"Giza!!!" Pria asing yang tadi berada di antrian di depan Timah setengah berteriak memanggil nama seseorang, tepat saat Timah berbalik mau menuju keluar.
Spontan Timah menatap pria tersebut, mereka berdiri berhadapan saling tatap, Timah merasa pria asing tersebut menatap dan memanggilnya, membuat jantung Timah berdegup dan berhenti berdetak dengan darah berdeser di dadanya.
"Are you call me?" Tanya Timah memecah suasana.
"yes" Jawab si pria Asing.
"Sorry ... kamu salah orang nama saya bukan Giza" jawab Timah.
"I am sorry, I Think you are my friend" Ucap pria asing tersebut masih menatap Timah.
"Maaf saya harus pergi" Timah melanjutkan langkahnya.
"Tunggu... " pria asing tersebut menghalangi jalan timah.
"Saya harap kamu minggir, saya sudah tidak ada waktu untuk meladeni anda" ucap Timah mulai kesal.
"Saya bisa membantu anda untuk sampai di Bandara Vnukovo tepat waktu" ucap si pria.
"Oooo Iya?" tanya Timah agak cemas dan Takut, tapi karena sedang membutuhkan tumpangan Timah seperti di hipnotis ikut saja ajakan pria asing tersebut.
"Ayo Ikut saya" ajak Pria asing tersebut sambil mengambil koper Timah, lalu melangkah tergesa gesa.
Timah mulai tegang Andrenalinnya terpicu, perasan takut dan cemas melanda dirinya, sebagaimana wanita Rusia sangat berhati hati terhadap pria Asing, Timah juga demikian tidak pernah yakin dan tidak percaya terhadap Tekad baik dari pria yang tidak dia kenal.
"Cara tercepat untuk mencapai pusat Moskow dari bandara ini adalah dengan kereta Aeroexpress, yang memiliki stasiun tepat di gedung bandara. Tanpa menghadapi kemacetan lalu lintas, Anda akan tiba di stasiun kereta Belorusskaya dalam 35 menit, dan dari sana Anda bisa melanjutkan ke Bandara Vnukovo dengan waktu yang hampir sama, tapi kereta punya jadwal keberangkan tiga puluh menit lagi, dan sudah pasti akan berhenti juga di stasiun Belorusskaya"
"Artinya Nona juga akan terlambat" jelas pria asing seperti mengerti yang di takuti Timah.
"Apakah kita harus naik Bus?" tanya timah kebingungan.
"Bus adalah cara yang lebih murah untuk mencapai Bandara Vnukovo, tetapi Anda tidak pernah bisa menebak kepadatan lalu lintas. Kekurangan lainnya ialah bus hanya mengantarkan Anda ke stasiun metro di ujung jalur, di dekat batas kota, jadi Anda perlu 30 menit tambahan untuk mencapai pusat kota, itupun pasti terlambat nona" jelas pria asing.
"Atau Anda menyewakan mobil?" tanya Timah.
"Tidak Anda dapat menyewa mobil secara online atau dengan mengunjungi kantor sewa, tapi juga butuh waktu untuk berproses, saya tidak yakin anda bisa sampai tepat waktu" ucap pria asing.
"Apa anda akan membawa saya ke bandara Vnukovo dengan berlari" ucap Timah mulai emosi.
"Tidak kita bisa naik sepeda motor" jawab si pria.
Timah makin linglung dia membayangkan bagaimana mengendarai skutik, di Rusia sangat jarang orang menggunakan sepeda motor, dari seribuan orang penduduk hanya 2 orang saja yang membawa sepeda motor jenis skutik.
"Ada punya skutik?" kembali timah bertanya dengan nada curiga.
"Disini skutik dianggap sepeda sehingga tidak perlu semacam plat nopol gitu kan…hehehe" tanya Pria asing.
"Kamu tidak bercanda kan? mana mungkin kita bisa mencapai bandara vnukovo dengan kecepatan skutik" Timah makin jengkel.
“Tentu bisa... saya kalau ke sini selalu pilih motor yang nyaman untuk kecepatan tinggi dan bisa melewati gravel juga,” jelas Pria asing.
"Ini dia motornya" pria asing menunjukkan sebuah motor di parkiran depan mereka.
Timah memperhatikan sepeda motor XMAX 250 warna hitam di depan mereka masih tidak yakin.
“Menggunakan motor di sini bisa dengan kecepatan rata-rata 140-160 km/jam, kadang bisa memilih beberapa jalan gravel buat variasi, dengan alasan itu saya memilih sepeda motor untuk kendaraan pribadi" pria asing mencoba meyakinkan Timah.
"Ayo naik" ajak pria asing setelah motor di hidupkan.
Timah masih ragu di Rusia wanita juga tersugesti kalau wanita yang gampang di bawa pria tidak dikenal apalagi dengan pria asing, pasti dianggap sebagai Wanita Murahan.
"Tapi kali ini pengecualian, karena tidak ada pilihan" pikir Timah.
"Perjalanan ini sebenarnya dalam rangka memperoleh jalur tercepat dan bebas hambatan saya perlu penunjuk jalan" ucap si pria asing.
"Ok ... saya bisa memandu jalan anda" ucap Timah ikut naik.
Mereka tidak sedang menikmati riding di Rusia. Tidak juga sedang menuntun turis yang ingin tahu seperti apa jalan dan pemandangan di Rusia, selain melihat bangunan kuno yang ada atau mengunjungi pusat perbelanjaan. Tapi mereka mengejar jadwal keberangkatan sebuah pesawat, maka pria asingpun melajukan Motor dengan kencang.
"Ambil Rute pusat kota Moskow lalu menuju Utara hingga Bandara vnukovo" Timah memberi Instruksi.
Pemilihan rute ini bukan tanpa alasan, tapi di pilih timah untuk menghindari kemacetan.
"Pegangan kita harus melajukan motor dengan kencang" Pria asing memberi isarat untuk memeluknya.
Timah agak risih harus memeluk pria asing tersebut, "sekali lagi ini situasi" pikir Timah, insulinnya makin meningkat saat motor melaju di atas 130 km/jam.
Air mata Timah seperti muncrat dengan sendiri nya saat di hembus angin yang sangat kencang. Timah terpaksa memeluk pria asing dengan erat, hingga bagian lembut dadanya terasa menekan punggung si pria asing. Anehnya Timah malah merasa sangat nyaman, seakan sedang memeluk sesuatu yang bisa menjadi pelindung dirinya.
"Aku tidak bisa lihat, Angin sangat kencang memaksa air mata saya keluar" teriak Timah.
"Sekarang bagaimana?" tanya Pria asing memperlambat laju motornya.
"It is Okey" Jawab timah setuju, tanpa mengendorkan pelukan nya.
Meski jalur yang dilalui relatif mudah, terdapat satu kesulitan yang dialami mereka selama perjalanan, yakni masalah komunikasi.
"Apa kamu bisa bahasa Indonesia?" tanya pria asing tersebut.
"Ya bisa" jawab Timah percaya diri, setelah enam bulan kursus bahasa Indonesia.
“Ini jalur mudah tapi saya perlu guide lokal yang bisa bahasa indonesia untuk komunikasi. Saya masih kesulitan komunikasi dalam bahasa Rusia,” imbuhnya.
"Ok saya akan pandu anda dalam bahasa Indonesia" Timah mencoba bahasa indonesia.
"Bahasa indonesia anda tidak buruk bisa di mengerti" puji pria asing.
Sekalipun menegangkan akhirnya Timah sangat menikmati perjalanan ini. Ini pengalaman pertamanya bepergian dengan motor berkecepatan tinggi.
Didukung pula kondisi lalu lintas yang sangat berbeda dibanding touring di jalan padat kendaraan. Timah memilih rute Kota Moskow yang sangat sepi. Kalau di jalan bukan high way ketemu mobil bisa dua menit sekali, Hanya butuh waktu 50 menitan mereka pun sampai di tujuan.
"Nona kalau boleh saya kasih saran, Simpan kalung anda jangan sampai terlihat orang orang pemburu barang antik" ucap pria asing saat mematikan mesin motornya.
Seerrrrr kembali darah di dada timah berdeser.
"tiga kali sudah kalung ini dipermasalahkan artinya saya sedang punya masalah dengan kalung ini" pikir timah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments