Bab 5 Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Sikap dingin Jia Li selalu dia tunjukkan kepada hantu Van Costel IV yang telah menjadi suaminya itu.

Namun Jia Li harus tetap melayani Van Costel IV setiap malam tanpa adanya cinta dihatinya.

Nyaris itu semata-mata bentuk pengabdiannya kepada suami hantunya demi hidupnya bersama hantu Van Costel IV.

BRAK...

Pintu kamar terbuka lebar saat Jia Li tengah berdiri di depan jendela kamarnya.

"Ehk !?", pekik Jia Li tersentak kaget.

Mendadak raut wajah Jia Li berubah pucat pasi dengan tubuh gemetaran hebat ketika melihat siapa yang datang ke kamarnya.

"Selamat malam Jia Li sayangku", sapa hantu Van Costel IV.

Hantu Van Costel IV berdiri di muka pintu kamar seraya tersenyum pada Jia Li.

Jia Li mundur beberapa langkah saat hantu Van Costel IV mendekati dirinya, tatapan Jia Li sangat ketakutan ketika melihat hantu berwajah tampan itu.

"Pergi !", ucap Jia Li dengan mata terbelalak ngeri.

"Apakah kamu masih takut padaku, sayangku ?", tanya hantu Van Costel IV.

"P--pergiii !!!", teriak Jia Li histeris.

"Aku ini suamimu, Jia Li", ucap hantu Van Costel IV.

"Tidak ! Tidak ! Kamu bukan suamiku ! Kamu hantu !", teriak Jia Li seraya menjambak rambutnya.

"Tenanglah ! Jangan takut terus menerus sayangku !", ucap hantu Van Costel IV.

"Tidak... Aku mohon jangan mendekat kepadaku... Aku mohon...", kata Jia Li mengiba.

Jia Li menatap hantu Van Costel IV penuh kengerian saat hantu itu menghampiri dirinya.

"Pergi ! Aku mohon pergi !", ucap Jia Li sekali lagi.

"Oh, Jia Li...", bisik lembut hantu Van Costel IV.

Namun, semua itu bukanlah menjadi halangan untuk hantu Van Costel IV mendekati Jia Li, istrinya. Bagi hantu berwajah sangat tampan itu, Jia Li adalah pasangan hidupnya dan telah menjadi miliknya sepenuhnya.

"Aku sangat mencintaimu Jia Li dan mana mungkin aku melepaskanmu dari hidupku sayangku", ucap hantu Van Costel IV.

"Tapi... Aku tidak menginginkan pernikahan ini...", sahut Jia Li.

"Oh Jia Li cintaku, sayangnya, kita telah terikat sebuah pernikahan yang sah dan aku tidak ingin kita berpisah", ucap hantu Van Costel IV.

"Lepaskan aku...", ucap Jia Li.

Tatapan Jia Li kosong, bibirnya bergetar kencang tapi dia tidak mampu untuk menangis.

Dia hanya memandangi hantu Van Costel IV, suaminya dengan kesedihan yang sangat mendalam. Jatuh terduduk serta membisu ketika jari jemari tangan hantu Van Costel IV menyentuh dirinya.

"Aku...mohon...tolong lepaskanlah aku...", ucap Jia Li sambil mendekap erat tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya yang gemetaran.

"Jia Li...", ucap hantu Van Costel IV.

Saat hantu Van Costel IV melihat raut wajah Jia Li yang menatapnya ngeri serta penuh kebencian.

Hantu Van Costel IV langsung kecewa dan dia mulai kehilangan kesabarannya. Dia mendongakkan kepalanya ke atas sambil meratap sedih.

"Uhk, Jia Li !", pekik hantu Van Costel IV tertahan penuh kesedihan.

Kedua mata hantu Van Costel IV langsung berubah menjadi putih serta sorot matanya menyala terang.

"Jia Li !!!", teriak hantu Van Costel IV pilu.

Hantu Van Costel IV terbang menjauh dari Jia Li dan melayang pergi dari ruangan kamar tidur Jia Li.

BRAK...

Jia Li menangis terisak-isak sedih dalam posisi duduk di atas lantai kamar tidurnya seraya menarik rambutnya.

"Hiks... Hiks... Hiks...", isak tangis Jia Li.

Kedua mata Jia Li sembab penuh dengan air mata yang membasahi wajahnya yang memerah.

"Huaaaa... !!!", tangis kesal Jia Li sambil menelungkupkan wajahnya ke atas lantai kamar tidurnya.

Suara tangisan Jia Li memecah keheningan di ruangan tidurnya yang luas serta sangat megah di kastil tua milik hantu Van Costel IV.

Ruangan tengah kastil tua...

Terlihat sosok hantu Van Costel IV tengah duduk di atas balkon kastil tuanya, menatap sendu ke arah luar.

"Tuan Van Costel IV", sapa seorang pria.

Hantu Van Costel IV menolehkan kepalanya ke arah seorang pria yang tengah berdiri disampingnya.

"Apa anda baik-baik saja Tuan Van Costel IV ?", tanya pria itu pada hantu Van Costel IV.

Hantu Van Costel IV terdiam bergeming tanpa bersuara sedikitpun.

"Maaf, anda terpaksa menikahi Jia Li karena aroma bunga plum yang ada di tubuh Jia Li dan hanya itu yang dapat saya lakukan pada anda Tuan Van Costel IV", ucap Antolin Lucian.

"Hmmm...", gumam hantu Van Costel IV.

"Hanya syarat itu yang bisa menghidupkan anda kembali dalam wujud hantu dan Jia Li, satu-satunya orang yang memenuhi syarat utama itu, Tuan Van Costel IV", kata Antolin Lucian.

Hantu Van Costel IV hanya terdiam dan masih duduk di atas balkon yang menghadap ke arah pemandangan laut hitam.

Angin berdesir pelan menerpa lembut wajah hantu Van Costel IV yang sangat tampan.

"Maafkan kesalahan yang telah saya perbuat, Tuan Van Costel IV", ucap Antolin Lucian.

"Hmmm...", hela nafas hantu Van Costel IV. "Itu bukan salahmu tapi semua adalah sebuah tugas serta kewajiban yang harus kamu emban, Lucian", sambungnya.

"Maafkan saya, Tuan Van Costel IV", ucap Antolin Lucian.

"Tidak apa-apa Lucian", sahut hantu Van Costel IV.

"Karena syarat utama untuk menikah dengan anda adalah harus beraroma bunga plum dan Jia Li memiliki syarat khusus itu", ucap Antolin Lucian.

"Seharusnya kita tidak memaksakan pernikahan ini kepada Jia Li, dia sangat tertekan dengan adanya pernikahan terpaksa ini", kata hantu Van Costel IV.

"Kami tidak dapat berbuat apa-apa selain melakukannya dengan terpaksa, jika kami tidak segera menikahkan kalian, saya takut waktu untuk membangkitkan anda kembali tidak pernah terwujud tuan", kata Antolin Lucian.

"Aku tahu itu tapi ini sangat berat bagi Jia Li karena dia sama sekali tidak mengenalku", ucap hantu Van Costel IV.

"Seiring waktu berjalan nanti, kalian pasti akan saling mencintai satu dengan lainnya meski butuh waktu yang sangat lama pasti akan tumbuh cinta diantara kalian berdua", kata Antolin Lucian.

"Entahlah Lucian, aku sendiri tidak bisa menebaknya, mungkinkah aku bisa melewati ini semuanya", ucap hantu Van Costel IV.

"Perlukah saya membantu kalian berdua menjadi dekat, tuan", kata hantu Van Costel IV.

"Tidak perlu Lucian, aku akan mengatasinya sendiri", ucap hantu Van Costel IV.

"Baiklah, Tuan Van Costel IV", kata Antolin Lucian.

"Iya...", sahut hantu Van Costel IV.

"Adakah hal lainnya yang penting yang dapat kami bantu, Tuan Van Costel IV", ucap Antolin Lucian.

"Tidak ada... Aku rasa tidak ada lagi yang perlu kita bahas, Antolin Lucian...", kata hantu Van Costel IV.

"Baik kalau begitu Tuan Van Costel IV", sahut Antolin Lucian.

"Iya... Antolin Lucian...", ucap hantu Van Costel IV.

"Saya pamit pergi terlebih dahulu dan semoga kebahagiaan menyertai anda, Tuan Van Costel IV", ucap Antolin Lucian.

"Lucian...", panggil hantu Van Costel IV kepada Antolin Lucian yang merupakan utusan keluarganya.

"Iya, tuan", sahut Antolin Lucian.

"Aku ucapkan terimakasih", kata hantu Van Costel IV sambil tersenyum kepada Antolin Lucian.

Utusan keluarga Van Rogh Costel III memohon diri pada hantu Van Costel IV untuk pamit pergi dari kastil tua.

Pria bernama Antolin Lucian itu langsung menghilang dari pandangan hantu Van Costel IV dengan sangat cepatnya.

"Hmmm...", hela nafas panjang hantu Van Costel IV.

Tampak pria berwajah sangat tampan rupawan itu tengah bersedih, hatinya tercabik-cabik sembilu ketika mengingat wajah sedih Jia Li yang berurai air mata.

"Jia Li...", ucap hantu Van Costel IV seraya memejamkan kedua matanya.

Hantu Van Costel IV menyandarkan tubuhnya yang pucat serta dingin ke pilar kastil tua dari atas balkon.

"Aku mencintaimu, Jia Li", bisik hantu Van Costel IV.

Hati yang terluka tidak pernah ada yang mampu melihatnya.

Namun, tidak hanya hati Jia Li saja yang terluka tetapi hati hantu Van Costel IV juga yang terluka sangat dalam dengan adanya penolakan dari Jia Li kepada dirinya.

Van Costel IV memang hantu tetapi hatinya masih penuh kehangatan serta penuh cinta kasih, dia selalu bersikap lembut kepada Jia Li tetapi sikap dingin yang ditunjukkan oleh Jia Li kepadanya membuat hati hantu Van Costel IV turut bersedih.

"Jia Li", gumam lembut hantu Van Costel IV.

Berulangkali hantu pria berwajah sangat tampan itu menarik nafas dalam-dalam setiap dirinya mengingat wajah istrinya, Jia Li yang penuh linangan air mata.

Antara sedih, terluka, semua membaur menjadi satu di hati hantu Van Costel IV.

Dia sadari jika dirinya sangat mencintai Jia Li meski dia sendiri tahu bahwa hubungan diantara mereka sangatlah rumit.

Perbedaan antara Van Costel IV yang telah menjadi sosok hantu dengan Jia Li yang merupakan manusia sangatlah kentara.

Terpopuler

Comments

𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ

𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ

kapan Jia Li membuka diri,,, ngrasa kadihan sma si hantu yg kya nyata

2022-10-01

4

Rizky prasetyor862@gmail.com

Rizky prasetyor862@gmail.com

mf ya thor sekedar saran aja ini ya,,,semisal ni ya panggilannya van costel gitu aja kan serasa lebih gampang dan mudah ga harus pake hantu van costel IV,,serta antoni lucian panggil aja antoni gitu lebih pendek,,,🙏🙏🙏🙏

2022-10-01

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pernikahan Aneh
2 Bab 2 Pulau Terpencil Di Laut Hitam
3 Bab 3 Cinta Van Costel IV
4 Bab 4 Suamiku Hantu
5 Bab 5 Hati Yang Terluka
6 Bab 6 Rayuan Pulau Terpencil
7 Bab 7 Perayaan Festival Samhain
8 Bab 8 Ramalan Gael
9 Bab 9 Pertemuan Antar Klan Bangsawan
10 Bab 10 Cinta Bersemi Di Hati Jia Li
11 Bab 11 Aroma Bunga Plum
12 Bab 12 Kemampuan Tersembunyi
13 Bab 13 Serigala Milik Van Costel IV
14 Bab 14 Chyou
15 Bab 15 Melupakan Rumah
16 Bab 16 Kwee Lan Sakit
17 Bab 17 Jingmi
18 Bab 18 Laoshi
19 Bab 19 Pertentangan Kwee Lan
20 Bab 20 Perburuan Dalca II
21 Bab 21 Kecurigaan Van Costel IV
22 Bab 22 Siasat Jingmi
23 Bab 23 Keterkejutan Jia Li
24 Bab 24 Bujuk Rayu Dalca II
25 Bab 25 Mengatur Strategi
26 Bab 26 Heng Dan Ho
27 Bab 27 Istana Oranye
28 Bab 28 Siluman Hoia Baciu
29 Bab 29 Heng menjadi Hantu
30 Bab 30 Memasuki istana oranye
31 Bab 31 Bertemu Dalca II
32 Bab 32 Menghadapi Dalca II
33 Bab 33 Lari
34 Bab 34 Melepas Ho
35 Bab 35 Kediaman Van Costel IV
36 Bab 36 Ciuman Hangat
37 Bab 37 Kabar
38 Bab 38 Penyelidikan
39 Bab 40 Mengejutkan
40 Bab 41 Menemukan sesuatu
41 Bab 42 Hal Memalukan
42 Bab 43 Menjelang Malam Kelima belas
43 Bab 44 Aku menemukan cintaku
44 Bab 45 Malam Kelima Belas
45 Bab 46 Bersama Denganmu
46 Bab 47 Bunga Plum Yang Bekerja
47 Bab 48 Kaulah Segalanya
48 Bab 49 Tertidur Bersamamu
49 Bab 50 Hutan Hoia Baciu
50 Bab 51 Pasukan Elit Antolin Lucian
51 Bab 52 Penyerangan Di Istana Oranye
52 Bab 53 Hari Yang Berwarna
53 Bab 55 Kabar Dari Antolin Lucian
54 Bab 54 Salju Pertama ku ini
55 Bab 55 Dua Puluh Tahun Yang Lalu
56 Bab 56 Kilas Balik Kehidupan Van Costel IV
57 Bab 57 Medan Pertempuran
58 Bab 58 Kematian
59 Bab 59 Kisah Yang Berulang
60 Bab 60 Xia He
61 Bab 61 Lembah Plum
62 Bab 62 Pecahnya Lembah plum
63 Bab 63 Perkelahian
64 Bab 64 Sosok Yang Mengikuti
65 Bab 65 Jembatan Dosa
66 Bab 66 Violet
67 Bab 67 Lembah Ngarai
68 Bab 68 Kunjungan Dimitri
69 Bab 67 Pesta Fantasi
70 Bab 68 Malam Seribu Cahaya
71 Bab 69 Rayuan Lembah Ngarai
72 Bab 70 Misteri
73 Bab 71 Bola Kaca Yang Berarti
74 Bab 72 Sebuah Percakapan
75 Bab 73 Pasar Lembah Ngarai
76 Bab 76 Transaksi Ilegal
77 Bab 77 Perebutan
78 Bab 78 Taruhan
79 Bab 79 Yunlong Jian
80 Bab 80 Berbicara pada Yunlong Jian
81 Bab 81 Sepasang Yunlong Jian
82 Bab 82 Menyembuhkan
83 Bab 83 Penawar Racun
84 Bab 84 Pembunuh Suruhan Dalca II
85 Bab 85 Dua Pembunuh Tangguh
86 Bab 86 Kedahsyatan Yunlong Jian
87 Bab 87 Dimitri
88 Bab 88 Saung Yang Indah
89 Bab 89 Bertemu Pria Berjirah Emas
90 Bab 90 Pasukan Emas Puternic
91 Bab 91 Anggota Lima Inti Pasukan Emas Puternic
92 Bab 92 Dua Dari Yang Terkuat
93 Bab 93 Bisikan Jia Li
94 Bab 94 Iblis Itu Bersemayam
95 Bab 95 Apa Di Dalam Pikiran mu
96 Bab 96 Rahasia Ratu Timur
97 Bab 97 Pusaka Itu
98 Bab 98 Senjata Baru
99 Bab 99 Kelam
100 Bab 100 Sambutan Siluman Api
101 Bab 101 Pertempuran Fantastik
102 Bab 102 Tidak Ada Waktu Untuk Menderita
103 Bab 103 Bukan Main-Main
104 Bab 104 Sembilan Nyawa Siluman Api
105 Bab 105 Bahaya Datang
106 Bab 106 Kabur
107 Bab 107 Meninggalkan Seutas Asa
108 Bab 108 Ledakan Hebat
109 Bab 109 Hantu Heng
110 Bab 110 Tempat Para Siluman Tinggal
111 Bab 111 FIRASAT ITU !
112 Bab 112 Amukan Dalca II
113 Bab 113 Kecemburuan Pingyin
114 Bab 114 Perasaan Yang Kacau
115 Bab 115 Pertemuan itu
116 Bab 116 Lentera Hitam
117 Bab 117 Kembali Ke Rumah
118 Bab 118 Festival Tahun Baru
119 Bab 119 Ruang Bawah Tanah
120 Bab 120 Pelindung Ratu Timur
121 Bab 121 Kemarahan Jia Li
122 Bab 122 Kekaguman
123 Bab 123 Cinta Pertama
124 Bab 124 Dahsyatnya Aura Jia Li
125 Bab 125 Hanya Bayangan !?
126 Bab 126 Kepedihan Van Costel IV
127 Bab 127 Informan Rahasia
128 Bab 128 Perjalanan Ini
129 Bab 129 Tasbih Sakti Milik Guru Sorin
130 Bab 130 Pelukan Hangat
131 Bab 131 Kaburnya Dalca II
132 Bab 132 Menghadapi Siluman Besar
133 Bab 133 Siluman Penjaga Istana
134 Bab 134 Sekantung Serbuk Ajaib
135 Bab 135 Malam Panjang Di Istana Musuh
136 Bab 136 Kisah Jebakan Tasbih
137 Bab 137 Tiga Perempuan Bercaping Merah
138 Bab 138 Bola Roda Berduri Mematikan
139 Bab 139 Terpaksa Pergi
140 Bab 140 Kehilangan Jejak
141 Bab 141 Percakapan Di Malam Hari
142 Bab 142 Pergulatan Batin
143 Bab 143 Mencari Solusi
144 Bab 144 Datangnya Tiga Orang Bercaping Merah
145 Bab 145 Hidangan Kecil Penginapan
146 Bab 146 Ketidakberdayaan
147 Bab 147 Sebuah Saran Penting
148 Bab 148 Saatnya Pergi
149 Bab 149 Penginapan
150 Bab 150 Adanya Petunjuk
151 Bab 151Berhasil Kabur
152 Bab 152 Lawan Yang Tangguh
153 Bab 153 Terbakarnya Penginapan
154 Bab 154 Negeri Tirai Pelangi
155 Bab 155 Guru Ulea
156 Bab 156 Suatu Rahasia
157 Bab 157 Permintaan Tulus
158 Bab 158 Asa Itu Ada
159 Bab 159 Danau Pelangi
160 Bab 160 Penghuni Danau Pelangi
161 Bab 161 Serangan Tak Terduga
Episodes

Updated 161 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan Aneh
2
Bab 2 Pulau Terpencil Di Laut Hitam
3
Bab 3 Cinta Van Costel IV
4
Bab 4 Suamiku Hantu
5
Bab 5 Hati Yang Terluka
6
Bab 6 Rayuan Pulau Terpencil
7
Bab 7 Perayaan Festival Samhain
8
Bab 8 Ramalan Gael
9
Bab 9 Pertemuan Antar Klan Bangsawan
10
Bab 10 Cinta Bersemi Di Hati Jia Li
11
Bab 11 Aroma Bunga Plum
12
Bab 12 Kemampuan Tersembunyi
13
Bab 13 Serigala Milik Van Costel IV
14
Bab 14 Chyou
15
Bab 15 Melupakan Rumah
16
Bab 16 Kwee Lan Sakit
17
Bab 17 Jingmi
18
Bab 18 Laoshi
19
Bab 19 Pertentangan Kwee Lan
20
Bab 20 Perburuan Dalca II
21
Bab 21 Kecurigaan Van Costel IV
22
Bab 22 Siasat Jingmi
23
Bab 23 Keterkejutan Jia Li
24
Bab 24 Bujuk Rayu Dalca II
25
Bab 25 Mengatur Strategi
26
Bab 26 Heng Dan Ho
27
Bab 27 Istana Oranye
28
Bab 28 Siluman Hoia Baciu
29
Bab 29 Heng menjadi Hantu
30
Bab 30 Memasuki istana oranye
31
Bab 31 Bertemu Dalca II
32
Bab 32 Menghadapi Dalca II
33
Bab 33 Lari
34
Bab 34 Melepas Ho
35
Bab 35 Kediaman Van Costel IV
36
Bab 36 Ciuman Hangat
37
Bab 37 Kabar
38
Bab 38 Penyelidikan
39
Bab 40 Mengejutkan
40
Bab 41 Menemukan sesuatu
41
Bab 42 Hal Memalukan
42
Bab 43 Menjelang Malam Kelima belas
43
Bab 44 Aku menemukan cintaku
44
Bab 45 Malam Kelima Belas
45
Bab 46 Bersama Denganmu
46
Bab 47 Bunga Plum Yang Bekerja
47
Bab 48 Kaulah Segalanya
48
Bab 49 Tertidur Bersamamu
49
Bab 50 Hutan Hoia Baciu
50
Bab 51 Pasukan Elit Antolin Lucian
51
Bab 52 Penyerangan Di Istana Oranye
52
Bab 53 Hari Yang Berwarna
53
Bab 55 Kabar Dari Antolin Lucian
54
Bab 54 Salju Pertama ku ini
55
Bab 55 Dua Puluh Tahun Yang Lalu
56
Bab 56 Kilas Balik Kehidupan Van Costel IV
57
Bab 57 Medan Pertempuran
58
Bab 58 Kematian
59
Bab 59 Kisah Yang Berulang
60
Bab 60 Xia He
61
Bab 61 Lembah Plum
62
Bab 62 Pecahnya Lembah plum
63
Bab 63 Perkelahian
64
Bab 64 Sosok Yang Mengikuti
65
Bab 65 Jembatan Dosa
66
Bab 66 Violet
67
Bab 67 Lembah Ngarai
68
Bab 68 Kunjungan Dimitri
69
Bab 67 Pesta Fantasi
70
Bab 68 Malam Seribu Cahaya
71
Bab 69 Rayuan Lembah Ngarai
72
Bab 70 Misteri
73
Bab 71 Bola Kaca Yang Berarti
74
Bab 72 Sebuah Percakapan
75
Bab 73 Pasar Lembah Ngarai
76
Bab 76 Transaksi Ilegal
77
Bab 77 Perebutan
78
Bab 78 Taruhan
79
Bab 79 Yunlong Jian
80
Bab 80 Berbicara pada Yunlong Jian
81
Bab 81 Sepasang Yunlong Jian
82
Bab 82 Menyembuhkan
83
Bab 83 Penawar Racun
84
Bab 84 Pembunuh Suruhan Dalca II
85
Bab 85 Dua Pembunuh Tangguh
86
Bab 86 Kedahsyatan Yunlong Jian
87
Bab 87 Dimitri
88
Bab 88 Saung Yang Indah
89
Bab 89 Bertemu Pria Berjirah Emas
90
Bab 90 Pasukan Emas Puternic
91
Bab 91 Anggota Lima Inti Pasukan Emas Puternic
92
Bab 92 Dua Dari Yang Terkuat
93
Bab 93 Bisikan Jia Li
94
Bab 94 Iblis Itu Bersemayam
95
Bab 95 Apa Di Dalam Pikiran mu
96
Bab 96 Rahasia Ratu Timur
97
Bab 97 Pusaka Itu
98
Bab 98 Senjata Baru
99
Bab 99 Kelam
100
Bab 100 Sambutan Siluman Api
101
Bab 101 Pertempuran Fantastik
102
Bab 102 Tidak Ada Waktu Untuk Menderita
103
Bab 103 Bukan Main-Main
104
Bab 104 Sembilan Nyawa Siluman Api
105
Bab 105 Bahaya Datang
106
Bab 106 Kabur
107
Bab 107 Meninggalkan Seutas Asa
108
Bab 108 Ledakan Hebat
109
Bab 109 Hantu Heng
110
Bab 110 Tempat Para Siluman Tinggal
111
Bab 111 FIRASAT ITU !
112
Bab 112 Amukan Dalca II
113
Bab 113 Kecemburuan Pingyin
114
Bab 114 Perasaan Yang Kacau
115
Bab 115 Pertemuan itu
116
Bab 116 Lentera Hitam
117
Bab 117 Kembali Ke Rumah
118
Bab 118 Festival Tahun Baru
119
Bab 119 Ruang Bawah Tanah
120
Bab 120 Pelindung Ratu Timur
121
Bab 121 Kemarahan Jia Li
122
Bab 122 Kekaguman
123
Bab 123 Cinta Pertama
124
Bab 124 Dahsyatnya Aura Jia Li
125
Bab 125 Hanya Bayangan !?
126
Bab 126 Kepedihan Van Costel IV
127
Bab 127 Informan Rahasia
128
Bab 128 Perjalanan Ini
129
Bab 129 Tasbih Sakti Milik Guru Sorin
130
Bab 130 Pelukan Hangat
131
Bab 131 Kaburnya Dalca II
132
Bab 132 Menghadapi Siluman Besar
133
Bab 133 Siluman Penjaga Istana
134
Bab 134 Sekantung Serbuk Ajaib
135
Bab 135 Malam Panjang Di Istana Musuh
136
Bab 136 Kisah Jebakan Tasbih
137
Bab 137 Tiga Perempuan Bercaping Merah
138
Bab 138 Bola Roda Berduri Mematikan
139
Bab 139 Terpaksa Pergi
140
Bab 140 Kehilangan Jejak
141
Bab 141 Percakapan Di Malam Hari
142
Bab 142 Pergulatan Batin
143
Bab 143 Mencari Solusi
144
Bab 144 Datangnya Tiga Orang Bercaping Merah
145
Bab 145 Hidangan Kecil Penginapan
146
Bab 146 Ketidakberdayaan
147
Bab 147 Sebuah Saran Penting
148
Bab 148 Saatnya Pergi
149
Bab 149 Penginapan
150
Bab 150 Adanya Petunjuk
151
Bab 151Berhasil Kabur
152
Bab 152 Lawan Yang Tangguh
153
Bab 153 Terbakarnya Penginapan
154
Bab 154 Negeri Tirai Pelangi
155
Bab 155 Guru Ulea
156
Bab 156 Suatu Rahasia
157
Bab 157 Permintaan Tulus
158
Bab 158 Asa Itu Ada
159
Bab 159 Danau Pelangi
160
Bab 160 Penghuni Danau Pelangi
161
Bab 161 Serangan Tak Terduga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!