restoran.
"Arabic kopi, ... Robusta kopi" Timah memilih gahwa arab sedangkan Evelina memilih kopi robusta.
"Saat kalian berkunjung ke Indonesia khususnya di pedesaan, tradisi pertama yang kalian lihat biasanya, tuan rumah menyuguhkan minuman berupa kopi ataupun teh manis" jelas pemandu.
"Tradisi minum gahwa Bagi bangsa Indonesia, tidak hanya sekadar minuman melainkan sebagai bentuk keramah tamahan. Karenanya bangsa Indonedia memiliki etika tersendiri saat menyajikan dan menikmati kopi" lanjut pemandu.
"Menyajikan qahwa kepada tamu itu hal yang wajib. Kita tidak boleh gagal dalam menyajikan qahwa kepada tamu, jika terjadi itu sangat memalukan," lanjut Al-Shammari seorang pemandu.
"Ketika tamu datang, qahwa disajikan pertama kali sebelum hidangan lain. Jika tamu bukan termasuk orang yang minum kopi, tuan rumah harus tetap menyajikan qahwa sebagai bentuk penghormatan dan untuk menunjukkan sikap kedermawanan" lanjutnya.
Setelah mereka di sungguhi kopi, barulah pelayan restoran membawakan bakso pesanan mereka.
Ada yang sangat aneh terlihat selama mereka minum gahwa, di mana semakin lama gadis remaja makin banyak berdatangan mengunjungi restoran, kebanyakan mereka berasal dari Yaman, Arab saudi dan negara teluk lainya.
Lebih aneh lagi pengunjung datang seolah sedang ingin menjumpai kekasih nya. Terdengar mereka melantunkan pusi pusi cinta dalam bahasa Arab, yang hanya tertuju pada satu nama yakni Fhadlan.
"Ats tsalju hadiyyatusy syitaa'i, wasy-syamsu hadiyyatush shayf, waz-zuhuuru, hadiyyatur-rabii’i,wa anti hadiyyatul 'umri."
"Matahari adalah kado musim panas. Bunga adalah kado musim semi. Dan melihat mu Fhadlan adalah kado terindah hidup Ana."
"Ya Fhadlan Anta Hayati, Hati yang paling menakjubkan adalah hatimu, suara yang paling indah adalah bisikanmu, dan hal termanis dalam hidupku adalah mencintaimu, melihat anta akan memperpanjang umur ana"
"Ya Fhadlan... asmara Ana, Ya Fhadlan... Ana asmara anta lillahita'ala"
Berbagai kata kata cinta terdengar dari para remaja putri.
"Apa yang terjadi dengan mereka?" tanya Timah pada salah seorang pelayan restoran.
"Mereka kemari memang ingin melihat tuan Fhadlan si pemilik restoran, biasanya hari ini adalah jadwal keberadaan nya di sini, tapi tuan Fhadlan membatalkan penerbangannya dari Rusia karena ada sesuatu hal" ucap pelayan.
"Haaah" Timah kaget, tiba tiba dia teringat Panlanov penolongnya yang bersedia membatalkan penerbangan hanya untuk menolong dirinya.
"Memang nya tuan Fhadlan masih muda orangnya?" tanya Timah penasaran.
"Ya dia masih muda" jawab pelayan restoran.
"Apa tuan Fhadlan, orang Rusia" tanya Timah.
"Bukan dia kewargaan Saudi Arabia" jawab pelayan restoran.
"Kalau begitu dia pasti kaya raya atau hanya karena tampan sehingga mereka mengidolakan tuan Fhadlan" komentar Timah.
"dua duanya nona"
"Kekayaan tuan Fhadlan sudah sebanding dengan kekayaan pangeran Arab, sedangkan ketampananya tidak ada bandinganya" jelas pelayan restoran.
'mungkin kah tuan Fhadlan yang mereka maksud adalah Panlanov si pahlawan hati timah' pikir timah kembali teringat dengan Panlanov.
"Beberapa waktu lalu, otoritas Arab Saudi menahan dan mendeportasi tiga pemuda. Pengusiran ini dilakukan karena ketiga pemuda tersebut dianggap terlalu ganteng. Tidak ada keterangan mengenai identitas ketiga pria muda tersebut. Namun salah satunya adalah tuan Fhadlan" ucap pelayan lagi.
Siapa sebenarnya Fhadlan silahkan baca novel Berjudul:
FHADLAN GENERASI MILINIUM TRENDI.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments