Hari Selasa, pelajaran matematika,
“Heeeem, buk Mardalena, Cox!"
Mardalena adalah guru matematika yang sangat cantik. Guru baru dengan wajah ayu ini memiliki segudang keindahan. Senyumannya laksana ladang surga bagi para siswa laki-laki, di dukung penampilan modisnya, guru satu ini menjadi idola. Satu lagi kelebihan Mardalena yang sangat disenangi anak-anak didiknya, pakaiannya yang ngepres body, buah dadanya menonjol laksana apel yang merekah merah, membusung menantang pandangan, seolah menawarkan diri untuk dinikmati.
“Huu!” Teriak siswa laki-laki serempak manakala guru idolanya masuk kelas.
"Dasar otak mesum!" gerutu Arin salah satu siswa cewek.
"Weeek,"
Pras hanya menjulurkan lidahnya menimpali gerutu para Siswi cewek.
Hwah! hwah! hwah!
Abimanyu memejamkan matanya seolah habis makan bakso pedes.
"Enak-enak gi mana? Gitu." Celetuknya mengundang perhatian mata.
“X di kali x jadi x.” Gurauannya kemudian membuat kelas menjadi riuh, mengejek guru barunya.
Pertama kali masuk kelas 2.ipa 1 pikir Mardalena dia akan bertemu dengan anak- anak manis seperti kelas lainnya.
Menurut cerita para guru lainnya, kelas yang ia kunjungi saat ini adalah gudangnya superstar. Ternyata bukan superstar tapi super nakal jahil dan super ribut.
Haaaaaah... Mardalena menghembuskan nafasnya kecewa. Namun tetap saja Mardalena sebagai seorang guru harus menjaga wibawa, ia tersenyum manis.
Huuuuuuaaa! Sorak-sorai anak- anak, menerima senyuman yang menawan laksana gulali.
“Huuuiiii....jijik!"
Wajah para gadis, tidak menyukai eksepsi kaum Adam pada seorang Mardalena.
Bahkan beberapa anak cewek memiliki wajah yang langsung merona merah, malu, marah dan sangat kesal.
Tapi, biasa, anak laki-laki mah kurang perduli dengan lingkungan sekitar jika sudah menikmati barang bagus.
“Heeeem sedap,”
Abimanyu memejamkan matanya.
"Baiklah anak-anak, kita langsung pada topik....bla bla bla,"
Pelajaran dimulai, anak-anak mulai tertip mengikuti pelajaran, tapi Abimanyu...
‘Eit’
melamun anaknya.
Abimanyu justru asyik melamun menatap jendela kaca yang menghadap dunia luar, bahkan seekor nyamuk pun, bisa menyita waktunya disana.
Bayangan horor Gita menarik-nari, benar-benar menyita semua imajinasinya membuat anak remaja satu ini mabuk kepayang.
Berkali-kali tampak dia memejamkan matanya mencoba mengusir bayangan Gita, namun sepertinya dia gagal, berkali-kali juga wajah Gita hadir.
Ah!
Jeritnya tiba-tiba mengagetkan semua orang. Tak terkecuali Mardalena, guru cantik itu menatap Abimanyu penuh pertanyaan.
Sebentar diam seisi kelas, ikut terkejut.
Ctuk...ctuk...ctuk...bunyi sepatu haihil beradu lantai.
Mardalena menghampiri Abimanyu yang duduk dengan gelisah.
“Ada apa?” tanyanya marah yang dibuat-buat.
“Gigit semut buk,” jawab pemuda ini imut.
Mardalena hanya tersenyum memperhatikan wajah tampan Abimanyu.
" Tampan." pikir Mardalena dalam hati.
“Ayok maju,” katanya kemudian.
“Hah! Ngapain buk? Kan kita belum istirahat!”
“Berdiri, di depan kelas!” Jawabnya ketus, tangan cantik halus itu menarik pergelangan tangan Abimanyu dengan paksa.
"Seandainya saja pacaran sama buk Mardalena, seperti apa ya rasanya?"
Fantasi gila Abimanyu mulai bermain-main. Dia menatap wajah guru matematikanya yang cantik dengan wajah memelas.
“Ayoklah buk, please,”
“Buk ampunilah murid tampanmu ini, aku janji nggak akan mengulanginya lagi, l’m so sorry,...”
Wajah Mardalena hanya mengeluarkan tersenyum. Itupun hanya serupa tarikan kecil disudut bibitnya.
Senyuman yang mengatakan bahwa rayuan Abimanyu barusan tidak mempan.
“Alaaah, ibuuuu..."
Huuuuuuuufffg... Abumanyu menguap nikmat berkali-kali, ia dudukkan badan bongsornya ke lantai keramik.
Bagaimana tidak bongsor, masih di usia 17 tahun Abimanyu sudah memiliki tinggi badan 167 dan berat badan 60kg,
Abimanyu ndelosor saja di lantai samping papan tulis yang berbaring di dinding dengan santai. Sesekali matanya melirik gurunya yang asyik menerangkan rumus kehidupan untuk masa mendatang.
Menikmati indahnya pemandangan didepannya jiwa nakal Abimanyu melonjak-lonjak ingin menjahili Mardalena.
“Bu! Kok Cantik sih? Ibu dah punya pasangan belum? Aku lajang lo buk, baru kemarin aku di putusin sama si Dhea ketua OSIS yang sadis itu. Kita pacaran yok, buk,” Abimanyu bergelayut di pinggiran papan tulis, berbisik-bisik tidak jelas di sebelah Mardalena yang asyik dengan kapur dan penghapus.
Cletark....!
Buku setebal lima inci menghantam kepala Abimanyu tanpa ampun membuat remaja itu kesakitan.
“Aduh! Kok rasanya enak ya? ” Abimanyu meraba-raba kepalanya dan menjilati tangannya seperti seekor kucing yang mengharapkan santapan, mata Mardalena mendelik marah yang Pura-pura, mendengar apa yang barusan kukatakan Abimanyu.
Wanita memang senang di gombali tidak terkecuali seorang buaya betina 'Mardalena' Walaupun kata mereka jujur lebih baik, tapi menurut kamus real mereka menipu diri sendiri.
Mardalena
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
maharastra
klop😎😎😎😎
buaya betina vs buaya jantan😁😝
2022-10-13
0
❤little girl♥
mardalena buaya betina pas ketemu buaya darat😁😁😁😁🤪🤪🤪
2022-10-12
1