"Lantas bagaimana dengan wanita muslim, kenapa tidak boleh menikah dengan non muslim, itu peraturan Negara atau aturan dari kitab suci juga?" tanya timah.
"Itu bukan aturan pemerintah tapi aturan dari Tuhan Allah sebagai hukum tertinggi bagi umat islam di abadikan dalam Al Qur'an" jelas Panlanov.
Sebagai Mahasiswi Fakultas sosiologi Timah sangat tertarik dengan hukum dan aturan yang mengikat suatu masyarakat sosial.
"itu Menarik ... bisa kamu sebutkan pasal pasal agama kamu yang mengatur pernikahan wanita muslim?" tanya Timah.
"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji pula, sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula" Panlanov membacakan Al Qur'an surat an nur ayat 26.
"Ayat ini menegaskan kalau wanita baik tidak boleh di nikahkan dengan laki laki jahat, atau sebaliknya wanita jahat tidak boleh menikah dengan laki laki baik, sekalipun mereka sama sama muslim apalagi menikah dengan laki laki musrik" jelas Panlanov.
"Siapa yang berwenang menilai dan menentukan siapa yang baik dan siapa yang jahat?" tanya Timah.
Panlanov kaget mendapat pertanyaan yang tak terduga dari timah.
"Orang tua dan walinya" jawab Panlanov singkat.
"Hmmm itu artinya sangat kecil kemungkinan kalian muslim mau menikahi wanita non muslim ya kan?" tanya Timah.
"Sudah sangat jelas... itu suatu yang tidak mungkin kcuali jika siwanita atau prianya mau beralih agama" tegas Panlanov.
"Ya.. di rusia pun demikian tapi mereka wajib beralih agama menjadi penganut salib ortodok" Timah terkenang keadaan orang tuanya yang berpisah karena perbedaan keyakinan.
"Oh may god" keluh timah di hati.
Suatu yang sangat berat saat dia harus mengubur harapan yang baru saja timbul, harapan yang sangat untuk hidup bersama Panlanov, tapi itu suatu keharusan untuk dia kubur karena jika mereka menikah pun Negara dan Gereja ortodok akan memaksa Panlanov, memeluk kristen ortodok atau ceraikan Timah, sudah bisa Timah bayangkan jika itu terjadi maka Panlanov akan memilih Islam Agamanya.
"Jangan lupa jika kamu sudah sampai kabari saya ya" pinta Panlanov.
"Apa... " ucap Timah sadar dari lamunannya.
"Giza .. Kamu melamun ya" ucap Panlanov.
"Apa..? Giza?.. my name is not Giza" ucap timah.
"I am sorry, saya terlalu ... saya seperti melihat kamu seakan melihat seseorang, dia punya kemiripan wajah dengan mu" Jelas Panlanov gugup.
"Pan.. Siapa sih Giza? Dia orang Rusia kah? sudikah kamu menceritakan nya pada Timah" pinta Timah hati hati.
Di rusia biasanya orang sangat tidak nyaman jika di tanya masalah pribadi, bahkan tidak jarang mereka akan tersinggung jika di tanya hal pribadi.
"Saya hanya bisa menceritakan nya pada seseorang yang menjadi teman dekat. Maukah kamu menjadi teman ku" pinta Panlanov.
"Boleh, timah bersedia menjadi teman dekat kamu" ucap timah.
"Ok.... Giza itu teman kecil ku, dia bukan orang Rusia tapi dia orang Indonesia, sama seperti ku" jelas Panlanov berusaha menghindari tatapan Timah.
Mata Panlanov merah seperti ada air mata yang mengenang, untungnya mereka tidak duduk berhadapan sehingga Timah tidak bisa melihat wajah sedih Panlanov.
"Ternyata Kalian dari indonesia, terus pan" komentar Timah semangat.
"Wajahnya memang mirip kamu Timah, bedanya postur tubuh giza tidak setinggi timah, juga rambutnya juga tidak pirang" cerita Panlanov.
"Rambut saya pirang karena di sampo inai, aslinya juga hitam kok Pan" komentar Timah.
"Dia pasti orang sangat dekat dengan mu arau mungkin dia Istri mu" selidik Timah.
"Tidak dia bukan istri tapi baru calon istri" jelas Panlanov.
"Ooooh" Reaksi Timah kaget mendengarnya.
Refleks Mulutnya menganga, matanya melotot, lalu tangannya menutup wajah dengan kedua tangannya.
"Fatimah Ibrahimova" tiba tiba ada suara spiker memanggil nama Timah.
"Ayo kamu sudah di panggil" ucap Panlanov.
"Ini saatnya kita berpisah" guman timah hampir tak terdengar.
Terasa mimpi timah benar benar menikmati kebersamaan nya dengan Panlanov, kebersamaan yang hanya sekejap tapi sudah sangat membahagiakan seakan mereka sudah bersama bertahun tahun lamanya.
Suasana senyap mendadak berubah sibuk, suara bising dan kegaduhan penumpang, yang akan melanjutkan perjalanan terlihat di tengah keramaian Bandara Internasional Vnukovo.
Udara dingin yang tadi tidak di terasa sekarang terasa berhembus menusuk kalbu, membekukan hatinya yang sempat nencair, saat perpisahan itu sudah datang. Di mana ada pertemuan, di situ pasti ada perpisahan.
Semua penumpang dan keluarga yang suadah berada di lobi masuk Bandara Vnukovo, seperti di komando serempak berdiri, tak terkecuali Timah dan Panlanov.
Sebelum check in keberangkatan, ritual kangen-kangenan sekeluarga dilakukan untuk melepaskan keberangkatan salah satu keluarga menuju Dubai.
Timah membuka kedua tangannya memberi isyarat, supaya Panlanov memeluk nya. Panlanov memberi respon dengan melingkarkan tangan di pinggang Timah, ritual cium kening, tempel pipi kiri dan tempel pipi kanan pun dilakukan.
"Ooo boy .. aku menyukai mu" bisik Timah.
"Aku juga" balas Panlanov.
"Ku harap kita, akan bertemu kembali di masa depan" lanjut Panlanov.
"Ya harapan yang sama" ucap timah setelah Panlanov melepas rangkulannya.
"Mungkinkah Panlanov punya perasaan yang sama" pikir timah saat mendengar pernyataan Panlanov yang penuh kerinduan.
Chek in keberangkatan kelar Timah mulai melangkah menuju pesawat, di situlah jantung Timah berdebar kencang. Karena perpisahan itu telah tiba. Sekali kali Timah menoleh ke belakang pandangan mereka beradu, terlihat jelas raut muka Panlanov dengan pandangan yang mengisyaratkan beban rindu yang sangat dalam.
"Selamat jalan, jangan lupa kabari Panlanov jika sudah sampai tujuan" ucap Panlanov melambaikan tangannya.
"Selamat tinggal pan, jangan lupakan aku" pinta Timah.
Bandara merupakan salah satu tempat paling syahdu dan romantis di dunia. Bandara memang menawarkan sejuta rasa. Bahagia, sedih, haru, kecewa semua hadir menjadi satu. Bandara selalu membawa sisi emosional setiap orang terhanyut bersama waktu. Tak terhitung berapa banyak film yang mengambil setting bandara sebagai salah satu lokasi pengambilan gambarnya, demikian pula dengan video klip beberapa lagu.
Demikian juga dengan Timah dan Panlanov, yang secara tak terduga punya kecocokan, dan saling mengikat emosi kebatinan di bandara, ya bandara selalu punya sudut eksotis untuk sebuah adegan kebersamaan, perpisahan, pertemuan dan suara hati yang penuh cinta.
“Berpisah adalah kesedihan yang manis, karena saya harus menyampaikan selamat tinggal sampai esok hari datang,” Kata Juliet pada Romeo dalam novel karya William Shakespare.
Seiring dengan kepergiannya menuju pesawat, Timah merasakan kehadiran Panlanov di hatinya membawa perasaan yang penuh suka cita namun dia juga harus mengikis harapan untuk bersama Panlanov.
Timah ingat ucapan Marsa yang telah bertindak sebagai mak comblang sekaligus penasehat spritual khusus urusan cinta.
"PRIA YANG KITA CINTAI BELUM TENTU BISA KITA NIKAHI, SEDANGKAN PRIA YANG KITA NIKAHI AKAN BISA KITA CINTAI"
"Biarlah cintanya pada Panlanov luyu sebelum berkembang" tekad timah mantap - semantap tekadnya terus melangkah menuju pesawat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments