Bab 13 Serigala Milik Van Costel IV

Serigala Milik Van Costel IV

Serigala Milik Van Costel IV yang telah berusia 5000 tahun, memiliki karakteristik yang sangat kuat, dan merupakan salah satu hewan pemburu milik hantu Van Costel IV semasa hidupnya. Dengan kelebihan yaitu memiliki daya penglihatan tajam mampu berubah menjadi raksasa adalah hewan kesayangan hantu Van Costel IV selama dia masih menjadi manusia dan bukan hantu.

Pada saat berada di atas gedung tempat para klan bangsawan bertemu, serigala milik Van Costel itu datang.

Entah datangnya darimana, serigala itu langsung menyerbu Van Costel dan menjilatinya seakan-akan mereka baru berjumpa kembali.

"Apa kabar Rex ?", sapa Van Costel tersenyum.

Auuu... Auuu... Auuu...

Serigala berbadan besar itu seakan-akan merindukan hantu Van Costel IV yang lama tidak bertemu.

"Apakah serigala itu milik mu ?", tanya Jia Li.

"Hmmm..., iya, namanya Rex...", sahut Van Costel IV.

Beberapa orang langsung keluar dari dalam gedung seraya berlarian ke arah Van Costel IV dan Jia Li berada saat ini.

"Van Costel ! Ada apa ?", tanya pria berlensa satu.

"Tidak biasanya Rex datang jika tidak dalam keadaan bahaya", sahut seorang perempuan berpakaian warna merah.

"Tadi ada klan Cornel datang mengganggu Jia Li tetapi semua sudah dapat di atasi oleh Jia Li, Demitri", kata hantu Van Costel.

"Cornel ?", sahut seorang perempuan di sebelah pria berlensa satu.

"Apa mau klan Cornel sebenarnya ?", ucap pria berjas merah panjang menjuntai ke bawah.

"Dia menginginkan Jia Li", jawab hantu Van Costel.

"Jia Li !?", ucap pria berlensa satu seraya menoleh ke arah Jia Li yang berada di samping Van Costel.

"Maaf, aku belum sempat mengenalkan Jia Li kepada kalian", kata Van Costel IV.

"Siapa dia, Van Costel ?", tanya seorang perempuan.

"Istriku...", sahut Van Costel.

Hantu Van Costel IV langsung merangkul pundak Jia Li seraya tersenyum pada tiga orang dihadapannya.

"Istri mu ?", ucap ketiga orang itu serentak.

"Iya, nama istri ku Jia Li", kata Van Costel.

Pria berwajah tampan itu langsung mencium mesra Jia Li sedangkan ketiga orang dihadapan mereka hanya berdiri termangu.

"Apa benar dia adalah istri mu, Costel ?", tanya pria yang di panggil Demetri terheran-heran.

"Benar... Apa aku harus membohongi kalian ?", sahut Van Costel.

"Astaga ! Tidak seorangpun yang mengatakan tentang pernikahan ataupun setidaknya pertunangan mu, Van Costel", kata Demetri putus asa.

"Bahkan tidak ada yang mengirimkan kartu undangan untuk ku ke rumah", sahut seorang perempuan yang hadir di atas bangunan bersama yang lainnya.

Perempuan dengan memakai pakaian serba warna merah terlihat berdiri sembari berkacak pinggang, menatap kesal kepada hantu Van Costel IV.

"Maafkan aku Vasilica...", lanjut Van Costel.

"Apakah kehadiran kami tidak kamu harapkan sehingga hari pernikahan terpenting dalam hidup mu, kamu tidak sudi memberitahukannya, Costel ?", ucap Vasilica.

"Tidak, aku tidak berpikiran demikian, Vasilica", sahut Van Costel.

"Tidak ! Tidak ! Tidak, Costel ! Tidak seperti ini seharusnya... Dan kamu harus mengadakan acara perayaan pernikahan mu di lembah Moldova !", kata Demetri.

Tampak pria bernama Demetri memandangi Van Costel serta Jia Li saling bergantian.

"Kamu harus merayakan pernikahan mu dengan sebuah pesta secara besar-besaran selama tujuh hari tujuh malam, Costel", ucap Demetri serius.

"Ayolah Demetri ! Kita bukan anak-anak kecil lagi... Dan harus memperdebatkan urusan-urusan kecil...", sahut Van Costel malas.

"Apakah kamu tidak menganggap kami rekan mu, Costel ?", tanya Vasilica.

"Oh Vasilica, janganlah memperuncing suasana hanya karena aku tidak merayakan pernikahan ku", ucap Van Costel.

"Itu tandanya kamu tidak menginginkan pernikahan di antara kalian terjadi, Costel", kata Vasilica.

"Tidak...", lanjut Van Costel sambil melirik ke arah Jia Li yang ada disampingnya.

"Lantas ?", tanya Vasilica mendesak.

"Haruskah aku menanyakannya pada istri ku tentang rencana kalian yang terus mendesakku untuk merayakan pernikahan kami", jawab Van Costel.

"Bukannya dia istri mu !? Seharusnya dia setuju dengan acara pernikahannya di rayakan kembali, Costel", kata Vasilica heran.

"Mmm... Aku setuju... Merayakan acara pernikahan kami lagi di lembah Moldova...", ucap Jia Li tiba-tiba.

Hantu Van Costel menolehkan kepalanya ke arah Jia Li dan terkejut kaget.

"Jia Li...", ucap Van Costel terpana.

"Kami akan merayakan kembali acara pernikahan kami di lembah Moldova sepulangnya dari tempat ini", kata Jia Li dengan tegasnya.

"Jia Li !?", bisik lembut Van Costel.

"Bagaimana dengan mu Costel ?" tanya Demetri seraya mengangkat kedua alisnya ke atas.

Van Costel tersenyum lebar ketika mendengar ucapan Jia Li dan dia berkata kepada ketiga rekannya sesama klan bangsawan dengan nada senang.

"Baiklah... Aku akan merayakan pesta pernikahan kami selama tujuh hari tujuh malam berturut-turut secara meriah dan megah...", sahut Van Costel.

Ketiga rekan Van Costel lalu tertawa bersama-sama mendengar jawaban dari hantu tampan itu.

Ketika mereka sedang bercakap-cakap di luar gedung, muncul sesosok pria menyeramkan dengan beberapa orang yang sama penampilannya ke atas gedung.

"Jangan bersenang-senang dulu, Van Costel", kata seorang pria yang turun perlahan-lahan ke atas bangunan megah itu.

"Kau lagi...", ucap Van Costel sambil mengusap kepalanya.

"Klan Cornel rupanya... Apa kabar kalian lama tidak bertemu !?", sahut Demetri.

"Demetri VII... Bagaimana keadaan mu sekarang saudara ku ?", tanya Klan Cornel seraya tersenyum mengejek.

"Tentu saja kabar ku baik-baik saja, Cornel", sahut Demetri.

"Kau juga hadir, si cantik Alexandra Vasilica", ucap pria menyeramkan dengan lukisan warna-warni di seluruh tubuhnya.

"Cornel... Cornel... Oh, Cornel...", sahut Vasilica. "Apa yang membuat mu datang kemari, bukankah kamu menolak undangan dari kami untuk menghadiri pertemuan para klan ?", sambungnya.

"Sebuah kabar berita yang menyegarkan tentunya, Vasilica", sahut Cornel tergelak tawa.

"Ya... Ya... Ya... Terserah pada mu, Cornel ! Lalu apa maksud kedatangan mu kemari !?", ucap Vasilica bertanya seraya menatap tajam klan Cornel.

"Aku hanya ingin mengambil wanita cantik beraroma bunga plum itu, Alexandra Vasilica", sahut Cornel.

Auuu... Auuu... Auuu...

Terdengar suara serigala milik hantu Van Costel mengaum keras ketika beberapa orang dari klan Cornel mencoba menghampiri Jia Li.

Serigala berbulu abu-abu itu lalu berdiri tepat dihadapan Jia Li seraya menunjukkan gigi-gigi taringnya yang kuat.

Bersikap melindungi orang yang merupakan tuannya dan berusaha menunjukkan kekuatannya kepada lawan-lawan tangguhnya.

Auuu... Auuu... Auuu...

Kembali terdengar suara auman dari serigala jenis Alpha berwarna abu-abu ketika anggota klan Cornel bersiap-siap mendekati Jia Li.

"Singkirkan serigala itu !", perintah Cornel pada anak buahnya.

"Baik tuan, kami laksanakan perintah anda", sahut orang-orang berpenampilan menyeramkan itu.

Sebelum orang-orang klan Cornel bergerak memburu Jia Li, serigala abu-abu itu menerjang terlebih dahulu ke arah anggota klan Cornel.

"Habisi serigala itu !", teriak beberapa orang dari anak buah klan Cornel.

Auuu... Auuu... Auuu...

Terdengar longlongan dari serigala abu-abu saat orang-orang klan Cornel menyerang serigala berbadan besar itu.

Terlibat pertempuran sengit antara serigala abu-abu milik Van Costel yang berbadan besar dengan beberapa orang di atas bangunan megah berbentuk kubah.

Serigala besar itu terus menerjang orang-orang disekitarnya yang berusaha menyerangnya.

Tampak beberapa orang dari klan Cornel kewalahan saat serigala itu membalas serangan mereka.

Serigala abu-abu itu berhasil mencabik-cabik lengan seorang anggota klan Cornel dan menghempaskannya ke lantai.

Tidak hanya itu, serigala milik hantu Van Costel juga membuang seorang anggota klan Cornel ke bawah bangunan hingga orang itu terkapar penuh luka.

Ada yang masih bertahan melawan serigala abu-abu berbadan besar itu dan mencoba menyerang hewan jenis karnivora tersebut tanpa ampunan.

"Oh tidak, apakah serigala itu mampu bertahan dari serangan mereka !?", ucap Jia Li mulai cemas.

"Tenanglah, sayangku ! Rex pasti mampu mengalahkan mereka semuanya", sahut Van Costel.

"Apa benar yang kamu katakan itu ?", tanya Jia Li. "Dia hanyalah seekor hewan... Tidak sepantasnya mereka menghajar serigala itu...", sambungnya.

"Percayalah pada Rex ! Dia sanggup untuk mengalahkan mereka semuanya tanpa bantuan kita, Jia Li, sayang", sahut Van Costel bersikap tenang.

Jia Li melihat kembali ke arah serigala abu-abu berbadan besar itu yang tengah berkelahi dengan beberapa orang dari anggota klan Cornel yang tersisa.

Terlihat di atas lantai bangunan gedung megah itu beberapa orang dengan lukisan warna-warni di tubuhnya, terbaring tak berdaya sedangkan serigala milik Van Costel IV tengah berdiri dengan empat kakinya yang kuat seraya melolong keras.

Serigala abu-abu itu melolong untuk memberi tahu pada anggota klan Cornel lainnya bahwa tempat itu yang bukan merupakan bagian dari kelompok mereka bahwa wilayah tersebut merupakan wilayah kekuasaanya.

Terpopuler

Comments

𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ

𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ

semakins eru konfliknya semakin bikin penasaran

2022-10-14

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pernikahan Aneh
2 Bab 2 Pulau Terpencil Di Laut Hitam
3 Bab 3 Cinta Van Costel IV
4 Bab 4 Suamiku Hantu
5 Bab 5 Hati Yang Terluka
6 Bab 6 Rayuan Pulau Terpencil
7 Bab 7 Perayaan Festival Samhain
8 Bab 8 Ramalan Gael
9 Bab 9 Pertemuan Antar Klan Bangsawan
10 Bab 10 Cinta Bersemi Di Hati Jia Li
11 Bab 11 Aroma Bunga Plum
12 Bab 12 Kemampuan Tersembunyi
13 Bab 13 Serigala Milik Van Costel IV
14 Bab 14 Chyou
15 Bab 15 Melupakan Rumah
16 Bab 16 Kwee Lan Sakit
17 Bab 17 Jingmi
18 Bab 18 Laoshi
19 Bab 19 Pertentangan Kwee Lan
20 Bab 20 Perburuan Dalca II
21 Bab 21 Kecurigaan Van Costel IV
22 Bab 22 Siasat Jingmi
23 Bab 23 Keterkejutan Jia Li
24 Bab 24 Bujuk Rayu Dalca II
25 Bab 25 Mengatur Strategi
26 Bab 26 Heng Dan Ho
27 Bab 27 Istana Oranye
28 Bab 28 Siluman Hoia Baciu
29 Bab 29 Heng menjadi Hantu
30 Bab 30 Memasuki istana oranye
31 Bab 31 Bertemu Dalca II
32 Bab 32 Menghadapi Dalca II
33 Bab 33 Lari
34 Bab 34 Melepas Ho
35 Bab 35 Kediaman Van Costel IV
36 Bab 36 Ciuman Hangat
37 Bab 37 Kabar
38 Bab 38 Penyelidikan
39 Bab 40 Mengejutkan
40 Bab 41 Menemukan sesuatu
41 Bab 42 Hal Memalukan
42 Bab 43 Menjelang Malam Kelima belas
43 Bab 44 Aku menemukan cintaku
44 Bab 45 Malam Kelima Belas
45 Bab 46 Bersama Denganmu
46 Bab 47 Bunga Plum Yang Bekerja
47 Bab 48 Kaulah Segalanya
48 Bab 49 Tertidur Bersamamu
49 Bab 50 Hutan Hoia Baciu
50 Bab 51 Pasukan Elit Antolin Lucian
51 Bab 52 Penyerangan Di Istana Oranye
52 Bab 53 Hari Yang Berwarna
53 Bab 55 Kabar Dari Antolin Lucian
54 Bab 54 Salju Pertama ku ini
55 Bab 55 Dua Puluh Tahun Yang Lalu
56 Bab 56 Kilas Balik Kehidupan Van Costel IV
57 Bab 57 Medan Pertempuran
58 Bab 58 Kematian
59 Bab 59 Kisah Yang Berulang
60 Bab 60 Xia He
61 Bab 61 Lembah Plum
62 Bab 62 Pecahnya Lembah plum
63 Bab 63 Perkelahian
64 Bab 64 Sosok Yang Mengikuti
65 Bab 65 Jembatan Dosa
66 Bab 66 Violet
67 Bab 67 Lembah Ngarai
68 Bab 68 Kunjungan Dimitri
69 Bab 67 Pesta Fantasi
70 Bab 68 Malam Seribu Cahaya
71 Bab 69 Rayuan Lembah Ngarai
72 Bab 70 Misteri
73 Bab 71 Bola Kaca Yang Berarti
74 Bab 72 Sebuah Percakapan
75 Bab 73 Pasar Lembah Ngarai
76 Bab 76 Transaksi Ilegal
77 Bab 77 Perebutan
78 Bab 78 Taruhan
79 Bab 79 Yunlong Jian
80 Bab 80 Berbicara pada Yunlong Jian
81 Bab 81 Sepasang Yunlong Jian
82 Bab 82 Menyembuhkan
83 Bab 83 Penawar Racun
84 Bab 84 Pembunuh Suruhan Dalca II
85 Bab 85 Dua Pembunuh Tangguh
86 Bab 86 Kedahsyatan Yunlong Jian
87 Bab 87 Dimitri
88 Bab 88 Saung Yang Indah
89 Bab 89 Bertemu Pria Berjirah Emas
90 Bab 90 Pasukan Emas Puternic
91 Bab 91 Anggota Lima Inti Pasukan Emas Puternic
92 Bab 92 Dua Dari Yang Terkuat
93 Bab 93 Bisikan Jia Li
94 Bab 94 Iblis Itu Bersemayam
95 Bab 95 Apa Di Dalam Pikiran mu
96 Bab 96 Rahasia Ratu Timur
97 Bab 97 Pusaka Itu
98 Bab 98 Senjata Baru
99 Bab 99 Kelam
100 Bab 100 Sambutan Siluman Api
101 Bab 101 Pertempuran Fantastik
102 Bab 102 Tidak Ada Waktu Untuk Menderita
103 Bab 103 Bukan Main-Main
104 Bab 104 Sembilan Nyawa Siluman Api
105 Bab 105 Bahaya Datang
106 Bab 106 Kabur
107 Bab 107 Meninggalkan Seutas Asa
108 Bab 108 Ledakan Hebat
109 Bab 109 Hantu Heng
110 Bab 110 Tempat Para Siluman Tinggal
111 Bab 111 FIRASAT ITU !
112 Bab 112 Amukan Dalca II
113 Bab 113 Kecemburuan Pingyin
114 Bab 114 Perasaan Yang Kacau
115 Bab 115 Pertemuan itu
116 Bab 116 Lentera Hitam
117 Bab 117 Kembali Ke Rumah
118 Bab 118 Festival Tahun Baru
119 Bab 119 Ruang Bawah Tanah
120 Bab 120 Pelindung Ratu Timur
121 Bab 121 Kemarahan Jia Li
122 Bab 122 Kekaguman
123 Bab 123 Cinta Pertama
124 Bab 124 Dahsyatnya Aura Jia Li
125 Bab 125 Hanya Bayangan !?
126 Bab 126 Kepedihan Van Costel IV
127 Bab 127 Informan Rahasia
128 Bab 128 Perjalanan Ini
129 Bab 129 Tasbih Sakti Milik Guru Sorin
130 Bab 130 Pelukan Hangat
131 Bab 131 Kaburnya Dalca II
132 Bab 132 Menghadapi Siluman Besar
133 Bab 133 Siluman Penjaga Istana
134 Bab 134 Sekantung Serbuk Ajaib
135 Bab 135 Malam Panjang Di Istana Musuh
136 Bab 136 Kisah Jebakan Tasbih
137 Bab 137 Tiga Perempuan Bercaping Merah
138 Bab 138 Bola Roda Berduri Mematikan
139 Bab 139 Terpaksa Pergi
140 Bab 140 Kehilangan Jejak
141 Bab 141 Percakapan Di Malam Hari
142 Bab 142 Pergulatan Batin
143 Bab 143 Mencari Solusi
144 Bab 144 Datangnya Tiga Orang Bercaping Merah
145 Bab 145 Hidangan Kecil Penginapan
146 Bab 146 Ketidakberdayaan
147 Bab 147 Sebuah Saran Penting
148 Bab 148 Saatnya Pergi
149 Bab 149 Penginapan
150 Bab 150 Adanya Petunjuk
151 Bab 151Berhasil Kabur
152 Bab 152 Lawan Yang Tangguh
153 Bab 153 Terbakarnya Penginapan
154 Bab 154 Negeri Tirai Pelangi
155 Bab 155 Guru Ulea
156 Bab 156 Suatu Rahasia
157 Bab 157 Permintaan Tulus
158 Bab 158 Asa Itu Ada
159 Bab 159 Danau Pelangi
160 Bab 160 Penghuni Danau Pelangi
161 Bab 161 Serangan Tak Terduga
Episodes

Updated 161 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan Aneh
2
Bab 2 Pulau Terpencil Di Laut Hitam
3
Bab 3 Cinta Van Costel IV
4
Bab 4 Suamiku Hantu
5
Bab 5 Hati Yang Terluka
6
Bab 6 Rayuan Pulau Terpencil
7
Bab 7 Perayaan Festival Samhain
8
Bab 8 Ramalan Gael
9
Bab 9 Pertemuan Antar Klan Bangsawan
10
Bab 10 Cinta Bersemi Di Hati Jia Li
11
Bab 11 Aroma Bunga Plum
12
Bab 12 Kemampuan Tersembunyi
13
Bab 13 Serigala Milik Van Costel IV
14
Bab 14 Chyou
15
Bab 15 Melupakan Rumah
16
Bab 16 Kwee Lan Sakit
17
Bab 17 Jingmi
18
Bab 18 Laoshi
19
Bab 19 Pertentangan Kwee Lan
20
Bab 20 Perburuan Dalca II
21
Bab 21 Kecurigaan Van Costel IV
22
Bab 22 Siasat Jingmi
23
Bab 23 Keterkejutan Jia Li
24
Bab 24 Bujuk Rayu Dalca II
25
Bab 25 Mengatur Strategi
26
Bab 26 Heng Dan Ho
27
Bab 27 Istana Oranye
28
Bab 28 Siluman Hoia Baciu
29
Bab 29 Heng menjadi Hantu
30
Bab 30 Memasuki istana oranye
31
Bab 31 Bertemu Dalca II
32
Bab 32 Menghadapi Dalca II
33
Bab 33 Lari
34
Bab 34 Melepas Ho
35
Bab 35 Kediaman Van Costel IV
36
Bab 36 Ciuman Hangat
37
Bab 37 Kabar
38
Bab 38 Penyelidikan
39
Bab 40 Mengejutkan
40
Bab 41 Menemukan sesuatu
41
Bab 42 Hal Memalukan
42
Bab 43 Menjelang Malam Kelima belas
43
Bab 44 Aku menemukan cintaku
44
Bab 45 Malam Kelima Belas
45
Bab 46 Bersama Denganmu
46
Bab 47 Bunga Plum Yang Bekerja
47
Bab 48 Kaulah Segalanya
48
Bab 49 Tertidur Bersamamu
49
Bab 50 Hutan Hoia Baciu
50
Bab 51 Pasukan Elit Antolin Lucian
51
Bab 52 Penyerangan Di Istana Oranye
52
Bab 53 Hari Yang Berwarna
53
Bab 55 Kabar Dari Antolin Lucian
54
Bab 54 Salju Pertama ku ini
55
Bab 55 Dua Puluh Tahun Yang Lalu
56
Bab 56 Kilas Balik Kehidupan Van Costel IV
57
Bab 57 Medan Pertempuran
58
Bab 58 Kematian
59
Bab 59 Kisah Yang Berulang
60
Bab 60 Xia He
61
Bab 61 Lembah Plum
62
Bab 62 Pecahnya Lembah plum
63
Bab 63 Perkelahian
64
Bab 64 Sosok Yang Mengikuti
65
Bab 65 Jembatan Dosa
66
Bab 66 Violet
67
Bab 67 Lembah Ngarai
68
Bab 68 Kunjungan Dimitri
69
Bab 67 Pesta Fantasi
70
Bab 68 Malam Seribu Cahaya
71
Bab 69 Rayuan Lembah Ngarai
72
Bab 70 Misteri
73
Bab 71 Bola Kaca Yang Berarti
74
Bab 72 Sebuah Percakapan
75
Bab 73 Pasar Lembah Ngarai
76
Bab 76 Transaksi Ilegal
77
Bab 77 Perebutan
78
Bab 78 Taruhan
79
Bab 79 Yunlong Jian
80
Bab 80 Berbicara pada Yunlong Jian
81
Bab 81 Sepasang Yunlong Jian
82
Bab 82 Menyembuhkan
83
Bab 83 Penawar Racun
84
Bab 84 Pembunuh Suruhan Dalca II
85
Bab 85 Dua Pembunuh Tangguh
86
Bab 86 Kedahsyatan Yunlong Jian
87
Bab 87 Dimitri
88
Bab 88 Saung Yang Indah
89
Bab 89 Bertemu Pria Berjirah Emas
90
Bab 90 Pasukan Emas Puternic
91
Bab 91 Anggota Lima Inti Pasukan Emas Puternic
92
Bab 92 Dua Dari Yang Terkuat
93
Bab 93 Bisikan Jia Li
94
Bab 94 Iblis Itu Bersemayam
95
Bab 95 Apa Di Dalam Pikiran mu
96
Bab 96 Rahasia Ratu Timur
97
Bab 97 Pusaka Itu
98
Bab 98 Senjata Baru
99
Bab 99 Kelam
100
Bab 100 Sambutan Siluman Api
101
Bab 101 Pertempuran Fantastik
102
Bab 102 Tidak Ada Waktu Untuk Menderita
103
Bab 103 Bukan Main-Main
104
Bab 104 Sembilan Nyawa Siluman Api
105
Bab 105 Bahaya Datang
106
Bab 106 Kabur
107
Bab 107 Meninggalkan Seutas Asa
108
Bab 108 Ledakan Hebat
109
Bab 109 Hantu Heng
110
Bab 110 Tempat Para Siluman Tinggal
111
Bab 111 FIRASAT ITU !
112
Bab 112 Amukan Dalca II
113
Bab 113 Kecemburuan Pingyin
114
Bab 114 Perasaan Yang Kacau
115
Bab 115 Pertemuan itu
116
Bab 116 Lentera Hitam
117
Bab 117 Kembali Ke Rumah
118
Bab 118 Festival Tahun Baru
119
Bab 119 Ruang Bawah Tanah
120
Bab 120 Pelindung Ratu Timur
121
Bab 121 Kemarahan Jia Li
122
Bab 122 Kekaguman
123
Bab 123 Cinta Pertama
124
Bab 124 Dahsyatnya Aura Jia Li
125
Bab 125 Hanya Bayangan !?
126
Bab 126 Kepedihan Van Costel IV
127
Bab 127 Informan Rahasia
128
Bab 128 Perjalanan Ini
129
Bab 129 Tasbih Sakti Milik Guru Sorin
130
Bab 130 Pelukan Hangat
131
Bab 131 Kaburnya Dalca II
132
Bab 132 Menghadapi Siluman Besar
133
Bab 133 Siluman Penjaga Istana
134
Bab 134 Sekantung Serbuk Ajaib
135
Bab 135 Malam Panjang Di Istana Musuh
136
Bab 136 Kisah Jebakan Tasbih
137
Bab 137 Tiga Perempuan Bercaping Merah
138
Bab 138 Bola Roda Berduri Mematikan
139
Bab 139 Terpaksa Pergi
140
Bab 140 Kehilangan Jejak
141
Bab 141 Percakapan Di Malam Hari
142
Bab 142 Pergulatan Batin
143
Bab 143 Mencari Solusi
144
Bab 144 Datangnya Tiga Orang Bercaping Merah
145
Bab 145 Hidangan Kecil Penginapan
146
Bab 146 Ketidakberdayaan
147
Bab 147 Sebuah Saran Penting
148
Bab 148 Saatnya Pergi
149
Bab 149 Penginapan
150
Bab 150 Adanya Petunjuk
151
Bab 151Berhasil Kabur
152
Bab 152 Lawan Yang Tangguh
153
Bab 153 Terbakarnya Penginapan
154
Bab 154 Negeri Tirai Pelangi
155
Bab 155 Guru Ulea
156
Bab 156 Suatu Rahasia
157
Bab 157 Permintaan Tulus
158
Bab 158 Asa Itu Ada
159
Bab 159 Danau Pelangi
160
Bab 160 Penghuni Danau Pelangi
161
Bab 161 Serangan Tak Terduga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!