"Apalah Dhea ini, ada-ada saja." Abimanyu melangkah sembari ngomel. "Mana ada aku yang harus tanggung jawab! tanam modal kagak!" wajah Abimanyu bersungut-sungut menahan kekesalan hatinya.
"Heh! ngomel sendiri." Tegur Gita yang tanpa sengaja melewati Abimanyu yang tengah membereskan diri.
"Ada apa?" tegur Gita pura-pura tidak tau.
"Apa sih, Dhea itu? dia yang hamil, ntah sama siapa, aku yang suruh tangung jawab. Nggak maksud!"
"Aneh-aneh saja!
Kalian ini." Lanjut Gita.
Huuuuuuuufffg....leguh Abimanyu, dia meletakkan pantatnya disisi teras, melihat Gita yang asyik dengan aktivitas beraninya.
Hari sudah Sore, tapi Gita masih sibuk, hatinya ikut tidak nyaman mendengar apa yang dikatakan oleh Abimanyu. Sepertinya Dhea Gita melihat anak angkatnya itu hanya merenung di teras. Seperti memperhatikan dirinya tapi Gita tau otak anak itu kema.
Hampir lima bulan Abimanyu off tidak memperdulikan Dhea. Dia sengaja menjaga jarak sebisa mungkin, sejauh mungkin. Hatinya tidak terima mendapatkan kenyataan bahwa wanita yang telah ia kencani selama lima tahun di tiduri oleh laki-laki lain.
Terlebih -lebih lelaki itu adalah Aldi. Cowok sok ganteng sok cool sok suci, "bijik lah!" umpat Abimanyu tanpa sadar. Dia memaki-maki
sendiri, hatinya teramat sakit.
Ajur!
Pupus semua yang pernah ia hayalkan.
"Kemungkinan dia hamil dengan Aldi. Buset!"
Gita duduk di lereng bukit barisan yang biasanya datangi datangi.
Gita tetap duduk di sana meskipun warna senja sore ini kelabu.
“Bibi hujan mau datang, Ayok kita pulang.” Abimanyu menghampiri dan menjajari duduknya.
“Abi, lihat hamparan sungai dan sawah, meskipun kelabu tapi belibis masih datang padanya.”
“Itu karena tempatnya tidak jauh dari pantai bik,”
“Iya, aku berharap senja tetap indah meskipun langit tak biru lagi, meskipun matahari tak hangat lagi, aku berharap belibis tak pergi meskipun kelabu...”
Suara riuh burung belibis yang datang memecahkan kekosongan, hati yang tanpa penghuni jadi riuh karenanya.
Abimanyu membenarkan letak duduknya lebih mendekat. melihat pemandangan jauh.
"Bibi seperti pesakitan yang tenggelam dalam memori kelam, apa sebenarnya yang sudah bibiku lewati."
pikir Abimanyu.
“Bibi pernah menikah?” tanyanya tiba-tiba .
Gita menggelengkan kepala, matanya masih tertuju pada sepasang belibis yang sepertinya sedang bersarang.
“Bibiku tidak iri pada sepasang belibis itu? Mereka memiliki pasangan lho...”
“Aku menunggu kamu dewasa,...”
isth! Bikin baper lagi kan?
“Jangan salahkan aku ya Bik! jika akhirnya nanti aku benar-benar menikah denganmu,” mata Gita langsung mendelik melihat pemuda tengil di sampingnya.
“Habis! Bibi selalu bilang gitu dari aku SD. Ngenes aku bi."
“ Ha ha ha...”
Si biang la la malah tertawa lepas.
Oh, gila! melihat gigi-gigi Gita yang jarang berbaris rapi jarang terlihat membuat Abimanyu sedikit terkejut dengan rasa baru yang tiba-tiba muncul.
Sensasi luar biasa seorang remaja yang baru saja mengalami masa pubertas.
Eh, gila! Ini benar -benar gila! Ada yang mengalir melewati setiap inci nadi Abimanyu, darah mudanya bergetar hebat, Abimanyu merasakan hawa menggelepar menanti sesuatu yang sangat nikmat.
Apa ini? Abimanyu berpikir keras, dan ia memukul wajahnya mencoba membuat dia sadar dari halusinasi rasa pada Gita.
Dengan kedua tangannya ia terus menampar wajahnya berulang kali.
Bodoh! Bodoh! Bodoh ! “Bibi maafkan aku,”
Hanya meninggalkan bekas merah, namun rasa yang ada dalam ******* aneh masih terus berdesir hebat.
“Abimanyu!” panggil Abimanyu pada diri sendiri.
Membuat Gita terkejut. Gita menoleh padanya, mata itu menelusuri setiap inci mimik muka Abimanyu. Lalu, Gita berdiri meninggalkan Abimanyu sendiri yang hanya bisa menunduk ‘malu’ Apalagi yang bisa di lakukan Abimanyu, selain menunduk.
Aku tidak berani melihat wajah bibiku sama sekali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
maharastra
emmm..penasaran sm sagittarius,,,ad novelnya g kk Dewa sebelum ini...🤔🤔🤔ttg orgtua aby dan sagittarius
2022-10-13
0
Sisil Az Zahra
lannnjutttt
2022-10-12
2