Bab 10 Cinta Bersemi Di Hati Jia Li

Cinta Bersemi Di Hati Jia Li

Kasih sayang hantu Van Costel IV sangatlah besar terhadap Jia Li bahkan dia menyadari bahwa Jia Li tidak mencintai dirinya itu tetap bertahan karena hantu Van Costel IV menyadari sangatlah sulit menerima pernikahan aneh antara manusia dengan hantu.

CTAR... CTAR... CTAR...

Terlihat petasan yang menggantung di atas bangunan rumah megah milik Van Costel dan hampir diseluruh bagian bangunan rumah itu terdapat petasan yang digantung berderetan sebagai hiasan.

Jia Li langsung keluar dari kamar tidurnya dan berlarian kecil menuruni anak-anak tangga rumah.

Membuka dua daun pintu rumah dengan kedua tangannya yang putih bersih.

Tersenyum saat cahaya matahari menerpa wajah cantiknya.

Jia Li merasakan tubuhnya menjadi sangat hangat serta bergairah penuh semangat, dia berlarian sepanjang jalan rumah sambil memperhatikan hiasan gantungan petasan yang menghias rumah megah milik Van Costel IV.

"Cantiknya...", ucap Jia Li.

Terpajang penuh hiasan yang menarik serta berwarna-warni di seluruh jalan rumah, dan bunga-bunga mawar merah yang bermekaran tampak sangat cantiknya menghias di sepanjang jalan rumah serta berjejer rapi.

Semerbak harum bunga mawar merah tercium hingga ke hidung Jia Li yang terlihat berlarian dengan hati riangnya.

"Rumah ini semakin terlihat sangat cantik sekali...", ucap Jia Li.

Baru pertama kalinya melihat senyuman yang menghias wajah Jia Li sejak pernikahannya dengan Van Costel terjadi dan saat mereka berada di rumah Van Costel IV di lembah Moldova.

Jia Li terlihat lebih tenang dari biasanya daripada saat mereka masih tinggal di kastil tua yang ada di pulau terpencil.

Tidak terlihat tekanan di wajah perempuan berparas jelita itu lagi dan senyumannya terus mengembang di wajahnya yang berseri-seri.

"Apakah akan ada acara di rumah ini lagi ?", tanya Jia Li seorang diri sambil memperhatikan bunga mawar merah mekar.

"Yah...", sahut seseorang dari arah belakang Jia Li.

Suara yang datangnya tiba-tiba itu mengejutkan Jia Li yang sedari tadi asyik memperhatikan bunga mawar merah di hadapannya.

"Kamu suka Jia Li sayangku", ucap suara itu.

Jia Li memalingkan wajahnya yang bersemu merah ke arah datangnya suara yang menyapa Jia Li di pagi hari.

"Selamat pagi bidadari cantikku", kata Van Costel tersenyum sehingga menambah ketampanan wajah pria hantu itu.

Jia Li diam seperti biasanya tetapi kali ini dari dalam sorot kedua mata perempuan berparas jelita itu terlihat kegembiraan yang sangat jelas sekali terpancar keluar.

"Apakah kamu menyukai suasana rumah di lembah Moldova ini ?", tanya Van Costel IV.

"A--pakah ada perayaan lagi ?", sahut Jia Li yang juga bertanya.

Van Costel tertawa renyah saat mendengar ucapan dari Jia Li yang terdengar sangat polos bagi pria itu.

Baru pertama kalinya Jia Li berbicara dengan Van Costel tanpa penolakan maupun jeritan tangisan yang biasanya selalu mengiringi ucapan-ucapan Jia Li kepada Van Costel IV.

Hari itu, Jia Li tampak tenang sekali bahkan dia nyaris berwajah sangat cerah bahkan dia tidak terlihat murung lagi seperti sebelumnya, mungkinkah suasana di rumah Moldova mengubah sikap Jia Li.

"Yah... Akan ada perayaan baru setelah Samhain usai di lembah Moldova ini", sahut Van Costel.

Van Costel berdiri sambil bersandar di pilar rumahnya yang kokoh dan besar seraya melipat kedua tangannya di dada.

"Karena itukah rumah ini tampak ceria dengan hiasan-hiasan cantik di seluruh ruangan rumah", ucap Jia Li sambil memandang ke arah Van Costel.

"Hmmm...", sahut Van Costel bergumam pelan.

"Bolehkah aku tahu acara apa yang sedang kalian rayakan ?", tanya Jia Li lembut.

"Acara ulang tahunmu", sahut Van Costel.

Jia Li terpaku diam saat memandangi wajah Van Costel, dia sama sekali tidak menyangka kalau Van Costel akan merayakan hari ulang tahunnya.

"Mmmm...", gumam Jia Li gelisah.

"Apakah kamu terkejut karena aku mengetahui hari kelahiranmu, sayangku ?", tanya Van Costel.

"B--bagaimana bisa kamu tahu hari ini adalah hari ulang tahunku !?", sahut Jia Li gugup.

"Bukankah aku suamimu, Jia Li", kata Van Costel.

"Emmm...", ucap Jia Li bergumam lirih.

"Tentu aku mengetahui hari kelahiran mu tanpa aku harus bertanya terlebih dahulu kepadamu, sayangku", sahut Van Costel.

"Ehk !?", ucap Jia Li.

Van Costel menatap teduh Jia Li dengan wajah terlihat lebih serius.

"Aku merayakan ulang tahunmu hingga tengah malam nanti dan aku mengundang semua klan untuk merayakan hari ulang tahunmu, Jia Li", lanjut Van Costel.

"Oh !?", ucap Jia Li semakin gelisah.

"Kenapa ?", tanya Van Costel.

"Tidak apa-apa", jawab Jia Li tersipu malu.

"Apakah kamu tidak menanyakan perihal para klan yang akan datang, sayangku ?", tanya Van Costel.

"Tidak, aku tidak perlu bertanya tentang mereka karena itu bukanlah urusanku...", jawab Jia Li cepat.

"Tidakkah kamu penasaran dengan mereka, Jia Li cintaku !?", ucap Van Costel IV.

"Perlukah itu... Dan apakah ada hubungannya denganku serta pernikahan ini...", kata Jia Li.

"Ada tapi jika kamu tidak ingin mendengarnya maka aku tidak akan memaksamu", sahut Van Costel.

"Emm... !?", gumam Jia Li kebingungan.

"Baiklah sayangku, dan aku ucapkan kepadamu, selamat ulang tahun, Jia Li sayang...", ucap Van Costel seraya mengelus pelan lengan Jia Li.

Van Costel IV memberi sekotak hadiah kepada Jia Li di hari ulang tahunnya.

Jia Li hanya memandangi Van Costel seakan-akan ingin menanyakan isi hadiah di dalam kotak itu.

"Bukalah maka kamu akan tahu isi di dalam kotak itu, sayangku", ucap Van Costel.

Jia Li lalu membuka kotak berwarna merah muda dari beludru di tangannya. Dan betapa terkejutnya Jia Li saat melihat isi kotak itu.

Sebuah cincin emas dengan berlian merah terlihat berkilauan cantik dan sebuah kalung yang berhiaskan bandul berlian merah di dalam kotak hadiah.

"Pakailah saat acara pesta ulang tahun nanti malam, Jia Li", ucap Van Costel sembari mencium kening Jia Li.

Pada ulang tahun Jia Li yang diadakan oleh hantu Van Costel IV sangatlah mewah dan luar biasa indahnya.

Dari sinilah hati Jia Li mulai tergerak dengan perhatian hantu Van Costel IV.

Jia Li turun perlahan dari atas tangga rumah megah Van Costel dengan disambut oleh hantu pria berwajah tampan rupawan.

Menuntun Jia Li yang terlihat sangat cantik jelita dengan mengenakan gaun pesta berwarna putih berkilauan serta sebuah kalung emas dengan bandul dari berlian merah serta sebuah cincin serupa yang merupakan hadiah ulang tahun Van Costel IV.

"Selamat ulang tahun Jia Li", ucap Van Costel.

"Emm... T--terimakasih...", sahut Jia Li seraya tersenyum lembut.

Keduanya berjalan melangkah pelan menuju ke tengah-tengah ruangan pesta sambil bergandengan tangan mesra.

Jia Li menatap Van Costel dengan tatapan harunya serta tersenyum bahagia.

Van Costel IV mengajak Jia Li berdansa di tengah ruangan rumahnya yang dihiasi lampu hias yang berwarna-warni terang berkilauan.

TING... TING... TING...

Terdengar suara piano mengalun lembut di seluruh ruangan rumah megah yang tengah berlangsung meriah.

Jia Li menyambut ajakan dansa dari Van Costel IV dan keduanya mulai menari dansa bersama-sama.

Tatapan teduh Van Costel saat memandangi wajah Jia Li yang bersemu merah menyiratkan perasaan cintanya yang sangat mendalam di hati pria berwajah tampan itu.

"Selamat ulang tahun sayangku...", ucap Van Costel seraya berbisik pelan.

"Terimakasih atas hadiah ulang tahun yang indah ini", sahut Jia Li.

Van Costel terpana mendengar ucapan Jia Li, dan dia baru pertama kalinya mendengar Jia Li berkata setenang itu bahkan melihat raut wajah istrinya yang berseri-seri itu, Van Costel baru melihatnya.

Beberapa orang dari kejauhan tampak berbisik pelan saat mereka melihat Van Costel serta Jia Li berdansa dengan mesranya.

"Siapa perempuan cantik itu ?", tanya seorang pria dengan sebuah lensa di matanya.

"Entahlah, aku tidak mengenalnya sama sekali", sahut pria berpakaian setelan jas lengkap setengah berbisik pelan.

"Kenapa Costel tidak mengenalkan perempuan itu pada kita bahkan kini secara terang-terangan dia mengundang kita di acara ulang tahun !?", ucap pria dengan salah satu lensa dimatanya.

"Apakah ini ulang tahunnya ?", tanya pria bersetelan jas lengkap.

"Aku tidak tahu, Demitri", jawab pria itu.

"Bukankah kamu teman dekatnya, Mazonn !?", ucap Demitri sambil mengacak-acak rambut pria yang mengenakan satu lensa di matanya.

"Hai ! Jangan membuat rambutku rusak seperti ini, Demitri !", kata Mazonn seraya merapikan rambutnya.

Tampak dari kejauhan, Jia Li serta Van Costel tengah berdansa mesra di tengah-tengah ruangan pesta.

Mungkinkah di hati Jia Li mulai bersemi cinta kepada Van Costel IV.

Sesekali Jia Li mencuri pandang ke arah Van Costel, dan dia mulai merasakan sesuatu yang lain di dalam hati kecilnya.

Cinta bersemi di hati Jia Li, tumbuh perlahan-lahan mengisi rongga hatinya yang terdalam, luluh dengan segala perhatian yang diberikan oleh suaminya, Van Costel.

Terpopuler

Comments

𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ

𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ

pucuk di cinta ulam tiba
akhirnya tak lagi bertepuk sebelah tangan

2022-10-09

2

Muzie✰͜͡v᭄👻ᴸᴷ㊍㊍

Muzie✰͜͡v᭄👻ᴸᴷ㊍㊍

Akhirnya luluh juga hati nya jia lie,,,, akhirnya pelan-pelan terbuka juga hati nya jia lie buat suami hantu nya,,,
dan akhirnya usaha suami hantu nya jia lie berbuah manis

2022-10-09

7

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pernikahan Aneh
2 Bab 2 Pulau Terpencil Di Laut Hitam
3 Bab 3 Cinta Van Costel IV
4 Bab 4 Suamiku Hantu
5 Bab 5 Hati Yang Terluka
6 Bab 6 Rayuan Pulau Terpencil
7 Bab 7 Perayaan Festival Samhain
8 Bab 8 Ramalan Gael
9 Bab 9 Pertemuan Antar Klan Bangsawan
10 Bab 10 Cinta Bersemi Di Hati Jia Li
11 Bab 11 Aroma Bunga Plum
12 Bab 12 Kemampuan Tersembunyi
13 Bab 13 Serigala Milik Van Costel IV
14 Bab 14 Chyou
15 Bab 15 Melupakan Rumah
16 Bab 16 Kwee Lan Sakit
17 Bab 17 Jingmi
18 Bab 18 Laoshi
19 Bab 19 Pertentangan Kwee Lan
20 Bab 20 Perburuan Dalca II
21 Bab 21 Kecurigaan Van Costel IV
22 Bab 22 Siasat Jingmi
23 Bab 23 Keterkejutan Jia Li
24 Bab 24 Bujuk Rayu Dalca II
25 Bab 25 Mengatur Strategi
26 Bab 26 Heng Dan Ho
27 Bab 27 Istana Oranye
28 Bab 28 Siluman Hoia Baciu
29 Bab 29 Heng menjadi Hantu
30 Bab 30 Memasuki istana oranye
31 Bab 31 Bertemu Dalca II
32 Bab 32 Menghadapi Dalca II
33 Bab 33 Lari
34 Bab 34 Melepas Ho
35 Bab 35 Kediaman Van Costel IV
36 Bab 36 Ciuman Hangat
37 Bab 37 Kabar
38 Bab 38 Penyelidikan
39 Bab 40 Mengejutkan
40 Bab 41 Menemukan sesuatu
41 Bab 42 Hal Memalukan
42 Bab 43 Menjelang Malam Kelima belas
43 Bab 44 Aku menemukan cintaku
44 Bab 45 Malam Kelima Belas
45 Bab 46 Bersama Denganmu
46 Bab 47 Bunga Plum Yang Bekerja
47 Bab 48 Kaulah Segalanya
48 Bab 49 Tertidur Bersamamu
49 Bab 50 Hutan Hoia Baciu
50 Bab 51 Pasukan Elit Antolin Lucian
51 Bab 52 Penyerangan Di Istana Oranye
52 Bab 53 Hari Yang Berwarna
53 Bab 55 Kabar Dari Antolin Lucian
54 Bab 54 Salju Pertama ku ini
55 Bab 55 Dua Puluh Tahun Yang Lalu
56 Bab 56 Kilas Balik Kehidupan Van Costel IV
57 Bab 57 Medan Pertempuran
58 Bab 58 Kematian
59 Bab 59 Kisah Yang Berulang
60 Bab 60 Xia He
61 Bab 61 Lembah Plum
62 Bab 62 Pecahnya Lembah plum
63 Bab 63 Perkelahian
64 Bab 64 Sosok Yang Mengikuti
65 Bab 65 Jembatan Dosa
66 Bab 66 Violet
67 Bab 67 Lembah Ngarai
68 Bab 68 Kunjungan Dimitri
69 Bab 67 Pesta Fantasi
70 Bab 68 Malam Seribu Cahaya
71 Bab 69 Rayuan Lembah Ngarai
72 Bab 70 Misteri
73 Bab 71 Bola Kaca Yang Berarti
74 Bab 72 Sebuah Percakapan
75 Bab 73 Pasar Lembah Ngarai
76 Bab 76 Transaksi Ilegal
77 Bab 77 Perebutan
78 Bab 78 Taruhan
79 Bab 79 Yunlong Jian
80 Bab 80 Berbicara pada Yunlong Jian
81 Bab 81 Sepasang Yunlong Jian
82 Bab 82 Menyembuhkan
83 Bab 83 Penawar Racun
84 Bab 84 Pembunuh Suruhan Dalca II
85 Bab 85 Dua Pembunuh Tangguh
86 Bab 86 Kedahsyatan Yunlong Jian
87 Bab 87 Dimitri
88 Bab 88 Saung Yang Indah
89 Bab 89 Bertemu Pria Berjirah Emas
90 Bab 90 Pasukan Emas Puternic
91 Bab 91 Anggota Lima Inti Pasukan Emas Puternic
92 Bab 92 Dua Dari Yang Terkuat
93 Bab 93 Bisikan Jia Li
94 Bab 94 Iblis Itu Bersemayam
95 Bab 95 Apa Di Dalam Pikiran mu
96 Bab 96 Rahasia Ratu Timur
97 Bab 97 Pusaka Itu
98 Bab 98 Senjata Baru
99 Bab 99 Kelam
100 Bab 100 Sambutan Siluman Api
101 Bab 101 Pertempuran Fantastik
102 Bab 102 Tidak Ada Waktu Untuk Menderita
103 Bab 103 Bukan Main-Main
104 Bab 104 Sembilan Nyawa Siluman Api
105 Bab 105 Bahaya Datang
106 Bab 106 Kabur
107 Bab 107 Meninggalkan Seutas Asa
108 Bab 108 Ledakan Hebat
109 Bab 109 Hantu Heng
110 Bab 110 Tempat Para Siluman Tinggal
111 Bab 111 FIRASAT ITU !
112 Bab 112 Amukan Dalca II
113 Bab 113 Kecemburuan Pingyin
114 Bab 114 Perasaan Yang Kacau
115 Bab 115 Pertemuan itu
116 Bab 116 Lentera Hitam
117 Bab 117 Kembali Ke Rumah
118 Bab 118 Festival Tahun Baru
119 Bab 119 Ruang Bawah Tanah
120 Bab 120 Pelindung Ratu Timur
121 Bab 121 Kemarahan Jia Li
122 Bab 122 Kekaguman
123 Bab 123 Cinta Pertama
124 Bab 124 Dahsyatnya Aura Jia Li
125 Bab 125 Hanya Bayangan !?
126 Bab 126 Kepedihan Van Costel IV
127 Bab 127 Informan Rahasia
128 Bab 128 Perjalanan Ini
129 Bab 129 Tasbih Sakti Milik Guru Sorin
130 Bab 130 Pelukan Hangat
131 Bab 131 Kaburnya Dalca II
132 Bab 132 Menghadapi Siluman Besar
133 Bab 133 Siluman Penjaga Istana
134 Bab 134 Sekantung Serbuk Ajaib
135 Bab 135 Malam Panjang Di Istana Musuh
136 Bab 136 Kisah Jebakan Tasbih
137 Bab 137 Tiga Perempuan Bercaping Merah
138 Bab 138 Bola Roda Berduri Mematikan
139 Bab 139 Terpaksa Pergi
140 Bab 140 Kehilangan Jejak
141 Bab 141 Percakapan Di Malam Hari
142 Bab 142 Pergulatan Batin
143 Bab 143 Mencari Solusi
144 Bab 144 Datangnya Tiga Orang Bercaping Merah
145 Bab 145 Hidangan Kecil Penginapan
146 Bab 146 Ketidakberdayaan
147 Bab 147 Sebuah Saran Penting
148 Bab 148 Saatnya Pergi
149 Bab 149 Penginapan
150 Bab 150 Adanya Petunjuk
151 Bab 151Berhasil Kabur
152 Bab 152 Lawan Yang Tangguh
153 Bab 153 Terbakarnya Penginapan
154 Bab 154 Negeri Tirai Pelangi
155 Bab 155 Guru Ulea
156 Bab 156 Suatu Rahasia
157 Bab 157 Permintaan Tulus
158 Bab 158 Asa Itu Ada
159 Bab 159 Danau Pelangi
160 Bab 160 Penghuni Danau Pelangi
161 Bab 161 Serangan Tak Terduga
Episodes

Updated 161 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan Aneh
2
Bab 2 Pulau Terpencil Di Laut Hitam
3
Bab 3 Cinta Van Costel IV
4
Bab 4 Suamiku Hantu
5
Bab 5 Hati Yang Terluka
6
Bab 6 Rayuan Pulau Terpencil
7
Bab 7 Perayaan Festival Samhain
8
Bab 8 Ramalan Gael
9
Bab 9 Pertemuan Antar Klan Bangsawan
10
Bab 10 Cinta Bersemi Di Hati Jia Li
11
Bab 11 Aroma Bunga Plum
12
Bab 12 Kemampuan Tersembunyi
13
Bab 13 Serigala Milik Van Costel IV
14
Bab 14 Chyou
15
Bab 15 Melupakan Rumah
16
Bab 16 Kwee Lan Sakit
17
Bab 17 Jingmi
18
Bab 18 Laoshi
19
Bab 19 Pertentangan Kwee Lan
20
Bab 20 Perburuan Dalca II
21
Bab 21 Kecurigaan Van Costel IV
22
Bab 22 Siasat Jingmi
23
Bab 23 Keterkejutan Jia Li
24
Bab 24 Bujuk Rayu Dalca II
25
Bab 25 Mengatur Strategi
26
Bab 26 Heng Dan Ho
27
Bab 27 Istana Oranye
28
Bab 28 Siluman Hoia Baciu
29
Bab 29 Heng menjadi Hantu
30
Bab 30 Memasuki istana oranye
31
Bab 31 Bertemu Dalca II
32
Bab 32 Menghadapi Dalca II
33
Bab 33 Lari
34
Bab 34 Melepas Ho
35
Bab 35 Kediaman Van Costel IV
36
Bab 36 Ciuman Hangat
37
Bab 37 Kabar
38
Bab 38 Penyelidikan
39
Bab 40 Mengejutkan
40
Bab 41 Menemukan sesuatu
41
Bab 42 Hal Memalukan
42
Bab 43 Menjelang Malam Kelima belas
43
Bab 44 Aku menemukan cintaku
44
Bab 45 Malam Kelima Belas
45
Bab 46 Bersama Denganmu
46
Bab 47 Bunga Plum Yang Bekerja
47
Bab 48 Kaulah Segalanya
48
Bab 49 Tertidur Bersamamu
49
Bab 50 Hutan Hoia Baciu
50
Bab 51 Pasukan Elit Antolin Lucian
51
Bab 52 Penyerangan Di Istana Oranye
52
Bab 53 Hari Yang Berwarna
53
Bab 55 Kabar Dari Antolin Lucian
54
Bab 54 Salju Pertama ku ini
55
Bab 55 Dua Puluh Tahun Yang Lalu
56
Bab 56 Kilas Balik Kehidupan Van Costel IV
57
Bab 57 Medan Pertempuran
58
Bab 58 Kematian
59
Bab 59 Kisah Yang Berulang
60
Bab 60 Xia He
61
Bab 61 Lembah Plum
62
Bab 62 Pecahnya Lembah plum
63
Bab 63 Perkelahian
64
Bab 64 Sosok Yang Mengikuti
65
Bab 65 Jembatan Dosa
66
Bab 66 Violet
67
Bab 67 Lembah Ngarai
68
Bab 68 Kunjungan Dimitri
69
Bab 67 Pesta Fantasi
70
Bab 68 Malam Seribu Cahaya
71
Bab 69 Rayuan Lembah Ngarai
72
Bab 70 Misteri
73
Bab 71 Bola Kaca Yang Berarti
74
Bab 72 Sebuah Percakapan
75
Bab 73 Pasar Lembah Ngarai
76
Bab 76 Transaksi Ilegal
77
Bab 77 Perebutan
78
Bab 78 Taruhan
79
Bab 79 Yunlong Jian
80
Bab 80 Berbicara pada Yunlong Jian
81
Bab 81 Sepasang Yunlong Jian
82
Bab 82 Menyembuhkan
83
Bab 83 Penawar Racun
84
Bab 84 Pembunuh Suruhan Dalca II
85
Bab 85 Dua Pembunuh Tangguh
86
Bab 86 Kedahsyatan Yunlong Jian
87
Bab 87 Dimitri
88
Bab 88 Saung Yang Indah
89
Bab 89 Bertemu Pria Berjirah Emas
90
Bab 90 Pasukan Emas Puternic
91
Bab 91 Anggota Lima Inti Pasukan Emas Puternic
92
Bab 92 Dua Dari Yang Terkuat
93
Bab 93 Bisikan Jia Li
94
Bab 94 Iblis Itu Bersemayam
95
Bab 95 Apa Di Dalam Pikiran mu
96
Bab 96 Rahasia Ratu Timur
97
Bab 97 Pusaka Itu
98
Bab 98 Senjata Baru
99
Bab 99 Kelam
100
Bab 100 Sambutan Siluman Api
101
Bab 101 Pertempuran Fantastik
102
Bab 102 Tidak Ada Waktu Untuk Menderita
103
Bab 103 Bukan Main-Main
104
Bab 104 Sembilan Nyawa Siluman Api
105
Bab 105 Bahaya Datang
106
Bab 106 Kabur
107
Bab 107 Meninggalkan Seutas Asa
108
Bab 108 Ledakan Hebat
109
Bab 109 Hantu Heng
110
Bab 110 Tempat Para Siluman Tinggal
111
Bab 111 FIRASAT ITU !
112
Bab 112 Amukan Dalca II
113
Bab 113 Kecemburuan Pingyin
114
Bab 114 Perasaan Yang Kacau
115
Bab 115 Pertemuan itu
116
Bab 116 Lentera Hitam
117
Bab 117 Kembali Ke Rumah
118
Bab 118 Festival Tahun Baru
119
Bab 119 Ruang Bawah Tanah
120
Bab 120 Pelindung Ratu Timur
121
Bab 121 Kemarahan Jia Li
122
Bab 122 Kekaguman
123
Bab 123 Cinta Pertama
124
Bab 124 Dahsyatnya Aura Jia Li
125
Bab 125 Hanya Bayangan !?
126
Bab 126 Kepedihan Van Costel IV
127
Bab 127 Informan Rahasia
128
Bab 128 Perjalanan Ini
129
Bab 129 Tasbih Sakti Milik Guru Sorin
130
Bab 130 Pelukan Hangat
131
Bab 131 Kaburnya Dalca II
132
Bab 132 Menghadapi Siluman Besar
133
Bab 133 Siluman Penjaga Istana
134
Bab 134 Sekantung Serbuk Ajaib
135
Bab 135 Malam Panjang Di Istana Musuh
136
Bab 136 Kisah Jebakan Tasbih
137
Bab 137 Tiga Perempuan Bercaping Merah
138
Bab 138 Bola Roda Berduri Mematikan
139
Bab 139 Terpaksa Pergi
140
Bab 140 Kehilangan Jejak
141
Bab 141 Percakapan Di Malam Hari
142
Bab 142 Pergulatan Batin
143
Bab 143 Mencari Solusi
144
Bab 144 Datangnya Tiga Orang Bercaping Merah
145
Bab 145 Hidangan Kecil Penginapan
146
Bab 146 Ketidakberdayaan
147
Bab 147 Sebuah Saran Penting
148
Bab 148 Saatnya Pergi
149
Bab 149 Penginapan
150
Bab 150 Adanya Petunjuk
151
Bab 151Berhasil Kabur
152
Bab 152 Lawan Yang Tangguh
153
Bab 153 Terbakarnya Penginapan
154
Bab 154 Negeri Tirai Pelangi
155
Bab 155 Guru Ulea
156
Bab 156 Suatu Rahasia
157
Bab 157 Permintaan Tulus
158
Bab 158 Asa Itu Ada
159
Bab 159 Danau Pelangi
160
Bab 160 Penghuni Danau Pelangi
161
Bab 161 Serangan Tak Terduga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!