"Saya punya model yang sama, terbuat dari metal cocok untuk aksesoris kalangan muda saat ini. Ambil dan pakailah dan simpan yang asli" ucap pria asing menyerahkan kalung yang sama modelnya dengan yang di pakai Timah.
"Ok terima kasih" ucap Timah sudah pasrah.
Pria asing kembali membawa koper Timah, menuju ke bandara.
"Saya harus pastikan kamu sudah cek in" ucapnya melangkah mendahului Timah berlagak sebagai body guard.
Berbeda dengan Suasana di Bandara Internasional Sheremetyevo, di sini terlihat kerumunan masa yang meneriakkan, nama Fatimah.
"Hore Ratu Timah datang" teriak salah seorang dari kerumunan.
"Ura... Ura... Ura..." kerumunan masa mulai berdiri menyambut kedatangan Fatimah.
Sepertinya kedatangan Timah di bandara Vnukovo, sudah tersiar dan mengundang beberapa simpatisan untuk datang ke bandara, hanya untuk melihat, berphoto atau minta tanda tangan Timah sebagai selebriti yang sedang populer saat itu.
"Oh my god" keluh Timah kembali cemas rasanya tidak mungkin menembus kerumunan masa yang berjubel.
"Kuasa tuhan, dia benar benar pantas menjadi Ratu" teriak seorang bergegas mendekat minta di photo.
"Maaf saya harus buru buru" pinta Timah memohon.
Namun kerumunan simpatisan Timah makin berjubel minta di Photo. Sebagai selebritis yang baru saja naik daun melejit menjadi top ten selebriti Internasional, belum pernah terbayang di otak Timah untuk menyewa body guard sebagai pengawal pribadi, apalagi dia bepergian bukan untuk show.
"Semua ... Minggir" teriak pria asing yang menenteng koper Timah.
Spontan teriakannya menghipnotis masa yang berkerumun. Dengan sigap pria asing tersebut bertindak sebagai body guard Timah.
"Ayo jalan" Pria asing memegang tangan Timah.
"Terima kasih" ucap Timah lega.
Timah seperti di seret dengan kuat oleh pria asing di depannya, dengan satu tangan memegang tangan Timah sementara tangan yang lain memegang koper, yang di kibaskan kiri kanan seolah srperti pentungan yang ringan mengusir simpatisan yang menghalangi jalannya.
Setelah melewati kerumunan, tidak jauh di depan mereka kembali, beberapa orang berseragan mengerahkan beberapa pria berbadan tegap untuk menghadang Timah dan orang asing yang mengawalnya.
“Jangan sampai dia masuk, kita tahan dia,” kata seseorang yang berseragam serba coklat.
Sepertinya dia komandan rombongan pria berbadan tegap tersebut, mungkin dia aparat keamanan atau pengawal pribadi orang penting.
“Jangan beri jalan, dia adalah saingan nona besar untuk memperoleh simpati pangeran. Dia tidak boleh masuk karena pangeran harus jadi milik nona besar” kembali Pria yang bertindak sebagai komandan memberi komando.
Serentak secara berlapis lima orang berseragam sama menghadang jalan Timah, di ikuti dua puluh atau lebih pria berotot di belakangnya.
Keadaan seperti ini pernah di alami Timah saat show, tapi biasanya Biasanya pihak security atau panitia penyelenggaran ambil alih. Lalu mereka kendaliin situasi supaya nggak tegang atau nggak sampai memanas. Tapi ini berbeda seperti ada komando untuk menghalangi kepergian Timah.
"Ini sabotase" teriak Timah putus asa, dia mulai curiga kalau ada orang berpengaruh yang memindahkan penerbangannya ke bandara vnukovo.
"Kamu jalan di belakang ku" desis pria asing melepaskan tangan Timah dari genggamanya.
Lalu seperti mengamuk tak kenal takut menyeruduk kearah pria besar besar dan berotot.
"Minggir" teriaknya berwibawa.
Pria berbadan tegap yang terdekat terdirong dan terpental menabrak temannya.
“Pukul pengawalnya ... tapi pastikan kita ikuti arahan dari nona Besar. Jika kita Ribut atau ada ketegangan, bos bilang jangan sampai ada yang cedera, jangan sampai kasus berlanjut." kembali komandan mereka memberi aba aba.
"Biarkan saya lewat saya tidak ada urusan dengan pangeran atau nona besar kalian" pinta Timah memelas.
Teriakan timah malah di sambut dengan serbuan pria berbadan tegap kearah pria asing, ukuran pria Asia di banding bule memang sangat jauh, Rata rata tinggi pria Rusia adalah 180 an tapi pria yang yang menghadang mereka adalah orang pilihan. tinggi badan mereka sudah bisa di pastikan di atas 190 cm.
Sementara pria asing yang menuntun Timah adalah pria Asia yang tinggi 170 cm saja itu sudah di atas rata rata. jadilah pria asing ini seperti seorang anak SMP di serbu puluhan polisi.
"Merka punya maksud jahat nona" teriak pria asing saat melihat puluhan pria berbadan tegap, bukannya menghindar tapi malah kompak menyerbu ke arahnya.
"Biar saya pulang saja ... mereka bukan orang sembarangan sepertinya suruhan orang penting pula" Timah mulai takut dan putus asa.
"Ayo kita putar balik, biar timah ambil penelitian di sini aja" Rengek timah mulai menangis.
Rengekan timah tidak sempat di jawab pria asing, karna bertepatan pria berbadan tegap sudah menyerbu ke arahnya.
"Ha ha ha.. Pria Asing kalian pulang itu lebih baik dari pada nonamu menangis" teriak pria berbadan tegap sudah mengarahkan pukulan ke muka pria Asing.
"Aiiih.. " pria asing mengeluh sambil miringkan badan sehingga pukulan pria berbadan tegap lewat di samping nya.
"Keparat kalian... benar benar tidak punya hati nurani" keluh pria asing saat pria berbadan tegap kembali memberinya pukulan.
"Trak... " dua pukulan bertemu di udara saat pukulan pria berbadan tegap di balas pukulan oleh pria Asing.
"Aaahh"
"Aduuuh"
Pria asing berdiri tenang setelah pukulan mereka bertemu, sedangkan pria berbadan tegap terlompat mundur sambil mengibas ngibaskan tangannya tanda kesakitan yang sangat.
Alangkah terkejutnya pria berbadan tegap melihat pria asing masih berdiri di depannya dengan tenang. Namun sebelum hilang rasa terkejutnya tiba tiba pria Asing telah menyerbu ke arahnya mendorong tubuhnya.
"Ahhhhh" spontan pria berbadan tegap mengerahkan tenaganya mempertahankan diri agar tidak terbanting.
"Ahhhhhk." sekuat apapun pria berbadan tegap bertahan tetap saja dia terbanting.
"Bruk..burk.. bruk..bruk... bruk" Semua tercengang seperti ada kekuatan luar biasa yang mendorong mengakibatkan pria berbadan tegap terbanting dengan keras, melabrak pria lain di belakangnya mengakibatkan 5 orang terjengkang.
"Scurity.... Security... Security" Timah berteriak sangat kencang air mata mulai menetes di pipinya.
Teriakan Timah seperti hilang tak bergema, tidak satupun security yang datang.
"Hai punya keahlian beladiri juga dianya" teriak pria lain yang masih berdiri.
"So pasti kalau tidak, mana mau selebriti top sekelas Fatimah Ibrahimova membayar mahal untuk menjadi pengawal pribadinya" teriak yang lain.
"Apa kau bilang" ucap pria asing kaget saat mendengar nama selebriti top di sebut.
Namun jawaban nya beberapa orang pria berbadan tegap dengan sigap menyerbu ke arah nya.
"Ser ... ser... ser..." beberapa pukulan dapat di elakkan pria asing.
"He he he.. dia tersinggung saat Bidadari nya di sebut sebut" kembali mereka melancarkan pukulan.
"Buk.." sebuah pukulan mendarat di dada pria asing membuat dia sempoyongan mundur kebelakang.
"Oooh boy" pekik Timah mencoba menahan Pria asing yang tepat jatuh di pelukan nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments