Tok! tok! tok!
Suara ketukan pintu terdengar keras membangunkan Abimanyu yang masih asyik dengan dunia mimpi.
Uuuuuuniiiihffffxxx...
Pemuda ini tidak langsung menyahut, dia menguap sangat malas membuka matanya.
“Bangun Abimanyu! Dah siang!”
Huuaaxxxxxh....kali ini ia mulai memicingkan mata, mengintip cahaya dari balik jendela.
"ini nikmat sekali." Rasa badannya segar, entah mengapa.
Seraut wajah Gita muncul di depan pintu kamar yang terbuka, merasa tak ada jawaban.
Wajahnya begitu indah dengan rambutnya yang di gulung ke atas.
"Bangun dah siang," ucap Gita saat melihat Abimanyu sudah duduk.
Mata wanita itu tampak melihat arah lain, seperti tidak ingin menatap langsung Abimanyu yang masih berantakan.
Hal ini membuat pemuda tengil itu memiringkan kepalanya 180 derajat.
“Bukannya pintunya sudah ku kunci semalam?”
ia merasa heran, mengapa Gita bisa masuk, sementara ia merasa sudah mengunci kamarnya sebelum tidur.
“Bibi, ini masih pagi nah...” jawabannya kemudian.
Abimanyu memiliki kebiasaan susah bangun tidur, itu yang selalu membuat Gita khawatir.
"Ada kunci duplikat." jawab Gita sembari pergi meninggalkan anak asuhnya.
huuuuuuuufffg... "nggak adil!"
“Pagi bagaimana, kamu kan ulangan,”
“Hah!” terdiam sejenak, teringat sesuatu.
“Oh, ya!” Abimanyu langsung menyambar handuk dan berangkat mandi, beberapa menit di kamar mandi anak itu langsung cepat berganti pakaian dan berangkat sekolah.
“Bibi tidak mengantarku?” dia masih sempat menghampiri Gita yang sedang Asyik di taman bunga. Gita melihat ke arah jalan, seperti memberikan isyarat.
Biasanya Gita akan langsung meletakkan semua pekerjaan hanya untuk menuruti keinginan Abimanyu, meskipun keinginannya itu hanya hal yang tidak penting dan konyol.
Akan tetapi kali ini berbeda, Gita hanya memalingkan wajahnya Sedikit, lalu asyik lagi.
Jujur kadang Abimanyu kecewa dengan perubahan sikap Gita.
aku tidak pernah melihat wajah bibiku yang sering memarahi aku seperti aku masih kecil.
“Bi...?” Gita melihat dan memperhatikan Abimanyu.
“Ada yang menjemput kamu, noh...” mata Gita melihat ke arah jalanan, dan wajah menyebalkan Dhea ada di sana.
“Iiiih! Maleslah! Kan aku mau di antar bibiku, aih sial!” Abimanyu memperlihatkan wajah kesalnya, merutuki diri sendiri dengan keras. Dia menendang kaleng bekas yang digunakan Gita untuk menyimpan pupuk organik, hingga isinya tercerai dilantai.
Gita hanya diam saja tidak berkomentar dengan kelakuan Abimanyu, tidak seperti biasanya, ia akan berteriak-teriak memukul kepala anak itu atau mengejar Abimanyu dengan sapu.
kali ini ia hanya diam, banyak yang berubah padanya.
Honda Revo milik Dhea melaju membawa kedua remaja itu berangkat ke sekolah.
Gerbang sekolah sudah terbuka, tapi siswa siswi masih sepi. Abimanyu memarkirkan motor sedikit ke sudut, menghindari panas mentari yang akan datang.
“Pagi Abimanyu...” sapa 'my dearling' Mardalena yang ternyata sudah datang, meskipun ia menyapa dengan nada ramah tapi wajahnya mengatakan ia tidak suka dengan kehadiran Dhea.
Ya! Lah, tidak ada mahkluk SMA negeri 1 Liwa yang tidak tau hubungan dua sejoli ini. Juga berita putusnya hubungan keduanya yang sempat santer menjadi perbincangan.
Ada yang mensyukuri keadaan itu, ada juga yang menyayangkan hal itu.
“Mereka serasi, kenapa harus putus,” perbincangan masa yang mengesalkan, dan menurut Abimanyu, masa yang tidak tau kejadian sebenarnya. Pagi ini Mardalena seperti mengeksekusi Abimanyu terang-terangan.
Bell masuk berbunyi, Abimanyu segera meninggalkan Dhea yang terus bergelayut ditangannya. Wanita sialan itu membuat Abimanyu sedikit gerah.
Mata Dhea terus melihat kepergian Abimanyu dengan heran.
Sepertinya ada yang berubah darinya?
Namun yang dilihat tidak peduli, terus berlalu.
Abimanyu lebih takut pada tatapan mata Mardalena yang tajam, juga senyum sindirannya.
“Ah, pasti aku bakalan di hajar massal olehnya.” Ucapnya lirih.
Ngomong-ngomong jadi penasaran, bagaimana cara my dearling akan marah padaku, memiliki atau menjadi kekasih simpanan baru ini ia alami.
“wooooow, Pengalaman man!”
Otak Abimanyu mulai berpikir nakal, ia menaikkan alisnya sedikit ada aroma mesum, otak kotornya bekerja, atau kah? atau kah? ataukah? akankah terjadi sesuatu? Aaaa...! haaaa....! pemuda tengil itu mengigit-gigit ujung bibirnya, manis rasa darah, dan lidahnya menyapu, hingga bibirnya yang kering menjadi basah berwarna pink pasta alami.
Heeem kenapa aku menjadi pria berotak mesum sekarang?
hik hik hik...
Ribuan Seandainya mulai bermain di kepalanya, sentuhan sensasi liar bermain-main terbayang di otak sialan'nya'.
Ah! Menghayal pula, Pagi -pagi kesucian otakku sedang diuji.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
maharastra
waduhhhh😁😁
2022-10-13
0
Sisil Az Zahra
emang asek kalau ngehalu 😅😅😅😅
2022-10-12
0
❤little girl♥
dunia halu y by😁🤪
2022-10-12
1