Bab 13

Naeva segara mengalihkan pikirannya pada tupai yang berkejar-kejaran dengan pasangannya dan saling melompat. Suasana di sini terlalu syahdu dan mudah sekali memancing percikan romantisme. Ia tak boleh kehilangan akal sehat.

Namun apa daya, jantungnya semakin berdebar-debar saat ujung mata kembali ingin melirik dan melihat Abellard melangkah ke arahnya.

"Berhenti di situ!" tegasnya tanpa menoleh.

Ia tahu Abellard berhenti melangkah, lalu ia mendengar suara senyuman dari dengusan nafas Abellard.

"Kenapa? Kau takut aku akan melihat pipimu yang memerah?"

Naeva merasa wajahnya panas, sementara degup jantungnya semakin bertalu.

"Aku ... aku cuma tak tahan dengan kata-katamu. Kita tak seharusnya seperti ... ini. Itu bukan perasaanmu yang sebenarnya, kau hanya terbiasa merayu wanita."

"Terbiasa? Apa aku dulu seorang laki-laki yang suka merayu wanita? Itu ... tidak mungkin."

Naeva kembali melirik. Wajah Abellard terlihat bingung.

"Aku tak tau apa kau yang merayu mereka atau mereka yang merayu mu. Yang jelas, kau dulu memiliki banyak wanita," jawab Naeva dengan suara yang tiba-tiba ketus. Ada percikan api cemburu di hatinya.

"Bagaimana mungkin aku menjijikkan seperti itu?"

Naeva mendengar laki-laki itu menggumam dan berhenti menghampirinya.

"Karena itukah kau membenciku?" tanya Abellard kemudian.

"Aku tak membencimu," jawab Naeva cepat.

"Tapi kau menunjukkan kebencian itu padaku," sergah Abellard.

Sesaat kemudian keduanya sama-sama terdiam. Hanya terdengar suara hutan di antara mereka. Suara dedaunan yang bergesekan ditiup angin berpadu dengan kicauan burung dan satwa lainnya yang bersembunyi di balik semak dan rerumputan.

"Kau menyukai suasana hutan ini?" tanya Naeva. Berusaha memecah keheningan yang tiba-tiba tercipta karena obrolan yang tak nyaman dan membuatnya canggung.

"Ya, aku menyukainya," jawab Abellard pelan. Kemudian matanya kembali menatap Naeva, "sangat menyukainya," ulangnya dengan nada yang teramat dalam.

Naeva dapat merasakan tujuan kata-kata Abellard yang dimaksudkan untuk dirinya. Tapi ia benar-benar tak ingin larut dalam perasaan itu. Hatinya takut tenggelam dalam cinta yang tak seharusnya tumbuh.

"Kalau kau suka, aku akan mengajakmu ke suatu tempat yang lebih indah dari ini. Aku sering bepergian dengan Marc sampai berpuluh-puluh kilometer mencari hewan buruan dan jamur langka untuk dijual."

"Dengan Marc? Bagaimana denganku?" tiba-tiba suara Abellard terdengar keras dengan nada tak terima.

Naeva baru menyadari itu. Harusnya seorang Richard juga ada dalam ceritanya.

"Kau ... tak suka berpetualang dalam hutan."

"Bagaimana bisa begitu? Padahal rasanya aku sangat menyukai hutan," tanya Abellard lebih kepada dirinya sendiri.

"Aku tak tahu. Tapi begitulah dirimu dahulu," jawab Naeva ragu. Ia merasa bersalah harus mengarang cerita tentang kehidupan Abellard.

"Ya sudah, jangan dipikirkan lagi. Kita harus mencari tempat untuk bersembunyi sampai sore nanti," tukas gadis itu sembari melangkah ke arah sungai.

Mereka harus menyeberangi sungai berbatu dengan lebar sekitar 20 meter itu. Karena di seberang sana semak belukar lebih lebat dan cocok untuk tempat persembunyian.

Kaki Naeva yang hanya memakai sepatu kulit yang tipis langsung menjejak di atas batu sungai dengan sigap, tanpa mengangkat gaunnya.

"Kau membuat gaun mu basah," tegur Abellard yang mengikuti di belakang.

"Biar saja," jawab Naeva singkat. Karena ia memang sengaja tak mengangkat gaun yang sepanjang mata kakinya itu.

"Apa kau takut aku akan terpesona melihat betismu?" goda Abellard lagi.

Naeva lagi-lagi merasa pipinya panas.

Abellard menghentikan langkahnya.

"Aku tak akan melihatnya, sumpah! Aku akan menutup mata. Aku tak ingin kau kedinginan nanti jika gaun mu basah."

"Aku ... tak kedinginan, hanya bagian bawah yang basah."

Naeva mendengar suara helaan nafas Abellard.

"Baiklah,. kalau kau tak percaya pada laki-laki yang suka merayu wanita, aku akan berjalan di depan. Kau harus mengangkat gaun mu, karena di bagian tengah sungai airnya akan semakin dalam."

Perkataan Abellard memang benar adanya, kalau ia bersikeras, gaunnya akan basah sampai ke atas lutut.

Naeva menghentikan langkahnya, pertanda dirinya setuju dan mempersilakan Abellard maju ke depan.

Laki-laki itu berjalan melewatinya. Dengan ujung matanya, Naeva melihat Abellard tersenyum sendiri. Mungkin laki-laki itu menertawakan ketakutannya.

Naeva memajukan bibir bawahnya dengan perasaan kesal lalu mengangkat gaunnya.

"Apa kita benar-benar akan pulang saat matahari akan terbenam?"

"Ya, apa kau takut?" balas Naeva pedas.

Abellard tertawa pelan mendengar nada bicara Naeva.

"Ya, aku takut tiba-tiba tak ingin pulang dan menahan mu bersamaku di sini," jawabnya.

Naeva segera menangkup kan sebelah tangannya yang dingin di pipi. Agar perkataan Abellard tak membuat pipinya memerah.

Ah, apa yang terjadi dengan dirinya? Kenapa perasaan nya tiba-tiba aneh begini? Sebentar-sebentar ia merasa malu. Bagaimana kalau dirinya benar-benar jatuh cinta pada Abellard?

Begitu sampai di daratan, Abellard langsung mencari ranting kering. Hari sudah mulai sore, udara pun mulai terasa dingin.

"Kau akan membuat api unggun? Ini masih belum gelap, dan kita akan kembali sesaat lagi sebelum tak terlihat apa-apa." ujar Naeva yang duduk di atas pohon tua tumbang sembari memeras air di ujung gaunnya.

"Ya, walaupun sebentar, kau tak boleh kedinginan," tegas Abellard.

"Bagaimana dengan apinya?"

"Aku membawa korek api," Abellard merogoh saku blazer nya.

Naeva mengamati laki-laki itu membuat api unggun. Ternyata Abellard termasuk cekatan sebagai seorang Comte yang sudah bergelimang kemewahan sejak lahir.

Bibir Naeva tersenyum melihatnya. Senyuman yang membuat wajahnya semakin cantik. Tangannya yang membeku kemudian dijulurkan ke arah api yang berhasil menyala.

"Aku suka senyummu," ujar Abellard di antara suara derak ranting yang mulai termakan api.

Naeva tak menjawab. Gadis itu merasa tenggorokan nya tercekat.

"Aku ... bukan hanya menyukai senyummu, tapi aku ... benar-benar menyukaimu. Aku tau, kau menganggap ku perayu. Tapi inilah yang kurasakan. Aku telah berusaha memendamnya karena antara kita ada ikatan keluarga. Dan sekarang ... aku ingin mengatakan yang sebenarnya."

Naeva mengangkat wajahnya. Matanya langsung bertemu tatap dengan netra buru tua milik Abellard.

Kali ini tatapan laki-laki itu terasa teduh. Tatapan yang membuat Naeva nyaman.

"Bolehkah, aku mencintaimu?" suara Abellard terdengar bergetar.

Naeva menelan salivanya dengan susah payah. Ini tidak benar. Ia tak boleh membiarkan dirinya dan Abellard terperangkap dalam cinta tanpa kejujuran. Kebersamaan mereka saat ini hanyalah sandiwara. Naeva tak akan bisa membayangkan jika ingatan Abellard kembali setelah cinta mereka bertaut. Laki-laki itu pasti akan sangat membencinya.

"Tidak ... kau ... tak boleh mencintaiku. Karena ini ... cinta yang terlarang," jawabnya pelan, nyaris terdengar seperti bisikan.

Tapi di telinga Abellard, kata-kata Naeva tak ubahnya seperti belati yang menusuk dalam di hatinya.

**

Empat bulan kemudian.

"M'mselle! M'mselle!" teriakan Anne menggema di dalam kastil.

"Ma Fille! Pelan kan suaramu! Tak bisakah kau berubah? Kau bisa membuat ibumu ini cepat mati karena terus-menerus terkejut!" tegur Emma kesal.

"Ma Mère! Di luar sana! Di luar sana ada rombongan prajurit!" panik Anne tanpa memelankan suaranya.

"Prajurit?" tanya Adam sembari menghampiri putrinya.

"Ya Père! Tidak hanya Prajurit, tapi juga rombongan kereta kuda yang mewah! Orang-orang nya pun berpakaian megah!" Anne menceritakan apa yang dilihatnya dengan mata yang melotot.

Emma langsung membekap dadanya dengan kedua tangan.

"Oh mon Dieu! Apa mungkin mereka utusan dari Marseille?!"

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

kerennn...

2023-11-19

0

💞 RAP💞

💞 RAP💞

Bagus cerita nya tauuuuuu

2023-02-19

0

yolan and radit

yolan and radit

bersembunyi Richard

2022-10-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!