"Ibuku hanya pedagang oleh oleh di pasar Ismailova" jawab Aleksei.
"Wah kalau mau berpergian, bisa beli oleh-oleh dengan ibumu dong?" tanya Timah mulai merasa akrab.
"Ya bisa.... kamu mau ke indonesia kan, kami juga sering meladeni tamu dari indonesia. Makanya pedagang di Ismailova juga harus pintar bahasa Indonesia" cerita Aleksei.
"masa iya?" tanya Timah.
"Benar ... kalau ingin menarik pengunjung dari Indonesia kami pedagang meneriakinya YANG MINAT BELANJA HARGA MURAH-HARGA MURAH" ucap Aleksei nenirukan gaya pedagang tanah abang dengan dialek Rusia.
"Hmmmm" guman Timah senang menahan senyum, gaya Aleksei terasa lucu baginya.
"Kalian punya waktu cuma 15 menit untuk menentukan sikap" Sela Marsa.
"Ok... Setelah bertemu kamu aku mantap, melamar kamu maukah kamu jadi istriku?" Aleksei langsung ajukan lamaran.
Timah diam mencoba beberapa pertimbangan namun tetap saja bayangan dan rasa cintanya masih ada pada Zuhrik, yah dia belum bisa mengatakan Iya.
"Bagaimana kalau saya pertimbangkan dulu dan sekembalinya dari indonesia jawaban yes or not akan saya berikan" pinta timah.
"No problem, kamu boleh pikir pikir dulu, dan saya juga harus punya persiapan, setidaknya saya harus punya Rubel di rekening sebanyak 6 Digit di belakang koma, sebelum menikahi kamu" Aleksei tidak terlihat kecewa.
"Terima kasih" balas Timah singkat.
"Aku mau memberitahukan sesuatu Apa kamu mau degar?" tanya Aleksei mengubah topik pembicaraan.
"Tentang apa?" tanya Timah penasaran, dan mulai merasa cocok dengan perhatian Aleksei.
"Tentang kalung yang kamu pakai" jawab Aleksei.
"Tidak ada yang penting dengan kalung Timah, bahkan orang orang banyak pakai kalung yang sama modelnya dari bahan perak dan emas yang mahal" jelas Timah.
"Di situ masalah nya, model kalung seperti ini viral di dunia internasional semenjak di pakai oleh seorang model Top asal Rusia kan?" tanya Aleksei.
"Emang kamu baru tau kalau Timah seorang model top, he he he" Timah menutup mulutnya wajah nya memerah malu saat sadar dirinya baru saja tertawa.
"Kamu tidak usah malu untuk tertawa, karena saat kamu di indonesia kamu juga harus bisa tertawa" ujar Aleksei.
"Tapi yang saya ingin sampaikan bukan tentang model yang memakai kalung itu tapi tentang kalung itu sendiri" Aleksei makin serius.
"Ok, apa yang kamu pikir tentang kalung Timah?" Tanya Timah.
"Saya yakin suatu saat ada orang yang akan membeli kalung kamu dengan harga mahal atau kamu akan mendapat masalah jika mempertahankan nya" jelas Aleksei.
"Itu serius?" tanya Timah.
"Ya.. karena baru beberapa hari yang lalu toko barang antik di sebelah toko kami di datangi orang asing, mereka memperlihatkan photo Timah. Lalu bertanya"
"Apakah toko mereka ada menjual kalung seperti yang di pakai Fatimah Ibrahimova?"
"Ada, jawab pemilik toko lalu membawa kalung perak kuno dan kalung metal yang mirip dengan kalung yang ada di photo"
"Yang kami cari yang terbuat dari timah"
"Kalau yang terbuat dari timah kami belum punya jelas pemilik toko"
"Sebelum pergi orang asing tersebut meninggalkan no telepon, jika kamu bisa memperoleh liontin Timah seperti ini kami akan beli dengan harga mahal" cerita Aleksei
"Kamu bikin aku takut" Timah penasaran.
"Itu benar, saya juga pernah degar ada wanita muda yang di datangi orang asing lalu kalung liontin peraknya di rampas, untung kalungnya bukan berlian yang berharga" Marsa yang tadi diam ikut bicara.
"Ok, intinya kamu juga perlu hati hati mana tau kalung kamu memang lebih berharga dari A Heritage in Bloom, kalung permata yang berharga bernilai USD 200 juta" kembali Aleksei mengingatkan.
"Ok, kalian sudah punya kesepakatan kan. Sudah saatnya saya antar Timah ke bandara" ucap Marsa.
"Ok urusan kami sudah selesai" jawab Timah dan Aleksei bersamaan.
***
Saat menuju bandara Timah cukup terganggu oleh cerita Aleksei, kalung yang dia pakai tidaklah berharga dengan materi, tapi bagi Timah kalung nya merupakan pemberian orang yang sangat dia hargai, satu satunya pemberian ayahnya.
"Kamu beli kalung di mana sih?" tanya Marsa penasaran.
"Ini tidak di beli tapi pemberian papa saat pergi meninggalkan kami" jawab Timah.
"Keluarga ku senasib dengan Keluarga Aleksei, Ayah ku muslim, tapi karena di rusia ada peraturan pemerintah kalau setiap orang yang menikah beda agama maka mereka harus mengganti agama mereka menjadi salib ortodok" cerita Timah.
"Lalu ayah kamu tidak ikut salib ortodok" tebak Marsa.
"Iya benar ... Saat pendeta mendatangi ayahku memberi dua pilihan Ikut salib ortodok atau Tinggalkan Rusia sebagai hukum pelanggar undang undang, makanya ayahku memilih tetap dengan keyakinan nya dan pergi tinggalkan Rusia" lanjut Timah.
"Oooo aku baru mengerti kenapa model kalung Timah sangat ngetren, berarti karena kalung itu selalu kamu pakai saat manggung di berbagai Even, mangkanya jadi tren kekinian dan menjadi aksesoris metal yang sangat laris saat ini" Marsa mangut mangut sendiri saat mobil sudah berhenti di bandara.
"OK kita sudah sampai" ucap Marsa turun membukakan pintu mobil untuk timah, lalu menurunkan koper timah.
"Terima kasih Marsa" ucap timah.
"Sama sama .. maaf tidak bisa nemani, saya harus pergi" ucap Marsa melajukan mobilnya dengan pelan.
Fatimah Ibrahimova merasa sangat beruntung berada di Bandara Internasional Sheremetyevo tepat waktu, bagaimana tidak bandara Moskow itu sebenarnya adalah bandara paling tepat waktu di dunia dengan penundaan penerbangan paling sedikit, dibandingkan dengan 105 bandara terbesar dunia lainnya.
Utungnya Timah yang sudah nenjadi model top internasional tidak seperti Para wanita Soviet sudah memerhatikan tren mode pakaian, melakukan yang terbaik untuk merawat diri mereka, dan sering kali meniru gaya para bintang film dan selebriti tapi sebaliknya Timah mempertahankan penampilan perempuan sederhana sebagai karakter yang positif — tanpa kemewahan khusus, tampila biasa sangat natural. sehingga tidak begitu menjadi pusat perhatian khalayak saat dia bepergian.
Timah yang baru bgetop di dunia model belum begitu menjadi perhatian, atau karena orang sibuk dengan tujuan sendiri sehingga Timah lancar menuju antrian untuk bording pass.
Timah ngantri di bagian belakang seorang pemuda asing.
"so tidak perlu buru buru aku masih punya wajtu tiga jam" pikir timah.
Setelah pemuda Asing di depan timah melakukan bording pass, tibalah giliran Timah, timah memperlihatkan tiket dan kartu identitas nya.
"Keberangkatan anda di alihkan melalui bandara Bandar Udara Internasional Vnukovo" jawab petugas bandara.
"Ya Tuhan" teriak Timah kaget membuat orang di sekitar nya mengalihkan pandangan pada Timah.
"Aku harus bagaimana?" tanya Timah kebingungan.
"Kamu punya kendaraan pribadi kan, segera pergi kalau tidak ingin ketinggalan" ucap petugas bandara.
"Tidak punya, di mana saya bisa peroleh tumpangan?" tanya timah.
"Boleh cari di depan, tapi saya tidak yakin mereka bisa tepat waktu" jawab petugas bandara.
Timah berbalik tapi dia terhalang oleh seorang pria asing yang berdiri tepat di depan nya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments