Abimanyu memang anak yang bandel cuek dan kurang perduli dengan lingkungan. Dia terbiasa mengerjakan apa yang ingin ia kerjakan, dan tidak akan memaksakan diri untuk sesuatu yang tidak ingin dilakukannya.
Bahkan melihat Gita yang sibuk dengan pekerjaan, Abimanyu justru sibuk dengan gitarnya.
Pemandangan malam sangat indah, bintang gemintang bertabur menghiasi bulan sabit. Meskipun pepohonan terlihat seram tapi suasana sunyi dan lantunan hembusan angin begitu nikmat ditelinga.
"Bi, dari aku kecil kita hanya berdua, kah di sini? di tempat yang jauh dari rumah penduduk, di perbukitan, di tengah-tengah kebun, dengan rumah papan berukuran sedang, rapih dan cantik seperti pemiliknya."
"Tidakkah bibi takut?"
"Abi!"
Abimanyu melirik Gita yang masih terampil mengemas hasil panen dengan rapih.
“Kamu sudah besar Abi, coba untuk serius dalam melakukan banyak hal, nggak selamanya bibi bersama kamu,...”
ujar Gita pelan tanpa melihat lawan bicara.
“Emang bibi mau ke mana?”
Jreeeng....
Petikan senar gitar dengan nada lagu milik Al Ghazali 'kesayanganku' lagu yang sangat di sukai Gita.
“Seperti bibiku yang cantik, lagu ini untukmu.” Satu dua senar gitar mulai di berirama.
Sesungguhnya di setiap denting lagu yang dinyanyikan Abimanyu selalu ada rasa cinta untuk seorang Gita.
“Suara kamu bagus, bi, kenapa kamu tidak memiliki kegiatan sekolah, ekstrakurikuler, kesenian, misalnya atau organisasi sekolah, OSIS atau yang lainnya.”
Abimanyu hanya menggeleng pelan, sembari asyik memainkan lagunya.
“kan bibi tau aku suka kebebasan, nggak suka di atur-atur, juga aku tidak suka berpura-pura.”
Gita menghembuskan nafasnya dengan keras, ia tau sekali dengan sifat anak angkatnya ini, yang santai dan nyantai seperti dipantai.
“Malam sudah larut, kamu tidak tidur, besok sekolah.” Gita berdiri melepaskan sepatu dan baju kerjanya berlalu meninggalkan Abimanyu sendirian.
Seperti biasa selepas mandi dan membereskan diri, Gita akan menikmati kesendirian dengan membaca buku di sudut ruangan tempat favoritnya.
Jendela yang menghadap lereng menyuguhkan pemandangan kegelapan di malam hari yang sangat sempurna, lereng yang begitu indah di waktu terang, di mana keduanya selalu menghabiskan waktu senja bersama, saat malam hari bisa menjadi tempat yang sangat menakutkan, pohon -pohon bisa menjelma menjadi raksasa dan apa saja, tapi...
Gita tampak bersinar di kegelapan.
Ah,
Abimanyu mendesah "bibi memang cantik."
Mata pemuda tengil yang beranjak dewasa itu terus menikmati keindahan yang berada sedikit jauh di ujung ruangan.
“Kopi Kesukaan bibi.” Abimanyu menyodorkan kopi tradisional kesukaan Gita, itu adalah kebiasaan Abimanyu membuatkan kopi untuk wanita tercantiknya dan senyuman manis Gita akan mengembang indah, moments yang sangat disukai Abimanyu. Buku setebal lima inci ada di tangan Gita dan selalu begitu membuat Abimanyu diam-diam penasaran, apa isi buku itu.
“Bibi membaca apa? Dengan lampu sekecil itu?” kata Abimanyu pelan, dia berinisiatif mengambil bohlam lebih besar dan segera memasangnya dengan hati-hati.
“Heeem, terang, kan?” katanya kemudian, yang tidak di indahkan oleh Gita. Gita begitu tampak tetap tenang dan asyik dengan acara membacanya.
Ada sepasang burung belibis di atas senja saat matahari berangkat pulang,
Tangis langit jatuh pada perahu kertas yang terdampar di unjung lautan
Kamu kembali tanpa riak dan gelombang
Semua sepi ada dalam ribuan rindu yang terbengkalai
Mimpi kita tinggal sepetak janji yang tak bertuan...
Gita menutup bukunya, matanya berpaling menatap Abimanyu yang pura-pura tidak melihat.
“Kamu ini, suka mengintip!” Gita menghardik Abimanyu ketus, namun Abimanyu hanya menghadapi hardikan Gita dengan nyengir saja, dia meletakkan gitarnya di tempat semula.
Sebenarnya momen yang sangat ditunggu Abimanyu adalah saat Gita ngomel. Karena saat itu bagi seorang Abimanyu, Gita sangat cantik bagaikan seorang bidadari bersayap malaikat yang turun dari langit.
Di hadapannya, Gita sangat sempurna, bahkan semua tentang Gita ia tau secara diam-diam, menurutnya Sagittarius adalah kecantikan alami dengan aroma harum bunga-bunga.
Wanita yang telah merawatnya sejak kecil ini mampu memenjarakan seluruh kehidupannya, bahkan kadang berat rasa hati Abimanyu menerima kenyataan bahwa Gita adalah bibinya sendiri.
Bibiku cantik!
Kadang kala otak Abimanyu traveling entah ke mana saat melihat Gita bermain dengan kelentikkan jari-jarinya. Mata, bibir, hidup, alis, rambut sebahunya, bodi rampingnya. Semuanya indah. Menurut Abimanyu.
Sosok sagittarius
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
sun-rise🌻
Lgu ke suka4n kk 4rjun😅
2022-11-09
0
maharastra
lnjt.bingung mo koment😎😁😝🥰
2022-10-13
0
❤little girl♥
hemm.. cinta itu anugrah😍😍😍😍
2022-10-12
2