Perlakuan Zuhrik benar benar membuat jengkel Timah, Rasa cinta dan simpati yang tadinya masih menggunung seperti lenyap seketika berganti kekesalan dan kesedihan, seumpama panas setahun lenyap dengan hujan sehari, dengan langkah gontai Timah melangkah menuju Taman kota.
****
Mungkin karena bertepatan dengan valentine day Kehidupan malam Moskow terlihat semarak hingga pagi meskipun cuaca dingin, saat matahari terbenam ibukota Rusia tetap menjadi panas. Di antara disko mewah Partai dibesar-besarkan dan gadis-gadis Rusia cantik gentayangan merayakan kehidupan malam dengan pakaian seksi seolah tak terpengaruh oleh dingginnya cuaca malam.
Ya mereka melpiaskan kegembiraan mereka dengan bersenang senang. Moskow menawarkan semua yang mereka butuhkan untuk malam yang mengesankan. Saat valentin pesta tidak lagi terkonsentrasi di klub klub malam atau restoran restoran, bahkan sudah meluas di sepanjang jalan di hibur seniman seniman jalanan, sehingga hari valentin menjadi malam yang menyenangkan yang tak terkendali dan tanpa hambatan hingga pagi hari.
Pesta alkohol yang berujung mabuk dan kehidupan bebas, tidak lagi terkonsentrasi di satu daerah dan klub malam tetapi sudah tersebar di seluruh kota. Keadaan ini sudah sangat meresahkan orang tua khususnya yang memiliki anak anak remaja, Inilah salah satu alasan pemerintah Rusia melarang perayaan Hari Valentin.
Orang tuanya Timah merupakan orang konservatif atau menjaga tradisi lama sangat tidak menginginkan anak anaknya terjebak dalam kehidupan yang bebas. Mereka berpikir bahwa untuk membangun sebuah keluarga bahagia, mereka harus menikah dengan orang Rusia.
Kebanyakan pasangan tidak bisa menikah tanpa izin dan restu dari orang tua mereka. Ini tradisi yang di pelihara sejak zaman dahulu.
Timah duduk di sebuah sudut taman di utara kota Moskow menunggu seseorang yang sudah berjanji menemuinya di sini. Timah berusaha menghindar dari tatapan para pengunjung yang sudah sejak tadi malam berada di sini.
Timah mulai resah saat seorang laki laki asing dari tadi menatapnya sangat lekat, ingin rasanya timah pergi dari sini, tapi janjinya dengan seseorang membuatnya bertahan.
"Hi Timah..." suara Marsa mengagetkan Timah.
"Yes Hi ..... Marsa" balas Timah singkat.
"Ayo Timah, saatnya kita pergi" ucap Marsa menyeret Timah ketempat di mana mobilnya di parkir.
Marsa juga merasa resah saat melihat pria asing yang memandang Timah dengan pandangan tajam.
"Ayo naik" pinta marsa pada Timah lalu membukakan pintu mobilnya tergesa gesa, seolah sedang takut pada seorang penjahat.
Marsa merupakan anggota biro perjodohan yang di sewa orang tua Timah untuk mencarikan jodoh anaknya.
Memang pada zaman sekarang ini menikah sudah bukan suatu keharusan lagi dan merupakan pilihan pribadi setiap orang khususnya Eropah sehingga banyak sekali pemuda dan pemudi yang memutuskan untuk berkarir dan tak perlu berkeluarga.
Namun percayalah bahwa diam-diam setiap orang tua pasti kepikiran jika anaknya belum menikah juga saat dewasa tak terkecuali apakah itu di Rusia, di Eropah atau di Amerika, demikian juga halnya orang tua Timah.
"Kamu terlihat cemas Marsa" ungkap Timah saat melihat Marsa tegang seperti ada yang sedang di takutinya.
"Timah ... Apa kamu tidak lihat Pria asing yang selalu memandang kamu, dia seoerti pria Asia dan kostumnya seperti kostum *******" tanya Marsa.
"Iya .. saya juga sangat terganggu dengan pemandangannya, kalau tidak menunggu kamu sudah dari tadi aku pergi menghindarinya" timpal Timah.
Wanita Rusia memang aneh, jika ada pria asing yang memandangnya apalgi berusaha mengikutinya, maka tindakan pertama yang akan mereka lakukan adalah pergi menjauh atau sembunyi.
"Kamu siap Timah?" tanya Marsa mengagetkan Timah.
"Siap sih" ucap Timah singkat, dia tidak ingin mengecewakan orang tuanya yang tentu membayar mahal untuk jasa biro jodoh seperti Marsa.
"Tapi apa tidak bisa setelah Timah kembali dari Indonesia?" tanya Timah meminta saat mobil mulai melaju dengan pelan.
"Kita sudah janji pada Aleksei kalau hari ini kalian di pertemukan, ingat Timah hari ini hari yang baik untuk menjalin kasih sayang sekalipun Pemerintah Rusia melarang perayaan valentin day" tegas Marsa
"hmmm .... Kenapa orang tua di Rusia selalu ikut campur urusan jodoh anak mereka...." keluh Timah.
"Iya jelaslah Timah... orang tua pasti peduli.... para orangtua juga bakal kepikiran tentang siapa yang sedang dekat dengan anaknya kini dan yang mungkin akan menikahinya. Sebab orangtua tentu tidak mau jika anaknya terlambat menikah"
"Orang tua juga tidak ingin anak gadis mereka dipermainkan laki laki misalnya karena pasangannya terus saja mengundur waktu, Kalau sudah dewasa mereka tentu berharap baiknya sama yang pasti-pasti saja kan?" tanya Marsa.
"Iya sih tapi tidak harus secepat ini juga kan" Timah balik mengajukan protes.
"Jika anak sudah memasuki usia matang namun belum menikah dan tidak lagi dekat dengan siapa-siapa maka isi pikiran orangtua rata-rata adalah cara agar anaknya bertemu pendamping yang tepat. Yang tidak main-main dan mau langsung serius, makanya gak heran kalau sebagian orang tua berpikiran untuk menjodohkan anaknya pada situasi seperti ini" Marsa memberi argumen pembelaan terhadap orang tua Timah.
"Apalagi kondisi zaman modern banyak orang memutuskan untuk tidak berkeluarga, dan hidup bebas ganti ganti pasangan tanpa menikah itu suatu yang amat buruk lho, tidak salah kalau pemerintah dan gereja mempatwakan kalau umur 16 tahun untuk wanita dan 19 rahun untuk pria sebagai umur harus nikah " lanjut Marsa.
"Kenapa di haruskan, alangkah baiknya tunggu anak mereka siap kenapa rupanya". Timah masih belum bisa menerima kebijakan Pemerintah, Gereja atau orang tuanya sendiri.
"Memang terkadang tak bisa di pungkiri kalau orang tua juga cemas, saat pikiran mereka berisi tentang siap atau tidaknya sang anak untuk berumah tangga, ya makanya orang tua terkadang berubah jadi lebih cerewet. Mereka ingin anaknya bisa mandiri Entah itu belajar memasak, mengurus rumah, atau belajar menjadi sosok yang di andalkan dalam keluarga"
"Tapi yakinlah kamu Mah ... kalau keluarga punya cara sendiri untuk bahagia, yang penting optimis kalau kamu punya banyak hal yang menyenangkan dari pasanganmu" Marsa terus menyuport Timah.
"Ok kita coba" ucap Timah memutuskan, sekalipun perasaan nya mulai galau, harap dan cemas bercampur aduk.
"Nah gitu dong, ingat berjodoh itu keberuntungan yang layak di rayakan lho Mah. Betapa banyak wanita malang sebagai janda atau perawan tua. Tidak punya Suami bagi mereka itu merupakan kemalangan yang sangat, melebihi malangnya orang yang tak punya pekerjaan atau tak punya harta benda" ucap Marsa memberi semangat.
"Kamu jangan kuatir kalau jodoh yang kami tawarkan sudah pasti sepadan dengan status kamu, so pasti kamu tidak akan kecewa. Kalau masalah nya belum cinta itu mungkin kamu masih memendam cinta pada seseorang" ucap marsa.
Marsya profisional orangnya, Saat mencari kecocokan yang potensial, marsa perlu memastikan bahwa calon pasangan itu bukan kerabat dekat. Setelah itu, mereka akan lanjut melihat sejarah keluarga, kekayaan, dan status sosial, bahkan kebudayaan serta kehidupan sehari-harinya. Jika semua selesai, barulah ia mengusulkan penawaran perjodohan. Hanya sedikit orang yang memahami psikologi manusia sebaik mak comblang di Kekaisaran Rusia.
"Percayalah orang yang Timah cintai belum tentu bisa di nikahi tapi orang yang Timah nikahi akan bisa di cintai, jadi simpan saja cinta Timah untuk pasangan yang akan Timah nikahi" bujuk Marsya.
Timah hanya diam tak bisa bicara bayangan Zuhrik kembali menari di benaknya, seakan masih memberi harapan suatu saat dia akan kembali menjemput Timah.
"Aaaah ....." keluh Timah saat perasaan terhadap Zuhrikbmakin menguat, semakin dia coba melenyapkan perasaan cinta pada Zuhrik malah semakin kuat perasaan itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments