Timah sendiri tak pernah menyukai pria mana pun semenjak mengenal Zuhrik, bahkan tak pernah terbesit di pikirannya menyukai seseorang setelah itu. Bisa di katakan cintanya pada Zuhrik adalah Cinta Mati. Bahkan semenjak di putuskan Zuhrik Dia hanya bergelut dengan buku-buku dan sastra atau pelajaran kuliah.
The death of romance atau kematian asmara inilah yang sedang di alami Timah. Merupakan fenomena umum yang dialami seseorang saat putus cinta.
"Kita akan melakukan ritual hati perak terlebih dulu" ucap Marsa mengagetkan Timah, saat mereka mulai memasuki taman hermitege di jantung kota Moskow.
"Ok .. terima kasih Marsa" ucap Timah.
Timah mengerti kalau dia akan di bawa ketamam ini untuk mengobati hatinya yang sedang mengalami kematian asmara.
Taman Hermitage memiliki sebuah simbol penting, hati perak raksasa dengan tinggi sekitar 3,5 meter. Monumen cinta ini dinaungi oleh berbagai legenda dan mitos yang diketahui oleh para wanita atau pria singel yang sedang mencari pasangan.
Wanita single biasanya akan membuat permohonan di depan Hati perak, lalu berjalan melewati hati perak ini dengan harapan permohonannya akan terkabul.
Taman yang terletak sangat dekat dari jantung ibu kota Rusia, namun cukup tersembunyi dari mata orang-orang yang berlalu-lalang.
Timah tau tentang mitos Ritual hati perak, namun walaupun dia tinggal di Moskow dia tidak pernah tau di mana adanya hati perak.
"Sungguh sebuah hal yang tak terduga aku bisa menemukannya hari ini" pikir Timah saat sampai Di sudut kota yang tenang di samping jalanan Prospekt Mira yang sangat sibuk.
"Di sinikah kita akan melaksanakan ritual hati perak?" tanya Timah penuh harap.
Timah mulai senang sekalipun ini dianggapnya mitos Tapi tetap saja dia memiliki harapan baru. Bagaimana tidak orang orang rela menghabiskan uang datang dari berbagai pejuru dunia untuk melakukan ritual ini. Sementara Timah menemukan nya secara tidak sengaja.
Bagi Timah hati perak itu seumpama sebuah mustika yang hanya dengan itu penyakit berbahaya yang di deritanya dapat terobati, sebuah mustika yang hanya terdapat di belahan dunia entah berantah, dimana setiap orang yang mencoba menemukannya harus bertaruh nyawa dan itupun hanya sedikit dari mereka yang berhasil.
"Ya benar .. kita akan melakukan ritual hati perak di sini" ucap Marsa saat memasuki taman.
Taman ini letaknya sangat tersembunyi, untuk menemukan pintu masuknya pun tidak sederhana, Mereka perlu berjalan melewati deretan bangunan di Prospekt Mira, dan membeli tiket di gedung yang letak nya juga tersrmbunyi, sebelum memasuki taman ini.
Sepanjang perjalanan suasana hati Timah belumlah terobati, hatinya masih galau, kecewa, sedih campur aduk dan dia merasakan ke hampaan. walaupun Taman Hermitage merupakan sudut romantis terbaik di pusat kota Moskow. Kehidupan di taman ini terus berjalan sepanjang tahun, Namun, lapangan sepi di dekat gedung tersebut menyajikan pemandangan menakjubkan dan masuk dalam kategori 'rahasia kota'. Mencari jalan menuju ke tempat itu sendiri cukup memacu adrenalin dan ini saja sudah bisa semakin mendekatkan dua orang yang sedang jatuh cinta.
"Aleksei.... telah melakukannya lebih dulu" ucap Marsa memberi tau Timah.
"Ohhhh ya" timpal Timah dingin.
Di ingatkan tentang orang yang akan di jodohkan dengannya bukan membuat hatinya bahagia tapi malah makin pilu, entah kenapa harapannya pada Zuhrik tak bisa dia hilangkan sekalipun sudah sangat nyata Zuhrik memutuskan cintanya dan perlakuannya sangat menyakiti Timah.
Tambah lagi Timah belum mengenal Aleksei calon jodohnya, Hal ini disebabkan karena mereka belum saling mengenal. Apalagi jika nengingat setelah perjodohan ini, mereka sudah diharuskan tinggal dan melakukan aktivitas bersama.
Meskipun sebagian orang menilai jika benih-benih cinta akan tumbuh setelah hidup bersama, tetapi ini menjadi hal yang belum pasti bahkan tidak di yakini oleh Timah.
"Ya Mah.. Aleksei sudah lebih dulu berada di sini. Marsa yakin Aleksei sudah buat per mohonan khusus untuk di dirinya sendiri" lanjut Marsa.
"Atau Mungkin dia berdoa supaya kalian saling mencintai hingga akhir hayat" ucap marsya.
"Timah masih meragukan itu, Marsya!" timpal Timah yang hatinya makin bimbang.
"Kalaupun Kami bisa saling suka tapi Hal tersebut pun masih tergantung dengan pribadi kami masing-masing" Argumen Timah masih enggan dengan perjodohannya.
"Iya Mah, itu Jika salah satu dari kalian masih menutup dirinya, iya memang sangat sulit untuk menumbuhkan perasaan cinta satu sama lain, tapi berbeda jika masing-masing kalian saling menerima" ucap marsa membujuk Timah.
"Calon jodoh mu memiliki budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang sama dengan keluarga mu, Marsya yakin ke depannya kalian takkan punya masalah menerima tradisi-tradisi berbeda" lanjut marsa.
"Tapi masalah nya bukan cuma perbedaan tradisi dua manusia .. Marsa" ucap Timah yang masih enggan menjalani perjodohan nya.
"Jika pernikahan karena perjodohan ini diatur sempurna untuk kalian, untuk apa Timah masih meragukannya? Kalian tak perlu memiliki pernikahan dengan cinta hanya untuk menjadi bagian dari budaya modern," papar Marsa.
"Kita sudah sampai, tidak ada waktu untuk berdebat, sebaiknya kamu coba saja dulu, Marsa tau suasana hatimu yang sedang tidak nyaman karena di tinggal kekasih" ucap Marsa setengah memaksa.
Timah telah melihat monumen hati yang terbuat dari perak di depan mereka di mana orang orang pada antri menunggu giliran untuk berdoa di depannya lalu melewati nya.
Dengan rasa masih enggan Timah mengikuti Marsa di barisan antrian yang panjang. Tradisi ritual hati perak tidak saja di lakukan oleh pria atau perempuan single tapi juga mereka yang punya pasangan, mereka melakukan dengan harapan cinta mereka langgeng selamanya.
Di Tempat ini juga memiliki tradisi unik di mana pasangan melakukan acara flash mob para pasangan berciuman di dekat hati perak tersebut, dan itu akan menjadi parade ciuman terbesar di kota Moskow.
Timah makin muak saat melihat para pasangan melakukan ciuman di depan hati perak, Timah makin jenggah saat menyaksikan pasangan pria sejenis mendominasi acara flash mob.
"Dua tahun lagi wanita Rusia akan berlomba ke Dubai untuk tidur dengan pria Arab" guman Marsa saat di depan mereka berjejer antrian pasangan LGBT.
Memang bukan saja pasangan pria dan wanita saja yang menjalin cinta kasih pada hari valentin day. tapi momen ini juga di gunakan oleh kaum homo untuk menjalin cinta kasih.
Timah hanya diam tidak ada komentar tapi tetap saja dia membenarkan pernyataan Marsa.
"Kamu masih beruntung Timah, masih bisa menemukan Aleksei, mungkin ini pria terakhir di Rusia. Setelah Rusia kekurangan pria, saat ini pria di wajibkan berperang membela Negara, bukan rahasia umum kalau kematian pria di Rusia terbesar di medan perang, dan yang tersisa hanyalah pria yang benar benar telah berbuah jadi perempuan, coba Timah lihat semua mereka sudah pada punya suami segala" lanjut Marsa menunjuk pasangan LGBT di depan mereka.
"Iya sih... tapi gadis di Rusia tidak akan pernah jatuh cinta pada pria yang tidak mampu menggetarkan hatinya" ucap Timah, di hatinya belum bisa menerima kehadiran pria manapun.
"Sekalipun pria hanya tinggal satu aku bertekat menolak jika pria tersebut belum bisa menggetarkan hati ku" tekat Timah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments